NovelToon NovelToon
Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Om Ganteng, kerjanya cuma duduk doang? Kok nggak lari-lari kayak Mami? Om pemalas ya?"


Cayvion Alger, seorang CEO dingin, terkejut saat bocah 4 tahun yang mengatainya "pemalas" ternyata adalah anak kembarnya sendiri—hasil "kesalahan satu malam" empat tahun lalu dengan asisten pribadinya, Hara.

Rahasia ini terbongkar saat Hara terpaksa membawa anak-anaknya ke kantor karena pengasuh sakit.

​Demi hak asuh dan citra perusahaan, Cayvion mengajukan pernikahan kontrak dengan syarat dilarang jatuh cinta. Hara menyetujuinya, namun menegaskan bahwa kekuasaan Cayvion sebagai bos tidak berlaku di rumah.

Kini, Cayvion harus menghadapi tantangan baru: mengurus kekacauan anak-anak dan menahan hatinya yang perlahan luluh pada istri kontraknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 30: Kembali ke Normal (Dengan Aturan Baru)

​"Minggir, Pak Ujang. Hari ini saya yang nyetir."

​Cayvion merebut kunci mobil dari tangan supir pribadinya yang berdiri bingung di depan lobi mansion.

​"Tapi Pak..." Pak Ujang garuk-garuk kepala yang tidak gatal. "Bapak kan ada rapat jam sembilan. Nanti kalau macet terus Bapak stres, saya yang kena semprot."

​"Saya yang bayar gaji kamu, jadi saya yang tentukan siapa yang nyetir. Kamu libur hari ini. Sana mancing atau apa," perintah Cayvion sambil membuka pintu belakang untuk Si Kembar.

​Elio dan Elia sudah rapi dengan seragam sekolah mereka. Elia membawa tas bekal bergambar kelinci, sementara Elio membawa tas robot yang kemarin sempat dia lempar tapi dipungut lagi oleh Hara.

​"Papa yakin mau nyetir?" tanya Elio skeptis saat memanjat masuk ke kursi belakang. "Papa tahu jalan ke sekolah kita nggak? Jangan sampai kita nyasar ke kantor bursa efek."

​"Papa hafal, Elio. Papa punya GPS tercanggih di dunia," Cayvion menunjuk kepalanya sendiri, lalu melirik Hara yang duduk di kursi penumpang depan. "Dan navigator paling cerewet di sebelah Papa."

​Hara mendengus pelan, memasang sabuk pengaman. "Fokus ke jalan, Pak. Jangan main HP. Awas kalau lecet sedikit, mobil ini mahal."

​"Siap, Bos," jawab Cayvion sambil menginjak pedal gas.

​Suasana di dalam mobil terasa berbeda pagi ini. Tidak ada keheningan mencekam seperti hari-hari sebelumnya. Ada celoteh Elia yang bernyanyi lagu Baby Shark versi dangdut, ada komentar pedas Elio tentang cara menyetir pengemudi lain, dan ada Hara yang sesekali mengingatkan Cayvion untuk tidak ngebut.

​Sesampainya di gerbang sekolah, Cayvion turun untuk membukakan pintu—tugas yang biasanya dilakukan supir.

​"Belajar yang pintar," kata Cayvion sambil berlutut merapikan kerah baju Elio.

​"Pasti," jawab Elio singkat. Dia menatap ayahnya sebentar, lalu berbisik. "Bekas spidol di jidat Papa masih kelihatan dikit. Kayak tompel merah."

​Cayvion refleks menutup dahinya. "Serius?"

​"Bercanda," Elio nyengir jahil, lalu lari masuk gerbang. "Dah, Papa!"

​Elia memeluk kaki Cayvion sekilas. "Dah Papa Bebek!"

​Cayvion berdiri di sana, melambaikan tangan seperti bapak-bapak pada umumnya, mengabaikan tatapan ibu-ibu lain yang terpesona melihat CEO tampan itu mengantar anak.

​"Sudah puas tebar pesonanya, Pak?" sindir Hara dari dalam mobil. "Kita telat lima menit."

​Cayvion masuk kembali ke mobil dengan senyum miring. "Setidaknya saya dapat pelukan, bukan lemparan topi."

​Begitu langkah kaki Hara terdengar di lantai marmer lobi Alger Corp, rasanya seperti ada angin surga yang berhembus.

