NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Darah di Malam Hujan

Hujan deras mengguyur atap genteng hitam Aula Hukuman Klan Lin, menyapu aroma amis darah yang mengalir di sela-sela lantai batu giok dingin.

Di tengah aula yang diterangi obor api biru, Lin Xuan terikat pada tiang perunggu berukir rantai penyegel roh. Pakaian putihnya telah terkoyak, memperlihatkan dadanya yang berlumuran darah segar. Napas pemuda berusia enam belas tahun itu memburu, namun sepasang matanya yang tajam tetap menatap lurus ke arah dua sosok yang berdiri di hadapannya.

Sosok pertama adalah seorang pria tua berjubah brokat ungu—Lin Zhen, Tetua Agung Klan Lin. Sementara di sampingnya, berdiri seorang pemuda sebaya Lin Xuan dengan senyum tipis penuh kemenangan: Lin Tianhao, cucu kandung sang Tetua Agung.

"Jangan menatapku dengan mata penuh kebencian seperti itu, Xuan'er," ucap Lin Zhen dengan nada datar, seolah sedang menasihati keponakannya di meja makan. Tangannya yang keriput perlahan membentuk segel jari, menyalurkan benang-benang energi keemasan yang ditarik keluar secara paksa dari Dantian Lin Xuan. "Akar Spiritual Emas Lapis Tujuh terlalu sia-sia jika berada di tubuh anak yatim piatu dari cabang samping sepertimu. Tanpa dukungan sumber daya, kau paling jauh hanya akan mencapai Alam Fondasi Roh."

"Tetapi di tubuh Tianhao," lanjut Lin Zhen sambil melirik cucunya dengan penuh kebanggaan, "akar spiritual ini akan membawanya menjadi murid inti Sekte Awan Biru! Demi kejayaan Klan Lin selama seratus tahun ke depan, pengorbananmu adalah sebuah kehormatan."

Lin Xuan menggertakkan giginya hingga darah merembes dari sudut bibirnya. Rasa sakit akibat pencabutan akar spiritual seribu kali lebih perih daripada disayat pisau hidup-hidup. Setiap tarikan napas terasa seperti menelan pecahan kaca panas.

"Kehormatan?" suara Lin Xuan serak, namun sarat akan ejekan dingin. "Lima tahun lalu, ayah dan ibuku gugur saat menjaga tambang batu roh milik klan. Saat itu kau berjanji di depan papan arwah mereka untuk menjagaku dan Wan'er. Beginikah cara seorang Tetua Agung menepati janji—dengan merampas tulang dan darahku seperti pencuri di malam hari?!"

Wajah Lin Tianhao seketika mengeras. Ia melangkah maju dan mencengkeram rahang Lin Xuan dengan kasar.

"Jaga mulutmu, sampah!" desis Lin Tianhao di dekat telinga sepupunya. "Kau pikir siapa yang membocorkan rute perjalanan orang tuamu kepada kawanan bandit lima tahun lalu? Jika mereka masih hidup, bagaimana mungkin kakekku bisa menguasai kursi kepala klan dengan begitu mulus?"

Jantung Lin Xuan serasa berhenti berdetak. Kabut kemarahan yang luar biasa langsung meledak di dalam kepalanya.

"Lin Tianhao... Lin Zhen!" teriak Lin Xuan, urat-urat di lehernya menonjol hebat saat ia berusaha meronta dari rantai perunggu. "Sekalipun aku menjadi hantu penasaran di neraka kesembilan, aku bersumpah akan mencabik-cabik kalian berdua!"

"Sayangnya, orang mati tidak bisa membalas dendam," cibir Lin Tianhao dingin. "Kakek, cabut intinya sekarang!"

Cring!

Lin Zhen mengentakkan telapak tangannya ke perut bagian bawah Lin Xuan. Seberkas cahaya emas seukuran kepalan tangan bayi tercabut paksa dari tubuh Lin Xuan, diiringi suara retakan meridian yang hancur berkeping-keping. Cahaya emas itu melayang indah di udara sebelum akhirnya disuntikkan ke dada Lin Tianhao yang langsung memancarkan aura kuat Alam Pemurnian Tubuh Lapis Delapan.

Sebaliknya, tubuh Lin Xuan terkulai lemas. Seluruh kultivasi yang ia bangun dengan keringat dan darah selama sepuluh tahun terakhir lenyap tak berbekas, menyisakan kehampaan sedingin es.

"Bagaimana dengan adik perempuannya yang sakit-sakitan di Paviliun Bambu, Kakek?" tanya Lin Tianhao sambil merasakan aliran kekuatan baru yang mengalir deras di nadinya.

"Biarkan saja dulu sampai utusan Sekte Awan Biru selesai memeriksa bakatmu bulan depan," jawab Lin Zhen acuh tak acuh. "Jika kita membunuh keduanya sekaligus malam ini, para tetua klan cabang mungkin akan curiga. Katakan saja Lin Xuan mengalami penyimpangan Qi saat berkultivasi dan terjatuh ke Jurang Abu Api di belakang gunung."

Dua penjaga bertopeng hitam segera melepaskan rantai di tubuh Lin Xuan yang sudah tak berdaya. Tanpa sepatah kata pun, mereka menyeret pemuda itu keluar dari pintu belakang aula, menembus hutan hujan yang gelap gulita menuju tebing paling terlarang di belakang Gunung Awan Merah.

Di tepi tebing yang menganga bagaikan mulut raksasa purba, uap panas berbau belerang dan abu hitam mengepul dari kedalaman ribuan tombak. Bahkan burung roh tingkat satu pun tak berani terbang melintasi Jurang Abu Api.

"Jangan salahkan kami, Tuan Muda Xuan," gumam salah satu penjaga dingin sebelum menendang dada Lin Xuan.

Tubuh Lin Xuan melayang jatuh ke dalam kegelapan pekat yang tak berdasar. Angin malam yang dingin mencambuk wajahnya, bercampur dengan tetesan hujan yang perlahan berubah menjadi abu membara.

Wan'er... maafkan Kakak...

Tidak! Aku tidak boleh mati di tempat seperti ini!

Dalam kejatuhan bebas menuju dasar jurang, setetes darah paling murni dari jantung Lin Xuan merembes keluar, membasahi sepotong liontin perunggu kusam peninggalan ibunya yang selama ini tergantung di lehernya. Tanpa diketahui siapa pun di dunia fana, liontin perunggu yang tampak seperti besi rongsokan itu perlahan retak—dan memancarkan cahaya kelabu kuno yang menelan seluruh tubuh Lin Xuan tepat sebelum ia menghantam lautan bara di dasar jurang.

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!