NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi Wanita / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Luna, seorang mahasiswi jurusan teknologi informasi semester akhir selalu begadang mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk. Suatu malam ia tertidur di meja belajar bersama tumpukan kertas-kertas nya lalu tiba-tiba ia merasa seperti jatuh dari kursi. Tapi saat ia membuka matanya rupanya ia berada di dalam tubuh seseorang yang mirip dengannya. Ia yakin itu bukan dirinya yang sebelumnya. Tempat itu juga sangat asing baginya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang pria tampan berparas lembut berbicara padanya. "Annette, kau sudah lebih baik ? Bangunlah, aku membuatkan mu sarapan,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama sebuah kalung

Acara selesai sudah dan Annette memutuskan menunggu semua orang untuk pulang agar ia bisa memberi pelajaran pada Emilie. Ia tidak mau memintanya baik-baik sebab sejak tadi kedua ibu dan anak itu tau jika ada dirinya namun mereka enggan mengembalikan kalung tersebut.

Annette menyuruh Leon untuk berbincang dengan kedua mempelai. Untuk kali ini ia tidak mau cemburu dulu. Urusannya dengan Emilie harus selesai.

Sejak tadi ia duduk di dalam kereta kudanya sembari meremas kedua tangannya yang terasa gatal.

Kesabaran Annette yang tidak terlalu luas akhirnya berakhir juga. Ia melihat Nyonya Vivian dan Emilie akhirnya keluar dengan tawa yang tidak ada anggun-anggun nya. Mereka berdua seperti menertawakan sesuatu.

"Untung saja kau berada di dekatku, Ibu. Jadi Kak Annette tidak berani mendekatiku," kata Emilie sembari mengelus kalungnya.

"Tentu saja Ibu akan menjagamu, Emi. Ibu tidak akan mungkin membiarkan dia mengganggu mu apalagi untuk sebuah kalung," balas Nyonya Vivian pongah. Annette yang mendengar itu hanya tertawa sumbang.

Dengan pelan Annette mengeluarkan kakinya lebih dulu kemudian tubuhnya. Sungguh mengejutkan Nyonya Vivian dan Emilie yang berjalan di sebelah keretanya.

"Sialan, kau mengejutkan ku," teriak Nyonya Vivian marah. Jantungnya hampir copot karena tidak menduga akan ada orang tepat disebelahnya.

"Kalian terkejut ? Aku lebih terkejut. Tidak menduga kalau adikku tersayang berani mengenakan kalung milikku," kata Annette dengan senyumnya. Suaranya rendah tanpa emosi justru membuat keduanya merasa sedikit aneh.

"Memangnya kenapa kalau Emilie memakai barang milikmu ? Kau ingin marah ? Ayo marah lah. Aku ingin lihat bagaimana putri sulung Wiles De Vries mempermalukan dirinya sendiri," tantang Nyonya Vivian. Ia sengaja memprovokasi Annette agar Annette marah dan membuat ulah seperti sebelum-sebelumnya.

"Kau yang meminta ya. Jangan salahkan aku kalau kau yang rugi," kata Annette menantang balik.

Nyonya Vivian semakin melebarkan matanya mendengar balasan Annette yang benar-benar tenang. Teramat tenang.

Mereka bertiga mendengar suara langkah kaki yang banyak disertai tawa kecil dari beberapa orang yang sepertinya akan keluar dan melewati mereka.

Dalam benak mereka bertiga sudah menyusun siasat untuk saling menjatuhkan. Nyonya Vivian seketika menemukan ide dan berbisik pada Emilie yang sejak tadi hanya diam sebab takut.

Emilie nampak tersenyum kecil kemudian mengangguk antusias. Dapat Annette tebak jika rencana keduanya adalah menjebaknya.

Annette ingat satu hal. Di dunia modern dulu ia pernah menghadapi situasi semacam ini. Tapi ia kalah karena mengira lawannya baik hati namun ternyata sebaliknya.

Lawannya itu melukai dirinya sendiri kemudian menuduhnya di depan banyak orang hanya karena saat itu Annette memegang gunting. Dan berakhir ia yang disalahkan bahkan hampir menginap di kantor polisi andai saja tidak ada bukti berupa cctv.

"Sekarang, Emi..." kata Nyonya Vivian lalu membantu Emilie duduk sembari mengacak-acak pakaiannya.

Benar. Seperti yang Annette duga. Pasangan ibu dan anak ini pasti menggunakan cara klasik ini.

Dengan gerakan cepat Annette lagi-lagi menarik kalung yang dikenakan oleh Emilie hingga Emilie berteriak kesakitan.

Karena kalungnya sangat besar otomatis penguncinya juga lebih rapat dan sulit putus. Leher Emilie terasa amat sakit, ia sudah menangis dan meminta agar Annette melepaskan tarikannya. Ia berjanji akan mengembalikannya.

Tapi Annette yang sudah terlanjur marah tidak mau mendengar apapun. Ia hanya mau kalungnya kembali. Jika pun rusak, ia akan memperbaikinya. Tidak masalah menghabiskan banyak uang.

"Lepaskan tanganmu, Annette. Kau tidak melihat adikmu kesakitan," teriak Nyonya Vivian dengan keras. Ia masih berlutut dan berusaha untuk menghentikan tarikan Annette.

Annette menggelengkan kepalanya sembari menjulurkan lidahnya lagi. Lalu dengan sekuat tenaga ia menariknya hingga lepas dari leher Emilie beserta beberapa butir berlian yang menggelinding ke jalanan.

