NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Bullying dan Balas Dendam / Pengantin Pengganti / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. GADIS KESAYANGAN

Permaisuri berdiri tepat di hadapan Liora.

Sosoknya tinggi dan anggun, balutan gaun kekaisaran berwarna gelap berpadu dengan kipas emas yang menutupi setengah wajahnya. Dari balik kipas itu, sepasang mata tajam mengamati Liora seolah ingin menelanjanginya, bukan secara fisik, melainkan menembus lapisan ketenangan yang selama ini Liora bangun.

Nama wanita itu adalah Permaisuri Seraphina.

Perempuan yang dikenal bukan hanya sebagai istri Kaisar, tetapi sebagai simbol kecerdasan, kecantikan, dan kekuasaan yang setara, bahkan sering kali lebih ditakuti dari pada suaminya sendiri.

"Beraninya," ucap Seraphina dingin.

Satu kata.

Namun cukup membuat udara di ruangan itu menegang.

Alaric langsung waspada. Bahunya menegang, naluri militernya siaga penuh. Ia melangkah setengah langkah ke depan tanpa sadar, seolah bersiap melindungi Liora dari apa pun yang akan datang.

Namun ...

Permaisuri menutup kipasnya.

Gerakan itu lembut. Hampir santai.

Lalu, sebelum siapa pun sempat bereaksi, Seraphina mengangkat kedua tangannya dan merengkuh wajah Liora dengan penuh perhatian.

Nada suaranya berubah total.

"Kenapa kau jadi kurusan, Liora," kata Permaisuri pelan namun penuh emosi. "Apa Alaric memperlakukanmu buruk? Apa kau tersiksa di kediaman Duke?"

Jempol Seraphina mengusap pipi Liora perlahan, matanya memeriksa dengan cermat seperti seorang ibu yang memeriksa keadaan putrinya.

"Katakan padaku," lanjut sang Permaisuri, suara itu kini bergetar marah, "siapa yang berani membuatmu stres sampai berat badanmu turun seperti ini."

Liora hanya berkedip.

Tenang di luar. Namun di dalam, Liora sudah tahu, ini pasti terjadi.

Sebelum ia sempat membuka mulut, Permaisuri sudah berbalik menatap Alaric dengan sorot mematikan.

"Apa yang kau lakukan pada Liora sampai dia kurusan seperti ini?!" bentak Permaisuri. "Kau membuatnya menderita di kediamanmu, bukan?!"

Alaric terdiam.

Bukan karena takut, melainkan karena benar-benar bingung.

"Apa? Aku tidak melakukan apa pun," kata Alaric pelan.

Kaisar yang sejak tadi mengamati justru tertawa kecil, suaranya menggema di ruangan.

"Aku tahu kau pasti bingung, Alaric," mata Kaisar.

Alaric menoleh. "Yang Mulia, ada apa sebenarnya ini?"

Kaisar menyandarkan punggungnya santai. "Ah, rupanya kau benar-benar tidak tahu. Liora adalah gadis kesayangan Permaisuri."

Alaric semakin tidak mengerti.

Kaisar lalu menjelaskan dengan suara lebih tenang, "Liora dulu adalah salah satu kandidat Putri Mahkota. Ia tinggal lama di istana ini sejak kecil."

Mata Alaric membesar sedikit.

"Status itu kami lepaskan," lanjut Kaisar, "bukan karena kami tidak percaya pada Liora. Tapi karena situasi di kediaman Count Montclair dan rumor tentang Liora semakin tidak terkendali dan jika status Liora tidak dilepaskan maka dia akan jadi bulan-bulanan bangsawan."

Permaisuri memeluk Liora erat.

"Sudah kukatakan," ucap Permaisuri marah, "penggal saja kepala mereka yang membuat rumor tidak masuk akal itu. Berani sekali mereka menjelek-jelekkan Liora."

Kaisar menghela napas. "Kau tahu sendiri, walau kita penguasa negeri, kita tidak bisa bertindak sembarangan."

Seraphina mengelus rambut Liora lembut, lalu menariknya duduk di sampingnya.

Kaisar memberi isyarat pada Alaric untuk ikut duduk.

Alaric masih memeroses semuanya.

Gadis kandidat putri mahkota.

Gadis kesayangan permaisuri.

"Kenapa aku tidak tahu tentang Liora kalau dia sering di istana dulu?" kata Alaric.

"Karena kau tidak pernah tertarik pada apa pun selain dirimu selama ini," tukas Permaisuri.

Permaisuri menatap Alaric tajam. "Ibu Liora, Lady Elenor Aurelion, adalah adik sepupuku yang sudah seperti adikku sendiri."

Alaric terhenyak.

"Count Montclair melihat Elenor saat ia berkunjung ke istana ketika Elenor," lanjut Seraphina dingin. "Ia langsung menyukainya, atau lebih tepatnya, melihat peluang. Ia bersikeras menikahinya."

Nada suaranya mengeras. "Elenor menerimanya, tapi Count itu hanya memanfaatkannya untuk urusan bisnis dengan negeri asal kami."

Alaric teringat.

Permaisuri Seraphina memang berasal dari kerajaan lain, Kerajaan Aurelion, negeri yang terkenal dengan perempuan-perempuan cantik dan cerdas.

Permaisuri menatap Alaric tanpa berkedip. Tajam seolah ingin menelan sang Duke. "Aku masih belum memaafkanmu karena berani meninggalkan keponakanku sendirian di altar," katanya.

Wajah Alaric memucat. Ia sadar kalau ia salah waktu itu.

"Beruntung Kaisar sudah menjelaskan, jika tidak aku sendiri yang akan memotong kakimu," lanjut Seraphina lebih dingin lagi, "Namun, aku jauh lebih tidak bisa memaafkan mereka yang mempermalukan Liora dengan gaun pernikahannya."

Liora akhirnya buka suara. "Aku dengar kau membuat bangkrut penjahit dan semua orang yang terlibat, Yang Mulia."

"Tentu saja," jawab Seraphina tanpa ragu. "Berani sekali mereka mempermalukanmu di depan publik."

Permaisuri mendengus, lalu melanjutkan,"Dan kenapa kau diam saja? Aku melihatnya saja sudah ingin menarik rambut mereka."

Liora tertawa kecil. "Karena lebih mudah bertindak seperti orang bodoh, Yang Mulia. Bukankah kau yang mengajarkanku begitu?"

Permaisuri terdiam, lalu memeluk Liora lagi.

"Gadis kecilku yang malang. Aku sudah mengurus Countess Montclair. Karena aku tahu itu pasti ulahnya," kata Permaisuri.

"Kau melabraknya?" tanya Liora, membayangkan sang Permaisuri melabrak seorang Countess.

Seraphina tersenyum sinis. "Ya, tapi dia membantah. Katanya gaun itu pilihanmu. Dia pikir aku bodoh. Dan dia bahkan merekomendasikan anak perempuannya sebagai Putri Mahkota. Perempuan yang bahkan gemetar berdiri di depanku, bagaimana bisa berhadapan dengan kerajaan lain untuk diplomasi."

Alaric mengusap pelipisnya. "Terlalu banyak informasi baru untukku."

Kaisar tertawa lepas. "Kau terlalu kaku seperti biasa, Alaric. Tapi wajar saja, karena kau lebih banyak menghabiskan waktu di wilayah Utara dibandingkan ibukota."

Alaric menatap Kaisar tajam. "Jangan bilang, kau sengaja menikahkanku dengan Liora karena kalian tahu semuanya sejak awal?"

"Tentu saja," jawab Kaisar ringan. "Kau pikir aku akan menikahkan adikku dengan perempuan sembarangan?"

Permaisuri menambahkan, "Pernikahan adalah cara tercepat membebaskan Liora dari Count."

Liora mengangguk. "Aku tahu itu. Tapi aku tidak menyangka akan dengan Duke Alaric."

Kaisar tersenyum tipis. "Itu karena reputasi Duke, jika Duke yang terkenal kejam melamar putri Count, adik tirimu tidak akan berani mendekat dan pasti menolak."

Liora mengangguk karena memang begitu.

Kaisar menatap Alaric serius. "Dan tidak ada pria yang lebih berkuasa setelah aku selain dirimu."

