NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Saudara palsu / Cintapertama
Popularitas:41.2k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Pertunangan

Cincin bertahta berlian kini telah bertengger manis di jari Berlian.

Acara lamaran berlangsung lancar.

"Dom, kemari lah," panggil tuan Wiranata.

Dominic duduk di depan tuan Wiranata.

"Untuk menikah, kamu sudah tahu aturannya kan?" kata ayah Berlian.

Dominic mengangguk, "Tentu uncle. Tentang masa iddah bukan?" tanya balik Dominic.

"Hhhmmm, bagus lah kalau kamu paham. Mengenai urusan keluarga besar kamu gimana? Aku tak ingin putriku tersakiti oleh keluarga Alexander," seru tuan Wiranata, dan merupakan peringatan buat Dominic. Keluarga Alexander sangat mengutamakan kemajuan bisnis, tanpa perduli perasaan anggota keluarga. Bahkan tuan besar Alexander, ayah Dominic juga korban perjodohan di masa lalu.

"Keluarga Alexander biar menjadi urusan aku," tegas Dominic.

"Aku percaya padamu. Jadikan pengalaman buruk ku buat pelajaran," nasehat tuan Wiranata.

"Aku tahu, keluarga mu malam ini mengadakan pesta pertunangan kamu dan putri keluarga Sentosa. Dan aku pun dapat undangan," ujar tuan Wiranata.

Dominic menatap pria setengah baya yang duduk tenang di hadapan nya.

"Aku akan datang bersama Berlian. Dan kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan," kata tuan Wiranata, sekaligus memperingatkan Dom untuk tak main-main dengan putrinya.

Dominic mengangguk pasti, "Siap uncle,"

.

Pesta yang disiapkan keluarga Alexander sangat meriah.

Tokoh-tokoh penting, pejabat, artis terkenal, pengusaha besar banyak yang hadir di sana.

"Nyonya Alexander, Dominic sudah anda pastikan hadir?" tanya nyonya Sentosa.

"Tentu saja. Dominic tak akan melewatkan masa depannya," sahut nyonya Alexander sembari menggandeng Kinara.

Kinara tersenyum lebar.

"Mah, jangan kuatir. Aku akan membuat Dominic jatuh cinta padaku malam ini," ucap Kinara penuh percaya diri.

"Acara bentar lagi dimulai, tapi calon suami kamu belum nampak batang hidungnya. Mama cemas Kinara," nyonya Sentosa hilir mudik cemas.

"Tenang lah Mah," Kinara memegang tangan sang mama.

"Kata tante, Dominic memang dalam perjalanan bisnis. Dan dia otewe balik saat ini," terang Kinara.

Nyonya Alexander mendampingi sang suami menyambut tamu yang terus berdatangan.

Tuan Wiranata datang, tuan Alexander menyambut antusias teman lama nya itu.

"Jangan bilang kamu datang sendiri Wira," sapa tuan Alexander terkekeh.

"Harta triliunan itu kamu timbun untuk siapa?" canda tuan Alexander.

"Yang pasti tak akan ku hibahkan untuk keluarga Alexander," balas tuan Wiranata.

Tuan Alexander menepuk bahu sahabat lamanya itu, yang betah menyendiri sampai usia paruh baya begini.

"Aku tak melihat Dominic? Atau jangan-jangan dia menolak perjodohan kalian?" tuan Wiranata mencari keberadaan Dominic.

"Issshh, Dominic tak akan berani. Hanya putri keluarga Sentosa yang pantas untuk putraku," jelas tuan Alexander.

"Era kolonial masih aja kalian bawa," ejek tuan Wiranata.

"Tentu saja. Aku tak ingin seperti dirimu, korban cinta," balas tuan Alexander.

"Apa dengan cinta kamu bahagia Wira? Nyatanya kamu masih sendiri sampai sekarang," tanggap tuan Alexander bangga.

"Apa dengan selingkuh sana sini, itu membuat kamu bahagia Alex?" ucap Wira pelan tepat di samping telinga Alexander.

"Apa kamu pikir Dom tak tahu? Jangan kamu korbankan putramu hanya demi kepentingan bisnis keluargamu," lanjut tuan Wiranata.

"Tanpa membawa nama besar keluargamu, perusahaan Dominic sudah berkembang pesat," sambung tuan Wiranata.

"Jangan jadikan Dominic sebagai alat mu mencapai tujuan,"

"Aku rasa kamu tak berhak terlibat sejauh itu Wiranata," jawab tuan Alexander.

Tuan Wiranata tersenyum, "Dominic pasti tau berlian yang akan dipilihnya,"

Tuan Alexander tak bergeming. "Kinara lah berlian yang akan dipilih oleh Dominic," sahut nyonya Alexander menimpali.

"Masuk lah Wira, nikmati pesta ini," kata tuan Alexander mempersilahkan Wiranata yang termasuk tamu VIP di acara itu.

"Oke, tapi aku sedang menunggu seseorang," beritahu tuan Wiranata seakan menegaskan sesuatu.

"Siapa?" tanya tuan Alexander.

Belum sempat menjawab, tuan Wiranata melihat kedatangan Berlian yang tadi pamit ke toilet duluan. Seulas senyum menghiasi wajah pria setengah baya itu. Rona bahagia menyambut kehadiran putri cantik nya.

