NovelToon NovelToon
Alencio

Alencio

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.

Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya.

Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya.

Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Part 21

Keesokan paginya, Amanda terdiam di bangku bis dengan membawa dua kotak bekal makanan di pelukannya, yang akan diberikan ke Cio seperti biasa. Namun anehnya, Cio tak kunjung muncul padahal roda bis sudah melewati halte yang biasa lelaki itu gunakan untuk mencegat bis yang datang ke arah kampus.

"Cio ke mana ya? Apa hari ini dia tidak masuk?" Amanda bergumam lirih, merasa khawatir dengan kondisi Cio. Terlebih lagi kemarin saat jam makan siang, Amanda juga tidak menemuinya di manapun.

"Apa ada sesuatu yang terjadi pada Cio ya? Karena tidak biasanya dia seperti ini." Lagi-lagi Amanda hanya bisa bergumam, tanpa tahu apa yang harus ia lakukan. Sampai saat bis yang ditumpanginya berhenti di depan kampus, Amanda mendirikan tubuhnya lalu turun dari sana. Matanya yang terlihat senduh itu seperti tak memiliki semangat, karena tidak ada Cio dengan segala tingkah laku konyolnya seperti pagi biasanya.

"Amanda." Suara seorang lelaki tiba-tiba terdengar memanggil, membuat Amanda yang baru mendengarnya itu seketika menoleh ke asal suara diiringi senyum manis di bibirnya.

"Cio," gumamnya bersemangat, namun tak lama senyum manisnya itu justru luntur karena yang memanggilnya ternyata Alex, bukan Cio seperti harapannya.

"Alex. Ada apa?" tanyanya tanpa minat setelah lelaki itu berada di hadapannya.

"Cio sakit, makanya hari ini dia tidak ke kampus." Amanda sempat tersentak dengan kabar yang baru diterimanya, namun ekspresinya justru memperlihatkan ketenangan, mencoba bersikap biasa saja seolah kabar Cio tak mampu membuatnya terkejut.

"Oh iya? Sejak kapan Cio sakit?" tanyanya tenang, meski sebenarnya Amanda merasa sangat khawatir dengan kondisi Cio saat ini.

"Kemarin. Amanda, aku boleh meminta tolong ke kamu?"

"Minta tolong apa?" Amanda bertanya penasaran, meski kabar tentang Cio berhasil membuat perasaannya tak tenang.

"Tolong rawat Cio!"

"Kenapa harus aku?" Amanda menjawab tak habis pikir, meski di dalam hati Amanda merasa sangat setuju dengan hal itu, sangking khawatirnya ia dengan kondisi Cio saat ini.

"Karena Cio menyukaimu, pasti dia akan cepat sembuh bila kamu yang merawatnya."

"Alasan macam apa itu?" Amanda menjawab tak habis pikir, meski hatinya justru merasa hangat dengan ucapan Alex tentang Cio yang menyukainya.

"Itu benar, kamu bisa mempercayainya. Tapi, aku minta satu hal lagi ke kamu." Alex berujar serius yang kali ini ditatap ragu oleh Amanda yang tak mengerti.

"Tolong bujuk Cio untuk segera pulang ke rumahnya. Atau setidaknya, suruh Cio untuk tinggal di rumahku."

"Memangnya ada apa dengan Cio? Kenapa dia harus pergi dari rumahnya dan tinggal sendiri?"

"Cio ada masalah dengan Papanya, makanya dia pergi dari rumah dan hidup sendiri. Tapi beberapa hari yang lalu, Papanya Cio datang menemuiku. Beliau bilang, Cio harus mau pulang dan aku disuruh membujuknya. Tapi Cio tidak pernah mau mendengarkan aku, dia tetap mempertahankan keputusannya." Alex menjawab lelah, merasa sudah cukup frustrasi dengan keras kepala temannya itu. Sedangkan Amanda justru terdiam, menimbang-nimbang keputusan yang akan ia ambil. Jujur, Amanda tidak ingin ikut campur ke dalam masalah pribadi yang terjadi di antara Cio dan Papanya. Yang Amanda khawatirkan hanya kondisi lelaki itu, bukan hal lain apalagi masalah yang menimpanya.

"Maaf, Alex. Aku tidak bisa. Ini bukan batasanku untuk membujuk Cio, apalagi aku bukan siapa-siapanya dia." Amanda menjawab menyesal berharap Alex mau mengerti dengan keinginannya.

"Tapi kamu gadis yang Cio sukai, Cio pasti mau mendengarkanmu." Alex menjawab mantap, meski hatinya justru terasa nyeri kala mengucapkannya. Karena hatinya juga sama, mencintai gadis yang sama dengan temannya. Namun, Alex sangat yakin bila hidup Amanda pasti lebih baik bila bersama dengan Cio, temannya itu begitu menyukainya.

"Bukan berarti aku bisa memerintah Cio seenaknya kan? Dia pergi dari rumah, pasti semua itu ada alasannya, dan aku tidak bisa menentangnya apalagi menyuruhnya untuk pulang." Amanda tetap mempertahankan keputusannya, namun tak bisa membuat Alex mengerti hal itu.

"Cio anak yang lemah." Alex berujar ragu, namun itu tak membuat Amanda mengerti dengan maksudnya.

"Maksud kamu apa?"

"Aku tahu, kamu tidak ingin ikut campur ke dalam masalah ini. Tapi semenjak Cio tinggal sendiri, dia harus bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Sayangnya, Cio tidak terlalu bisa bekerja kasar atau terlalu diforsir, tubuhnya bisa lemah kapan saja, seperti sekarang. Cio itu pintar dalam segala hal, tapi tidak dengan olah raga. Tubuhnya tidak bisa terus bekerja, tapi sekarang dia justru harus bertahan hidup sendiri. Aku takut, kalau terus-terusan seperti ini, kondisi Cio akan semakin memburuk. Kamu mengerti kan maksudku? Aku hanya tidak bisa melihatnya menderita." Alex berbicara panjang lebar, namun Amanda justru terdiam seolah tidak ingin percaya dengan apa yang Alex katakan tentang Cio. Lelaki itu mirip dengan Farel, anti bodynya kurang bagus meski berbeda di beberapa hal. Itu juga yang membuat Amanda merasa iba dan pada akhirnya jatuh cinta pada Farel, rasa kagum dan ingin memperhatikan temannya itu berubah menjadi rasa cinta yang salah.

Lalu bagaimana dengan Cio? Apa Amanda juga akan merasakan hal yang sama, merasakan cinta yang diawali dengan rasa iba. Entahlah, Amanda hanya ingin membantu dan menolong Cio, meski hatinya merasa khawatir akan berubah suatu saat nanti.

"Baiklah, aku akan membantumu." Amanda menjawab tenang pada akhirnya, membuat Alex tersenyum bahagia mendengarnya.

"Terima kasih."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!