TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲
Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.
Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?
ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.
Bye 😘💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13
Empat hari setelah kepergian Sean yang tiba-tiba. Vale banyak menghabiskan waktunya bercanda tawa dengan rekan kerjanya yang lain. Setelah makan siang romantisnya dengan Aiden tiga hari yang lalu, Vale di ajak kembali oleh Aiden untuk makan malam bersamanya semalam.
Vale benar-benar menikmati kedekatan yang ia jalani dengan Aiden. Pria itu begitu sopan dan manis. Bicaranya sangat lembut dan kelihatan sangat penyanyang.
Semalam Vale benar-benar di buat merona oleh kelakuan yang Aiden berikan. Pria itu melakukannya seperti seorang yang paling berharga.
Namun empat hari berturut-turut ini, ia selalu menerima sebuket bunga tanpa pengirimnya. Setelah bunga Baby Breath tiga hari yang, esoknya dia mendapat kiriman bunga Tulip berwarna-warni.
Semalam juga dia kembali mendapatkan kiriman sebuket bunga Lily of the Valley.
Hari ini sebuket bunga itu juga datang. Kali ini sebuker Mawar Merah yang Indah dan memanjakan mata.
Vale benar-benar penasaran siapa dalang pengirim bunga ini? Apa memang benar Sean? Semenjak Sean pergi selama empat hari ini, dia selalu mendapatkan kiriman bunga. Dia semakin yakin kalau bunga ini Sean yang mengirim.
Hari ini Aiden kembali mengajaknya menghadiri sebuah pesta Red Carpet untuk Launching Film terbarunya. Awalnya Vale menolak ikut karena merasa tak pantas untuk bersanding dengan Aiden di depan ratusan kamera dan akan tersebar di media manapun.
Namun Vale tak dapat mundur saat Aiden sudah membelikannya gaun, sepatu dan segala aksesorisnya. Bahkan saat Aiden berhasil menyeretnya ke sebuah Salon mewah untuk me-makeover dirinya.
Selagi Vale sibuk di tangani oleh beberapa wanita, Aiden sibuk memilih pakaian yang akan ia pakai. Ia ingin tampil sempurna bersama Valerie. Setelah menentukan pilihannya, ia juga kini sibuk di dandani oleh seorang pria.
Setelah menghabiskan beberapa jam, akhirnya mereka berdua siap dengan sempurna. Vale siap dengan gaun malam hitam berkerah V, serta berbelah panjang di bawahnya. Menampilkan kaki jenjang Vale yang Indah.
Aiden siap dengan tuxedo mewah yang sangat cocok di pakai olehnya. Aiden terpana melihat bagaimana cantiknya Vale terbalut dress hitam tersebut. Dia seksi.
Dengan perasaan senang Aiden bersama vale pergi menuju hotel tempat acara tersebut di selenggarakan.
Valerie duduk dengan tangan berlipat gelisah. Ia takut menghadapi ratusan kamera dengan flash mereka, dan ia takut saat harus menghadapi rekan artis Aiden lainnya.
"Aku gugup. "Ucap vale sambil menatap Aiden dengan wajah khawatir.
"Tenanglah, ada aku. "Ucap Aiden dengan tatapan lembutnya. Vale mengangguk kecil dan kembali duduk dengan tenang.
Mata Vale dapat menangkap banyaknya wartawan yang berada di tepi red carpet, hingga akhirnya mobil yang ia naiki berhenti tepat di depan jalur red carpet.
Vale berulang kali menarik nafasnya untuk menengkan diri. Tanpa sadar Aiden turun lebih dulu dan memutar untuk membukakan pintunya.
Cklek.
Vale terperangah saat pintunya terbuka dan menunjukkan Aiden yang tersenyum manis padanya sambil mengulurkan tangan. Vale menguatkan hatinya dan meraih uluran tangan Aiden untuk turun dengan anggun dari dalam mobil.
