NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta DosenKu

Kepentok Cinta DosenKu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Uni Ramadhani

Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!

Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!

Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Yang Paling Mendebarkan

Pagi itu semua keluarga Gadis tengah menikmati sarpaan pagi mereka. Meski sarapan terasa hambar, namun mereka tetap berusaha menikmatinya.

"Bu,,, ibu ikut tinggal sama gadis ya" ucap Gadis

"Enggak dis,, ibu disini aja. Rumah ini sudah banyak meninggalkan kenangan bersama Ayahmu. Lagian Dinda kan ada disini sama Denny" ucap ibu Gadis

"Iya kak,, biar ibu disini sama kita, Dinda kan gak kerja lagi dan Kayaknya Misha juga bakal tinggal bareng kami ya kak" ucap Adinda

"Ya sudah kalau begitu,,, tapi kalau ada apa-apa harus segera kabari kakak" ucap Gadis

Setelah sarapan selesai Gadis dan Galang pun pamit pulang kepada keluarganya, masih jelas raut wajah kesedihan yang tampak di wajah Gadis.

Gadis dan Galang pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah keluarga Gadis. Kemudian Galang menyetir mobilnya menuju kediaman keluarga Dirgantara, Galang ingin memperkenalkan Gadis kepada mama dan papanya. Nampak Gadis bingung saat melihat arah jalan mobil yang ditumpanginya

"Kita mau kemana lang???" tanya Gadis

"Kerumah orang tuaku" jawab Galang menatap kilas Gadis

"Ke..rumah orang tua mu??" ucap Gadis dengan susah payah menelan salivahnya. Dadanya terasa sesak dan wajahnya terlihat pucat pasih.

"Iya dis" jawab Galang

"Tapi,,,, tapi aku belum siap lang" jawab Gadis setengah ketakutan.

"Siap ataupun belum siap kita harus bertemu dengan mereka. Sekarang ataupun nanti akan sama saja dis. Malah lebih cepat lebih bagus" ucap Galang

Gadis menatap Galang yang juga menatapnya dengan tatapan serius. Biasanya Galang terlihat cengengesan dan genit, kini berubah menjadi pria dewasa yang penuh keseriusan. Gadis pun segera memalingkan pandangannya. Beberapa saat kemudian mobil Galang memasuki sebuah rumah besar bak istana dengan halaman luas dan tatanan tamanan yang indah. Lalu Galang memarkirkan mobilnya di depan rumah.

"Ayo keluar" ucap Galang

Gadis terkaget-kaget bukan main saat melihat rumah besar itu tak sebanding dengan rumahnya yang kecil. di Garasi pun terlihat 4 mobil mewah berjejer rapi. Belum lagi bangunan rumah besar itu bagai istana di negeri dongeng. Gadis masih terdiam memandangi sekeliling tempat itu. Hingga ia tersadar saat Galang menggenggam tangannya erat

"Ayo masuk,,, kok malah ngelamun?" ucap Galang mengajak Gadis untuk masuk kedalam

"Ini...rumah kamu lang??" tanya Gadis

"Rumah Orang tuaku Dis,, aku hanya numpang" ucap Galang

Galang dan Gadis melangkah masuk kedalam rumah dan disambut oleh beberapa pelayan yang memberi hormat kepada Galang.

"Mama dan papa dimana?" ucap Galang

"Ada di ruang keluarga tuan"

Kemudian Galang dan Gadis masuk ke ruang keluarga, Gadis yang melihat kemewahan rumah keluarga Galang pun rasanya ingin pingsan. Saat mereka sampai di ruang keluarga, mereka bertemu dengan papa dan mama Galang yang tengah berbincang serius.

"Paa,, Maa,, Assalamualaikum" ucap Galang

"Wa'alaikumsalam...." ucap mama Galang yang menoleh kebelakang dan melihat Galang bersama Gadis.

"Galang!!" ucap Papa dan mama yang langsung berdiri dan menghampiri Galang juga Gadis.

"Dari mana saja kamu!! semalaman gak pulang!!" sarkas papa

"Pa,, ada hal yang ingin Galang sampaikan" ucap Galang

"Kenapa kamu bawa perempuan ini kerumah?!"tanya mama yang terlihat tidak senang melihat kehadiran Gadis

"Papa,,, mama,,, Ini Gadis Gayatri, Istri Galang. Galang dan Gadis sudah menikah kemarin pa, ma,," ucap Galang dengan lugas

PLAAAAKKKKKKKKKKK

Tamparan keras dari papa Galang mengenai wajah Galang dan membuatnya tertoleh kesamping dan Wajah Galang pun memerah.

