NovelToon NovelToon
Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Akibat trauma masa lalunya, Delia Angelista yang notabene adalah gadis ceria kini menjadi dingin terhadap lelaki.

Tetapi semenjak pertemuan pertamanya dengan Radit yang tak lain kekasih dari sahabatnya sendiri yaitu Viviane, telah membuat hati seorang Delia berbeda.

Sanggupkah Delia menyimpan perasaannya sendiri? Lalu bagaimanakah dengan perasaan Radit terhadap Delia? Apakah sama atau bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 15 Hancur

Seakan terhempas dari ketinggian, dan jatuh terperosok ke dalam jurang yang sangat terjal. Membuat semua tulang pada seakan lepas dari tubuh. Itulah yang dirasakan Delia. Seluruh tubuhnya melemas seketika, untuk berdiri pun dia tidak mampu menopang tubuhnya sendiri. Dia menahan kuat sesak di hatinya dengan menekan dadanya kuat. Hati Delia benar-benar hancur. Dia menahan sekuat mungkin agar air matanya tidak jatuh. Apa yang bisa dilakukan dia saat ini. Apakah ini memang kenyataan pahit yang harus diterima seumur hidupnya. Tidak bolehkah dia bahagia?

“3 bulan lagi Radit akan pulang dan kami akan bertunangan” masih terngiang-ngiang perkataan Viviane beberapa menit yang lalu.

Sedangkan Viviane kini sudah duduk kembali disamping Delia setelah memesan minuman.

“ehm... Selamat ya Vi, semoga kalian selalu bahagia, dan aku doakan semoga lancar sampai hari H pernikahan kalian" ucap Delia dengan bibir bergetar dan memaksakan tersenyum. “iya makasih ya Del, kamu memang sahabat terbaikku” ucap Viviane dengan mata berbinar. “nanti pokoknya aku mau kamu yang bantu aku urus semua kebutuhan buat acara pertunanganku ya Del, tidak ada penolakan” lanjut Viviane.

“i...iya Vi” jawab Delia lirih. Beberapa detik kemudian ada panggilan video dari Radit di ponsel Viviane. Pucuk dicita ulam pun tiba, baru saja diomongin dan kini doi sedang video call. Dengan sangat antusias Viviane mengangkatnya.

“halo sayang” sapa Viviane

“Iya sayang, lagi dimana ko' kaya'nya diluar?” tanya Radit

“ini aku lagi sama Delia di kantin” jawab Viviane sambil mengarahkan kameranya sedikit ke arah Delia. Sesaat pandangan Delia dan Radit bertemu meskipun tidak secara langsung. Delia langsung membuang mukanya. Radit menyadari itu, dan kelihatan bahwa Delia sedang menghindarinya. Radit semakin merasa bersalah saat mengetahui Delia membuang muka. Apakah Delia sakit sakit hati. Batinnya menerka-nerka.

“Ih sayang, ko' malah bengong sih?. O iya nanti acara pertunangan kita aku sudah minta bantuan pada Delia lho.. Karena selera kita kan sama. Iya kan Del?” Viviane menyenggol lengan Delia dan hanya diangguki kepala.

"deg" seketika Radit sangat cemas. bagaimana tanggapan Delia saat tahu rencana pertunangannya dengan Viviane yang akan digelar 3 bulan lagi. "Ya Tuhan... semoga pilihanku tidak salah. bila salah tunjukkan kebenaranMu" batin Radit sambil berdoa.

“Iya sayang, terserah kamu saja. Aku tutup dulu ya ini mau meeting” Radit segera mengakhiri panggilan videonya karena dia tidak tega melihat kesedihan yang dialami Delia saat ini.

Radit sangat sakit hatinya melihat wajah Delia sedih seperti tadi. Dia bingung apa yang harus dilakukan. Apakah keputusannya sudah benar untuk segera melaksanakan pertunangannya dengan Viviane?

Awalnya memang dia sudah yakin akan keputusannya itu, bahkan dia sudah tidak sabar untuk segera melangsungkan pernikahan dengan Viviane. Tapi itu sebelum dia mengetahui tentang perasaan Delia. Apakah tetap dilanjutkan saja? Toh dirinya tidak punya perasaan pada Delia, mungkin hanya kasihan saja makanya dia merasa bersalah dan tidak tega.

“Ahhh... Shit!” umpat Radit sambil menjambak rambutnya sendiri karena frustasi. Dia akhirnya memutuskan keluar dari kantor untuk menjernihkan sejenak beban di hatinya. Tidak peduli dengan urusan kerjaan, nanti saja pasti bisa diatasi.

Radit memutuskan untuk pergi ke cafe temannga yang lokasinya tidak jauh dari perusahaan.

Sesampainya di cafe dia langsung dusambut hangat oleh sang pemilik cafe yang tak lain temannya sendiri.

"tumben jam segini uda kesini? anak sultan nggak ada kerjaan ya?" tanya Surya

"emang disini ada larangannya harus datang jam berapa?" tanya Radit jutek.

"woy... santai bro nggak usah pakai urat. emangnya yang berurat nggak dapat jatah ya? sewot amat" Surya berusaha mencairkan suasana.

"udah kemarin" jawab Radit sekenanya.