Setelah ia turun, dengan begitu cepat pula serbuan flash menerpa dirinya dan Aiden. Aiden mengamit tangan Vale erat seakan menguatkannya.
Vale dan Aiden berhenti di sebuah photobooth yang sudah tersedia dan berdiri untuk di foto. Vale mencoba tersenyum hangat tanpa memasang wajah gugupnya. Sedangkan Aiden merangkul pinggang Vale dan menarik gadis itu padanya.
Setelah selesai memotret, Aiden menarik pinggang Vale untuk masuk kedalam hotel. Valerie melihat jelas betapa mewahnya hotel yang sudah di dekorasi menjadi sangat Luxury.
"Vale bisakah kamu menunggu sebentar disini? "Tanya Aiden dengan wajah lembut.
"Kamu mau kemana? "Ya, semenjak mereka dekat, Vale dan Aiden lebih sering menggunakan kalimat informal untuk menandakan bahwa mereka sudah sangat dekat.
"Aku akan wawancara sebentar bersama Director, Sutradara, dan Produser. "Jawab Aiden lembut.
"Baiklah. "Ucap Vale.
"Aku akan segera kembali. "Ucapnya sambil mengelus pipi Vale lembut, lalu melenggang pergi setelah Vale mengangguk pelan.
Vale berdiri kaku, tak tau harus kemana. Namun pandangan Vale terpaku saat melihat seorang wanita yang tak asing di antara teman wanitanya. Dia.... Angela.
Valerie POV
"Dia.... Bukankah dia kekasih Sean? "Batinku berteriak kaget.
Mataku terus menatap ke arahnya dan tetap diam berdiri di tengah hall Hotel. Aiden sedang sibuk di wawancarai oleh wartawan bersama dengan rekannya yang lain.
"****... Bagaimana jika dia melihatku disini? "Batinku lagi. Aku hendak melangkah menjauh, namun terhenti saat percakapan mereka mulai membahas mengenai Sean.
"Angela, di mana kekasihmu? Bukankah seharusnya kau berjalan bersamanya di Red Carpet. "Ucap seorang wanita bergaun warna peach di antara mereka berempat.
"Sean, dia sedang sibuk mengurus pertunangan kami di Rusia. "Ucapnya dengan senyum lembut. Sedangkan kini aku ternganga kaget, jadi dia ke Rusia untuk mengurus pertunangannya dengan Angela.
Tapi, bukankah saat aku keruangannya dan bertemu Angela, dia memutuskan hubungan mereka dan mengusirnya keluar. Apa Angela mengarang cerita?
Tapi, jika menang hubungan Angela dan Sean berakhir. Seharusnya media sudah heboh dengan kabar putusnya hubungan mereka. Tetapi sekarang? Sama sekali tak ada media yang membahas hubungan kandas mereka.
"Wahh.... Apa kalian akan mengadakan pesta pertunangan secara diam-diam? "Tanya salah satu wanita di sana juga.
"Ya, Sean tidak suka adanya wartawan dan kamera. "Ucap Angela dengan wajah kesenangan.
"Beruntung sekali kamu mendapatkan pria seperti Sean. Dia kaya dan tampan. Tak peduli sikapnya yang dingin pada semua orang. "
"Hahaha.. Kamu bisa saja. "Ucap Angela dengan senyum malu-malu. Aku tak munafik saat kurasakan dadaku sesak entah karena apa. Rasanya seperti di tumbuk dengan benda yang tak terlihat.
Aku memutuskan untuk pergi menjauh sebelum sakit yang kurasakan semakin parah. Aku melangkah menuju satu meja panjang yang penuh dengan makanan, cemilah dan juga minuman yang tersusun rapi.
Dengan cepat kuraih satu gelas cantik yang berisi air tak berwarna dan meneguknya cepat. Tenggorokanku sakit saat merasakan pahit dan rasa menyengat yang langsung menyerang tenggorokanku. Aku tersadar kalau yang kuminum adalah alkohol.