Liora berkata pelan, "Aku terkejut saat itu."

"Aku tidak ingin permata sepertimu hancur di tangan Count," jawab Kaisar jujur.

Liora lalu duduk lebih tegak. "Berbicara tentang Count ... aku mendapat informasi bahwa dia menjalin kerja sama dengan kerajaan musuh. Pertemuan mereka terjadi di penginapan pinggiran wilayah Count."

Semua terdiam.

Kaisar menggeram. "Dia semakin berani."

Alaric menatap Liora tajam. "Bagaimana kau tahu?"

Permaisuri menoleh ke Liora.

Liora menggeleng kecil dengan tatapan; Alaric tidak tahu apa pun tentang ini.

"Akan kuceritakan nanti," kata Liora ke Alaric.

Wajah Alaric mengeras, namun ia mengangguk.

"Aku akan mengirim orang untuk mengawasi Count" kata Kaisar. "Alaric, bersiaplah untuk hal terburuk."

"Baik," jawab Alaric.

Permaisuri menambahkan, "Aku juga mencium pergerakan aneh dari Countess. Ia sering bertemu keluarga House Verdanth, kelompok bangsawan yang kontra kerajaan."

"Aku akan mengirim yang lain untuk mengawasinya juga," kata Liora.

Kaisar mengangguk puas.

Alaric mendengarkan semuanya, dan untuk pertama kalinya, ia menyadari.

Istrinya bukan perempuan bodoh.

Liora hanya memilih tidak terlihat dan tidak menarik perhatian.

Tanpa sadar, Alaric tersenyum. Jantungnya berdegub kencang saat tahu betapa luar biasanya Liora, istrinya.

Kaisar dan Permaisuri saling pandang, lalu tersenyum kecil ketika melihat perubahan wajah Alaric.

Namun Seraphina kembali menatap Liora cemas. "Kau yakin diperlakukan baik? Kau tidak kelaparan?"

"Aku tidak membuatnya kelaparan, kau membuatku seolah pria yang kejam," protes Alaric.

"Bukankah kau memang kejam," balas Seraphina santai.

Alaric mengernyit.

Liora tersenyum canggung. "Aku hanya sedang diet karena-"

"Karena Countess meracuninya," potong Alaric. "Dengan penggemuk hewan ternak dari wilayah timur."

Liora melotot ke Alaric, padahal Liora berusaha hati-hati.

Dan benar saja ...

"Apa?!" Permaisuri bangkit berdiri. "Racun?! Penggemuk hewan?!"

Alaric mengangguk.

"Berani sekali wanita itu melakukannya pasa keponakanku!" Seraphina murka.

"Aldren bilang kalau Liora sudah mengkonsumsinya selama bertahun-tahun dalam bentuh teh. Dan itu berefek buruk dan jelas mengarah ke kematian," jelas Alaric.

Wajah Kaisar menggelap. "Itu rencana pembunuhan."

Permaisuri mengepalkan tangan. "Countess takut bersaing. Perempuan Aurelion selalu menarik perhatian. Sejak dulu dia memang iri dengan Elenor, bahkan sampai mengambil Count dari Elenor."

Alaric mengerti. Seraphina sendiri adalah bukti hidupnya.

"Aku akan membuat Countess membayar," ujar Permaisuri dingin.

"Biar aku saja, Yang Mulia," kata Liora tenang. "Jangan sampai bangsawan lain melihat memihak satu orang, itu akan jadi kelemahan Anda."

Seraphina menatap Liora lama, lalu memeluknya.

"Katakan apa pun yang kau butuhkan. Aku akan berusaha lakukan, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan untuk menjaga janjiku pada ibumu," kata Permaisuri.

Liora mengangguk.

Namun ....

Pintu ruangan terbuka.

Seorang pria tinggi berambut pirang masuk dengan langkah cepat.

Dari tampilannya jelas kalau pria itu adalah Putra Mahkota.

"Liora!”

Sang Putra Mahkota langsung memeluk Liora erat. "Aku merindukanmu."

Dan seketika ...

Aura Alaric berubah.

Dingin.

Membeku.

Urat di dahinya menegang saat ia menatap istrinya dipeluk pria lain.

