setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berhasil mengusir musuh
"Komandan, The Titan-Borg aktif dan siap tempur!," seru Riko dengan sedikit lega. "Dengan kekuatan ini, kita pasti bisa mengalahkan mereka!"
Marcus melihat layar dengan tatapan penuh harapan. Namun wajahnya segera berubah menjadi ketakutan saat melihat Tang Yan berjalan menuju kaki robot raksasa itu dengan santai.
"Apa dia gila?! Dia hanya seorang anak kecil dan dia berjalan ke arah The Titan-Borg?" gumamnya tidak percaya. Namun sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba Lia berteriak kaget di sampingnya.
"Komandan, sensor mendeteksi lonjakan energi yang luar biasa dari tubuh anak itu! Kekuatan yang keluar dari tubuhnya setara dengan ledakan supernova skala kecil!" suaranya yang hampir terdengar seperti jeritan.
Di layar hologram, bisa dilihat aura keemasan dan hitam yang mengelilingi tubuh Tang Yan, membuat ruang di sekitarnya sedikit melengkung.
"Serang dia sekarang juga!" perintah Marcus dengan panik. "Tidak ada waktu lagi untuk penasaran dengan energi itu, atau kita semua akan dikuburkan ditempat sampah ini!,"
The Titan-Borg mengarahkan peluru plasma raksasanya ke arah Tang Yan lalu menekan pelatuknya. Namun sebelum peluru bisa keluar, Tang Yan sudah lebih dulu mengepalkan tinju dan mengeluarkan tekniknya.
"Tinju Penghancur Bintang!"
Sebuah bayangan tinju emas yang bahkan lebih besar dari The Titan-Borg, menyerang langsung kearah monster besi itu. Bayangan tinju ini tidak cepat, tapi tidak ada apapun yang bisa menghindar dari tergetnya.
Dalam beberapa detik, tinju itu sudah berada didepan the titan-borg. Saat menyentuh permukaan zirah Titan-Borg, seluruh struktur robot mulai terurai menjadi debu. Tanpa ledakan, tanpa suara yang memekakkan. The Titan-Borg dikalahkan begitu saja. Di kapal induk, semua layar menjadi biru dan alarm berkedip-kedip dengan nyala merah.
"KONEKSI DENGAN THE TITAN-BORG PUTUS! SEMUA SISTEM ROBOT HILANG!" teriak Riko dengan suara putus asa.
Marcus jatuh ke kursinya, wajahnya pucat seperti kain kertas. Ia melihat pada layar yang menunjukkan Tang Yan yang berdiri di tengah tumpukan debu logam, kemudian mengangkat wajahnya ke arah kapal induk dengan senyum nakal.
"Komandan... dia sedang melihat ke arah kita..." bisik Lia dengan gemetar.
"Segera mundur! Tarik seluruh pasukan kembali ke markas sekarang juga!" perintah Marcus dengan suara gemetar. "Dan kirimkan laporan darurat ke Dewan Cyber-Core – kita menghadapi ancaman yang jauh melampaui pemahaman teknologi kita!"
Dalam waktu singkat, seluruh armada Iron Aegis telah melarikan diri. Seolah-olah mereka takut jika bocah di bawah itu mengejar mereka.
Sementara itu, Tang Yan mengusap tangan kirinya dengan ekspresi jijik, seolah membersihkan kotoran yang akan membuatnya sial seumur hidup. Ia melihat sekeliling pada ribuan bangkai robot dan pesawat yang berserakan di sekitarnya, wajahnya menunjukkan ekspresi kegembiraan. "Sayang sekali jika besi-besi berkualitas ini dibiarkan membusuk begitu saja. Mari kita lakukan pembersihan dan mendaur ulang dengan benar."
Tang Yan mengangkat kedua tangannya ke arah langit, keduanya matanya memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Seketika udara di sekitarnya mulai berputar membentuk pusaran besar, sementara suara mantra yang terdengar kuno keluar dari bibirnya: "Tungku Alam Semesta, aktifkan!"
***
Seketika, seluruh Sektor 13 seolah-olah berubah menjadi kuali alkimia raksasa yang hidup. Api hijau zamrud memancar dari celah-celah tanah dan reruntuhan, menyelimuti setiap sisa-sisa pasukan Cyber-Core yang tersebar di seluruh area. Api itu tidak membakar logam dan besi seperti yang biasa terjadi, melainkan membungkusnya dengan lapisan energi yang memisahkan unsur murni dari kotoran dan karat.
