NovelToon NovelToon
Kupinang Dengan Istighfar

Kupinang Dengan Istighfar

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Suami ideal / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Genap 31 tahun usianya, Rafardhan Faaz Imtiyaz belum kembali memiliki keinginan untuk menikah. Kegagalan beberapa tahun lalu membuat Faaz trauma untuk menjalin kedekatan apalagi sampai mengkhitbah seorang wanita.

Hingga, di suatu malam semesta mempertemukannya dengan Ganeeta, gadis pembuat onar yang membuat Faaz terperangkap dalam masalah besar.

Niat hati hanya sekadar mengantar gadis itu kepada orang tuanya dalam keadaan mabuk berat dan pengaruh obat-obatan terlarang, Faaz justru diminta untuk menikahi Ganeeta dengan harapan bisa mendidiknya.

Faaz yang tahu seberapa nakal dan brutal gadis itu sontak menolak lantaran tidak ingin sakit kepala. Namun, penolakan Faaz dibalas ancaman dari Cakra hingga mau tidak mau pria itu patuh demi menyelamatkan pondok pesantren yang didirikan abinya.

.

.

"Astaghfirullah, apa tidak ada cara lain untuk mendidik gadis itu selain menikahinya?" Rafardhan Faaz Imtiyaz

Follow Ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 06 - Mulai Pagi dengan Istighfar

Tak salah dengar, Ganeeta memanggil Faaz dengan sebutan Mas, sesuai dengan perintah orang-orang terdekatnya. Meski Faaz paham Ganeta melakukan hal tersebut lantaran ada maunya, bagi Faaz sama sekali tidak masalah.

"Gambar?" tanya Faaz kembali memastikan.

"Iya, gambar ... bisa?"

Tak lekas menjawab, Faaz berpikir sejenak. "Ehm bisa sedikit-sedikit," akunya kemudian.

Sedari dulu Faaz memang mencintai seni dan memang berprestasi. Cukup banyak piagam penghargaan yang dia dapati dari skill-nya sejak usia dini.

Seketika itu, pengakuan Faaz membuat Ganeeta tersenyum dan merasa ada harapan untuknya bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat.

"Kalau gitu, minta tolong gambarin bisa?" Kembali dia bertanya dengan mata bulat dan memperlihatkan wajah imut yang kerap dia jadikan senjata tatkala meminta sesuatu pada papinya.

"Gambar? Gambar apa?" tanya Faaz sedikit khawatir yang digambar justru di luar ekspektasinya.

"Anatomi ginjal."

"Hah?" Mata Faaz seketika membulat sempurna.

Meski sudah menduga Ganeeta tidak akan memintanya menggambar keindahan alam atau semacamnya, tapi Faaz tetap terkejut.

"Anatomi ginjal?"

"Iya, aku kasih contohnya ... bentar," ucapnya kemudian mengambil buku yang lain sebagai referensi.

Sebenarnya Faaz tahu, walau memang tidak sedetail itu, tapi dulu juga dia pernah belajar. Hanya saja, untuk kategori anak kedokteran tentu saja harus dilukis dengan sedetail mungkin.

"Nah gini, tidak perlu mirip seratus persen, asal jelas ... aku mau ngerjain yang lain, nanti kalau sudah aku lanjutin nulis bagian-bagiannya," jelas Ganeeta dengan begitu santainya membagi tugas kepada Faaz.

Padahal, jelas-jelas semua ini adalah tanggung jawabnya. Lagi pula, tugas tersebut sudah diberikan dari minggu lalu dan Aruni - sahabat sekaligus keponakan Ganeeta sudah memperingatkannya hampir setiap waktu.

Dasar Ganeeta saja yang malas. Beralasan badmood, kini berakhir merepotkan Faaz. Beruntungnya, pria itu tak terlihat keberatan dan bersedia untuk memenuhi permintaannya.

Begitu mendapat persetujuan, Ganeeta bergegas menarik kursi di meja rias untuknya dan mempersilakan Faaz untuk di kursi yang biasa dia gunakan sewaktu belajar.

Mereka kini bekerja sama dengan tugas yang berbeda. Faaz mulai menggoreskan pensil kemudian mengikuti contohnya dengan begitu teliti. Sementara itu, sesuai dengan kesepakatan Ganeeta menyelesaikan tugas yang lain.

Sesekali Ganeeta mengintip progres gambaran Faaz. Di menit-menit pertama Ganeeta agak pesimis, tapi semakin lama hasil goresan tangan Faaz semakin menyala.

Terlebih lagi, sewaktu sudah diberi cat warna. Mulut Ganeeta sampai menganga, tak dia duga bahwa Faaz memiliki bakat terpendam yang sedari dahulu benar-benar Ganeeta inginkan.

"Selesai!!" ucap Faaz menyerahkan hasil kerjanya.

"Wah keren, kok bisa semirip itu?" Ganeeta menatap gambaran Faaz penuh kekaguman.

"Suka?"

"Suka, suka sekali!!" jawab Ganeeta seraya mengangguk cepat.