"Dasar anak tidak tau diuntung!!! kurang apa papa dan mama mu memberikan apapun yang kamu inginkan lang?! Papa dan mama hanya ingin kamu menikahi Nia, bukan perempuan itu!!!!" ucap papa dengan kemarahan memuncak

"Sudah ribuan kali Galang katakan, kalau Galang gak cinta pa sama Nia!! papa yang memaksaku untuk bertunangan dengannya!" ucap Galang yang tidak kalah tinggi

"Kau tau! keluarga Nia itu adalah orang terpandang dan berpengaruh di dalam bisnis kita!! Papa sudah katakan kepadamu, Jika hanya Nia yang bisa membuat hidupmu tidak akan kekurangan!" ucap papa

"Cih!! apa kurangnya keluarga ini pa?! apalagi yang papa kejar?!" Sarkas Galang

"KAU SANGAT BERBEDA DENGAN KAKAKMU!!! DIA LEBIH BISA DIANDALKAN DARI PADA KAMU!!!" ucap papa Galang

"Ya!! memang dari dulu Kak Gilang selalu unggul dari Galang! Kalian tidak pernah memandang apapun yang Galang lakukan untuk keluarga ini!" ucap Galang

"CUKUP GALANG!!!! LEBIH BAIK SEKARANG KAMU PILIH!! CERAIKAN DIA ATAU KAMU KELUAR DARI RUMAH INI!!" ucap mama Galang yang tidak bisa menahan amarahnya.

Sementara Gadis hanya terdiam dan bergetar mendengar pertengkaran Galang dan keluarganya. Inilah yang gadis takutkan sedari tadi d mobil akhirnya terjadi juga. Gadis hanya menunggu jawaban dari Galang, jika pun Galang akan menceraikannya, Gadis sudah siap. Galang membuang nafas kasarnya,,,

"GALANG AKAN KELUAR DARI RUMAH INI" jawab Galang yang mengagetkan semua orang yang ada disana.

"PERGILAH!! DAN JANGAN PERNAH KAU INJAKKAN KAKI DIRUMAH INI LAGI!!" Hardik papa Galang

Kemudian Galang mengajak Gadis naik keatas menuju kamarnya. Galang akan membereskan semua barang-barangnya dan pergi dari rumah besar itu. Gadis pun hanya menurut saja apa yang Galang lakukan. Lalu mereka masuk kedalam kamar Galang yang begitu rapi dan luas. Galang mengmasi barang-barangnya didalam koper kecil miliknya. Ia hanya mengambil barang-barang pribadinya yang dibeli dengan uangnya sendiri. Sementara Gadis masih terpaku melihat Galang yang di penuhi amarah.

"Lang,,," ucap Gadis perlahan dan memberhentikan Galang yang tengah mengemasi pakaiannya

"Ada apa dis?" tanya Galang

"Apa kamu yakin akan meninggalkan keluargamu?? sejujurnya aku merasa sedih melihat kalian bertengkar hanya karena aku. Apa sebaiknya kita...." ucap gadis tidak dilanjutkan karena Galang menutup mulutnya dengan jari telunjuknya saat Galang duduk di samping Gadis

"Ssstttt.....Jangan berkata apapun Dis,, aku ingin hidup bersama kamu, apapun yang terjadi setelah ini. Apa kamu takut hidup miskin bersamaku?" tanya Galang dengan tatapan tajamnya, lalu Gadis menggeleng pelan

"Aku gak pernah takut hidup miskin lang,, rejeki seseorang itu sudah ada takarannya sendiri. Tapi aku hanya tidak ingin melihat keluargamu pecah hanya karena aku, orang asing yang masuk didalam hidupmu" ucap Gadis yang kemudian meneteskan airmatanya. Galang mengusapnya perlahan dan tidak ingin melihat Gadis bersedih

"Aku yakin,, suatu saat nanti kita akan mendapatkan restu dari orang tuaku. Hanya butuh waktu untuk membuat mereka sadar. Tapi jika keyakinanku salah,, kamu tetap bersedia kan hidup bersamaku??" tanya Galang dan kemudian Gadis mengangguk tanda mengiyakan

Kemudian Galang mengecup bibir Gadis untuk pertama kali dan tubuh Gadis mendadak bergetar seperti tersengat listrik saat merasakan hangatnya kecupan Galang, namun Gadis tidak bisa berbuat banyak karena dia tidak tau harus bagaimana membalasnya, yang bisa dilakukan hanyalah membiarkan Galang melakukan apa yang dia inginkan saat itu. Sesaat kemudian Galang melepaskan Gadis dan mengusapnya perlahan, dilihatnya bibir Gadis yang terlihat bengkak dari sebelumnya karena Galang yang terlalu berhasrat untuk menikmatinya.

