Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelisah
Semalam, tepat pukul sembilan malam, Kiara keluar rumah sakit untuk mengambil paket baju untuknya di resepsionis. Bersamaan dengan itu, tiga orang menghadangnya. Mereka adalah kedua orang tua Jonathan dan juga Tasya, tunangan Jonathan.
"Kiara!" panggil seoarang wanita berpakaian modis. Dia adalah Bianca, ibu kandung Jonathan. Kiara tau itu, karena duku saat ua menikah dengan Jonathan, wanita itu juga datang.
Kiara menghentikan langkahnya, lalu menatap ketiga orang itu dengan tatapan tegang. Dalam hati, Kiara sudah tahu, mereka pasti sedang mencari Jonathan.
"Kau sembunyikan di mana putraku?" tanya Wanita galak ini sembari melotot marah.
"Dia ada, mau ku panggilkan," jawab Kiara, sengaja tak mau berbohong.
"Tidak perlu, aku hanya ingin tau kalo dia memang bersamamu. Katakan padanya, suruh dia pulang besok. Pernikahannya sudah di atur, bilang padanya jangan macam-macam, atau kami hentikan pengobatan neneknya," ucap Wanita ini lagi.
"Kenapa harus saya yang bilang, kenapa nggak anda sendiri saja yang bilang? lagian saya ga ada hubungan apa apa dengan beliau, untuk apa anda cari saya?" jawab Kiara, berani.
"Kau saja ya, emang ga ada kapok-kapoknya. Kalo saja ibuku tidak berpihak padamu, sudah pasti waktu itu aku bakalan menghabisi mu dan juga anak sialanmu itu, lihat saja, kalo kau masih goda dia, jangan harap kau dan juga anakmu itu bisa hidup tenang," ucap Bianca lagi.
"Bukan aku yang menginginkan anakmu, tapi anakmu yang mengejar ku. Lagian aku dan dia ga ada hubungan apa apa, kalian ga perlu memproduksi aku seperti itu. Keinginan mu supaya kami bercerai, sudah aku kabulkan. Lalu apa lagi?" balas Kiara tak mau kalah.
"Oh, rupanya sekarang kau sudah berani melawan ya. Sepertinya apa yang kami lakukan pada keluargamu belum cukup ya, ingat kau masih punya kakak di penjara kan, apa perlu kami buat dia mati?" tanya Bianca lagi, tak mau kalah.
"Kalo kalian berani menyentuhnya, aku tidak akan melepaskan kalian. Lihat saja nanti, aku akan bongkar semua kebusukan kalian," balas Kiara, tak mau kalah.
"Heh, kau pikir kami takut? kali ini kita lihat, kamu dan keluargamu itu lagi yang akan tumbang, atau kami," ucap wanita itu lagi seraya pergi meninggalkan Kiara yang saat ini tampak tertegun.
Kali ini Kiara tertegun. Kiara tak menyangka orang ini akan kembali mengusik keluarganya. Kiara tahu ia tak cukup mampu melawan keluarga Himawan. Tapi ia juga tak bisa menjauhkan sang putra dengan ayahnya. Sungguh Kiara kembali masuk ke dalam dilema.
"Sampai kapanpun Jonathan adalah milikku, waktu itu kamu hanya pengganti, jadi jangan coba-coba berpikir kamu bisa memilikinya sepenuhnya. Ingat itu," ucap Tasya, sebelum pergi meninggalkan Kiara yang saat ini terdiam tanpa kata.
***
Karena pertemuan itu, semalam suntuk Kiara tak bisa tidur. Selama ini ia menutup rapat cerita tentang keluarganya, sampai ia rela menikah dengan Jonathan agar kakaknya aman. Kini mereka datang lagi. Kembali mengusik kehidupannya yang tenang. Sumpah Demi Tuhan Kiara tak rela. Kali ini Kiara berjanji akan membongkar kebusukan mereka. Apapun yang terjadi.
Melihat Kiara yang banyak diam, Jonathan pun curiga, lalu ia pun bertanya..
"Ada apa? Ada yang kamu pikirkan?" tanya Jonathan sembari memegang tangan Kiara.
"Nggak ada apa-apa, kalo ada aku pasti bilang sama kamu?" jawab Kiara lembut.
"Tentu saja, pokoknya kalo ada apa apa bilang. Aku maunya sekarang apapun masalah kita, kita harus saling terbuka, heemm," ucap Jonathan serius.
"Oke, tapi boleh ga kamu jangan merebut hak asuh putraku, aku mau kita berdamai soal ini. Aku ga mau mental Kevin rusak gara-gara ego kita," pinta Kiara serius.
"Aku pikir juga begitu. Aku siap menjadi partner mu dalam membesarkan anak kita, mulai sekarang izinkan aku yang menafkahi Kevin. Semua biaya hidup Kevin biar aku yang tanggung, aku juga akan ganti semua biaya hidup kalian selama lima tahun ini. Anggap ini sebagai tanggung jawabku selama kita berpisah, bagaimana?" ucap Jonathan serius.
"Aduh Mas, ga usah segitunya. Untuk itu semua saya aku udah iklas kok. Ga apa, nggak usah," jawab Kiara serius.
Jonatan terdiam. Merasa aneh dengan jawaban Kiara. Bagaimana tidak? Setahu Jonathan, Kiara dan keluarganya adalah keluarga matrealistis, mereka hanya memikirkan uang, sama seperti kedua orang tuanya, buktinya, Kiara menikah dengannya karena uang. Waktu itu keluarga Kiara meminta mahar yang cukup besar, entah di pakai untuk apa uang itu, yang jelas mereka meminta sangat banyak.
Jonathan masih bergelut dengan penilaiannya sendiri terhadap Kiara. Sedangkan Kiara, wanita cantik ini terus berusaha mencari cara agar bisa melawan kedua orang tua Jonathan.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat