Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!
Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!
Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saat Yang Paling Mendebarkan
Pagi itu semua keluarga Gadis tengah menikmati sarpaan pagi mereka. Meski sarapan terasa hambar, namun mereka tetap berusaha menikmatinya.
"Bu,,, ibu ikut tinggal sama gadis ya" ucap Gadis
"Enggak dis,, ibu disini aja. Rumah ini sudah banyak meninggalkan kenangan bersama Ayahmu. Lagian Dinda kan ada disini sama Denny" ucap ibu Gadis
"Iya kak,, biar ibu disini sama kita, Dinda kan gak kerja lagi dan Kayaknya Misha juga bakal tinggal bareng kami ya kak" ucap Adinda
"Ya sudah kalau begitu,,, tapi kalau ada apa-apa harus segera kabari kakak" ucap Gadis
Setelah sarapan selesai Gadis dan Galang pun pamit pulang kepada keluarganya, masih jelas raut wajah kesedihan yang tampak di wajah Gadis.
Gadis dan Galang pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah keluarga Gadis. Kemudian Galang menyetir mobilnya menuju kediaman keluarga Dirgantara, Galang ingin memperkenalkan Gadis kepada mama dan papanya. Nampak Gadis bingung saat melihat arah jalan mobil yang ditumpanginya
"Kita mau kemana lang???" tanya Gadis
"Kerumah orang tuaku" jawab Galang menatap kilas Gadis
"Ke..rumah orang tua mu??" ucap Gadis dengan susah payah menelan salivahnya. Dadanya terasa sesak dan wajahnya terlihat pucat pasih.
"Iya dis" jawab Galang
"Tapi,,,, tapi aku belum siap lang" jawab Gadis setengah ketakutan.
"Siap ataupun belum siap kita harus bertemu dengan mereka. Sekarang ataupun nanti akan sama saja dis. Malah lebih cepat lebih bagus" ucap Galang
Gadis menatap Galang yang juga menatapnya dengan tatapan serius. Biasanya Galang terlihat cengengesan dan genit, kini berubah menjadi pria dewasa yang penuh keseriusan. Gadis pun segera memalingkan pandangannya. Beberapa saat kemudian mobil Galang memasuki sebuah rumah besar bak istana dengan halaman luas dan tatanan tamanan yang indah. Lalu Galang memarkirkan mobilnya di depan rumah.
"Ayo keluar" ucap Galang
Gadis terkaget-kaget bukan main saat melihat rumah besar itu tak sebanding dengan rumahnya yang kecil. di Garasi pun terlihat 4 mobil mewah berjejer rapi. Belum lagi bangunan rumah besar itu bagai istana di negeri dongeng. Gadis masih terdiam memandangi sekeliling tempat itu. Hingga ia tersadar saat Galang menggenggam tangannya erat
"Ayo masuk,,, kok malah ngelamun?" ucap Galang mengajak Gadis untuk masuk kedalam
"Ini...rumah kamu lang??" tanya Gadis
"Rumah Orang tuaku Dis,, aku hanya numpang" ucap Galang
Galang dan Gadis melangkah masuk kedalam rumah dan disambut oleh beberapa pelayan yang memberi hormat kepada Galang.
"Mama dan papa dimana?" ucap Galang
"Ada di ruang keluarga tuan"
Kemudian Galang dan Gadis masuk ke ruang keluarga, Gadis yang melihat kemewahan rumah keluarga Galang pun rasanya ingin pingsan. Saat mereka sampai di ruang keluarga, mereka bertemu dengan papa dan mama Galang yang tengah berbincang serius.
"Paa,, Maa,, Assalamualaikum" ucap Galang
"Wa'alaikumsalam...." ucap mama Galang yang menoleh kebelakang dan melihat Galang bersama Gadis.
"Galang!!" ucap Papa dan mama yang langsung berdiri dan menghampiri Galang juga Gadis.
"Dari mana saja kamu!! semalaman gak pulang!!" sarkas papa
"Pa,, ada hal yang ingin Galang sampaikan" ucap Galang
"Kenapa kamu bawa perempuan ini kerumah?!"tanya mama yang terlihat tidak senang melihat kehadiran Gadis
"Papa,,, mama,,, Ini Gadis Gayatri, Istri Galang. Galang dan Gadis sudah menikah kemarin pa, ma,," ucap Galang dengan lugas
PLAAAAKKKKKKKKKKK
Tamparan keras dari papa Galang mengenai wajah Galang dan membuatnya tertoleh kesamping dan Wajah Galang pun memerah.
"Dasar anak tidak tau diuntung!!! kurang apa papa dan mama mu memberikan apapun yang kamu inginkan lang?! Papa dan mama hanya ingin kamu menikahi Nia, bukan perempuan itu!!!!" ucap papa dengan kemarahan memuncak
"Sudah ribuan kali Galang katakan, kalau Galang gak cinta pa sama Nia!! papa yang memaksaku untuk bertunangan dengannya!" ucap Galang yang tidak kalah tinggi
"Kau tau! keluarga Nia itu adalah orang terpandang dan berpengaruh di dalam bisnis kita!! Papa sudah katakan kepadamu, Jika hanya Nia yang bisa membuat hidupmu tidak akan kekurangan!" ucap papa
"Cih!! apa kurangnya keluarga ini pa?! apalagi yang papa kejar?!" Sarkas Galang
"KAU SANGAT BERBEDA DENGAN KAKAKMU!!! DIA LEBIH BISA DIANDALKAN DARI PADA KAMU!!!" ucap papa Galang
"Ya!! memang dari dulu Kak Gilang selalu unggul dari Galang! Kalian tidak pernah memandang apapun yang Galang lakukan untuk keluarga ini!" ucap Galang
"CUKUP GALANG!!!! LEBIH BAIK SEKARANG KAMU PILIH!! CERAIKAN DIA ATAU KAMU KELUAR DARI RUMAH INI!!" ucap mama Galang yang tidak bisa menahan amarahnya.
