NovelToon NovelToon
Married With The Devil

Married With The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reyya Jung

Diusianya yang baru menginjak 16 tahun, Bianca Rosaline terpaksa menikahi pria yang lebih tua 12 tahun dari dirinya. Semuanya terjadi ketika kedua orang tuanya dengan tega menjual dirinya pada lelaki asing.

Ditengah penolakannya, Bianca mau tak mau harus menemui pria itu—Alan Drax. Pria yang tanpa ragu membeli dirinya dengan harga mahal.

Dan ketika pertama kali bertemu, Bianca tak mampu mengalihkan perhatiannya saat iris hitam legam Alan menatapnya tajam. Sekalipun wajah pria itu tak menampakkan ekspresi apapun.


Note :: Kalo udah baca, jangan lupa ninggalin jejak yaahhh. Biar aku tau kalo kamu itu ada #eeaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyya Jung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinner

Jari jemari Alan yang memegang pena bertinta hitam bergerak lincah di atas kertas-kertas putih di hadapannya saat ini. Ditemani Jimmy yang senantiasa berdiri dengan setia di sisinya. Alan tengah sibuk menandatangani beberapa berkas penting sekaligus membaca tawaran kontrak pekerjaan yang diajukan oleh rekan bisnisnya.

“Jimmy.” Panggil Alan tanpa mengalihkan perhatiannya.

“Ya, Tuan.”

“Apa kemarin terjadi sesuatu pada istriku?” Tanya Alan tanpa mengalihkan perhatiannya.

Tak ada jawaban. Biasanya, Jimmy akan langsung menjawab semua pertanyaannya dengan tegas. Namun kali ini, tangan kanannya itu seolah enggan untuk membuka mulut.

“Kau tak mendengarku?” Alan kembali bertanya. Kali ini, ia menatap Jimmy tajam.

“Kemarin nona Bianca langsung pulang ke rumah.” Jawab Jimmy. Yang sayangnya, tak berhubungan sama sekali dengan pertanyaan yang tadi Alan berikan.

“Aku tak pernah menyuruhmu berbohong, Jimmy!” Alan berucap penuh penekanan seraya kembali fokus pada tumpukan berkas di hadapannya. Ia sangat yakin jika telah terjadi sesuatu pada istrinya kemarin.

“Aku tak ber—”

“Jimmy!” Alan berteriak marah seraya menutup secara kasar map yang saat ini ia pegang. Perlahan, ia memutar kusri kerjanya menghadap Jimmy.

Jimmy terdiam. Tubuhnya tiba-tiba saja menegang ketika iris hitam legam Alan menatapnya tajam dan mengintimidasi.

“Katakan padaku apa yang terjadi!”

Mendadak, Jimmy merasa ragu. Semenjak hari pertama ia menjadi tangan kanan Alan, Jimmy sudah berjanji pada pria itu untuk tetap setia dan tak pernah berbohong. Apapun akan ia lakukan demi Alan. Bahkan jika nyawanya sebagai taruhan, ia akan tetap melakukannya. Tap di sisi lain, ia juga tak ingin ingkar janji pada Bianca.

Jimmy menyerah, setelah menghela napas, ia akhirnya membuka mulut.

“Kemarin … Cathy Harrison menemui nona Bianca di sekolahnya.”

“Cathy? Untuk apa?” Tanya Alan seraya menatap Jimmy bingung. Bukankah Cathy tak menyukai Bianca? Jadi tak ada alasan bagi wanita itu datang menemui istrinya.

“Untuk mengajak nona Bianca makan bersama.” Sambung Jimmy.

“Lalu?” Alan kembali bertanya seraya menganggukkan kepalanya. Tak ada yang aneh menurutnya setelah ia mendengar penjelasan dari Jimmy.

“Dan menunjukkan pada nona Bianca potret Tuan yang sedang tertidur bersama seorang wanita. Dengan tubuh polos.” Alan sontak bangkit dari duduknya seraya menatap Jimmy tak percaya. Tangannya mengepal kuat.

