NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Dia Akan Menjadi Milikku

"Gak boleh!" Elyra menatap tajam ke arah Fahmi. Fahmi enggan bangkit dan justru melingkarkan tangannya ke pinggang Elyra.

Dengan dua gerakan, Elyra melepaskan pelukan Fahmi dan melemparnya jatuh dari sepeda motornya. Elyra menyeringai dan mengacungkan jari tengahnya.

"Hahah," tawa Fahmi saat Elyra sudah pergi dari sana. Fahmi sendiri memiliki seorang kakak perempuan bernama Tiara. Tiara adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas ternama di ibu kota.

Selama ini Fahmi selalu dibayangi dengan sosok sang kakak, selalu dibandingkan dalam berbagai hal. Hal itu menyebabkan dirinya agak kurang percaya diri. Dia juga tak mendapatkan fasilitas seperti sang kakak. Bahkan, dia tidak diizinkan kuliah hanya karena nilainya tidak sama dengan sang kakak perempuan. Alhasil, semua fasilitas, semua uang, dan semua hal hanya diprioritaskan pada Tiara seorang.

.

.

.

Di sisi lain, Leon hari itu sampai di depan kediamannya. Sebuah rumah megah bergaya barat dengan pagar tinggi menjulang.

"Leon, kamu sudah datang, sayang?" Seorang wanita cantik dengan pakaian minim menghampiri Leon.

"Kenapa datang ke sini?" tanya Leon datar. Wanita itu cengengesan dan memeluk Leon dengan manjanya.

"Sayang, aku rindu kamu..." manjanya. Leon memang seorang pemain. Namun entah kenapa, kini dia justru tak senang dengan perlakuan semacam itu.

"Pergilah, aku lelah." Leon mendorong wanita itu menjauh. Seorang wanita lain berhijab besar kini datang menghampiri Leon.

"Pak Leon, urusan saya sudah selesai di perusahaan Anda, dan sekarang saya ingin pamit," ucap wanita itu dengan wajah so imut.

"Kenapa datang padaku? Kamu datang saja ke kantor," sinis Leon, lalu masuk ke rumahnya, mengunci rapat rumah itu, dan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.

Lelah dan rasa sakit kini kian terasa di tubuhnya. Tangan Leon bergerak ke arah botol anggur di bawah meja dan meneguknya begitu saja.

Alkohol, wanita, dan uang adalah mainannya setiap hari. Tak ada yang membuatnya tertarik, dan dia melakukan itu hanya atas dasar nama yang dia miliki saja. Tangan Leon juga mengarah pada sebuah tombol di ruangan itu, dan suara terdengar di seluruh ruangan.

Beberapa pengawal datang dan menghadap. Leon menatap jajaran orang berseragam hitam itu. Apa arti semua ini? Hanya kehampaan yang dirasakan Leon.

"Awasi wanita yang ada di luar sana. Wanita yang berkerudung itu tidak perlu. Singkirkan dia secepatnya, dan berhenti membawa perempuan setelan ini. Buatkan janji temu dengan David Anggara secepatnya. Aku ingin mendiskusikan tentang rumah yang dia tawarkan sebelumnya."

Semua menunduk mendengar perintah itu. Dengan satu lambaian tangan, mereka kembali bubar.

"Rasanya jadi hambar," ucap Leon pada anggur di hadapannya. Kini dia berdiri dan melangkah menuju ke arah kamar di lantai dua.

Dia terlelap di kamarnya begitu saja. Entah, selama ini dia tak pernah tertarik pada apa pun. Dia berteman hanya berteman saja, dia bergaul tanpa memikirkan perasaan atau sejenisnya.

Seperti yang sudah direncanakan, Leon muak dengan rumah mewah yang ditinggalinya itu dan pindah ke sebuah perumahan elit dengan keadaan yang jauh lebih tidak normal. Leon pindah dalam waktu kurang dari tiga hari. Dia mendapat rumah dengan harga yang cukup murah, namun juga tidak terlalu besar dan harus kembali diperbesar dengan uangnya sendiri.

"Gimana, Leon?" tanya David setelah mereka pindah. Leon menatap sekeliling dari lantai tiga rumahnya.

