NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Alex VS Hendra

Dipagi hari ini tidak seperti biasanya, ada seorang istri yang tengah sibuk mempersiapkan keperluan perlengkapan kepindahan suaminya. Suaminya mengatakan bahwa ia dimutasi oleh kantornya diluar pulau Jawa karena pekerjaannya berprestasi.

Lastri tidak tau bahwa suaminya tidak dimutasi melainkan ingin tinggal bareng satu konyrajan dengan pacarnya yang tengah hamil muda. Keputusan ini dilakukan Hendra agar ia selalu bersama dengan pacarnya selama kehamilan anak mereka berdua.

Winda pun meminta ijin kepada suaminya. Bahwa ia ada dinas di Surabaya selama seminggu ini. Johan yang masih berada diluar kota pun memberi ijinnya karena ia sangat percaya dengan istrinya, Winda.

Sebelum berangkat ke kantor, Mereka sudah membawa keperluan mereka masing-masing. Tempat tinggal baru, harapan baru bagi kehidupan mereka berdua. Cinta mereka semakin kuat karena adanya janin dirahimku.

Winda pun semakin yakin ingin menggugat cerai suaminya dan ingin mempunyai kehidupan baru dengan pacar gelapnya itu. lelaki yang sangat ia cintai seutuhnya.

"Sayang, akhirnya kita bisa juga tinggal bareng juga drumah ini hanya ada kamu dan aku". Ucap Winda kepada Hendra dengan penuh kemenangan dan kepuasaan.

"Iya sayang, selanjutnya kita urus perceraian rumahtangga kita masing-masing ya". Balas Hendra kepada Winda penuh keyakinan dan percaya diri

Rumah kontrakan yang akan mereka tempati suasana asri lingkungannya pun tenang dan sepi. Ada 3 petakan tempat. Ruang tamu, kamar tidur dan dapur yang langsung berhadapan dengan kamar mandi.

Winda pun bersemangat dan sangat antusias untuk memulai hidup barunya dengan pacarnya itu. Lemari plastik yang sudah tersedia. Winda pun menata satu persatu lebih dulu lanjut ia melanjutkan menyusun pakaian Hendra. Dengan sedikit keringat didahinya. Ia pun mengelap nya dengan tisu yang berada diatas meja putih yang diletakkan disudut ruangan.

Karena kehamilan Winda lah yang membuat mereka berdua bersemangat tinggal bersama dikontrakan ini. Mereka berdua bahu membahu membersihkan dan merapikannya. Keringat mereka pun membanjiri tubuh mereka.

Setelah selesai membersihkan ruang tamu dan kamar tidur. Hendra pun mendekati Winda yang tengah bersantai sebentar. Hendra mengajaknya untuk memadu kasih pertama kali dirumah kontrakannya itu.

Sebelum melakukan kegiatan dikantornya. Bercinta adalah salah satu yang nantinya menjadi rutinitas mereka berdua tanpa ada halangan dan bebas mereka lakukan kapan saja.

Dikantor pun Laras bercerita dengan Rianti dan Tika. Bila kemaren ia bertemu dengan Winda di RS ternama poli kandungan.

"Ayo dong tebak kemaren gue ke RS ternama itu bertemu dengan siapa di poli kandungan". Tanya Laras ke Rianti dan Tika dengan antusias bercerita.

"Mana gue tau Laras, udah deh masih pagi jangan main tebak-tebakan". Ucap Rianti ke Laras dengan nada sewot.

"Semalam gue di RS ternama itu ketemu Winda yang ditemenin dengan Hendra diruang tunggu poli kandungan". Ujar Laras kepada Rianti dan Tika dengan nada semangat berapi-api bila bergosip dikantor.

"Serius loe Laras, loe ketemu Winda disana sama Hendra ". Jawab Tika Penasaran dengan memutarkan bola matanya seakan tidak percaya atas perbuatan mereka.

"Laras pun mengangguk dan bilang gue kaget kalau pun Winda hamil kenapa harus dianter ma Hendra ya. Emangnya anaknya, Hendra ?". Ucap Laras ke Tika dan Rianti.

Tumpukan kertas dan map yang ia kerjakan belum juga selesai namun tubuh ini meminta nya untuk beristirahat. Posisi duduk yang sudah berganti-ganti gaya pun masih saja tidak membuatnya nyaman.

Uapan mulutnya dengan mata yang hampir terpejam ini pun menyuruhnya untuk membuat sesuatu yang bisa membuat badannya segar dan juga hangat.

Langkah kaki dengan berjalan bermalas-malasan seakan berat untuk menginjakan kakinya ke Pantry, Atau pun sekedar untuk menyeduh teh hangat. Ia pun meluruskan tubuh ini diatas kursi nyaman didalam pantry ini dengan tangan kiri menopang dagu serta tangan kanan sibuk mengaduk gula pasir kedalam secangkir gelas teh hangat.

Diri ini tersentak ketika Alex mendekatinya dan membisikan ke telinganya dengan berkata.

"Sayangku Winda...Gue perlu bicara sama loe". Ucap Alex pelan dan lembut kepada Winda.

"Gak ada yang perlu dibicarakan lagi, Lex". Balas Winda singkat dan pelan.

"Kalau Loe gak nurutin gue. Bakal gue sebar ini ke teman kantor yang lainnya. Kalau Loe ma gue pernah memadu kasih disini". Ucap Alex dengan nada mengancam ke Winda.

"Ok.lex, loe gak usah ngancam gue. Loe mau bicara dimana". Balas Winda setengah ketakutan dengan gertakan dari Alex.

Dia pun mengikuti Alex, Alex ingin bicara dengannya di gudang kosong.

Gudang kosong yang sudah tua ini pun sekarang menjadi tempat ternyaman Aku dan Alex untuk memadu kasih setelah seharian jenuh dan pusing dengan tumpukan pekerjaaan. Alex pun mengajak aku kesini hanya dengan menyalurkan hasrat kita ini.

"Benar loe lagi hamil, Sayangku ". Tanya Alex ke Winda mencari kejujuran didalam mataku.

"Iya gue lagi hamil Lex, tapi inget Lex ini bukan anak loe ya. ini janin suami gue". Ucapnya dengan berbohong kepada Alex

"Syukur deh Winda, kalau ini bukan anak gue. Soalnya gue belum siap kalau harus nikahin loe". Ujar Alex kepada Winda berterus terang.

Siang ini disela kesibukan mereka berdua, Pria muda yang urakan ini mengertakku dan mengajakku ke gudang tua itu.

Gudang tua ini yang dijadikan oleh Alex sebagai tempat untuk kita memadu kasih, kian hari kita semakin sering melakukan bercinta disini..Walau hanya sekedar membuang cairan kental. Kehamilanku ini membuat Alex makin mencintaiku.

Hendra pun tidak mengetahui kalau aku memadu kasih juga dengan pria lain. Yang terpenting kan bukan aku yang mengajaknya. Alex yang mengajakku untuk melakukan hubungan terlarang itu.

Hari ini seperti ada yang aneh ya. Iya sorot mata teman kantornya memandangnya dengan cara yang lain dari biasanya. Ia sendiri sampai melihat dirinya sendiri dikaca toilet kantor. Apa ada yang aneh sama dirinya. Apa ada yang salah sama dirinya.

Kehamilanku untuk pertama kalinya dengan Hendra yang bukan suamiku, bagiku bukanlah penyesalan melainkan bersyukur. Walau ia belum resmi menikah dengan Hendra tapi Dia sudah berjanji akan memproses perceraiannya dan segera mempersuntingku.

Apa sekarang Winda merasa kesepian. Tentu tidak, Dikontrakan ada Hendra yang selalu siap menjamah tubuhku ini sedangkan kalau dikantor ada Alex yang siap denganku.

"Seminggu lagi Johan janji akan pulang ke Jakarta, aku harus bicara dengannya. Aku tidak sabaran menunggunya datang. Ku ingin meminta cerai darinya. Sudah 8 tahun aku menikah dengannya, menemani hidup dengannya tapi berumah tangga dengannya hidupnya terasa sepi. Dia sangat baik, penyayang, pekerja keras dan menunjukan kasih sayangnya dengan cara royal kepadaku tapi bagiku itu tidak cukup.

Harta saja tidak cukup bagiku untuk membangun pondasi sebuah rumah tangga yang aku impikan. Yang aku butuhkan adalah sesosok suami yang kehadirannya jarang sekali berada dirumah. Kasih sayang dari suami dan perhatian dari suami itu yang tidak pernah aku dapatkan dari suamiku itu, Johan.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!