NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mars Is Blue

Monitor medis di sudut kamar VVIP sebuah rumah sakit modern di Manhattan berdetak dengan irama yang semakin lambat. Beep... beep... beep...

​Di atas ranjang pesakitan, terbaring sesosok pria tua berusia delapan puluh tahun. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, kulitnya mengeriput dimakan usia, namun sorot matanya di balik kacamata baca masih menyiratkan ketajaman yang luar biasa.

Namanya Arthur Sterling.
Di dunia bisnis internasional dan bursa Wall Street, namanya adalah legenda—seorang taipan yang mengendalikan gurita bisnis raksasa dari balik layar, pria yang namanya selalu menghiasi halaman utama majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor satu di muka bumi.

​Namun, di detik-detik terakhir hidupnya, harta triliunan dolar, gedung-gedung pencakar langit di distrik finansial utama dunia, dan kekuasaan mutlak atas pasar keuangan global terasa tidak ada artinya.

​Bagaimana kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars Is Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Sabtu, 22 Oktober 2016 — Queens, New York

Arthur Sterling terbangun pukul enam pagi dengan suara kendaraan yang melintas di jalanan Queens.

Ia duduk di tepi tempat tidur, mengusap wajahnya, lalu memandang kalender kecil yang tergantung di dinding. Tanggal 22 Oktober 2016.

Dalam ingatannya, beberapa hari ke depan akan menjadi periode yang menentukan bagi investasi Aurelia Therapeutics. Pengumuman hasil uji klinis yang dinantikannya semakin dekat. Jika ingatannya benar, pasar akan segera memperoleh alasan untuk menilai kembali prospek perusahaan itu.

Namun, Arthur tidak ingin menghabiskan akhir pekannya dengan terus-menerus memeriksa harga saham.

Ia telah berjanji kepada Daniel bahwa mereka akan menyelesaikan pekerjaan untuk Lawson Market. Selain itu, ia perlu meninjau perkembangan proyek restoran Samuel Carter dan memastikan bahwa bisnis kecil mereka berjalan dengan tertib.

Ia mengambil laptop, membuka dokumen keuangan, dan memeriksa saldo yang tersedia.

Pendapatan awal dari restoran Samuel sebesar dua ratus dolar telah menjadi fondasi pertama usaha mereka. Proyek Lawson Market juga bernilai dua ratus dolar, tetapi pekerjaan itu baru dimulai. Uang tersebut belum sepenuhnya menjadi keuntungan karena masih ada waktu dan biaya yang harus mereka keluarkan.

Arthur membuat dua kolom di buku catatannya.

Pendapatan yang sudah diterima.

Pendapatan yang masih harus diperoleh.

Ia tidak ingin mencampurkan keduanya.

Bagi seseorang yang pernah mengelola perusahaan besar, perbedaan itu terdengar mendasar. Namun, banyak usaha kecil mengalami kesulitan justru karena pemiliknya menganggap uang yang dijanjikan sebagai uang yang sudah tersedia.

Arthur menuliskan pengeluaran yang mungkin muncul selama minggu berikutnya: transportasi, kebutuhan pribadi, biaya operasional sederhana, dan pengeluaran tak terduga.

Setelah menghitung semuanya, ia menyadari bahwa ruang geraknya masih sempit.

Investasi Aurelia mungkin menghasilkan keuntungan besar, tetapi sampai uang itu benar-benar tersedia, ia tidak boleh memperlakukannya sebagai sumber dana yang bisa diandalkan.

Ia menutup buku catatan.

Hari ini, ia akan bekerja dengan apa yang benar-benar dimilikinya.

Bukan dengan apa yang ia harapkan akan diperolehnya.

Pukul 09.30, Arthur bertemu Daniel di sebuah kedai kopi dekat Lawson Market.

Daniel datang membawa laptop dan dua lembar roti yang dibungkus kertas.

"Aku membawa sarapan," katanya sambil meletakkan salah satu roti di depan Arthur.

Arthur mengangkat alis.

"Sejak kapan kau menjadi orang yang memperhatikan kebutuhan orang lain?"

"Sejak aku menyadari bahwa rekan bisnisku bisa menjadi sangat menyebalkan kalau belum makan."

Arthur mengambil roti itu.

"Kalau begitu, aku berterima kasih atas kepedulianmu terhadap kelangsungan perusahaan."

Daniel tertawa.

Mereka duduk di dekat jendela dan membuka daftar pekerjaan.

Lawson Market membutuhkan pembaruan informasi bisnis, beberapa foto produk, dan materi promosi sederhana. Sementara itu, mereka juga harus mengirimkan laporan singkat kepada Samuel Carter mengenai perkembangan tabel pencatatan keuangan yang sedang diuji.

"Aku sudah memperbaiki halaman bisnis Peter," kata Daniel. "Foto-fotonya cukup baik, dan informasi jam bukanya sudah lengkap. Tetapi aku masih ingin menguji tampilan halaman itu di ponsel."

"Bagaimana dengan promosi?"

"Aku membuat dua rancangan. Yang pertama menonjolkan produk kebutuhan makan malam. Yang kedua lebih umum, memperkenalkan toko dan jam bukanya."

Arthur memeriksa kedua rancangan tersebut.

Rancangan pertama menampilkan beberapa produk yang dijual Lawson Market, dengan pesan singkat mengenai kemudahan membeli kebutuhan sehari-hari dalam perjalanan pulang.

Rancangan kedua hanya berisi informasi umum tentang toko.

Arthur menunjuk rancangan pertama.

"Ini lebih baik untuk pengujian awal."

"Karena lebih spesifik?"

"Ya. Kita punya hipotesis bahwa toko mengalami penurunan transaksi pada sore hari. Kalau kita hanya membuat promosi umum, akan sulit mengetahui apakah pesan yang kita gunakan benar-benar relevan dengan masalah itu."

Daniel mengangguk.

"Jadi, kita perlu menentukan ukuran keberhasilannya sebelum promosi dimulai."

"Tepat. Kita bisa membandingkan jumlah transaksi sore hari dengan periode sebelumnya. Namun, kita juga harus memperhatikan faktor lain, seperti cuaca, hari dalam minggu, dan perubahan jumlah pengunjung di sekitar toko."

Daniel menatapnya sambil tersenyum.

"Kau tahu, aku mulai memahami mengapa kau selalu ingin mencatat semuanya."

"Karena ingatan manusia tidak cukup untuk menggantikan data."

"Termasuk ingatanmu?"

Pertanyaan itu membuat Arthur terdiam sesaat.

Daniel hanya mengucapkannya sebagai lelucon, tetapi kalimat tersebut terasa lebih dekat dengan kenyataan daripada yang disadarinya.

"Terutama ingatanku," jawab Arthur akhirnya.

Daniel tertawa, mengira Arthur sedang melanjutkan lelucon mereka.

Mereka kembali bekerja.

Selama satu jam berikutnya, Daniel memperbaiki tampilan halaman bisnis, sementara Arthur menyusun dokumen yang menjelaskan ruang lingkup pekerjaan, batasan promosi, dan cara mengukur hasilnya.

Mereka sepakat tidak membeli iklan berbayar tanpa persetujuan Peter. Mereka juga tidak akan menggunakan klaim seperti penjualan pasti meningkat atau pelanggan dijamin bertambah.

Mereka menjual jasa yang dapat mereka pertanggungjawabkan.

Bukan kepastian yang tidak bisa mereka berikan.

Ketika pekerjaan hampir selesai, Daniel menutup laptopnya.

"Aku ingin mengajakmu membicarakan sesuatu."

Arthur menatapnya.

"Silakan."

Daniel mengaduk kopi yang tersisa di cangkirnya.

"Kita sudah mendapatkan dua pelanggan. Memang masih kecil, tetapi aku mulai berpikir bahwa ini mungkin bisa menjadi usaha yang serius."

Arthur mengangguk.

"Aku juga berpikir begitu."

"Kalau begitu, menurutmu apa tujuan kita dalam tiga bulan ke depan?"

Arthur tidak langsung menjawab.

Ia bisa saja menyebutkan target pendapatan yang tinggi. Ia bahkan dapat membayangkan perusahaan itu berkembang menjadi bisnis teknologi yang besar.

Namun, tujuan tiga bulan pertama harus sesuai dengan kemampuan mereka sekarang.

"Kita perlu membuktikan bahwa layanan kita benar-benar bermanfaat," katanya. "Aku ingin kita memiliki lima sampai tujuh pelanggan yang membayar, dengan ruang lingkup pekerjaan yang jelas. Kita juga perlu tahu berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk setiap proyek, berapa biaya sebenarnya, dan apakah pelanggan bersedia menggunakan layanan kita lagi."

Daniel mengangguk perlahan.

"Itu terdengar masuk akal."

"Kalau kita bisa mencapai itu, barulah kita memikirkan cara memperluas layanan."

Daniel tersenyum.

"Baiklah. Lima sampai tujuh pelanggan. Aku akan berhenti membayangkan kita memiliki kantor di gedung pencakar langit untuk sementara waktu."

"Keputusan yang bijaksana."

Mereka tertawa lagi.

Namun, di balik percakapan ringan itu, sebuah fondasi penting sedang terbentuk.

Mereka mulai menyepakati bukan hanya bagaimana memperoleh uang, tetapi juga bagaimana mengukur keberhasilan dan membagi tanggung jawab.

Arthur tahu bahwa kepercayaan dalam kemitraan tidak dibangun melalui janji besar.

Kepercayaan dibangun ketika dua orang memiliki tujuan yang sama dan bersedia bekerja dengan aturan yang jelas.

Menjelang siang, Arthur menerima pesan dari Samuel Carter.

Samuel: Saya sudah mencoba tabel yang dibuat Clara selama dua hari terakhir. Ternyata cukup membantu. Saya baru menyadari berapa banyak uang yang keluar untuk beberapa pengeluaran kecil.

Arthur segera membalas.

Arthur: Senang mendengarnya, Pak Carter. Apakah ada bagian yang sulit digunakan? Kami bisa membantu memperbaikinya.

Beberapa menit kemudian, Samuel mengirimkan balasan.

Samuel: Bagian biaya bahan makanan cukup jelas. Saya hanya ingin tahu apakah kita bisa menambahkan catatan untuk makanan yang terbuang. Saya rasa itu salah satu masalah terbesar di restoran.

Arthur tersenyum.

Itu adalah umpan balik yang mereka butuhkan.

Ia meneruskan pesan tersebut kepada Clara.

Arthur: Samuel sudah mencoba tabelnya. Dia ingin menambahkan pencatatan makanan yang terbuang. Menurutmu bagaimana?

Clara membalas hampir seketika.

Clara: Menurutku itu ide bagus. Kita bisa membuat kolom sederhana untuk jenis bahan, perkiraan jumlah yang terbuang, dan alasan. Tidak perlu menghitung semuanya secara rumit pada tahap awal.

Arthur: Setuju. Kalau kau punya waktu, kita bisa menyempurnakannya bersama setelah akhir pekan.

Clara: Baik. Aku akan menyiapkan rancangan awal.

Arthur meletakkan ponselnya.

Proyek tersebut masih kecil, tetapi ia melihat sesuatu yang penting.

Clara tidak sekadar membuat tabel yang terlihat bagus. Ia mendengarkan kebutuhan pengguna, memperbaiki rancangan berdasarkan umpan balik, dan mencoba memastikan bahwa hasil pekerjaannya benar-benar membantu.

Itulah jenis kemampuan yang berharga dalam bisnis.

Arthur juga menyadari bahwa ia harus memastikan kontribusi Clara tidak tenggelam di balik nama usaha yang ia bangun bersama Daniel.

Jika tabel itu berkembang menjadi layanan tersendiri, Clara berhak mendapatkan pengakuan dan kompensasi yang sesuai.

Ia tidak ingin kesempatan kedua yang dimilikinya membuat orang lain kehilangan kesempatan mereka.

Pukul 13.15, Arthur kembali ke apartemennya.

Setelah makan siang sederhana, ia membuka aplikasi keuangan untuk memeriksa Aurelia Therapeutics.

Kali ini, ia langsung melihat perubahan yang lebih mencolok.

Harga saham bergerak naik dibandingkan penutupan sebelumnya, disertai peningkatan aktivitas perdagangan. Beberapa kontrak opsi yang sebelumnya ia perhatikan juga menunjukkan perubahan nilai.

Arthur tidak segera tersenyum.

Ia membuka halaman berita perusahaan, memeriksa pengumuman resmi, dan membaca kembali informasi yang tersedia.

Belum ada hasil uji klinis yang diumumkan.

Kenaikan harga itu mungkin disebabkan oleh perubahan sentimen pasar, transaksi investor tertentu, atau spekulasi menjelang pengumuman yang diperkirakan akan datang.

Arthur tidak memiliki cara untuk memastikan penyebabnya.

Ia membuka catatan investasinya dan menghitung kembali nilai posisi yang dimilikinya berdasarkan harga pasar saat itu.

Nilainya meningkat.

Bukan keuntungan yang telah terealisasi, tetapi kenaikan yang cukup besar untuk membuatnya berhenti sejenak.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia telah menyaksikan pasar bergerak dengan cara yang hampir sama sebelum suatu peristiwa penting. Ingatannya mulai cocok dengan keadaan yang sedang berlangsung.

Namun, Arthur tidak membiarkan perasaan itu menguasai dirinya.

Ia memeriksa kembali harga pelaksanaan opsi, waktu yang tersisa sebelum kedaluwarsa, dan kemungkinan bahwa volatilitas tersirat telah meningkat.

Jika ia menjual sekarang, ia mungkin dapat mengamankan sebagian keuntungan. Namun, ia juga berisiko melewatkan kenaikan lebih lanjut jika pengumuman positif datang dalam beberapa hari ke depan.

Sebaliknya, jika ia mempertahankan posisi dan hasilnya mengecewakan, kenaikan nilai yang terlihat di layar bisa menghilang dengan cepat.

Arthur menyandarkan tubuhnya.

Ia tidak sedang memilih antara keputusan yang jelas benar dan keputusan yang jelas salah.

Ia sedang memilih di antara dua jenis risiko.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia akan menganalisis persoalan semacam ini dengan tim profesional, menggunakan data pasar yang jauh lebih lengkap daripada yang dimilikinya sekarang.

Kini, ia sendirian di apartemen kecil dengan modal terbatas dan ingatan yang tidak selalu sempurna.

Arthur membuka catatan yang dibuatnya sebelum membeli opsi tersebut.

Di sana tertulis alasan investasi, skenario kerugian, dan kondisi yang akan membuatnya mengevaluasi ulang tesisnya.

Ia membacanya perlahan.

Tidak ada informasi baru yang secara jelas membatalkan analisis awalnya. Namun, ia juga belum memperoleh konfirmasi yang cukup untuk menganggap bahwa keberhasilan sudah pasti.

Akhirnya, Arthur memutuskan untuk tidak memperbesar posisinya.

Ia juga tidak langsung menjual hanya karena harga bergerak naik.

Ia akan meninjau kembali keputusan itu berdasarkan informasi baru, bukan sekadar kegembiraan atau ketakutan.

Keputusan tersebut tidak menghilangkan risiko.

Namun, setidaknya ia tidak membiarkan pergerakan harga sesaat memaksanya bertindak tanpa pertimbangan.

Arthur menutup aplikasi.

Ia tahu bahwa keuntungan yang belum direalisasikan bukanlah uang yang dapat digunakan untuk membayar tagihan.

Dan ia tidak akan mengubahnya menjadi uang nyata hanya dalam pikirannya.

Sore hari, Arthur pergi ke perpustakaan untuk menemui Clara.

Perempuan itu sudah menyiapkan rancangan baru tabel keuangan restoran Samuel. Kali ini, terdapat bagian khusus untuk mencatat bahan makanan yang terbuang.

"Aku mencoba membuatnya sesederhana mungkin," kata Clara. "Samuel hanya perlu mencatat jenis bahan, perkiraan jumlah, dan alasan mengapa bahan itu tidak bisa digunakan."

Arthur memeriksa tabel tersebut.

"Bagaimana kita memastikan datanya cukup akurat?"

"Kita tidak bisa mengharapkan hasil yang sempurna sejak awal. Tetapi kalau Samuel mencatat secara konsisten, setidaknya kita bisa melihat pola. Misalnya, bahan tertentu sering terbuang pada hari yang sama atau setelah jumlah pembelian tertentu."

Arthur mengangguk.

"Kita juga bisa membandingkannya dengan jumlah pelanggan dan menu yang terjual."

"Benar. Tetapi aku tidak ingin membuat kesimpulan terlalu cepat. Kalau suatu bahan terbuang lebih banyak pada satu hari, belum tentu itu berarti pembeliannya salah. Mungkin jumlah pelanggan memang jauh lebih sedikit."

Arthur tersenyum.

"Kau sudah mulai berpikir seperti analis."

Clara mengangkat alis.

"Aku kira aku memang sedang belajar menjadi analis."

"Kau benar."

Mereka tertawa kecil.

Setelah beberapa menit memeriksa tabel, Clara menutup laptopnya.

"Aku ingin bertanya sesuatu tentang bisnismu."

Arthur menatapnya.

"Tentang apa?"

"Kau dan Daniel tampaknya memiliki pembagian kerja yang cukup jelas. Tetapi apakah kalian sudah memikirkan apa yang akan terjadi jika usaha itu berkembang?"

"Kami baru mulai membicarakan target tiga bulan pertama."

"Dan setelah itu?"

Arthur berpikir sejenak.

"Kami akan mengevaluasi hasilnya. Kalau pelanggan bertambah dan layanan kami terbukti bermanfaat, kami bisa mempertimbangkan untuk mengembangkan layanan yang lebih terstruktur. Tetapi aku tidak ingin memperbesar usaha hanya demi terlihat sukses."

Clara mengangguk.

"Menurutku itu masuk akal. Banyak orang menganggap pertumbuhan selalu berarti keberhasilan, padahal bisnis yang lebih besar juga memiliki biaya dan tanggung jawab yang lebih besar."

Arthur memandangnya dengan sedikit kekaguman.

"Sepertinya kita memiliki pandangan yang sama."

"Mungkin karena aku baru saja menghabiskan beberapa hari memikirkan bagaimana sebuah usaha kecil bisa terlihat sibuk tetapi sebenarnya tidak menghasilkan keuntungan."

Arthur tertawa.

"Kalau begitu, aku akan berhati-hati agar tidak menjadi contoh buruk bagi tabel keuanganmu."

Clara tersenyum.

Percakapan mereka berlanjut ke tugas kuliah, buku yang sedang dibaca Clara, dan rencana mereka untuk menyelesaikan proyek Samuel pada minggu berikutnya.

Tidak ada pengakuan romantis atau percakapan besar tentang masa depan.

Namun, Arthur merasa nyaman berada di sana.

Ia mulai memahami bahwa mendekati Clara kali ini bukan tentang berusaha mengulang kenangan yang ia miliki dari kehidupan sebelumnya.

Ia harus mengenal perempuan itu sebagaimana adanya sekarang.

Dengan pikiran, impian, kekhawatiran, dan keputusan yang menjadi miliknya sendiri.

Ketika mereka berpisah, Arthur tidak meminta Clara menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Ia hanya mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa ia akan mengirimkan perkembangan proyek ketika ada sesuatu yang perlu dibahas.

Clara membalas dengan senyum hangat sebelum berjalan menuju halte bus.

Arthur memperhatikannya selama beberapa detik, lalu berbalik menuju jalan yang berlawanan.

Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa harus mengejar setiap kesempatan sebelum kesempatan itu menghilang.

Ada hubungan yang perlu dibangun dengan kesabaran.

Ada kepercayaan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Dan ada masa depan yang hanya bisa tumbuh jika kedua orang di dalamnya bersedia memilih satu sama lain.

Malam itu, Arthur kembali memeriksa email.

Sebuah pesan dari Richard Coleman masuk beberapa menit sebelumnya.

Subjek: Catatan untuk Analisis Berikutnya

Arthur,

Terima kasih atas diskusi kemarin. Aku ingin menekankan satu hal: jika nilai posisi investasimu meningkat dalam beberapa hari ke depan, jangan biarkan hasil sementara mengubah cara kau mengevaluasi risiko.

Keuntungan tidak selalu membuktikan bahwa keputusan awal sudah benar. Kerugian juga tidak selalu berarti keputusan awal salah. Yang penting adalah apakah alasanmu masuk dan keluar dari posisi tersebut dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan informasi yang tersedia pada saat keputusan dibuat.

Salam,

Richard Coleman

Arthur membaca email itu dua kali.

Ia tidak tahu apakah Richard mengirimkan pesan tersebut sebagai nasihat umum atau karena ia memiliki alasan khusus untuk memikirkan posisi Arthur.

Namun, ia tidak perlu mengetahui motif Richard untuk memahami nilai dari nasihat itu.

Ia membalas dengan ucapan terima kasih, lalu membuka catatan investasinya.

Di bagian atas halaman, ia menulis:

Jangan mengubah aturan hanya karena hasil sementara terlihat menyenangkan.

Ia kemudian menambahkan tanggal dan harga pasar terbaru sebagai catatan, tanpa mengubah tesis investasinya hanya berdasarkan kenaikan harga.

Setelah itu, ia menutup laptop.

Malam semakin larut.

Arthur berbaring di tempat tidur, memandang langit-langit apartemen yang sederhana.

Ia tahu bahwa beberapa hari ke depan mungkin menjadi titik penting dalam perjalanan finansialnya. Jika ingatannya benar, pengumuman yang dinantikan pasar akan segera tiba.

Namun, ia juga tahu bahwa hasil investasi itu bukan satu-satunya hal yang sedang dibangunnya.

Bisnis kecil bersama Daniel mulai memiliki pelanggan yang nyata.

Kerja sama dengan Clara berkembang melalui pekerjaan yang berguna.

Hubungannya dengan Richard memberinya kesempatan untuk belajar dari seseorang yang tidak mudah terkesan oleh prediksi.

Semua itu belum menghasilkan kekayaan besar.

Tetapi semuanya memberinya sesuatu yang lebih penting daripada sekadar harapan akan keuntungan cepat: fondasi yang dapat terus dibangun, bahkan jika satu keputusan ternyata salah.

Arthur memejamkan mata.

Ia tidak tahu apakah besok akan membawa berita baik atau buruk.

Ia tidak tahu apakah harga Aurelia akan terus naik atau kembali turun.

Dan ia tidak tahu apakah orang-orang yang mulai memperhatikan aktivitas pasar akan menemukan sesuatu yang menarik tentang dirinya.

Namun, ia telah membuat keputusan untuk tidak membiarkan ketidakpastian menghentikan langkahnya.

Besok, ia akan tetap bekerja.

Ia akan tetap belajar.

Dan ia akan tetap membangun masa depan yang tidak hanya bergantung pada keberuntungan.

Sebab, kesempatan kedua bukanlah hadiah yang membuat semua kesulitan menghilang.

Kesempatan kedua adalah kesempatan untuk menghadapi kesulitan dengan cara yang lebih baik.

Dan Arthur Sterling baru saja memulai perjalanan panjang untuk membuktikannya.

1
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Fauziah Daud
trusemangattt
saras
keren siiib ceritanya👍👍👍
saras
👍
saras
semangaaaaaat💪💪💪💪💪👍
saras
ssemangat tor
saras
🙏🙏💪
saras
👍
saras
👍💪
saras
👍
saras
novel yang bagus. lanjutkan tor semangat bikin cerita yang keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!