Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.
Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 LAHIRNYA LIN HAOUYU
Suasana di Istana Kencana Lian dipenuhi kegembiraan yang meluap-luap. Gong kerajaan berbunyi sepuluh kali berturut-turut, menyebarkan kabar bahagia ke seluruh pelosok kekaisaran—Putra Mahkota telah lahir dengan selamat. Kerumunan rakyat berkumpul di luar dinding istana, bergembira sambil membagikan makanan dan minuman, sementara para bangsawan dan pejabat tinggi berkumpul di halaman utama untuk memberikan ucapan selamat kepada Kaisar Lian Chengyu.
Di kamar persalinan yang dihiasi dengan bunga-bunga langka dan kain sutra emas, Permaisuri Lin Meiying sedang merawat bayi yang baru lahir di pelukannya. Kulit bayi itu putih seperti mutiara, dengan wajah yang tampak cerdas meskipun mata kecilnya masih sering menutup. Namun ada sesuatu yang berbeda dari bayi Haouyu—setiap kali ia bernapas, secercah cahaya keemasan samar akan muncul di dahinya sebelum cepat menghilang, seperti lilin yang menyala dan padam dalam sekejap.
“Yang Mulia,” ucap Bidari Kepala Su Xin dengan suara lembut, sambil mengamati bayi dengan ekspresi kagum. “Putra Mahkota memiliki tanda yang luar biasa. Saya tidak pernah melihat bayi yang memiliki aura seperti ini sejak saya melayani istana selama tiga puluh tahun.”
Lin Meiying mengangguk perlahan, matanya tidak pernah lepas dari wajah anaknya. Ia juga telah melihat cahaya misterius itu. Saat pertama kali bayi lahir, cahaya keemasan sempat menyala terang selama beberapa detik, cukup untuk menerangi seluruh kamar persalinan, namun tak seorang pun di luar kamar yang menyadarinya. Bahkan Kaisar Chengyu yang baru saja masuk ke kamar tidak menyadari hal itu—dia terlalu sibuk merenungkan wajah anak pertamanya dengan penuh cinta.
“Haouyu,” ucap Kaisar Chengyu sambil duduk di sisi ranjang permaisuri, mengulang nama yang telah mereka sepakati jauh sebelum kelahiran anaknya. “Artinya ‘harapan yang tak terpadamkan’. Sesuai dengan namanya, dia akan membawa masa depan yang cerah bagi Kekaisaran Lian.”
Ia mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi bayi Haouyu dengan lembut. Saat ujung jarinya menyentuh kulit bayi, sebuah getaran ringan mengalir dari tubuh Haouyu ke tangan Kaisar Chengyu. Sejenak, Kaisar merasakan sejumlah energi hangat dan penuh kehidupan yang mengalir dalam tubuh anaknya—energi yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang bayi yang baru lahir. Matanya sedikit membelalak, namun segera kembali normal.
“Anak kita kuat,” ucapnya dengan senyum bangga. “Dia pasti akan menjadi pemimpin yang hebat kelak, bahkan mungkin akan menjadi kultivator tingkat tinggi yang belum pernah ada sebelumnya di kekaisaran kita.”
Pada saat yang sama, jauh di kedalaman istana, di ruang rahasia tempat buku-buku kuno dan artefak kerajaan disimpan, Perdana Menteri Li Weng sedang merenungkan nasihat pertamanya kepada Permaisuri sebelum kelahiran Haouyu. Ia adalah kultivator tingkat tinggi yang juga menjabat sebagai penasehat spiritual kerajaan, dan beberapa hari yang lalu ia telah merasakan perubahan aneh di aliran energi alam sekitar kekaisaran.
(“Sangat aneh,”) bisiknya sambil melihat ke arah arah kamar persalinan dari jendela ruang rahasia. “Aura yang keluar dari arah istana bukanlah aura biasa. Seolah-olah ada sesuatu yang besar telah tiba di dunia ini.”
Di luar istana, Jendral Han Meng—panglima besar pasukan kerajaan yang juga dikenal sebagai ahli bela diri terbaik di Kekaisaran Lian—sedang memeriksa keamanan sekitar istana. Saat ia berdiri di atas tembok tinggi istana, ia merasakan getaran energi yang lembut namun kuat menyebar ke udara. Matanya tajam melihat ke arah langit, di mana awan gelap yang sempat berkumpul tadi telah mulai menyebar, digantikan oleh sinar matahari yang menerangi seluruh kekaisaran.
“Sepertinya hari ini bukan hanya hari kelahiran putra mahkota,” gumamnya dengan suara rendah. “Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang terjadi.”
Kembali ke kamar persalinan, bayi Haouyu yang tadinya tenang tiba-tiba menangis dengan suara yang kuat dan jelas. Lin Meiying segera menggoyangkan anaknya dengan lembut, menyusui dia dengan penuh kasih sayang. Saat Haouyu mulai menghisap susunya, cahaya keemasan di dahinya muncul kembali—kali ini lebih jelas dan bertahan lebih lama. Permaisuri melihatnya dengan mata penuh kekaguman dan sedikit kekhawatiran.