1
Eli Rahma
lanjuut kak
Archiemorarty: ditunggu updatenya, udah otw di jam 3 sama jam 6 ya kak 🤭🥰
total 1 replies
Ummu Dzaky
istri ny pingin kurus suaminya suka yg gembil2😁😁😁
Archiemorarty: Karena gx semua laki suka perempuan kurus 🤭
kalau kata mereka yang kurus gx enak dipeluk 🤭
total 1 replies
Amaya Fania
mau liat liora balas dendam dan jadi kurus
Archiemorarty: Ohoho.. sebentar lagi ya drama balas dendam dimulai 🤭
total 1 replies
Jelita S
Alaric kehilangan pipi gembul yg menggemaskan😄😄😄😄😄😄
Archiemorarty: Pipi gembul itu enak dicubit 🤭
total 1 replies
Ir
wkwkwk Alaric be like : kenapa istriku kurus hah!! apa kalian tidak memberinya makanan yang baik!! 🤣🤣

btw aku ngebayangin, kalo seandainya di masa Alaric udah ada HP, lagi perang sambi live streaming : hay guys kita lagi siapp² mau perang nih, kita mau musnahin moster, nanti aku kasih tau yaa monster nya itu seperti apa
🤣🤣🤣
Archiemorarty: Ya Tuhan, bisa bisanya kepikiran begitu 🤣
total 2 replies
Miss Typo
huaaaaaa aku nangis lagi tangis haru bahagia 😭

hbs nangis ketawa ngakak saat baca
Pipi gembul kesayangan Alaric... menghilang. 🤣🤣🤣
Archiemorarty: aku juga iya ngakak bagian itu pas nulisnya 🤣
total 1 replies
Maria Lina
lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐰𝐚𝐡 𝐋𝐢𝐨𝐫𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐬𝐞𝐦𝐛𝐮𝐡 𝐝𝐫 𝐫𝐚𝐜𝐮𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐦𝐮𝐤 😊😊😊👏👏👏👏
Archiemorarty: Hahaha...tentu aja 😎
total 1 replies
Miss Typo
semoga berhasil dan berjalan dgn lancar
Miss Typo: harus bukan semoga 🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐋𝐢𝐨𝐫𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐮😭😭😭
Ir
teruss komporin terus aja Arram biar makin menyala, nanti aku tambahin pertamax Turbo 🤣🤣
Archiemorarty: Nah kan kan...pahamlah ya gimana ntar 🤭🤣
total 3 replies
Miss Typo
kalau sampai Liora tau keadaan Alaric, pasti dia akan menyusul dgn kemarahannya dia pasti maju ikut menyerang.
semoga Alaric baik² saja, othor membuyku menangis lagi 😭
Miss Typo: iya dia selalu kuat 😁
total 2 replies
Jelita S
Alaric harus selamat biar lihat Liora yg kirisan🤣
Archiemorarty: Nah kan 🤣
total 1 replies
Miss Typo
Alaric dah bucin pakai banget ke istri tercinta nya 🤣
Archiemorarty: Oh, harus banget ini mah 🤭
total 1 replies
Jeng Ining
aq tuh ngebayangin pasukan Aragon Legolas dn temen²nya.. dn Liora pun jd kebayang si cewek yg ngebunuh musuh yg tidak ada seorg pria pun yg mampu membunuhnya🙈
Jeng Ining: /Angry//Angry//Angry//Angry/
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐤𝐞𝐭𝐮𝐚 𝐚𝐥𝐛𝐞𝐫𝐢𝐨𝐧 𝐭𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐮 😡😡😡
Eli Rahma
moga alaric gpp
Archiemorarty: semoga ya 🤭
total 1 replies
Ummu Dzaky
baru mulai perang udah d panah😱😱
ommoooo
Archiemorarty: Hahaha...biar seru 😗
total 1 replies
Yuli Budi
moga-moga selamat alaric ... lilola kalo mendengar pasti akan nyusul
Archiemorarty: Jangan sampai dia dengar /Cry/
total 1 replies
Nung_che
menunggu saat liora ikut turun tangan menggenggam pedang,, kira2 terjadi gak hal yg spt itu 🤔🤭
Archiemorarty: Siap 🥰
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!