“Apa maksudmu?”

“Cathy Harrison sengaja melakukannya dengan harapan, nona Bianca marah dan meninggalkan Anda. Wanita itu juga beberapakali mengucapkan kalimat tak menyenangkan padanya.”

Alan menutup rahangnya kuat-kuat seraya mencoba untuk menahan amarahnya. Ia tak bisa lagi tinggal diam. Cathy sudah terlalu berani berbuat seenaknya. Beruntung Bianca tak benar-benar meninggalkannya. Jika saja apa yang wanita itu harapkan terjadi, Alan tak tahu apa yang akan dilakukannya ketika tak lagi menemukan Bianca di sisinya.

Pantas saja Bianca bersikap tak bersahabat padanya semalam.

“Setelah menjemput Bianca, katakan padanya untuk bersiap-siap karena aku akan mengajaknya makan malam bersama.” Ucap Alan dingin. Matanya menyiratkan kemarahan yang begitu besar.

“Baik, Tuan.” Jawab Jimmy lalu melangkah pergi untuk menjemput Bianca.

***

Sudah sedari tadi Bianca menatap tak percaya pantulan wajahnya di depan cermin. Tadi, setelah Jimmy mengantarnya pulang dan memberitahukannya perihal makan malam yang direncanakan Alan, pria itu kembali menjemputnya pada pukul enam lalu membawanya ke salah satu salon bergengsi. Sebelumnya, Jimmy lebih dulu mengajaknya ke beberapa butik ataupun toko pakaian untuk membeli gaun yang akan ia kenakan. Dan Bianca hanya bisa menganga takjub ketika gaun yang menjadi pilihannya bisa mendapatkan satu buah mobil dengan merek terkenal.

“Bagaimana?” Pegawai salon tersebut—seorang wanita, yang bertugas merias Bianca kembali bertanya seraya tersenyum geli. Merasa lucu ketika melihat ekspresi wajah Bianca.

“Apa ini benar-benar aku?” Bianca kembali berujar tak percaya. Kedua matanya mengerjap lucu. Bahkan hanya untuk makan malam bersama, Alan sudah mengeluarkan banyak uang.

“Tentu saja. Aku yakin Mr. Drax akan senang.” Seru pegawai salon tersebut sumringah.

Bianca membiarkan wanita itu kembali meriasi dirinya. Kali ini, giliran rambutnya yang akan mendapatkan sentuhan terakhir. Dan Bianca berharap, jika hasilnya benar-benar bisa membuat Alan senang. Ia tak ingin uang yang dikeluarkan oleh pria itu berakhir sia-sia

***

Alan kembali menatap jam yang melingkar indah pada pergelangan tangannya. Sudah sedari tadi ia menunggu kedatangan Bianca tapi wanita itu masih belum menunjukkan batang hidungnya. Telfonnya pun juga tak diangkat. Saat ini ia sudah berada di White Candle—salah satu resrotan bintang lima di Washington, DC.

“Ada apa?” Cathy yang sejak dua puluh menit lalu telah bersama Alan bertanya dengan nada manja.

Tadi, ketika Alan secara tiba-tiba menghubungi dan mengajaknya makan malam bersama, Cathy tak mampu menutupi sorakan kebahagiaannya. Dengan sigap, ia melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa gaun baru lalu menuju salon untuk melakukan perawatan tubuh sekaligus merias dirinya.

Di hadapan Alan, ia harus selalu tampil memukau.

Bunyi ketukan pada pintu ruangan VVIP tersebut sontak membuat Alan dan Cathy mengalihkan perhatian mereka secara bersamaan. Perlahan, pintu terbuka dan menampakkan sosok Jimmy.

“Tuan.” Ucap Jimmy seraya menatap Alan lekat.

“Tsk!” Decak Cathy tak suka. Pria itu selalu saja mengganggunya ketika bersama Alan.

“Suruh dia masuk.” Ucap Alan tegas yang membuat Cathy menatapnya bingung.