"CAIRKAN! PISAHKAN! DAN MURNIKAN!" perintah Tang Yan dengan suara pelan, kedua tangannya mengayun mengarahkan aliran energi yang melingkar di udara.
Di depan mata Elder Mo dan para pengikutnya yang masih terpaku dengan kaget, ribuan ton baja dan titanium yang tadinya hanyalah puing-puing padat, kini menjadi cairan logam bersih yang berkilau seperti air permata. Tang Yan kemudian mengeluarkan teknik "Sentuhan Penciptaan: Membangunkan Besi yang Tertidur" benang-benang energi keemasan muncul dari ujung jarinya, memandu aliran logam cair itu perlahan-lahan kembali ke arah Menara Sembilan Langit Terbuang.
Logam-logam murni itu perlahan menempel pada setiap sisi dinding menara, memperkuat struktur yang tadinya goyah hingga menjadi kokoh seperti gunung batu. Tak hanya itu, logam-logam itu membentuk pola-pola rumit yang berubah menjadi meriam-meriam pertahanan otomatis yang dihiasi ukiran Rune pertahanan tingkat kaisar suci. Menara yang dulunya terlihat kumuh dan miring kini telah berubah menjadi benteng logam megah dengan permukaan yang mengkilap, sebuah keajaiban keindahan yang kontras dengan hamparan sampah di sekitarnya.
Setelah pertempuran berakhir, kesunyian yang berbeda menyelimuti Sektor 13. Bukan kesunyian keputusasaan seperti dulu, melainkan kedamaian setelah kemenangan. Namun jauh di atas, di pusat kota Neo-Ark yang menjulang tinggi, sebuah riak besar telah mengguncang setiap tingkat kekuasaan Cyber-Core. Mereka baru saja kehilangan salah satu armada elit Iron Aegis di tangan seorang anak kecil yang tinggal di kawasan sampah yang mereka abaikan.
Tang Yan mendarat lembut ke tanah, wajah remajanya yang dulu mengeluarkan aura mengerikan kini kembali terlihat polos dan penuh kesenangan. Ia berjalan mendekati Elder Mo yang masih berdiri terpaku, mata penuh kagum melihat transformasi menara.
"Pak tua Mo, selamat ya!" Tang Yan menepuk bahu pria tua itu dengan ramah. "Sekarang kau tidak sendirian lagi, ada banyak teman untuk kamu ajak berlatih di Sekte Rongsokan kita." Ia menunjuk ke arah kelompok pengikut Elder Mo yang selamat, mereka kini melihatnya dengan tatapan mata penuh rasa hormat dan kagum.
Tang Yan kemudian merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan beberapa botol kecil berisi pil berwarna keemasan. "Ambil ini, Pil Qi Esensi tingkat kelima. Gunakan untuk memperkuat fondasi kultivasi kalian semua. Besok... kita tidak akan menunggu mereka datang lagi ke tempat kita. Tapi kita yang akan pergi ke Sektor Atas untuk meminta beberapa bahan alkimia langka yang mungkin mereka simpan di gudangnya."
Luna mendekatinya dengan langkah yang lebih ringan dan stabil dibandingkan dulu. Wajahnya masih penuh keringat, namun matanya bersinar dengan kebahagiaan yang tak tertutupi. "Tuan... kita benar-benar melakukannya. Kita melawan seluruh armada Cyber-Core dan menang!"
Tang Yan mengangguk perlahan, kemudian menatap ke arah pusat kota Neo-Ark yang kini terlihat lebih jelas dari atas benteng mereka. "Ini baru permulaan, Luna. Aku merasakan ada sesuatu yang jauh lebih gelap daripada Cyber-Core yang sedang bangun di balik layar. Sesuatu yang mungkin jadi alasan mengapa kita semua terbawa ke dunia ini... dan aku berjanji akan menjadikannya bahan ramuan obat terhebat yang pernah ada di alam semesta ini."
Dia tertawa riang, lalu melambaikan tangannya kepada Xiao Bai yang sedang asyik mengunyah sensor radar dari sisa kapal induk yang jatuh.
Malam itu, di Sektor 13 yang dulunya hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, sebuah legenda baru mulai berkembang, Legenda Sang Kaisar Rongsokan yang akan mengguncang seluruh pondasi dunia besi Neo-Ark.