(“Apa yang kamu bawa ke dunia ini, sayang?”) bisiknya pelan.
Pada hari ketiga setelah kelahiran Haouyu, upacara pemberian nama resmi dilakukan di Aula Emas kerajaan. Seluruh bangsawan dan tokoh penting dari seluruh kekaisaran berkumpul untuk menyaksikan acara penting itu. Saat Kaisar Chengyu memegang bayi Haouyu di atas takhta kerajaan yang tinggi, mata semua orang terpaku pada wajah si bayi yang lucu dan sehat.
“Saudara-saudara sekalian!” suara Kaisar terdengar kuat dan jelas di seluruh aula. “Hari ini kita memberikan nama resmi kepada putra mahkota kita—Lin Haouyu! Semoga dia memimpin Kekaisaran Lian menuju kejayaan yang lebih besar, menjaga perdamaian dan keadilan bagi semua rakyat kita!”
Sebagai tanggapan, seluruh hadirin berdiri dan mengucapkan selamat dengan suara yang merdu. Saat itu juga, sinar matahari yang melalui atap kaca aula tepatnya menyinari wajah Haouyu. Secepat kilat, cahaya keemasan misterius muncul di dahinya dan menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat bayi itu tampak seperti dikelilingi oleh lingkaran cahaya emas. Beberapa orang yang memiliki kepekaan terhadap energi alam melihatnya dan terkejut, namun sebelum mereka bisa berkata apa-apa, cahaya itu sudah hilang.
Perdana Menteri Li Weng yang berada di barisan depan mengerutkan kening sejenak. Ia merasakan bahwa energi yang keluar dari tubuh Haouyu sangat mirip dengan energi kultivator tingkat abadi yang hanya terdengar dalam legenda. Ia segera bertekad untuk mengawasi perkembangan putra mahkota dengan cermat.
Setelah upacara selesai, Kaisar Chengyu memanggil Jendral Han Meng dan Perdana Menteri Li Weng ke ruang rahasia. Wajahnya yang tadinya penuh senyum kini telah berubah menjadi serius.
“Saya tahu kalian keduanya melihatnya juga,” ucap Kaisar dengan suara rendah. “Tanda misterius pada tubuh Haouyu. Kita tidak bisa menyebarkan berita ini ke luar—bisa jadi menarik perhatian musuh kita atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil keuntungan dari kekuatan anak kita.”
“Yang Mulia benar,” jawab Perdana Menteri Li Weng. “Saya akan menjadi guru spiritual putra mahkota sejak dini, untuk mengawasi perkembangan bakatnya dan membantunya mengendalikan kekuatan yang ada di dalam dirinya.”
“Saya juga akan menjadi guru bela diri nya,” tambah Jendral Han Meng dengan suara tegas. “Akan saya latih untuk menjadi pejuang yang kuat dan cerdas, siap melindungi dirinya sendiri dan kekaisaran ketika waktunya tiba.”
Kaisar mengangguk dengan puas. Ia melihat ke arah arah kamar di mana Permaisuri dan Haouyu sedang beristirahat. Di dalam hatinya, ia merasakan bahwa kelahiran putra mahkota ini bukanlah kebetulan semata. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang terjadi, sesuatu yang akan mengubah takdir tidak hanya kekaisaran mereka, tetapi seluruh dunia.
Sementara itu, di kamar tidur Haouyu, bayi itu sedang tertidur nyenyak. Di dalam tubuhnya, Benih Kekuatan Abadi sedang menyebarkan akarnya dengan lambat namun pasti, menyatu dengan aliran darah dan Qi Haouyu. Setiap detik yang berlalu, sedikit demi sedikit kekuatan Yun Tianxing yang terkandung di dalam benih itu mulai menyatu dengan tubuh sang putra mahkota, menunggu saat yang tepat untuk terbangun dan mengungkapkan diri.
Di langit jauh di atas kekaisaran Lian, sebuah sosok berpakaian hitam berdiri di atas awan, mata merah menyala seperti bara api. Ia telah menyaksikan seluruh peristiwa kelahiran Haouyu dan melihat cahaya misterius yang muncul dari tubuh bayi itu.
“Benih kekuatan?” bisiknya dengan suara yang dingin dan penuh dendam. “Ternyata Yun Tianxing tidak benar-benar mati. Tidak apa-apa—kita akan menghancurkan segala sesuatu yang dia tinggalkan sebelum bisa menjadi ancaman bagi kita.”
Dengan lompatan ringan, sosok itu menghilang ke dalam kegelapan, menyisakan awan gelap yang mulai berkumpul kembali di atas langit Kekaisaran Lian. Petanda bahwa masa damai yang telah dinikmati kekaisaran selama bertahun-tahun akan segera berakhir, dan putra mahkota Lin Haouyu akan menghadapi tantangan yang lebih besar dari yang bisa dibayangkan oleh siapapun.
...~BERSAMBUNG~...