Seribu tahun setelah Era Kegelapan yang hampir menghancurkan tatanan alam semesta, Yun Tianxing—kultivator tertinggi dan penjaga keseimbangan antara Dunia Bawah dan Dunia Dewa—menemukan dua artefak legendaris: Darah Phoenix Abadi dan Jantung Naga Suci. Dalam upaya untuk memperkuat diri agar bisa mengantisipasi ancaman tersembunyi, ia memakan jantung naga dan meminum darah phoenix. Namun, kombinasi kekuatan kedua makhluk mistik tersebut terlalu besar untuk tubuhnya, menyebabkan guncangan hebat yang mengancam nyawanya. Sebelum meninggal, ia menciptakan sebuah benih ajaib, memasukkan seluruh energi Qi dan pengetahuan kultivasinya ke dalamnya.
Benih itu jatuh ke Dunia Fana dan memasuki tubuh Haouyu, putra mahkota Kekaisaran Lian yang baru lahir. Tak lama kemudian, kekaisaran keluarga Lian runtuh akibat peperangan besar dengan klan musuh. Untuk menyelamatkannya, ibunya menyerahkan dia kepada seseorang untuk membawanya meninggalkan istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 HEWAN MISTIS TINGKAT TRANSFORMASI TUBUH TAHAP MENENGAH
Saat matahari mulai bergeser ke arah barat dan bayangan semakin panjang, Haouyu merasa bahwa tubuhnya sudah mencapai batasnya. Otot-ototnya terasa pegal dan energi di dalam tubuhnya hampir habis. “Cukup untuk hari ini,” gumamnya sambil menyimpan alat latihannya ke dalam sarung yang terbawa. Namun, saat hendak berbalik untuk kembali ke arah keluar lembah, dia tiba-tiba merasakan adanya perubahan energi di luar gua.
Dia segera keluar dan melihat sosok besar yang muncul dari balik semak belukar di kejauhan. Sosok itu berbadan besar seperti singa dengan tanduk panjang yang melengkung ke belakang. Tubuhnya mengeluarkan energi yang sangat kuat hingga membuat tanah di sekitarnya bergoyang lembut. Mata makhluk itu menyala dengan warna merah pekat dan menghirup udara panas yang berbau khas belerang.
“Hewan sihir?” bisik Haouyu dengan waspada. Dia tahu bahwa hewan sihir adalah makhluk yang terbentuk dari energi alam yang terkonsentrasi dan memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda. Namun, hewan sihir yang bisa membentuk tubuh fisik seperti ini jelas memiliki tingkat kekuatan yang jauh lebih tinggi dari yang pernah dia dengar.
Makhluk itu mengeluarkan suara raungan yang menggema hingga membuat pepohonan di sekitarnya bergoyang dan batu kecil berguling ke bawah dari lereng gunung. Tanpa berlama-lama, makhluk itu melompat cepat menjauhi arah Haouyu dengan cakarnya yang panjang siap menyayat tubuhnya. Haouyu dengan cepat menghindar ke samping dan menyerang dengan cepat menggunakan energi Api yang terkonsentrasi di telapak tangannya. Namun, ketika menyentuh tubuh makhluk itu, terdengar suara seperti besi yang bertabrakan—seolah menyerang tembok baja yang sangat tebal.
“Hanya itu yang bisa kamu lakukan?” suara makhluk itu terdengar di dalam pikiran Haouyu dengan nada menghina. “Kamu mengganggu kedamaianku dengan kehadiranmu yang tidak diundang. Untuk itu, kamu harus membayar dengan darahmu.”
Tanpa memberi kesempatan untuk merespon, makhluk itu menyerang lagi dengan kecepatan yang lebih tinggi. Kali ini, ia tidak hanya menggunakan cakarnya tetapi juga mengeluarkan energi berwarna merah pekat yang melesat seperti kilat menuju Haouyu. Haouyu terpaksa melompat menghindar dan ketika energi itu menyentuh tanah di belakangnya, tanah langsung meleleh membentuk lubang dalam dengan asap hitam yang keluar darinya.
“Sangat kuat,” gumam Haouyu sambil mencari celah untuk menyerang balik. Namun, sebelum bisa melakukan apa-apa, cincin keluarga yang dikenakan di pergelangan tangannya mulai bergetar dengan kuat dan memancarkan cahaya keperakan yang lembut. Energi dari cincin itu mengalir ke seluruh tubuhnya, membuatnya merasakan kekuatan baru yang muncul dari dalam dirinya. Dia bisa merasakan setiap gerakan makhluk musuh dengan lebih jelas, bahkan bisa merasakan aliran energi di dalam tubuh makhluk itu.
“Baiklah,” ucap Haouyu dengan suara yang lebih mantap. “Mari kita lihat siapa yang lebih kuat.”
Dengan kekuatan baru yang mengalir dalam dirinya, Haouyu segera menyerang balik. Gerakan tangannya menjadi lebih cepat dan terkontrol, setiap serangan yang diberikan semakin tepat sasaran. Meskipun makhluk itu mampu menghindari sebagian besar serangan dan menyerang balik dengan kekuatan yang lebih besar, Haouyu kini bisa menghadapinya dengan lebih tenang.
Perkelahian berlangsung cukup lama dengan saling menyerang dan menghindari. Tanah di sekitar mereka hancur berkeping-keping akibat benturan energi yang kuat. Akhirnya, Haouyu menemukan celah di pertahanan makhluk itu—dia dengan cepat mengumpulkan energi Api dan Air secara bersamaan, kemudian menerapkannya dengan kuat pada bagian tengah tubuh makhluk itu. Makhluk itu mengeluarkan suara jeritan yang menyakitkan sebelum akhirnya tubuhnya mulai memudar dan berubah menjadi energi murni yang menyebar ke udara.
Sebelum benar-benar menghilang, suara makhluk itu terdengar kembali di benak Haouyu: “Kamu memiliki potensi besar, anak muda. Namun ini baru permulaan—di dalam lembah ini masih banyak hal yang bisa menguji kemampuanmu lebih jauh.” Setelah itu, energi tersebut benar-benar menghilang dan tersisa hanya hewan liar yang kembali berkeliaran di sekitarnya.
Haouyu berdiri diam sejenak sebelum melanjutkan langkahnya kembali ke arah luar gua. Tubuhnya terasa sangat lelah namun hatinya penuh dengan rasa puas—dia merasakan bahwa kekuatannya telah meningkat secara signifikan. Tanpa berlama-lama, dia segera melanjutkan perjalanannya kembali ke arah luar lembah untuk beristirahat sebelum melanjutkan latihan pada hari berikutnya. Namun, di benaknya muncul tekad yang semakin kuat—dia akan tetap berada di Lembah Iblis hingga merasa bahwa dirinya sudah cukup siap menghadapi setiap tantangan di kejuaraan antar sekolah.
...****************...
Setelah beristirahat sehari penuh untuk memulihkan energi yang terkuras dalam pertempuran kemarin, Haouyu memutuskan untuk menjelajahi bagian dalam Lembah Iblis yang lebih dalam. Peta kuno menunjukkan bahwa di sana terdapat sumber energi alam yang lebih pekat, yang disebut Sumur Energi Bumi Tua, yang dipercaya dapat membantu kultivator dalam menyelaraskan diri dengan aliran energi dasar dunia.
Dengan membawa perlengkapan yang sudah disiapkan sebelumnya, Haouyu memasuki jalur yang lebih sempit dan terjal. Pohon-pohon besar dengan batang yang menggeliat seperti ular menjulang tinggi, menutupi sebagian sinar matahari sehingga jalanan di bawahnya menjadi samar dan dingin. Udara di sekitarnya terasa lebih padat dengan energi, bahkan terkadang bisa dilihat melintas sebagai kilatan cahaya tipis berwarna kebiruan dan keemasan.
Setelah berjalan sekitar dua jam, Haouyu tiba di sebuah lembah kecil yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi dengan beberapa celah yang memancarkan cahaya hangat. Di tengah lembah tersebut, terdapat sebuah kolam kecil dengan air yang bening sekali hingga bisa melihat dasar kolam yang penuh dengan kristal berkilau. Namun, sebelum dia bisa mendekat ke kolam, sebuah bayangan besar tiba-tiba muncul dari balik salah satu tebing dan menghalangi jalannya.
“Siapa yang berani memasuki wilayahku?” suara yang dalam dan penuh dengan kedalaman energi terdengar bergema di seluruh lembah. Ketika bayangan itu bergerak ke depan, Haouyu bisa melihat dengan jelas sosok makhluk yang berdiri di depannya.
Itu adalah seekor Singa Api Berbulu Emas dengan tubuh yang jauh lebih besar dari singa biasa. Badannya dipenuhi dengan bulu yang menyala dengan nyala api yang lembut namun penuh dengan kekuatan, dan matanya berwarna merah menyala seperti permata. Di antara kumisnya, terdapat dua tanduk kecil yang memancarkan cahaya keemasan, dan sayap seperti kelelawar yang tipis namun kuat terlipat di belakang punggungnya.
“Hewan mistis tingkat transformasi tubuh tahap menengah,” bisik Haouyu sambil mengendurkan tubuhnya, siap menghadapi bahaya apa pun. Dia tahu bahwa makhluk pada tahap ini sudah bisa mengendalikan energi alam dengan sangat baik dan bahkan bisa berbicara dengan bahasa manusia melalui telepati.
“Kamu seorang kultivator muda,” kata singa itu dengan mata yang mengamati Haouyu dari atas ke bawah. “Aku adalah Fenrir, penjaga Sumur Energi Bumi Tua. Banyak yang datang ke sini dengan tujuan yang berbeda—beberapa untuk mendapatkan kekuatan dengan cara yang salah, namun aku melihat bahwa hatimu murni dan penuh dengan tekad yang kuat. Namun, itu tidak cukup untuk membolehkan mu menggunakan sumur tersebut.”
“Tuan Fenrir,” ucap Haouyu dengan sopan sambil membungkuk sedikit. “Saya datang ke sini bukan untuk mengambil energi secara sembarangan, melainkan untuk melatih diri dan meningkatkan kemampuan saya agar bisa menghadapi Kejuaraan Antar Sekolah Kultivasi. Saya berjanji tidak akan menyalahgunakan kekuatan yang saya dapatkan dari sini.”
...~BERSAMBUNG~...