NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan gelap

Saat langit masih gelap, Ares sudah bangun lebih dulu dari biasanya. Ia menoleh sekilas pada Elina yang masih tertidur lelap di sisinya, lalu bangkit perlahan agar tak menimbulkan suara. Tanpa banyak pikir, ia langsung masuk ke dalam toilet.

Tak selang lama, Ares keluar dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Wajahnya terlihat tegang, seperti seseorang yang menyimpan rencana besar. Ia bergegas keluar kamar, mengambil kunci mobil, lalu meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

Setelah satu jam perjalanan, Ares menepikan mobilnya di depan sebuah rumah yang terlihat mewah dan terawat. Dari luar, bangunan itu tampak tenang, namun justru menimbulkan rasa was-was di dadanya.

Sebelum turun dari mobil, Ares menatap sekeliling untuk memastikan situasi aman. Setelah merasa tak ada yang mencurigakan, ia keluar dari mobil dan melangkah ke pagar.

Ting! Tong!

Ia menekan bel di samping pagar. Tak lama kemudian, seorang pria baya muncul dan membuka pagar.

"Cari siapa, Tuan?" tanyanya sopan.

"Saya ingin bertemu dengan Pak Bayu?" ucap Ares.

"Apakah Tuan sudah memiliki janji sebelumnya?"

Ares mengangguk. "Katakan pada Pak Bayu, Ares dari direktur perusahaan Anderson Group Internasional."

Mendengar nama perusahaan internasional itu, raut wajah penjaga sedikit berubah. Ia tampak terkejut, lalu segera membukakan pintu lebih lebar dan mempersilahkan Ares masuk.

"Tuan Ares, Pak Bayu sebentar lagi akan datang. Silahkan tunggu sebentar."

Ares hanya mengangguk, wajahnya tetap datar, meski di dalam dadanya jantungnya berdetak lebih cepat.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki mendekat dari dalam ruangan.

"Tuan Ares," ucap Bayu menyapa.

Ares membalas dengan anggukan singkat.

Bayu duduk di salah satu sofa single, sementara beberapa pelayan datang membawa minuman dan cemilan, lalu meletakkannya di meja kecil di antara mereka.

Bayu menatap Ares penuh selidik, jemarinya bertaut di atas paha.

"Sepertinya urusan Tuan Ares cukup penting sampai harus datang sepagi ini."

Ares menyandarkan punggung, tatapannya lurus ke depan. "Saya tidak suka membuang waktu, Pak Bayu. Apalagi untuk urusan yang menyangkut... aset."

Bayu mengangkat alis. "Aset?"

Ares tersenyum tipis. "Saya butuh bantuan Anda untuk beberapa kepemilikan perusahaan. Secara... administratif."

Bayu terdiam sejenak, lalu menghela napas pelan. "Kalau ini soal pengalihan saham, Anda datang ke orang yang tepat. Tapi saya perlu tahu, ini perintah resmi perusahaan atau urusan pribadi?"

"Dua-duanya," jawab Ares tanpa ragu.

"Anderson Group Internasional punya beberapa anak perusahaan: divisi fashion, properti dan saham pasar modal. Saat ini semuanya masih berada di bawah nama... istri saya."

Bayu menatap tajam. "Istri Anda? Elina Aurelia Anderson?"

Ares mengangguk. "Saya ingin mulai memindahkan kepemilikan itu. Pelan-pelan. Tanpa menimbulkan kecurigaan."

Bayu menyilangkan tangan. "Tuan Ares, Anda tahu resikonya. Pengalihan aset tanpa persetujuan penuh pemilik bisa berujung masalah hukum."

Ares mencondongkan tubuhnya. Suaranya diturunkan, dingin. "Saya bukan ingin mencuri, Pak Bayu. Saya hanya... mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya sebagai suaminya."

Bayu tersenyum samar. "Dunia hukum tidak mengenal kata seharusnya, Tuan. Yang ada hanya hitam di atas putih."

Ares mengeluarkan map tipis dari tas kerjanya, lalu mendorongnya ke arah Bayu. "Di dalam itu ada salinan kuasa direksi, kontrak lama, dan celah-celah yang bisa kita manfaatkan. Anda hanya perlu memastikan, dalam waktu dekat, beberapa saham strategis Anderson Group berpindah ke nama saya... atau setidaknya ke perusahaan bayangan."

Bayu membuka map itu perlahan. Matanya menyipit membaca satu per satu dokumen. "Kalau ini berhasil," gumamnya, "Istri Anda bahkan tidak akan sadar sampai semuanya terlambat."

Sudut bibir Ares terangkat tipis.

"Itu memang rencananya."

“Ini semuanya akan sulit…”

“Soal biaya tidak akan menyulitkan, kan?” potong Ares dengan senyum miring.

Bayu mengangguk kecil, lalu membalas dengan senyum serupa.

“Berapa pun yang dibutuhkan, pastikan urusan ini selesai,” ucap Ares dengan nada tegas yang tak memberi ruang tawar-menawar.

“Satu miliar,” ucap Bayu singkat.

Mata Ares terbelalak, menatap Bayu yang masih mempertahankan senyum miring di bibirnya.

“Satu miliar tidak akan sebanding dengan apa yang Tuan Ares akan dapatkan nanti,” lanjut Bayu santai, seolah angka itu tak berarti apa-apa.

Ares terdiam. Ia sama sekali tak menyangka nominalnya akan sebesar itu. Dadanya mengeras, pikirannya berputar cepat menimbang risiko dan keuntungan.

Melihat Ares terdiam, Bayu justru tersenyum semakin tipis, lalu meletakkan kembali map yang sebelumnya diberikan Ares ke atas meja.

“Apabila Tuan Ares tidak sanggup…”

“Saya siap menanggung seluruh biayanya, asalkan semua aset itu resmi berpindah ke tangan saya.”