"Di sini tidak ada pagar. Apa tidak ada pencuri?" tanya Leon. Tak ada privasi yang layak, kenapa justru disukai oleh para pebisnis?

"Pencuri? Di sini jelas sangat banyak pencuri, hahah..." tawa David. Leon menatap sinis ke arah David.

"Elyra! Kamu udah bawa semua pesanannya, sayang?" teriak seorang perempuan dari dalam rumah megah.

"Aman, Onty!" seru gadis yang kini ringkih membawa banyak bingkisan di tangannya.

"Siapa gadis itu?" tanya Leon menunjuk ke arah Elyra. David tertawa.

"Panjang umur, itu salah satu pencuri di komplek ini," ucap David. Leon menatap David tajam seolah tak percaya.

"Onty, aku nyolong mangga satu ya!" teriak Elyra sambil tangannya mengambil satu mangga matang dari kebun di depan rumah wanita yang dipanggilnya Onty itu.

"Aman, Say. Masukin semua pesanannya ke mobil. Kita antar sekarang, nanti makan mangganya di mobil aja." Seorang wanita berusia 27 tahun keluar dengan dandanan cantik, diikuti dua orang anak kecil, lalu memeluk Elyra sambil melambaikan tangan saat Elyra dan ibu mereka pergi.

"Itu Nuah. Dia ada banyak bisnis. Meski suaminya orang kaya, tapi dia memiliki usaha sendiri," jelas lagi David. Leon menatap ke arah samping rumah Nuah.

"Di sana rumah Alika, di sebelahnya lagi ada rumah Kyun. Kyun sekarang berada di pondok pesantren. Di sebelahmu ini rumah Ziyan. Ziyan sekarang masih sekolah juga. Mereka anak muda yang cukup sukses. Di belakang sana banyak rumah pengusaha yang mungkin kamu juga mengenalnya."

Leon tertegun. Barisan paling mahal justru dihuni oleh orang-orang aneh dan pelajar.

"Elyra, apa orang tuanya tinggal di sini?" tanya Leon. David tertawa mendengarnya.

"Tidak. Elyra tinggal di sebuah kosan. Dia masih punya ayah, tapi dia tak layak dipanggil Ayah. Sedangkan ibunya sudah tiada, dan ibu tirinya tak menginginkan keberadaan Elyra. Satu tahun lalu, neneknya baru saja meninggal dan dia memilih tinggal sendiri."

Leon meremas pegangan balkon di lantai tiga tempat dia berdiri.

"Kamu tahu banyak tentangnya, ya?" David kembali tertawa.

"Tentu saja. Andai saja dia bukan pelajar. Mungkin, sudah sejak lama aku melamarnya," celoteh David bercanda. Leon menatap tajam ke arah David.

"Apa-apaan matamu itu, Leon? Bukan hanya aku yang mungkin punya pendapat itu." Leon merasa tidak suka dengan ungkapan itu.

"Dia akan menjadi milikku, David!" ucap Leon. David langsung menarik kerah kemeja Leon dengan kasar.

"Jangan semena-mena! Kau boleh main dengan wanita mana pun. Tapi ingat baik-baik, dia gadis baik! Tak layak disejajarkan dengan wanita di sekitarmu!" gertak David kasar. Leon meremehkan ucapan David.

Buk!

Buk!

Dua pukulan telak melayang di wajah Leon. Kini David tak peduli dengan identitas yang dimiliki Leon. Bila Leon ingin semena-mena, maka bukan jalan baik bagi Leon tinggal di tempat itu.

"Om Dadang!" teriakan seorang bocah perempuan membuat David menghentikan teriakannya dan menatap gadis kecil yang sedang memperhatikan dirinya dari bawah.

"Kau boleh pergi dari sini hari ini juga. Uangnya akan ku kembalikan dua kali lipat sesuai perjanjian!" David melemparkan Leon hingga terpojok ke tepi balkon.

David turun dari rumah itu dan menghampiri gadis kecil di halaman rumah Nuah. Dia memeluk gadis kecil yang sedang bermain pasir dan ikut bermain bersama keduanya. Mereka tertawa riang. Leon sampai mengira bila sosok David yang sering menembak orang tanpa ampun itu adalah orang lain.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!