NovelToon NovelToon
I LOVE MY UNCLE

I LOVE MY UNCLE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812
New Adult romance
WARNING!!! Sebelum baca siapkan hati, karena dijamin bakal kesel, baper, tegang dan lain lain.

Setting di London.
Jovanka adalah seorang gadis manja, ia memiliki paman bernama Jody yang begitu sangat menyayangi dirinya sejak kecil. Entah hanya sebuah perasaan sayang terlalu besar atau apa, membuat Jovanka sering merasa cemburu jika sang paman dekat dengan wanita lain.

Hingga suatu ketika karena akal bulus seseorang, membuat Jovanka dan Jody mengalami tragedi satu malam. Jovanka yang tidak ingin Jody merasa bersalah pun memilih pergi, tahu jika tidak mungkin baginya bisa bersama adik sang mamah, meski bunga-bunga cinta tumbuh di hatinya.

Namun, siapa sangka dibalik itu semua, Jovanka tidak tahu kalau Jody ternyata bukanlah adik kandung sang mamah. Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Baca selengkapnya di sini.



Pict from Pinterest editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14- Menemani

Jody dan Jovanka sudah berada di ruangan mereka, hari itu mereka tampak sibuk. Jovanka yang benar-benar fokus bekerja untuk perusahaan keluarganya pun tidak semata-mata mengabaikan apa yang harus dia kerjakan.

"Jo! Pilah berkas ini sesuai tanggal ya!" pinta Jody yang menyerahkan setumpuk kertas penuh dengan informasi perusahaan ke meja Jovanka.

Namun pria itu tidak melihat ke arah Jovanka karena mata yang memakai kacamata baca itu tengah fokus dengan berkas lain yang ada di tangan satunya.

"Iya," Jovanka menerima berkas itu, sama seperti Jody matanya terus tertuju ke layar laptop yang ada di depannya.

Langkah Jody yang ingin kembali ke mejanya terhenti ketika ia menengok ke arah jam tangannya.

"Astaga! Kenapa bisa lupa?" keluh Jody.

Mendengar bosnya itu berkata lirih, Jovanka pun menatap penuh tanda tanya.

"Apa yang lupa?" tanya Jovanka yang mendongakkan kepalanya ke arah pamannya berdiri.

"Kamu nggak lapar?" tanya Jody.

Jovanka menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu kenapa Jody menanyakan hal itu.

"Ini sudah jam makan siang, Jo! Kamu beneran nggak kerasa lapar?" tanya Jody sekali lagi.

Jovanka menengok ke arah jam tangannya, ia juga baru sadar jika itu sudah masuk jam istirahat mereka.

"Aku juga lupa waktu, pekerjaan ini masih sangat banyak!" keluh Jovanka seraya memegangi keningnya.

"Istirahat dulu, ayo ke kantin untuk makan siang," ajak Jody.

Jovanka mengangguk, ia mematikan laptop dan menutupnya. Ketika hendak melangkah ke arah pintu, terdengar suara ketukan dari luar, Jovanka pun membuka pintu itu, ia terkejut dengan siapa yang ia lihat.

"Aiden!" teriak Jovanka senang.

Tanpa aba-aba gadis itu langsung memeluk teman masa kecilnya itu. Aiden yang tengah membawa sesuatu ditangan kanannya hanya bisa membalas memeluk gadis manja di depannya itu dengan tangan kirinya.

Jody yang melihat Aiden datang tiba-tiba saja merasa tidak senang, entah kenapa melihat kedua orang itu berpelukan membuatnya merasa tidak nyaman.

"Uhukk," batuk Jody ia buat-buat untuk memberi isyarat kepada dua orang itu jika ada dirinya disana.

"Hai, Paman!" sapa Aiden pada Jody.

Jody membalasnya hanya dengan sebuah senyuman.

Aiden ternyata membawa makanan kesana, itu membuat Jody dan Jovanka tidak jadi keluar ke kantin.