Untuk pertama kalinya, Faaz melihat senyum indah itu terbit di wajah cantik Ganeeta. Terlihat sangat bahagia dan tenang dengan hasil gambarnya, tapi ternyata hanya sesaat karena beberapa detik kemudian dia kembali terdiam.

"Kenapa?"

"Tapi ini kebagusan, nanti ketahuan kalau minta dibuatin," ucap Ganeeta seraya menghela napas panjang.

Diikuti oleh Faaz yang melakukan hal sama, sungguh dia tidak punya tenaga jika harus mengulang.

"Ah tapi biarin, bilang saja mood-nya lagi bagus malam ini," lanjut Ganeeta lagi.

Dia yang bingung, dia juga yang kemudian mendapatkan jawaban atas hal itu. Usai menerima gambarnya, Ganeeta lanjut memberikan keterangan dan penjelasan dari beberapa bagian anatomi tersebut.

Kembali fokus, Ganeeta benar-benar mengejar waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut. Kacamata yang bertengger di hidung bangirnya membuat Ganeeta tampak seperti anak baik-baik.

Jika sedang begini, mungkin orang lain tidak akan pernah mengira bahwa Ganeeta senakal dan seli-ar itu di luar sana.

Menurut pengakuan Papi Cakra, meski Ganeeta kehilangan arah, dia masih nekat memiliki cita-cita. IQ-nya tidak begitu rendah, tapi tidak bisa dibilang genius juga.

Standar saja, dia hanya butuh sedikit latihan untuk melatih kemampuannya. Akan tetapi, malam ini Faaz bisa melihat keseriusan Ganeeta dalam memperjuangkan masa depan.

Dan, dari sini juga Faaz bisa menarik kesimpulan bahwa sang istri hanya salah pergaulan. Jika saja dia tidak berteman dengan anak-anak punk itu, tidak akan ada ceritanya Ganeeta berani mabuk bahkan mulai berkenalan dengan obat-obatan terlarang.

"Akhirnya kelar juga, ah pinggangku." Ganeeta menepuk-nepuk pinggangnya lantaran dirasa agak pegal karena fokus menulis tanpa henti.

"Capek?"

Ganeeta mengangguk, lagi dan lagi dia menguap begitu lebar dengan mata yang kini berair hingga Faaz memerintahkannya untuk tidur segera.

Sama seperti sebelumnya, Ganeeta patuh lagi dan segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tugas yang tadi dia kerjakan terpaksa Faaz rapikan karena masih berserakan di atas meja.

Baru setelah semua tuntas, Faaz ikut naik ke atas tempat tidur dengan hati-hati lantaran khawatir yang punya kamar terganggu.

"Mas Faaz makasih ya ...."

"Heum?" Kening Faaz berkerut. Jelas-jelas mata Ganeeta sudah terpejam, tapi barusan dia mendengar suara seraknya.

"Makasih," ulang Ganeeta dan kali ini, Faaz melihat sendiri bibirnya berucap hingga yakin betul bahwa tidak sedang berhalusinasi.

.

.

Faaz kembali tersenyum sebelum benar-benar menutup hari. Ucapan terima kasih tanpa diminta dari sang istri agaknya teramat berarti.

Hingga, tubuhnya yang lelah juga harus diistirahatkan. Masih ada waktu sedikit sebelum fajar menjelang, Faaz harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena esok hari dia harus mengantar Ganeeta ke kampus.

Perlahan, mata Faaz terpejam dan mulai tenggelam menyusuri lautan mimpi. Namun, rasanya baru saja mulai menikmati tiba-tiba terhenti tatkala mendengar Isak tangis seorang wanita di sebelahnya.

"Huuuuuuuuaaaaa, Mami!!!"

Tangis itu kian menjadi, dan begitu Faaz mengusap matanya pria itu baru sadar isak tangis yang tadi dia dengar di alam mimpi adalah tangisan Ganeeta.

Waktu masih menunjukkan pukul empat pagi, tapi jeritan tangis Ganeeta sudah mengalahkan kokok ayam saking histerisnya.

Sembari duduk dengan memeluk lutut erat-erat, air mata di pipi terus mengalir dan tentu hal itu membuat Faaz khawatir.

"Ganeeta?"

"Hei, kamu kenap_"

"Jangan sentuh aku!!" teriaknya melengking sembari menepis tangan Faaz yang hendak menyentuhnya.

"Iya-iya, tapi kamu kenapa? Mimpi buruk? Ada yang sakit atau ap_"

"Aku bilang jangan sentuh aku!!"

"Iya tidak, cepat katakan ...."

"Dengar ya, hanya karena kita sudah menikah bukan berarti kamu bisa seenaknya!! Sudah kubilang_ aaarrrrrrgggghhhh!! Menyebalkan, yang aku takutkan terjadi, 'kan," cerocosnya panjang lebar kemudian berlari menuju kamar mandi.

Meninggalkan Faaz yang masih terdiam di atas tempat tidur lantaran bingung salahnya dimana lagi. Hingga, dia segera turun dan bermaksud merapikan tempat tidur.