​Resepsionis yang tadinya tegang langsung mengelus dada lega. Satpam tersenyum lebar. Bahkan Pak Rudi, Manajer Pemasaran yang kemarin dibentak gara-gara font, nyaris sujud syukur.

​"Ibu Negara sudah kembali," bisik staf HRD pada temannya. "Dunia aman. Iblisnya sudah dijinakkan."

​Hara berjalan cepat menuju meja kerjanya di depan ruangan CEO. Meja itu berantakan luar biasa. Tumpukan berkas menggunung, telepon kabel, kabelnya melilit, dan ada bekas tumpahan kopi di sudut meja—peninggalan Nadia si sekretaris yang resign mendadak ditempat karena depresi ditekan Cayvion.

​"Ckckck. Kapal pecah," gumam Hara sambil mulai membereskan kekacauan itu dengan kecepatan kilat.

​Di dalam ruangan, Cayvion duduk di kursi kebesarannya. Dia merasa... tenang. Aneh. Biasanya dia benci suara kertas dibolak-balik atau suara ketikan keyboard yang berisik. Tapi mendengar suara Hara di luar sana—suara omelan kecilnya pada OB, suara telepon yang diangkat dengan ramah—membuat Cayvion bisa fokus kembali.

​"Masuk," perintah Cayvion lewat interkom.

​Hara masuk membawa map biru tebal dan secangkir Americano panas.

​"Jadwal Bapak hari ini padat merayap. Jam sepuluh rapat divisi, jam satu makan siang dengan investor China, jam empat tanda tangan kontrak logistik," lapor Hara profesional, meletakkan kopi di meja. "Kopinya double shot, tanpa gula, suhu 90 derajat. Pas?"

​Cayvion menyeruput kopi itu. Sempurna. Pahit yang pas, aroma yang menenangkan. Tidak seperti 'air comberan manis rasa pengkhianatan' buatan OB kemarin.

​"Pas. Terima kasih," kata Cayvion. Dia tidak langsung menyuruh Hara keluar. Dia membuka laci mejanya, mengambil sebuah pulpen mahal berlapis emas.

​"Hara, buka map biru itu. Halaman terakhir."

​Hara mengerutkan kening. "Map perjanjian  nikah? Mau ngapain, Pak? Mau revisi gaji saya? Kalau mau potong gaji, saya demo lho."

​"Buka saja."

​Hara membuka map itu. Di halaman paling belakang, ada kolom kosong untuk pasal tambahan.

​Cayvion menarik map itu, lalu menuliskan sesuatu dengan tulisan tangannya yang tegak bersambung dan tegas.

​Pasal Tambahan 24:

Tanggal 25 setiap bulan adalah Hari Evaluasi Keluarga. Dan tanggal ulang tahun anak-anak ditetapkan sebagai HARI LIBUR NASIONAL bagi Pihak Pertama (Cayvion Alger). Dilarang menjadwalkan rapat, perjalanan dinas, atau gangguan apapun. Pelanggaran dikenakan denda: Tidur di teras.

​Cayvion menutup pulpennya dengan bunyi klik, lalu memutar map itu ke arah Hara.

​"Baca. Kalau setuju, paraf di sini."

​Hara membaca tulisan itu. Sudut bibirnya berkedut menahan senyum. "Hari Libur Nasional? Bapak kira Bapak Presiden? Dan dendanya... tidur di teras? Serius?"

​"Sangat serius. Saya tidak mau ambil risiko tidur di karpet lagi dengan muka dicoret spidol," jawab Cayvion datar, meski matanya jenaka. "Saya kapok."

​Hara tertawa kecil. Dia mengambil pulpen dari tangan Cayvion dan membubuhkan parafnya di sana.

​"Oke, Deal. Awas kalau melanggar. Saya siapkan obat nyamuk bakar buat Bapak di teras."

​Hara menutup map itu, memeluknya di dada, lalu menatap Cayvion. Senyum manis terukir di wajahnya—bukan senyum sopan asisten, tapi senyum tulus seorang istri yang bangga.

​"Selamat bekerja kembali, Pak Bos," ucap Hara lembut.

​Saat itu juga, sesuatu yang aneh terjadi.

​DEG.

​Jantung Cayvion berdetak kencang. Sangat kencang.

​Bukan detak karena adrenalin saham naik, bukan juga karena marah. Rasanya seperti ada drum band yang main lagu rock di dalam rongga dadanya. Telapak tangannya mendadak berkeringat dingin. Napasnya tercekat seolah oksigen di ruangan itu habis disedot senyum Hara.