"lahhh ko' masih senewen gitu? jangan-jangan udah nggak bisa bikin pu*as ya?" goda Surya

"ah udah lah banyak bac*ot lu, bikinin aku seperti biasanya"

Radit mencerna lagi ucapannya Surya. "udah nggak bisa bikin pu*as??" masa' sih?" batinnya. bukan udah nggak bikin puas tapi bayangan orang lain yang tiba-tiba menghilangkan moodnya untuk mencapai kepuasannya. Radit juga nggak habis pikir, bisa-bisanya saat akan bercinta dengan Viviane tiba-tiba gagal hanya karena bayang-bacang Delia muncul tanpa permisi. "huuft..."

Akhirnya kopi pesanan Radit datang.

---

Setelah pulang dari kampus, Delia segera pulang. Kini dia sudah berada di dalam kamar mandi.

Tadi saat pulang, dia masuk rumah langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya tanpa membalas sapaan ibunya. Sampai ibunya heran dengan tingkah laku putri kesayangannya itu. Tetapi ibunya tidak berani menanyakan apa yang telah terjadi, dan membiarkannya saja. Mungkin putrinya itu lagi butuh waktu sendiri.

Delia kini sudah berada di kamar mandi, tepatnya dibawah shower tanpa melepas pakaiannya. Dia melepaskan segala kegundahan di hatinya, segala rasa sesak di dadanya. Dia menangis dengan kencang di bawah guyuran air. “Ya Tuhan... Adilkah ini bagiku? Aku ingin bahagia Tuhan... Apakah memang aku tidak berhak mendapatkan kebahagiaan dari orang yang aku cintai? Sakit sekali rasanya perasaan ini tak

Delia terus menangis meratapi kesedihannya hingga merasakan badannya kedinginan akibat terlalu lama kena guyuran air. Untung saja dia masih sadar, dan segera berdiri meninggalkan kamar mandi. Meskipun dengan wajah sudah pucat.

“Deliaaaaaaaa!!!!!” teriak Radit tengah malam terbangun dari tidurnya, karena mimpi buruk. Dalam mimpinya dia melihat Delia wajahnya sangat pucat. Radit segera meraih segelas air yang ada di atas nakas lalu meneguknya hingga habis. “ada apa ini? Ada apa dengan Delia?” sambil memegang dadanya Radit terlihat sangat cemas.

 

Beberapa minggu telah berlalu. Delia seperti biasanya menjalani kuliahnya sambil jualan online. Dia sudah mengikhlaskan kepergian Radit. Dia mencoba tegar dengan melakukan kesibukan agar pikirannya bisa teralihkan dari Radit.

Sedangkan Viviane juga menjalani hidupnya seperti biasanya juga. Tapi dia jarang sekali bahkan hampir tidak pernah bertemu dengan Delia. Entah Delia yang memang sengaja menghindar atau memang keduanya sangat sibuk.

Radit pun juga begitu, dia lebih memilih menyibukkan diri dengan kerjaanya di kantor daripada harus terus memikirkan Delia. Tetapi komunikasinya dengan sang kekasih masih tetap lancar dan mesra. Meskipun Viviane tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara Radit dan Delia.

Saat ini Radit tengah sibuk di kantor, tiba-tiba ada panggilan masuk di ponselnya. Radit mengabaikannya karena tidak ada id pemanggilnya. Hanya no tidak dikenal. Dan semakin diabaikan, panggilan telpon itu semakin mengganggu konsentrasinya. Akhirnya dengan malas Radit mengangkatnya.

“Halo... Ga usah ganggu! Saya lagi sibuk” jawab Radit dengan malas dan segera menutup panggilan itu. Tetapi sebelum menutupnya, dia mendengarkan suara si penelpon.

“Ra...Radit”

*TBC

_author newbie_💕💕

1
Muna Junaidi
Mareee kita baca kembali soalnya candu🤭🤭
antha mom
makasih thor ceritanya sampai 3 turunan mulai dari cerita Delia & Radit, kemudian Radit punya anak kayola menikah dengan Vito dan Vito punya anak namanya barra dan menikah dengan Carissa dan semuanya happy ending.sukses buat Kamu ya thor 👍
antha mom
makasih thor ceritanya bagus 👍
antha mom
keras kepala banget kamu Clarissa kamu tu udah hamil lhoo syukur barra bertanggung jawab kan barra juga di jebak seseorang menaruh obat keminumanny saat reuni 😡
antha mom
Vito Vito wadah ya 🤣🤣
antha mom
Bram bramm 🤣
antha mom
kamu ya Bram mencari kesempatan aja 🤣
antha mom
gegara kamu kay si Bram yg kena tampar 😡
antha mom
tapi kamu yang nyuruh Bram ikut ngantar Desi beli makan siang
antha mom
keras kepala mu itu kay
antha mom
nggak ada kapok nya ya si Kay ini beraktifitas di luar rumah
antha mom
seharusnya kay juga mengenalkan diri dengan menyebut "saya kay istri dari mas Vito" gitu lho
antha mom
ini baru benar kay harus di antar ke dokter kandungan
antha mom
tu kan yg ngidam si Vito 🤣
antha mom
Vito hampir sama dengan mertuanya (Radit), emosian tanpa bertanya, posesif
antha mom
o o o siapa dia 🤭
antha mom
serindu itukah pak gio ke mendiang istrinya?, semoga pak gio bisa melanjutkan kembali kehidupan nya tanpa mendiang istrinya
antha mom
🏂 akhir nya terjadi lah unboxing nya di Maldives
antha mom
yesss akhirnya buka puasa juga si Vito 🤣🤣
antha mom
ooooo Melly,, Melly kirain cupu ternyata suhu 😡😡 ternyata kamu WC umum ya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!