Mereka sama-sama duduk di sofa tamu dan mulai makan siang, Aiden duduk di samping Jovanka meladeni gadis itu dengan membukakan pembungkus makanan yang ia bawa.

Jody hanya melirik ke arah kedua muda mudi yang tampak asyik makan itu, sesekali Aiden menggoda Jovanka dengan mengambil lauk miliknya, yang membuat gadis itu tampak terkekeh sesekali.

"Aku mendapat pekerjaan disini," jelas Aiden begitu mereka selesai makan.

Jovanka terlihat terkejut tapi senang, ia tidak menyangka jika ia akan berada satu kota lagi dengan temannya itu.

"Itu bagus," Jovanka tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya.

"Dan mungkin yang lebih mencengangkan lagi, tenyata aku bekerja di perusahaan Paman Nath," sambung Aiden seraya tertawa.

Jovanka terlihat tertawa mendapati jika mereka sama-sama bekerja di bawah naungan orang terdekat mereka.

Jody hanya menyangga dagunya dengan kepalan tangannya yang bertumpu pada pinggiran sofa, melihat betapa asyiknya kedua orang itu bercanda dan melupakan dirinya yang ada disana.

"Oh iya, Jo! Nanti bantu aku cari tempat tinggal ya! Aku masih tinggal di Hotel untuk sementara waktu," jelas Aiden.

Jovanka menoleh ke arah Jody, seakan meminta izin pada pamannya itu untuk pergi.

"Bukankah kau bisa mencarinya lewat internet!" ungkap Jody.

"Iya sudah, aku hanya belum melihat lokasinya," kata Aiden.

"Paman! Apa boleh aku mengantar Aiden?" tanya Jovanka dengan memasang mimik memelas.

Melihat tatapan Jovanka yang memelas dan manja itu membuat Jody tak kuasa untuk menolak, akhirnya ia menyetujui permintaan Jovanka.

"Oke, tapi jangan pulang lebih dari jam 8 malam!" jawab Jody yang juga memperingatkan.

"Oke Bos!" sahut Jovanka dengan rasa senang.

Sore itu Jovanka memakai mobil Jody untuk mengantar Aiden melihat Apartemen yang akan ia sewa, mereka sudah berada depan gedung yang mereka tuju.

"Ini tempatnya?" tanya Jovanka yang sedang melepas seat beltnya.

"Iya, tidak begitu jauh dari perusahaan agar aku tidak terlambat masuk kerja," jawab Aiden.

Mereka pun turun dari mobil bersama, masuk ke dalam Apartemen itu untuk menemui pengembang gedung itu.

Jovanka dan Aiden melihat lihat isi ruangan itu yang ternyata harga sewanya sudah termasuk properti di dalamnya.

"What do you think about this place? Isn't it very suitable for a young couple like you?"

"Bagaimana menurut anda tempat ini? Bukankah sangat cocok dengan pasangan muda seperti kalian?" tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan sales Apartemen itu.

Mendengar pertanyaan wanita itu membuat Jovanka dan Aiden hampir tertawa terbahak-bahak, namun mereka mencoba menahannya agar terlihat sopan.

"Of course! This place is great, the atmosphere is comfortable!"

"Tentu saja! Tempat ini sangat bagus, suasananya juga nyaman," jawab Aiden.

"But we're not a couple, we're just friends, "

"Tapi kami bukan pasangan, kami hanyalah sebatas teman," imbuh Aiden.

Wanita itu tertawa mendengar perkataan Aiden serta meminta maaf karena telah salah paham.

"Sorry ... sorry, you guys look so good together that's why I thought you were a couple on vacation, "

"Maaf ... maaf, kalian begitu terlihat serasi karena itu saya pikir kalian pasangan yang sedang berlibur," ujar wanita itu seraya minta maaf.

*

*

*

*

*

Aiden dan Jovanka hanya tersenyum, setelah merasa cocok dengan tempat itu, Aiden pun akhirnya menyewa tempat itu untuk ia tinggali.