​Cayvion refleks memegang dada kirinya. Wajahnya berubah panik.

​"Pak? Bapak kenapa?" tanya Hara khawatir, langkahnya terhenti di pintu. "Sakit dada? Asam lambung naik?"

​"Ah... t-tidak," Cayvion tergagap, wajahnya memerah. Dia buru-buru membuang muka, pura-pura sibuk membaca berkas yang terbalik. "Cuma... kaget sedikit. Mungkin efek kafein. Kopinya terlalu kuat."

​"Oh, kirain serangan jantung," Hara menggeleng pelan lalu keluar menutup pintu.

​Sepeninggal Hara, Cayvion menyandarkan punggungnya ke kursi. Dia masih memegang dadanya yang bergemuruh liar.

​"Sial," umpatnya pelan. "Ini kenapa? Apa aku punya riwayat penyakit jantung turunan? Atau aritmia?"

​Dia menatap pintu tertutup di mana Hara baru saja menghilang. Bayangan senyum wanita itu masih menempel di retinanya, membuat perutnya terasa geli seperti ada ribuan kupu-kupu yang baru menetas.

​"Nggak mungkin," tolak Cayvion keras-keras, menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran gila itu. "Nggak mungkin aku suka sama asistenku sendiri. Itu tidak profesional. Ini pasti cuma... gejala maag."

​Tapi jauh di lubuk hatinya, di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh logika bisnis dan grafik saham, Cayvion Alger tahu dia sedang menghadapi masalah besar. Masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan uang atau kontrak.

​Dia jatuh cinta. Dan dia dalam bahaya besar.

1
Niken Dwi Handayani
Ngakak dong baca nya🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Dan dimulailah hilangnya wibawa, peraturan di rumah Big bos oleh krucilnya😀😀
Savana Liora: hahahaha
total 1 replies
tia
butuh kesabaran cayvion,,,🤭
Savana Liora: kesabarannya setipis tisu bagi 10
total 1 replies
olyv
mantep twins 🤣🤣👍
Indah Wahyuni
aku suka, konfliknya ringan. ayahnya butuh benturan untuk menyadari kasih sayang ke anaknya. mungkin rasa ke ibuknya belum tapi ke anak harus. harta tidak bisa membeli waktu.
aku juga suka wanita yg tegas dia tidak ningalin suaminya. tapi memberi pelajaran suaminya.
Savana Liora: iya. makasih y
total 1 replies
tia
kapok 😄
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Indah Wahyuni
hari ini apa up satu kali? di tunggu kelanjutannya
Indah Wahyuni: ok, ditunggu.
total 2 replies
kalea rizuky
pergi ja tinggalin egois bgt ini laki
kalea rizuky
gemes deh
olyv
bagus hara diamin aja suami kulkas mu itu... g peka atau gimn sih cayvion.. udah tau salah, setidak nya minta maaf gitu pd anak2 mu
Savana Liora: tau tuh cayvion yak
total 1 replies
olyv
/Sob//Sob/ aahh twins sini aunty bantu peluk juga..
sukurinn kau cayvion di benci anakan mu sendiri
Savana Liora: ngeselin yak
total 1 replies
olyv
😔😔🥺🥺🥺🥺
olyv
🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: hahaha
total 2 replies
BONBON
kk, ini kamu kejar deadline kah, aku sampe bingung mau baca yg mana... satu satu Napa??😭 kebut"👍
Savana Liora: emang agak ngebut sih tayangnya karna mau ngajuin kontrak setelah bab 20. tp dari bab 21 bakalan santai kok. pagi siang malam kek minum obat.
total 2 replies
Alfi Alfi
bikin senyam senyum 🤭🤭🤭
Savana Liora: iya haha
total 1 replies
Alfi Alfi
gemesin banget ceritanya
Savana Liora: makasih kak
total 1 replies
Alfi Alfi
di tunggu thor
tia
lanjut Thor ,, cerita ny bikin gemes
Savana Liora: besok pagi terbit lg ya kk. sudah terjadwal
total 1 replies
Siti Sa'diah
keluarga koplak, yg normal itu cuma hara and thekids🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Siti Sa'diah
gkgkgk rasakan itu tuan perfect/CoolGuy/
Savana Liora: kena mental dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!