Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.14. Kenny.
Setelah mengambil kemeja dari tangan Suaminya, Vivian segera keluar dari mobil.
"Hei.., apa yang kau lakukan?!" Serunya, dengan sedikit berteriak.
"Aku akan ganti di kursi penumpang saja, dan bisakah anda membuka pintu mobilnya Tuan, dan tolong jangan berbalik." Jawab Vivian, saat sudah berada diluar mobil, dan tetap tidak ingin ganti didepan Haris.
Mendengus kesal, hingga membuat dia mencari cara agar Vivian, tidak menjaga jarak diantara mereka berdua.
"Maaf Vivian, pintu belakangnya sedang rusak.Aku juga tidak tau kenapa, ini semua gara-gara sekretarisku James, yang tidak becus dalam bekerja, yang benar saja! hanya mengurus mobil Bosnya saja, tidak bisa." Jawabnya, dengan nada ketus.
"Benarkah Tuan? kalau begitu biar aku ganti diluar saja, soalnya disini jalanan juga lagi sepi, jadi tidak ada yang melihatku."
"Terserah kau saja, tapi asal kau tau! kalau dijalan ini, baru-baru telah terjadi kecelakaan yang memakan banyak korban, jadi kau bisa membayangkan, pasti arwah mereka akan jadi hantu penasaran."
"Kau serius Tuan? kau tidak berbohong padaku, kan ?!" Tanya Vivian, dengan raut wajah yang sudah berubah pucat, karena rasa takutnya yang teramat sangat.
"Tentu saja, tidak ada gunanya aku berbohong padamu." Jawabnya mantap,agar Vivian percaya dengan kebohongannya.
Mendengar itu, Vivian langsung masuk kembali kedalam mobil.
"Tuan, bisakah sampai dirumah baru aku mengganti gaunnya?" Tanyanya, dengan tatapan penuh harap.
"Kalau kau tidak mengganti gaunnya sekarang, aku akan menurunkan kau disini." Jawabnya, tegas.
"Tapi Tuan?!" Dengan tatapan memohon.
"Aku tidak perduli, kalau kau tetap tidak mengganti gaunnya, kita akan bermalam disini."
Menghembuskan nafas dalam, dan lebih memilih untuk mengalah.
"Tuan, bisakah kau membalikkan badanku?"
"Maksudmu?!"
"Tidak mungkinkan, aku mengganti pakaian dengan kau melihatnya."
Tertawa kecil saat mendengar ucapan gadis itu.
"Apakah kau lupa Vivian? siapa pemilik mobil ini?"
"Ini mobil punya anda, Tuan!" Jawabnya, pelan.
"Jadi terserah aku, mau melakukan apa saja."
Walaupun dengan berat hati, akhirnya Vivian mulai membuka gaunnya.
Tatapan Haris menatap Vivian, apalagi saat gadis itu sudah mulai menurunkan gaunnya, yang mengekspos dadanya, membuat tatapan mata Haris tak berkedip.
Vivian hanya menunduk, sembari menutup dadanya dengan kedua tangannya, saat tatapan lelaki tampan itu, tertuju pada dadanya.
"Aku mohon Tuan, jangan menatapku seperti itu." Pintanya menunduk, karena sesungguhya rasa takut tengah menyelimuti dirinya.
Haris mendekat kearah Vivian, hingga membuat gadis itu semakin diliputi rasa takut, karena mereka berada dalam jarak yang sangat dekat.
Apalagi saat tangan Haris, sudah mulai menurunkan tali bra-nya.
"Aku mohon Tuan.., jangan lakukan ini, padaku, apakah anda lupa? kalau aku hanya istri yang tertulis diatas kertas, jadi biarkan aku keluar dari kehidupan anda, dengan utuh." Pintanya, dengan airmata sudah menetes.
"Jadi kau tidak mau melakukan itu denganku Vivian?!" Tanyanya, dengan menatap intens gadis itu.
"Seandainya saja, aku adalah istrimu yang sesungguhnya, tentu aku mau melakukan itu denganmu. Jadi anda bisa melakukan itu dengan Nona Kenny' Tuan, jangan denganku."
"Jadi kau menolakku Vivian?!"Dengan Volume suara, mulai meninggi.
"Tidak, tidak. Justru kaulah yang sudah menolakku, dengan melemparkan kontrak pernikahan padaku." Jawabnya, menunduk.
"Ya sudah buka gaunmu sekarang, aku tidak suka melihat kau memakai barang milik pria lain."
"Tapi Tuan.!"
"Aku janji tidak akan melakukan hal itu, tapi tidak untuk lain kali."
"Maksud anda, apa Tuan?!"
"Sudahlah jangan banyak bertanya Vivian, apa kau mau kita berlama-lama disini?!" Dengan nada kesal.
"Baiklah, maafkan aku."
Vivian mulai melanjutkan membuka gaunnya, hingga sekarang tubuhnya terekspos, dengan hanya menggunakan bra, dan CD saja.
Haris mengusap kasar wajahnya, tak bisa dipungkiri dia begitu mengagumi tubuh istrinya.
"Jangan menatapku seperti itu?!" Pintanya, dengan raut wajah yang terlihat gugup.
"Apakah kau lupa? kau berganti pakaian didepanku, tentu saja aku bisa melihatnya. Dan apakah kau lupa? kalau kita akan menempati satu kamar?!"
"Maafkan aku."
"Vivian?!"
"Ada apa Tuan?!"
"Apakah kau sudah pernah melakukan hal itu?"
Menggeleng pelan, sembari menjawab.
"Belum Tuan."
"Jadi kau tidak pernah melakukan hal itu, sama sekali?! tanyanya, seolah tak percaya.
"Iya Tuan, buat apa aku berbohong."
"Terus, bagaimana kau bisa berciuman?"
"Aku belajar dari YouTube, karena aku tau setelah sah menjadi Suami istri, pasti para tamu undangan akan menyuruh kita untuk berciuman, jadi aku melihatnya dari situ." Jawabnya tersenyum, sembari menunduk, karena malu dengan ucapannya sendiri.
Tertawa kecil, seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Jadi kau tidak pernah berciuman?! dan baru pertama melakukan itu denganku."
"Iya."
"Vivian...Vivian...kenapa kau sangat polos..?!" Ucapnya, sembari tertawa kecil.
"Apakah ini lucu, Tuan?! maafkan aku, seharusnya aku sudah berciuman dengan pria lain, sebelum dengan anda, jadi ciumanku tidaklah buruk."
"Apa tadi kau bilang?! kau akan berciuman dengan pria lain..! coba saja jika kau berani melakukan itu, dan jangan salahkan aku, jika aku membunuh pria itu, dan ingat ya Vivian, bibirmu, dadamu( dengan menyentuh dada Vivian) ."
"Apa yang anda lakukan Tuan?!" Tanya Vivian yang begitu terkejut, saat Haris menyentuh dadanya.
"Kenapa?! tidak boleh?!"
"Tentu Tuan, apakah anda lupa kalau aku hanya istri." Belum selesai Vivian menyelesaikan kalimatnya, Haris sudah membungkam bibirnya dengan kecupan.
"Apakah kau lupa? jika kau banyak bicara, aku akan menciummu? jadi jika bicaramu sudah sangat berlebihan,dan membuatku pusing, jadi jangan salahkan aku, jika aku menciummu."
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan bicara, supaya anda tidak menciumku Tuan." Jawabnya, pelan.
"Tentu kau saja kau harus bicara, tidak mungkinkan, kau akan berbicara denganku menggunakan bahasa isyarat."
"Tapi, nanti anda akan terus menciumku Tuan..?"
"Itu sudah resiko yang harus kau tanggung, dan sudahlah jangan bicara lagi, nanti waktuku hanya terbuang, karena terus berciuman denganmu.
"Baiklah, aku tidak akan bicara lagi." Serunya pelan.
"Dan satu lagi."
"Apa lagi Tuan?"
"Milikmu itu..!" Dengan tatapan mata, tertuju pada area sensitif Vivian, hingga membuat wanita itu langsung menutupnya dengan tangan kedua tangannya.
Itu hanya milik, Haris Wilson.
Dan saat Vivian, akan mengajukan protes dia langsung menutup bibir gadis itu, dengan jari telunjuknya.
"Kau tidak mau, aku menciummu lagi kan?!" Dengan menatap intens wajah cantik itu.
Hanya menggeleng cepat, yang pertanda tidak mau.
"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita."
Hanya mengangguk, yang artinya dia menyetujui keinginan Suaminya.
******
Setelah menempuh perjalan selama duapuluh menit, tibahlah mereka disebuah kediaman mewah.
"Ini rumahmu Tuan?!" Tanya Vivian, seolah tak percaya.
Tidak menjawab, dan tatapan mata Haris tertuju pada seorang gadis cantik, yang tengah menunggu, didepan rumahnya.
Tatapan Vivian teralih, pada arah pandang Suaminya, dan dia begitu terkejut saat melihat keberadaan Kenny disana.
Sebelum Vivian akan turun, Haris langsung mencekal tangannya.
"Ada apa Tuan?!"
"Kamar kita, berada dilantai tiga."
Dan saat mereka turun dari mobil, Kenny langsung menghampiri kekasihnya.
"Sayang..! kenapa kau tidak menelponeku?" Serunya manja, sembari menggandeng lengan Haris.
"Kenapa kau kemari Kenny?! akukan bisa keapartemenmu nanti."
Mencebik kesal, menatap kekasihnya.
"Memang salah..! kalau aku mengunjungi rumah kekasihku? dan malam ini, aku memutuskan untuk menginap disini."
"Apa?!" menginap disini?!" Tanya Haris, seolah tak percaya.
"Tuan.., Nona Kenny, aku pamit kedalam."
"Masuklah, karena kau hanya menganggu kami berdua saja."
Tidak menjawab, dan langsung melenggangkan kaki kedalam rumah mewah itu, tanpa memperdulikan pasangan kekasih itu.
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