Sementara Gadis hanya terdiam dan bergetar mendengar pertengkaran Galang dan keluarganya. Inilah yang gadis takutkan sedari tadi d mobil akhirnya terjadi juga. Gadis hanya menunggu jawaban dari Galang, jika pun Galang akan menceraikannya, Gadis sudah siap. Galang membuang nafas kasarnya,,,
"GALANG AKAN KELUAR DARI RUMAH INI" jawab Galang yang mengagetkan semua orang yang ada disana.
"PERGILAH!! DAN JANGAN PERNAH KAU INJAKKAN KAKI DIRUMAH INI LAGI!!" Hardik papa Galang
Kemudian Galang mengajak Gadis naik keatas menuju kamarnya. Galang akan membereskan semua barang-barangnya dan pergi dari rumah besar itu. Gadis pun hanya menurut saja apa yang Galang lakukan. Lalu mereka masuk kedalam kamar Galang yang begitu rapi dan luas. Galang mengmasi barang-barangnya didalam koper kecil miliknya. Ia hanya mengambil barang-barang pribadinya yang dibeli dengan uangnya sendiri. Sementara Gadis masih terpaku melihat Galang yang di penuhi amarah.
"Lang,,," ucap Gadis perlahan dan memberhentikan Galang yang tengah mengemasi pakaiannya
"Ada apa dis?" tanya Galang
"Apa kamu yakin akan meninggalkan keluargamu?? sejujurnya aku merasa sedih melihat kalian bertengkar hanya karena aku. Apa sebaiknya kita...." ucap gadis tidak dilanjutkan karena Galang menutup mulutnya dengan jari telunjuknya saat Galang duduk di samping Gadis
"Ssstttt.....Jangan berkata apapun Dis,, aku ingin hidup bersama kamu, apapun yang terjadi setelah ini. Apa kamu takut hidup miskin bersamaku?" tanya Galang dengan tatapan tajamnya, lalu Gadis menggeleng pelan
"Aku gak pernah takut hidup miskin lang,, rejeki seseorang itu sudah ada takarannya sendiri. Tapi aku hanya tidak ingin melihat keluargamu pecah hanya karena aku, orang asing yang masuk didalam hidupmu" ucap Gadis yang kemudian meneteskan airmatanya. Galang mengusapnya perlahan dan tidak ingin melihat Gadis bersedih
"Aku yakin,, suatu saat nanti kita akan mendapatkan restu dari orang tuaku. Hanya butuh waktu untuk membuat mereka sadar. Tapi jika keyakinanku salah,, kamu tetap bersedia kan hidup bersamaku??" tanya Galang dan kemudian Gadis mengangguk tanda mengiyakan
Kemudian Galang mengecup bibir Gadis untuk pertama kali dan tubuh Gadis mendadak bergetar seperti tersengat listrik saat merasakan hangatnya kecupan Galang, namun Gadis tidak bisa berbuat banyak karena dia tidak tau harus bagaimana membalasnya, yang bisa dilakukan hanyalah membiarkan Galang melakukan apa yang dia inginkan saat itu. Sesaat kemudian Galang melepaskan Gadis dan mengusapnya perlahan, dilihatnya bibir Gadis yang terlihat bengkak dari sebelumnya karena Galang yang terlalu berhasrat untuk menikmatinya.
"Terima kasih" ucap Galang yang kemudian mengecup kening Gadis.
Setelah itu Galang kembali membereskan barangnya dan mengajak Gadis keluar dari kamarnya. Dibawah sudah ada Papa dan mama Galang yang menunggu mereka. Galang dan Gadis menuruni anak tangga dengan tenang sampai di tangga paling bawah,,,
"Tinggalkan semua kartu ATM dan juga fasilitas yang kamu dapatkan dari papa!!" ucap papa Galang tanpa mau menatap Galang dan Gadis.
Kemudian Galang mengeluarkan dompet tebalnya yang berisi ATM unlimitiednya, kunci mobil, jam tangan mahalnya di atas meja diruang keluarga.
"Tenang saja,, Aku tidak akan membawa sepeserpun harta papa dan mama!" ucap Galang yang kemudian mengajak Gadis keluar namun langkah mereka terhenti saat papa Galang kembali angkat bicara
"Sekali kamu tetap melangkah keluar dari rumah ini! jangan pernah lagi kamu panggil kami dengan sebutan papa dan mama!! Kami tidak merasa memiliki anak yang tidak penurut seperti KAMU!Dan Jangan pernah kamu pakai nama besar keluarga DIRGANTARA di belakang namamu!!!" Ucap Papa Galamg dengan penuh ketegasan.
Setelah mendengar kalimat terakhir papanya, Galang dan Gadis melangkah keluar, kemudian mereka menaiki mobil Jazz kecil milik Galang dan meninggalkan kediaman keluarga besar Dirgantara.
"Pa,, apa papa yakin, Galang akan kembali kepada kita??" tanya mama Galang
"Papa yakin ma! anak itu tidak akan kuat hidup miskin!!! kita tunggu saja, sejauh mana anak itu akan bertahan bersama perempuan itu!" ucap papa Galang
Galang dan Gadis menjalankan mobilnya menuju rumah Gadis dan mereka akan tinggal bersama disana............
.
.
.
.
Komen donggggg yang banyaaakkkkkkkkkk, biar tetep semangat nulisnyaaa🙂
"
geo apa rio ya kn?
rakah.