Setelah itu Annette hendak pergi namun ia lebih dulu menginjak telapak tangan Nyonya Vivian.

"Aww..." teriak Nyonya Vivian kesakitan merasakan tulang tangannya terasa remuk. Annette menginjaknya tidak main-main.

"Setidaknya luka ini lebih baik dari pada kau diberi racun," kata Annette berlalu. Ia menjauh dari tempat Nyonya Vivian dan Emilie yang berteriak sangat keras.

Sembari berlari kecil, Annette melepaskan hiasan rambutnya dan mengacak-acak nya. Biarlah ia seperti orang gila asalkan rencananya berhasil. Ia menjatuhkan dirinya sendiri dan berteriak kesakitan seperti apa yang dilakukan oleh Nyonya Vivian dan Emilie.

Semua orang menghampiri Nyonya Vivian dan Emilie. Menanyakan apa yang terjadi. Tapi sebagian lagi ada yang fokus pada Annette yang berjarak sedikit jauh dari mereka.

Annette berteriak dan terlihat seperti kesakitan. Leon yang berada diantara gerombolan orang itu berlari kearah Annette.

"Annette, kau kenapa ?" tanya Leon cemas. Penampilan Annette tidak bisa dikatakan rapi.

"Ibu Vivian menghajar ku. Lalu mereka berdua berlari dan terjatuh," kata Annette sedikit keras sehingga semua orang mendengar nya.

Nyonya Vivian ingin berkata dan membela dirinya namun sudah kalah cepat dengan pengakuan Annette.

"Tidak tidak. Itu bohong. Annette yang merampas kalung Emilie lalu dia.. dia menginjak tangan ku. Ini tanganku sangat sakit. Dia menginjaknya dengan keras," kata Nyonya Vivian berusaha meyakinkan banyak orang agar lebih mempercayai nya.

"Benarkah ? Tapi tanganmu sepertinya baik-baik saja, Nyonya," kata seorang wanita paruh baya.

"Benar. Aku mengatakan yang sebenarnya. Dia berbohong. Coba lihat leher anakku yang penuh luka," kata Nyonya Vivian ingin memperlihatkan luka di leher Emilie. Namun Emilie menggelengkan kepalanya dan menutup rapat-rapat area leher. Ia tidak bisa memperlihatkan kekurangannya di depan banyak orang.

"Tunjukkan, Emi. Biarkan mereka tau apa yang sudah Annette lakukan padamu," kata Nyonya Vivian tertahan. Ia sedikit emosi melihat Emilie yang kekeh tidak mau membuka memperlihatkan lehernya.

"Tidak, Ibu. Aku tidak mau orang lain melihat kecacatan ku," tekan Emi. Mereka berdua sama keras kepalanya.

Beberapa orang yang melihat mereka ada yang menolong dan ada yang segera pergi menaiki kereta kuda masing-masing sebab dirasa kedua ibu dan anak itu tidak jujur.

Sedangkan Annette tidak memperdulikan apapun. Leon segera membawanya masuk ke dalam kereta dan menata rambutnya agar lebih rapi.

"Benar kalau Ibu Vivian menghajar mu ?" tanya Leon sedikit ragu.

"Iya kalau saja aku tidak bisa membela diriku sendiri pasti dia akan menghajar ku," jawab Annette.

"Jadi maksud mu ?" tanya Leon tidak mengerti.

"Sudahlah jangan bertanya lagi. Aku sedang sebal dan rasanya ingin memakan orang," kata Annette judes. Ia kembali ke mode dingin lagi. Jika seperti ini, Leon mengerti kalau Annette tidak mau membahas hal itu lagi.

"Baiklah. Aku tidak akan bertanya lagi. Apa kau sudah mendapatkan kalung mu kembali ? Tanya Leon dan Annette hanya mengangguk. Lalu menyerahkan kalung berliannya yang sedikit rusak.

"Tidak apa-apa. Aku akan membawanya untuk diperbaiki nanti," kata Leon. Annette tidak menjawab. Ia hanya mengangguk dan menyandarkan kepalanya pada pundak Leon.

'Lain kali aku akan benar-benar menghajar mereka,' kata Annette dalam hati.

...

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti diracun
Susi Akbarini
apa rahasia yg akan anette temukan di kamaar ibunyaaa..

😍😍💪❤❤
Susi Akbarini
waaahhh..
paati meninggalnya diracun ama vivian..
❤😍😍💪💪💪❤❤❤
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Siap2 annette bakal dijebak lagi
Susi Akbarini
akankah vivian kerahuan sama suaminya😍😍💪💪
Susi Akbarini
lnjutttt😍❤❤💪
Susi Akbarini
so Sweet...
❤❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
mudah2an bapak anette nemu dakangnya dan ngehukum vivian dan emely..
🤣😄😄❤💪💪
Susi Akbarini
soga anettw selamat❤😍😍💪💪11
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah loh kerjaan siapa tuh
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Moga aja bpk na cepet sadar
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah bikin esmosi aja nih duo racun 😤😤
aku
sisilia klo bs jgn pggil anet dg KAU. kurang sopan bacanya 🙏
Aida: Oke kak, othor perbaiki 🙏😄
total 1 replies
Susi Akbarini
lanjutttttt
😍❤❤❤💪💪💪💪
Dew666
😍😍😍😍😍
Susi Akbarini
sekamat gatal2 ya emely...
🤣😄❤❤💪
Susi Akbarini
apalagi yg akan vivian lakukan...
❤❤😍😍💪
Dwi Agustina
Semangat up trs othor 💪💪💪🫰
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!