Saat menyingkap selimut itu pula Faaz mendapati jawaban kenapa istrinya mendadak kerasukan.

"Astaghfirullah ya Allah ... dia yang datang bulan, aku yang gila," ucap Faaz seketika membuang napas kasar sembari terus menatap bercak da-rah di hadapannya.

.

.

- To Be Continued -

1
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
anet si biang kerok 😂👻
Choirun Nisa
Bagus2
Nia Nara
Akmal terlibat ? Manusia kadang bisa sebangke itu
Nia Nara
Curiga fandy affair sama maureen
novita rahma
sumpah ngakak😭😭
Ayu Kusumawan
ahhhh kiyutttt😍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙚𝙚𝙝𝙝𝙝... 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙗𝙞𝙨 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙤𝙣𝙘𝙝𝙖𝙥-𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙝𝙤𝙧.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuunn akmal asal jeplak aja.. pake disebut jg al4t tempur laki².😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
manjanya ganeeta nurun ke ara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
disuruh lebih sabar lagi sama allah sapa tau dgn trs ikhtiar tar dpat doble babynya.🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kualat tuh krn ngebantah suami padahal sudah dilarang tp ngeyel jdnya gitu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah kenapa kartika tak di tuntut n dipenjarakan atas pencemaran nama baik kok malah di bebasin padahal sudah fatal sampe memalsukan tes dna n hampir buat rumah tanggamu n ganeeta hancur.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhh kenapa tuh dgn aruni, apa ada hubungannya sama ganendra ya krn sikapnya berubah total sama ganeeta.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝑚𝑎𝑚𝑖 𝑎𝑚𝑒𝑒𝑟𝑎 𝑒𝑔𝑜𝑖𝑠 𝑛𝑔𝑒𝑙𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑎𝑛𝑒𝑒𝑡𝑎 ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙 𝑡𝑝 𝑑𝑖𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑗𝑔 ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑟𝑝𝑢𝑛 𝑘𝑟𝑛 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑏𝑜𝑙𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑖𝑠𝑛𝑦𝑎 𝑙𝑏ℎ 𝑏𝑖𝑗𝑎𝑘 𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑐𝑚 𝑘𝑟𝑛 𝑔𝑎 𝑚𝑎𝑢 𝑑𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑢𝑑ℎ 𝑡𝑢𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑎 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑔𝑎 ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙 𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑒ℎ
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝑎𝑚𝑝𝑢𝑢𝑛𝑛 𝑠ℎ 𝑚𝑠ℎ 𝑑𝑖𝑏𝑎ℎ𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑠ℎ𝑜𝑙𝑎𝑡 𝑦𝑔 𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑠𝑒𝑚𝑝𝑢𝑟𝑛𝑎, 𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑎𝑛𝑒𝑒𝑡𝑎, 𝑎𝑟𝑢𝑛𝑖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑖𝑝𝑒𝑛𝑐𝑎𝑖𝑟 𝑎𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑒𝑘𝑠𝑖𝑝𝑢𝑛 𝑙𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔2 𝑔𝑎𝑛𝑒𝑒𝑡𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑢𝑙𝑎ℎ.😄😄👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑢𝑢𝑛𝑛 𝑙𝑔 𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑒𝑟𝑖𝑢𝑠2 𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑛𝑔𝑎𝑘𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 𝑏𝑎𝑏 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑖 𝑐𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙 𝑔𝑎𝑚𝑒𝑒𝑡𝑎 𝑦𝑔 𝑙𝑔 𝑛𝑔𝑢𝑝𝑖𝑛𝑔... 𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑗 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑘𝑢𝑎𝑛.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ℎ𝑚𝑚𝑚 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑙𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑚𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑟𝑘ℎ𝑖𝑎𝑛𝑎𝑡 𝑠𝑚 𝑓𝑎𝑎𝑧
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝑏𝑒𝑛𝑒𝑟 𝑎𝑛𝑒𝑒𝑡 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑡𝑟𝑠 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑛𝑑𝑎2 𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑙𝑔𝑠𝑔 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑎𝑖 𝑘𝑟𝑛 𝑟𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎 𝑖𝑡𝑢 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑝𝑟𝑒𝑑𝑖𝑘𝑠𝑖 𝑦𝑔 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔2𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒ℎ𝑎𝑛𝑑𝑙𝑒 𝑙𝑔 𝑘𝑟𝑛 𝑎𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑐𝑏 𝑢𝑟𝑎𝑖 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑚𝑢𝑚𝑝𝑢𝑛𝑔 𝑎𝑘𝑚𝑎𝑙 𝑎𝑑𝑎 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑟𝑠 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡 𝑠𝑚 𝑠𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑢𝑎𝑘 𝑗𝑔, 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑏𝑙𝑜𝑠𝑖𝑛 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑡𝑢ℎ 𝑠𝑖 𝑏𝑖𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑟𝑜𝑘 𝑘𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑠𝑚 𝑓𝑎𝑛𝑑𝑦 𝑘𝑟𝑛 𝑎𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑓𝑖𝑡𝑛𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑚𝑢.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!