"Terima kasih" ucap Galang yang kemudian mengecup kening Gadis.

Setelah itu Galang kembali membereskan barangnya dan mengajak Gadis keluar dari kamarnya. Dibawah sudah ada Papa dan mama Galang yang menunggu mereka. Galang dan Gadis menuruni anak tangga dengan tenang sampai di tangga paling bawah,,,

"Tinggalkan semua kartu ATM dan juga fasilitas yang kamu dapatkan dari papa!!" ucap papa Galang tanpa mau menatap Galang dan Gadis.

Kemudian Galang mengeluarkan dompet tebalnya yang berisi ATM unlimitiednya, kunci mobil, jam tangan mahalnya di atas meja diruang keluarga.

"Tenang saja,, Aku tidak akan membawa sepeserpun harta papa dan mama!" ucap Galang yang kemudian mengajak Gadis keluar namun langkah mereka terhenti saat papa Galang kembali angkat bicara

"Sekali kamu tetap melangkah keluar dari rumah ini! jangan pernah lagi kamu panggil kami dengan sebutan papa dan mama!! Kami tidak merasa memiliki anak yang tidak penurut seperti KAMU!Dan Jangan pernah kamu pakai nama besar keluarga DIRGANTARA di belakang namamu!!!" Ucap Papa Galamg dengan penuh ketegasan.

Setelah mendengar kalimat terakhir papanya, Galang dan Gadis melangkah keluar, kemudian mereka menaiki mobil Jazz kecil milik Galang dan meninggalkan kediaman keluarga besar Dirgantara.

"Pa,, apa papa yakin, Galang akan kembali kepada kita??" tanya mama Galang

"Papa yakin ma! anak itu tidak akan kuat hidup miskin!!! kita tunggu saja, sejauh mana anak itu akan bertahan bersama perempuan itu!" ucap papa Galang

Galang dan Gadis menjalankan mobilnya menuju rumah Gadis dan mereka akan tinggal bersama disana............

.

.

.

.

Komen donggggg yang banyaaakkkkkkkkkk, biar tetep semangat nulisnyaaa🙂

"

1
Diyah Saja
ehhhh🤭🤣🤣🤣
Nischaaa_
aloooooooi
Nischaaa_
alooooo
Ristiyanti Riswan
gadis kan bawa HP nya galang, kenapa gK di rekam percakapannya sama thania kan bisa di jadikan alat bukti thooorrr
hilda avita
💪💪💪💪 galang
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir
Elly Sukanti
bagus suka ceritanya.
Siti Khoyimah
bukannya gaalang punya temn yg pinter cari bukti ?
geo apa rio ya kn?
Siti Khoyimah
aq berharap mreka berdua sukses tmpa dirgantara
panjul man09
mungkin sebaiknya galang usianya 29 tahun dan bu gadis 27 tahun kan wajah galang kayak wali murid dan gadis kayak ibu beranak satu .
Marina Tarigan
terima kasih tadi kita mau marah dlm hati
Marina Tarigan
baik sangat perlu gadis tapi terlampau baik bagi orang yg sdh kamu tahu sepank terjangnya kaya iblis untung kamu baik2 kan
Marina Tarigan
rencana Thania semoga berhasil ya thour supaya dia puas dan gilang sampai kapanpun tdk akan suka sama Thania
Marina Tarigan
kejahatan tak pernah menang Thania kamu lebih dulu menjahati keluarga Galang nikmati saja dgn keluargamu ulahmu sendiri
Marina Tarigan
bagus Thania lebih dulu kamu menjahati Gaklang dan Gadis sia2 hidupmu yg se
rakah.
Marina Tarigan
gimana Thania kalah telak kan
Marina Tarigan
thania kya harta tapi Gadis kaya otak dan mengandalkan pertolongan Tuhan
Marina Tarigan
hai Thania jalang Gadis kalah harta darimu tapi kamu lupa Gadis adalah seorang dosen perguruan tinggi yg sangat pintar terus berulah lagi sampai keluargamu malu didepan umum
Marina Tarigan
lambat laun kejahatan akan terbongkar walaupun ada yg korban
Marina Tarigan
ydk suka pemnunuh sadis semoga balik pada keluarga zthania tjour jgn terus Gados yg disakiti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!