Aku meletakkan gelas kosong tersebut dan memutuskan tak ingin meminumnya lagi. Aku tak ingin mabuk di pesta yang di penuhi Artis begini. Apalagi tubuhku benar-benar tak bisa bertoleransi dengan alkohol.
Drt... Drt.. Drt..
Kurasakan tas tanganku bergetar. Buru-buru aku mengeluarkan ponselku dan mengangkatnya.
"Halo. "
"Vale, kamu dimana? "Tanya Aiden.
"Aku di meja yang dipenuhi dengan makanan. "Jawabku ngasal.
"Baiklah, aku akan kesana. "Ucap Aiden lalu menutup telfonnya cepat. Aku menatap ponselku bingung dan bergidik heran.
"Valerie. "Aku menoleh saat suara Aiden memanggilku. Aku menatap wajah Aiden yang sangat khawatir lalu melangkah ke arahku dan memelukku.
Grep.
Tubuhku terdiam kaku saat merasakan Aiden yang tiba-tiba menyambar ke arahku dan memelukku erat.
"Aiden. "Panggilku pelan.
"Aku khawatir, kupikir kamu pergi. "Ucapnya dengan nada sedih. Bukankah sikap Aiden sedikit berlebihan? memangnya aku akan pergi kemana? Dia seperti takut aku pergi kemana-mana.
"Orang-orang melihat. "Ucapku tak nyaman saat melihat orang-orang yang menatap ke arahku dan Aiden.
Aiden melepas pelukannya dan menatapku lekat dan lagi-lagi dengan pandangan lembutnya.
"Aku akan mengenalkanmu dengan rekan-rekanku yang lain. "Ucapnya. Aku mengangguk dan mengikutinya pergi menuju rombongan teman-temannya.
Aiden dengan semangat memperkenalkanku pada rekannya. Kami mengobrol santai dan bersyukur karna tak bertatap wajah dengan Angela. Banyak rekan Aiden yang bingung saat bertemu denganku. Mereka fikir aku Artis baru karna tak mengenaliku.
Mereka berfikir Artis pasti akan berpasangan dengan sekelas mereka juga. Sehingga mereka sedikit memandangku sebelah mata saat mengenal bahwa aku bukanlah Artis dan hanya seorang Karyawan Kantor.
Tapi aku tak peduli mereka melihatku bagaimana. Aku tetaplah aku. Cukup lama Aiden menarikku kesana kemari untuk diperkenalkan dan akhirnya aku mulai lelah dan merasa ingin ke toilet.
"Aiden, aku akan ketoilet sebentar. "Bisikku ditelinga Aiden saat ia sedang asik berbincang.
"Baiklah, aku akan menunggu disini. Cepat kembali! "Ucapnya dan aku membalas dengan anggukan paham.
Aku melangkah menyusuri koridor hotel dan mencari letak toilet. Meninggalkan kerumunan orang tersebut dan masuk kedalam koridor yang sepi. Mataku mencerah saat menemukan lambang toilet dan melangkah kedalam.
Setelah keluar dari bilik toilet, aku berkaca di depan wastafel untuk merapikan penampilanku. Setelah selesai, aku melangkah keluar dan terkejut saat tanganku di tarik tiba-tiba tepat setelah aku keluar.
Grep..
Badanku di tarik masuk ke dalam toilet laki-laki dan orang tersebut menguncinya dengan cepat. Kepalaku mendongak untuk melihat sosok pria tinggi yang berani-beraninya menarikku seperti ini.
Mataku membola lebar saat kutatap seorang pria yang selama ini tak kulihat. Seorang pria yang belakangan ini sedikit kurindukan.
"Sean... "
Bersambung.....
Rindu nggak sama sean??
Kalau nggak ada biar author aja yang rindu sean. Sean aku merindukanmu😘😂
Kira-kira apa yang bakalan sean lakuin sama vale?? hayo tebak😊
jangan lupa like, share dan komen..
bye... 😘💕
06092019
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih