Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GADIS KECIL
Hari ini Kanaya mengantar anak-anaknya kesekolah, Adara tidak bersemangat setelah Kanaya bilang kalau ayah mereka hari ini akan ke luar negeri untuk urusan bisnis.
"Ayah akan hadir kan di acara ulang tahunku bunda." Adara menatap Kanaya.
"Ayah kalian akan mengusahakannya, jadi putri bunda harus semangat." Adara pun mengangguk.
Drrrtttt..drrrttt...drrrttt...
Kanaya melihat siapa yang menelponnya, Kanaya tersenyum saat mengetahui kalau Alex yang menghubunginya, Kanaya pun menganggkat VC dari Alex.
"Kanaya." Ucap Alex.
"Ayah..." Adara pun langsung mengambil ponsel Kanaya.
"Putri ayah mau kesekolah?" Tanya Alex tapi Adara hanya memasang wajah cemberut.
"Ayah tahu, lusa adalah hari ulang tahunku sedangkan ayah akan pergi."
Kanya hanya tersenyum melihat putrinya cemberut begitu pun Alex yang melihat putrinya lewat ponsel.
"Ayah coba lihat kakak, dia tidak asyik."
"Kenapa."
"Dia hanya tahu belajar terus, dia tidak tertarik dengan ulang tahun kita."
"Ayah harus datang, ini ulang tahun yang istimewa karena Adara sudah memiliki ayah." Tiba-tiba raut wajah Adara sedih.
Kanaya memeluk putrinya yang duduk di sebelahnya, sedangkan Kavin duduk di kursi depan.
"Akan ayah usahakan, jadi putri cantik ayah tidak boleh bersedih." Adara pun tersenyum.
Telepon pun diakhiri setelah Kanaya dan Alex berbicara dan mereka pun sudah sampai di sekolah.
Setelah memastikan anak-anaknya masuk kedalam gerbang Kanaya pun di antar oleh supir ke tokonya, 20 menit pun dia sudah sampai di depan toko kuenya yang selalu ramai.
"Selamat pagi Jen." Ucap Kanaya lalu makai celemek toko.
"Pagi juga Kanaya." Balas Jenni.
"Kenapa kamu terlihat tidak bersemangat hari ini?"
"Mas Gio hari ini akan ke London, aku sungguh tidak ingin keluar dari rumah."
Kanaya menahan tawa melihat sahabatnya mengeluh, dia pun membayangkan kalau suatu saat dia dan Alex sudah menikah mungkin akan merasakan hal yang sama dengan sahabatnya. "Apa sih yang ku pikirkan." Gumam Kanaya dalam hati.
Hari ini Kanaya dan Jenni di buat sibuk oleh pengunjung karena terlalu ramai, Kanaya pun mengusulkan mencari pegawai toko karena dia dan Jenni akan sibuk kedepannya.
"Besok kita pasang lowongan kerja saja." Ucap Kanaya.
"Kamu benar Kanaya. Oiya aku mendengar dari mas Gio katanya tuan muda Handoko melamarmu ya?"
"Itu hanya rumor." Wajah Kanaya bersemu merah.
"Hey, lihat wajahmu sangat merah. Apa kamu malu karena rumor itu benar?" Jenni pun menggoda Kanaya.
"Hahahaha, aku juga ikut senang Kanaya. Akhirnya ayah dari anak-anakmu ingin bertanggung jawab."
"Aku mencoba tidak egois Jen, aku mulai membuka hati untuk menerima Alex memulai dari awal dan mengenal satu sama lain."
*****
Alex dan Gio sudah sampai di London, tanpa membuang waktu Alex langsung menuju ke cabang perusahaannya untuk menyelesaikan masalah disana.
"Selamat datang Direktur." Semua pegawai dan manager menyambut kedatangan Alex.
"Persiapkan rapat 30 menit lagi." Alex pun berjalan menuju lift di ikuti Gio dan 4 orang Manager perusahaan.
Pintu lift pun terbuka mereka berenam masuk dan naik ke lantai 12.
Ting, pintu lift terbuka Alex berjalan menuju ruang Direktur di ikuti Gio sedangkan keempat Manager menuju ruang rapat.
Alex pun masuk kedalam ruang kerja Direktur, ya ruangan itu hanya di gunakan oleh Alex atau tuan Handoko dan Andra saat mereka sedang berada diperusahaan tersebut.
Alex duduk di kursi kerjanya dan memeriksa semua laporan keuangan, setelah memeriksa semua dokumen di meja kerjanya kini dia beralih pada komputer didepannya.
"Hah! Mereka mengira korupsi tidak akan ketahuan." Alex kembali menatap angka-angka yang tertulis di layar komputer.
30 menit rapat pun di laksanakan, suasana yang terasa dingin dan menegangkan membuat semua tak ada yang berani bersuara dari para Manager dan para Ketua Bagian.
Alex melempar dokumen di atas meja,
PAKK..... "Apa ada yang ingin kalian sampaikan?" Masih tak ada suara kecuali suara Alex.
"He, bukannya akhir-akhir ini kalian sangat menikmati waktu luang kalian?" Tetap tak ada suara.
"Manager keuangan."
"Ya direktur." Jawab Manager keuangan dengan gemetar dan gugup.
"Apa kau bisa jelaskan berapa banyak dana yang dikeluarkan untuk membangun apartemen di kota B."
"Di-direktur, da-dana di pakai adalah 89 Milyar." Ucap Manager dengan terbata-bata.
Alex tersenyum licik menatap Manager keuangan, dia pun mengambil dokumen yang ada di tangan Gio dan melemparnya kembali.
"89 Milyar, tapi tidak sama dengan yang tertulis di dalam dokumen itu. Disini tertulis dana yang cair dari bank sebanyak 120 Milyar, lalu dimana dana 31 Milyar itu." Alex menatap tajam sampai menusuk kedalam tubuh Manager keuangan.
Manager keuangan melirik ketua bagian keuangan, Alex menyadari lirikan itu pun tersenyum licik.
"Apa kau akan diam menerima nasibmu sendiri dan membiarkan orang lain bebas. Baiklah karena kau tidak ingin berbicara, rapat kali ini cukup sampai disini dulu, tolong Manager keuangan keruangan direktur." Alex pun berdiri dan meninggalkan ruang rapat.
Manager keuangan kini berada di dalam ruangan direktur, dia pun memohon-mohon untuk tidak di penjarakan oleh Alex. "Aku memberimu pilihan mengakui atau hukumanmu akan berat."
Manager keuangan itu pun mengakui semuanya termasuk keterlibatan ketua bagian keuangan, Alex mengepalkan telapak tangannya untuk menahan emosinya. Ketua bagian Keuangan kini berada dalam ruangan direktur, Alex menatap tajam kepada dua orang di depannya.
"Kalian berdua di pecat tanpa pesangon sepeserpun, jadi silahkan keluar dari ruangan saya." Kedua orang itu pun mengangguk dan segera pergi dari ruangan direktur.
Alex menghempaskan tubuhnya di sofa, pikirannya berada di tempat lain. "Tuan muda anda harus makan siang dulu."
"Baiklah, kita akan makan siang di restoran yang berada di dekat sini."
Alex dan Gio pun meninggalkan ruangan dan turun ke lobby lalu keluar untuk makan siang.
****
Disekolah Kavin kembali di dekati oleh gadis kecil yang bernama Echa, tapi tetap saja Kavin tak menghiraukanya.
"Kak Kavin, Echa sangat suka dengan kakak." Echa kini sudah duduk di depan Kavin.
"Kamu siapa?" Kavin melihat Echa dengan acuh tak acuh.
"Aku yang kemar-."
"Jangan menggangguku, aku tidak mengenalmu." Kavin pun berdiri dan pergi meninggalkan gadis kecil itu.
"Aku akan tetap mendekatimu."
****
Kanaya dan Jenni tengah asyik membuat cake di dapur, karena persediaan kue dan cake di etalase tinggal sedikit.
"Kanaya, kamu buat adonannya saja biar aku yang memanggangnya." Ucap Jenni.
Kanaya pun membuat banyak adonan kue, setelah selesai membuat adonan kue Kanaya pun keluar dan mengatur posisi kue-kuenya.
Ting, bel di pintu toko berbunyi tanda ada pengunjung datang.
Kanaya langsung menyambutnya tanpa melihat siapa yamg datang, "Selamat datang di tok-." Kanaya terkejut melihat pengunjung yang datang, tubuhnya gemetar menatap orang itu yang masih berdiri di pintu masuk.
"Kanaya siapa?" Jenni pun keluar menghampiri Kanaya, dia pun melihat kearah pintu.
Bersambung.....
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..