Nyonya Alexander terkejut dengan kedatangan wanita tak diundang itu.

Nyonya Alexander menghadang Berlian tak jauh dari tempat tuan Wiranata berdiri.

"Hei jalang, ngapain kamu datang? Jangan bilang kalau kamu mau merusak acara malam ini. Atau kamu mau pansos? Jangan bilang kalau kamu hamil anak Dom, seperti drama-drama pendek itu," ejek nyonya Alexander.

"Apa tamparan ku waktu itu tak membuat kamu jera?" mood nyonya Alexander meluap.

"Mah, ada apa?" tuan Alexander menghampiri.

"Ini pah, cewek yang aku ceritain waktu itu. Yang suka godain Dominic di kantor. Dia diangkat oleh Dom sebagai direktur perusahaan Wijaya," beritahu nyonya Alexander.

Tuan Alexander mengamati Berlian dari ujung kepala sampai ujung kaki, membuat tuan Wiranata jengah. Tuan Wiranata paham betul kelakuan tuan Alexander yang suka main perempuan.

Tuan Wiranata mendekati sang putri.

"Ayo kita masuk," ajak tuan Wiranata dan Berlian langsung menggandeng sang ayah.

"Wah... Wah... Wanita mu?" tanya tuan Alexander penuh selidik.

"Apa julukan 'pangeran kesetiaan' akan kamu lepas Wira?" lanjut tuan Alexander.

"Dasar murahan. Kemarin yang kamu goda Dominic, dan sekarang tuan Wiranata. Jago banget kamu," olok nyonya Alexander.

"Pintar kamu cari mangsa. Paus semua," sindir nyonya Alexander.

Berlian tersenyum menanggapi, dengan tangan tak lepas dari lengan sang ayah.

"Tuan Wiranata, hati-hati. Dia bukan wanita baik," ujar nyonya Alexander, tuan Wiranata tak mengatakan apapun untuk membalas ucapan nyonya besar Alexander.

"Apa itu calon mertua ku Yah?" bisik Berlian membuat tuan Wiranata menahan tawa.

"Seperti itu lah keluarga Alexander dan Dominic tak nyaman berada di tengah keluarganya. Makanya Dominic sering bersama ayah selama ini," terang tuan Wiranata.

Wiranata mengajak menemui beberapa kolega bisnis.

"Apa kamu tak nyaman dengan situasi ini?" tanya tuan Wiranata kala melihat Berlian gelisah.

"Nggak papa yah, cuman belum terbiasa aja," seru Berlian.

Selama menjadi istri Arya, mana pernah Berlian diajak di acara kaum highclass. Arya belum sampai level ini.

"Melihat mu dipandang sebelah mata begini, ayah tak rela nak," tuan Wiranata melihat sendiri bagaimana mama Dominic menghina putrinya.

"Apa sebaiknya kamu ayah perkenalkan ke publik secepatnya? Sebagai penerus keluarga Wiranata dan putri kandung ayah satu-satunya?" tanya ayah Berlian.

"Jangan dulu ayah, aku nyaman seperti ini," tolak Berlian.

Tuan Wiranata tak bisa memaksakan kehendak, dan menyetujui permintaan sang putri, "Tapi janji, jika ada yang menyakitimu bilang ke ayah," Berlian mengiyakan.

Pintu utama terbuka, sosok yang sangat dinantikan telah hadir.

Langkah kaki nya membuat suasana menjadi hening.

Pusat perhatian hadirin tertuju ke seorang pria tampan yang barusan masuk.

Berlian ikutan terpana, apa itu beneran pria yang melamar nya tadi siang?

Kinara menyambut dengan antusias kedatangan calon suaminya.

'Tak salah aku menyetujui perjodohan ini. Calon suami ku ternyata mampu menghipnotis semua yang hadir hanya dengan aura dingin wajahnya,' pikir Kinara senang.

.

.

To be continued

1
Cicih Sophiana
mantap thor cerita nya 👍😍😍
Cicih Sophiana
apa pak Wiranata blm membuka rahasia diri nya depan Berlian takut tdk di percaya...
Cicih Sophiana
kalian itu bodoh yg ada di otak kalian cuma licik...
Cicih Sophiana
thor tetap semangat...👍😍😍
Mundri Astuti
yaahhh digantung kita sama othor
Dew666
🏆👄👄
💞Aulia Adriani💕
recommended
moenaelsa: makasih kak 👍
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Cicih Sophiana
seperti nya ayah nya Berlian yg tadi bertemu Adrian
Cicih Sophiana
dia yg menyembunyikan dia yg menyiksa dan dia juga yg menjual info nya
Cicih Sophiana
Dom udah tau Berlian... coba tanya dia
Cicih Sophiana
bingung ya Berlian tanya Dom aja... dia tau kok siapa kamu
Cicih Sophiana
langsung melamar ya Dom...😂😂😂
Cicih Sophiana
cakep thor 👍😁
Cicih Sophiana
jangan di tolong Berlian biar mereka kapok...
Cicih Sophiana
rasain luh Intan 🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
kopinya kesiangan thor 😂 semangat 💪🏻
Cicih Sophiana
siapa lg tuh orang main tabok aja...
Cicih Sophiana
apa tuan Wiranata ayah Berlian yah?
Cicih Sophiana
perusahaan W itu perusahaan Wijaya kah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!