Perlahan, Jimmy menyingkir dari depan pintu. Digantikan dengan sosok Bianca yang muncul dari balik punggungnya.

Malam ini, Bianca terlihat begitu cantik. Ia mengenakan gaun top crop tanpa lengan berwarna light blue. Dipadukan dengan rok panjang yang menjuntai sampai ke lantai berbelahan tinggi di atas lutut berwarna senada. Rambut hitam bergelombangnya dibiarkan terurai. Dan yang terakhir, ia mengenakan riasan wajah sederhana yang terlihat begitu natural.

Cathy dan Bianca sama-sama tersentak kaget ketika pandangan mereka secara tak sengaja bertemu. Dengan cepat, Bianca membuang muka lalu menghampiri Alan dan menyambut uluran tangan pria itu.

“Beautiful.” Puji Alan seraya mengecup punggung tangan istrinya.

Jimmy yang melihat Bianca telah duduk dengan nyaman di sebelah tuannya, segera melangkah pergi setelah menutup pintu ruangan tersebut. Alan dan Bianca akan pulang bersama malam ini.

“Alan, apa maksudnya ini?!” Cathy berujar tak terima seraya menatap Bianca kesal.

“Makan malam. Apalagi?” Jawab Alan singkat seraya meneguk winenya.

“Lalu kenapa kau mengajaknya?” Cathy menunjuk Bianca dengan tatapan tajam. Padahal ia mengira jika mereka hanya akan makan malam berdua saja. Secara romantis.

“Ah, aku lupa mengatakannya tadi padamu. Aku juga mengajak kekasihku.” Alan menjawab dengan tatapan yang tertuju pada Bianca. Dan dibalas wanita itu dengan senyuman manis.

Melalui sudut matanya, Bianca bisa melihat dengan jelas kekesalan di wajah Cathy. Ia yakin jika wanita itu semakin membenci dirinya. Mulanya, Bianca juga tak tahu sama sekali perihal kehadiran Cathy. Namun sekarang ia sudah tak lagi peduli. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan pada wanita itu seperti apa hubungannya dengan Alan.

Agar Cathy sadar, jika sekeras apapun usahanya untuk menyingkirkan dirinya, wanita itu tak akan pernah berhasil. Karena Alan pasti akan selalu menahannya. Menarik tangannya untuk kembali berada di sisi pria itu.

1
Linda Andri
Luar biasa
SM🌺
lama bgt ya, uda keburu diperkosa itu sih. kirain bakal ketemu dalam hitungan jam
Dahlia Dwi Aisyah
ceritanya bagus
Sumarni
saya mampir ya thor🙏
Samsul Hidayati
gila itu emak, bisa anak sendiri di perkosa
Samsul Hidayati
ular keket beraksi
Samsul Hidayati
mulai ada ulat bulu
Samsul Hidayati
tu kan Alan sdh jatuh cinta sama blaca
Samsul Hidayati
alan sdh jatuh hati sama Blanca itu tunggu bucin akunx
Samsul Hidayati
alan itu sdh mulai ada rasa suka
Samsul Hidayati
keren Alan setia setelah menikah
Samsul Hidayati
sy suka lelaki seperti Alan waktu muda gonta ganti setelah menikah jd setia
Tita Amelia
kelamaan coba itu papa alex langsung gercep d ratakan semua sama papa alex
Ani Yuningsih
katanya kaya, pintar, kok pekok, bodoh, plus begonya gak ke tulungan ya, kok gak masuk akal sm skx, kayak GK ada niat mo nyari si bego' alan
Wiwikfaridotulsummeh24 Faridot
bikin season 2 nya
Wiwikfaridotulsummeh24 Faridot
bikin season 2 nya Thor anak2nya Bianca🙏
uus widiani
ya ampun emaknya
Febriani Soemantri
Semua sekretaris bucin abis ama sibos apa2 dilaporkan 😂😂😂😂
Ida
akhirnya jebol juga kasiaan
PeQueena
3x purnama dan akpun baru menginjakan lg disana...
btw makasih kakakk author..
senang dengan karyamu.💗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!