Jovanka juga membantu Aiden membeli beberapa barang kebutuhan pemuda itu, jovanka asyik memilih barang yang dibutuhkan Aiden, sedangkan pemuda itu hanya berjalan mengekor sambil mendorong troli untuk meletakkan barang belanjaannya.

"Ini kamu butuh, ini juga butuh, ini juga," Jovanka sibuk memasukkan berbagai barang ke dalam troli.

Aiden hanya tersenyum melihat betapa sibuknya teman masa kecilnya itu memilihkan barang untuknya, hingga ia merasa jika sedang menemani belanja sang istri.

"Aiden, mana yang lebih kamu suka? Lavender apa Chamomile?" tanya Jovanka yang sudah memegang dua botol pengharum ruangan yang berbeda di kedua tangannya.

"Terserah kamu saja, apa yang kamu pilihkan aku pasti suka," jawab Aiden santai.

"Kalau begitu aku pilihkan saja aroma kotoran kuda jika apa-apa menurut padaku," canda Jovanka yang berlanjut dengan tawa.

"Boleh kalau ada," sahut Aiden menanggapi candaan Jovanka seraya tersenyum.

"Hmm Dasar!" gerutu Jovanka seraya memalingkan wajahnya dari Aiden.

Jovanka akhirnya memasukkan aroma lavender kedalam troli belanja, sungguh belanja adalah kesenangan para gadis, tanpa Jovanka sadari troli yang di bawa Aiden sudah penuh dengan barang-barang yang dia pilih, dari air mineral, buah, sayur, peralatan mandi, dan kebutuhan dapur lainnya.

1
Sari Ana
kalau kisah tentang orang tuanya jovanka itu,, judulnya apa thor??
.: chasing past love, Kak
total 1 replies
Mumu Mujayanah
ku baca ulang g bosen 😄😄🤣
.: makasih🥰🥰
total 1 replies
Mumu Mujayanah
suka ceritay bgus bgt
Diah Mitha
hadeehh si luna udah punya warisan langsung dari ibunya 😂
Qaisaa Nazarudin
Apay kasusnya selesai gitu aja,Hanya dgn ancaman gitu,Menurut ku Alice cewek yg nekat,Aku pasti setelah ini dia akan melakukan yg lebih parah lg,Tanpa memikirkan resikonya,Percaya deh..
Qaisaa Nazarudin
Thalia adalah strinya Aiden nanti kan??👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampos kau Alice,Target mu sudah dibawa kabur,Biasanya rencana jahat mmg selalunya gagal Tapi berhasil ke org yg tepat,Biasanya yg ku baca di mana2 novel kan gitu 😂
.: wkwkwkwkw
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pastinya ubat perangsang,Di sini kan Jo dan Jody melakukannya sampai Jo bisa hamil..
Qaisaa Nazarudin
Ingin menjodohkan kamu dgn anaknya,,Ternyata CEO yg sukses dlm bisnis TAPI Bodoh dan gak Peka dlm soal hati dan perasaan,ckck 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Masih aja gengsi yg di gedein,Ego nya terlalu tinggi,.
Qaisaa Nazarudin
Ke london ngejar2 Jo tapi malah nikah dgn org lain,Aiden..Aiden..😅
Qaisaa Nazarudin
Ih pantesan Aiden bilang ke Malik kalo Susan itu tukang malak 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Jody juga punya rasa yg sama tapi Jody takut mengungkapkan nya, mungkin dia pikir dia hanya paman angkat, Ortunya Jo sudah banyak menolongnya, Jadi dia merasa gak pantas aja sama Jo..
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti Jo kan 😂
Qaisaa Nazarudin
Di novelnya Malik dan Susan aku gak liat dan tak tau wajahnya Aiden, Nih baru nongol babang Aiden..👏🏻👏🏻👍🏻😍😍
Qaisaa Nazarudin
Pertama kali ketemu novel yg pameran utamanya visual nya emang cantik..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aiden kakaknya Susan kah?
susi 2020
🥰🥰🥰😍
susi 2020
😍😍🥰😘
susi 2020
😍😍🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!