Bayu menautkan jemarinya di atas lutut, sorot matanya mengeras, membaca keseriusan lawan bicaranya.

“Baik,” ucapnya akhirnya. “Kalau begitu, kita akan bermain rapi.”

Ares mengangkat wajahnya, sorot matanya kini dipenuhi antisipasi.

“Saya akan memulai dari anak perusahaan kecil lebih dulu,” lanjut Bayu tenang. “Divisi yang jarang diperhatikan istri Anda—perusahaan fashion dan satu holding properti. Kita ubah struktur direksi, sisipkan nama orang kepercayaan Anda, lalu dari sana aliran saham bisa dialihkan secara bertahap.”

Ares menyeringai tipis. “Berapa lama prosesnya?”

“Dua minggu pertama hanya pengondisian. Satu bulan, Anda sudah memegang kendali lebih dari tiga puluh persen aset strategis.”

Bayu berhenti sejenak, lalu menatap Ares lebih dalam, seolah memastikan komitmen pria di hadapannya.

“Dan setelah itu… semua akan terlihat seperti keputusan bisnis biasa.”

Ares mengangguk puas. Dadanya terasa lebih ringan, seakan sebagian besar beban yang selama ini menekan akhirnya menemukan jalan keluar.

"Saya ingin satu hal," ucapnya dingin. "Jangan sampai Elina mencium apa pun."

Bayu tersenyum tipis penuh keyakinan. "Tenang saja, Tuan Ares. Istri Anda terlalu sibuk menyelamatkan perusahaan. Dia tidak akan sadar bahwa fondasinya sedang Anda cabuti satu per satu.

Ares berdiri, merapikan jasnya dengan gerakan tenang. "Transfer pertama saya kirim hari ini."

Bayu ikut berdiri dan berjabat tangan Ares dengan erat.

"Selamat datang di permainan sesungguhnya, Tuan Ares."

Dalam perjalanan pulang, Ares menatap jalanan yang masih lengang dengan perasaan bergejolak. Lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca mobil, sementara benaknya dipenuhi bayangan wajah Elina yang selalu tampak tenang dan percaya diri.

"Sebentar lagi," gumamnya pelan, tangannya mencengkeram setir.

"Semua yang kamu bawakan.... akan jadi milikku."

Selesai urusannya dengan Bayu, Ares tidak langsung pulang, melainkan bertolak ke lokasi berikutnya. Ia memacu mobilnya menembus lalu lintas pagi yang mulai padat, pikirannya masih dipenuhi rencana yang baru saja disepakati.

Tak selang lama, mobilnya berhenti di depan sebuah apartemen yang menjulang tinggi di tengah kota. Gedung itu tampak eksklusif, menjadi simbol gaya hidup kelas atas yang selama ini ia idamkan sepenuhnya.

Ares turun dari mobil, merapikan jasnya sekilas, lalu melangkah masuk ke lobi dengan wajah dingin seolah ini hanya kunjungan biasa. Satpam yang mengenali hanya mengangguk singkat tanpa banyak tanya.

Di dalam lift, Ares menekan tombol lima belas. Pintu besi itu menutup perlahan bayangan wajahnya yang tegang di dinding kaca.

Ding!

Pintu lift terbuka. Ares melangkah keluar menuju koridor lantai lima belas yang sunyi. Langkahnya terhenti di depan sebuah pintu apartemen yang tampak mewah namun sepi.

Ting! Tong!

Tak lama kemudian pintu terbuka, memperlihatkan seorang pemuda di baliknya.

"Dengan Tuan Ares," ucap pemuda tersebut.

Ares mengangguk. "Pak Dirga?"

Pemuda itu kembali mengangguk, lalu membuka pintu lebih besar, mempersilahkan Ares masuk ke dalam.

"Ada keperluan apa Tuan Ares kemari?" tanya Dirga sambil menaruh minuman kaleng di atas meja.

"Saya butuh Anda mengalihkan dana perusahaan ke rekening saya, lakukan dengan cara yang tidak meninggalkan jejak," ucap Ares tanpa basa-basi. "Buat semuanya terlihat legal di atas kertas, tapi hasil akhirnya tetap sama—uang itu berada di tangan saya."

“Sepertinya Tuan Ares memang mencari saya,” kata Dirga dengan senyum tipis. “Tapi saya harap Anda sudah siap dengan konsekuensinya—termasuk soal biaya.”

“Biaya tidak jadi masalah bagi saya,” jawab Ares singkat.

“Satu miliar…” ucap Dirga pelan.

Lagi-lagi Ares terkejut, meski ia berusaha menyembunyikannya di balik wajah datar.

“Bagaimana, Tuan? Itu terbilang paling murah sebab Anda akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari saya.”

Ares terdiam sejenak, menimbang dalam hati, lalu mengangguk. “Baik, saya sanggup. Lakukan semuanya dengan rapi.”

Setelah diskusi panjang, Ares pamitan dengan senyum puas. Ia melangkah keluar apartemen dengan keyakinan baru—sebentar lagi apa yang ia inginkan akan segera terwujud, walau harus mengeluarkan uang yang baginya tak seberapa.

“Dua miliar tidak seberapa dengan apa yang nanti akan aku dapatkan,” gumamnya lirih.

Sementara itu, Dirga berdiri di balkon apartemennya, menatap mobil Ares yang perlahan pergi meninggalkan area apartemen dengan senyum penuh arti di bibirnya.

Dring! Dring!

Suara ponselnya langsung saja ia angkat.

“Bagaimana?” ucap seseorang di seberang sana.

“Lancar, Non. Dia percaya dengan saya,” jawab Dirga.

“Bagus! Lakukan sesuai rencana.”

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!