Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.
Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.
Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.
.
.
.
.
terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
.
.
.
Chapter Sebelumnya :
Hal itu membuat Melvin menjadi bimbang, apakah semua itu sepadan. Tapi, dalam sudut hatinya ia ingin kembali bertemu Bella, dan mengenal gadis itu lebih dalam.
***
Tak lama kemudian, dengan diam-diam tiba-tiba Albert muncul disampinya seperti magis. Ia menawari sebuah wiski kepada Melvin yang diletakkan diatas nampan.
Melvin hanya dapat melirik kearah kepala pelayannya itu dengan kaget, seraya melihat sebotol wiski yang dibawa oleh lelaki tua itu.
"Apakah aku terlihat seburuk itu, sehingga kau memberikan minuman itu padaku?"
"Tidak, Anda terlihat seperti seseorang yang dapat menghabiskannya, Your Grace." Ujar kepala pelayannya itu.
"Cheers," Gumam Melvin pada dirinya sendiri saat ia menenggak wiskis tersebut, berharap minuman itu dapat membuatnya merasa lebih baik setelah perkelahian yamng terjadi sebelumnya. Ia pun mencicipi wiskis tersebut dan langsung terbuai dengan kualitas rasa yang ditawarkan oleh minuman itu.
"Ini sangat enak, aku menyukai rasanya." Gumam Melvin memuji rasa dari wiskis tersebut.
"Orang Chesterin atasan Anda lah, yang mengirimkannya tadi saat anda keluar, Your Grace."
"Kau bilang Chevalier yang mengirimkannya? Ini bagus sekali." Kata Melvin, dia memang mengetahui jika pemimpinnya di Dragon Knight of Archangel itu sangat pintar dalam memilih sebuah minuman.
"Oh ya, apakah ada pesan atau surat yang juga dititipkan?" Tanya Melvin pada kepala pelayannya, saat ia mengingat bahwa semalam ia telah mengirimkan sebuah surat kepada pemimpinnya itu, tentang kedatangannya dan laporan hasil misinya.
"Iya, ada sebuah surat yang dititipkan bersamaan dengan minuman itu." Kata Albert, lalu mengambil surat yang dikirimkan bersamaan dengan wiskis itu, untuk tuannya itu dan lalu langsung menyerahkannya kepada sang Duke. "Ini dia, Your Grace."
Melvin pun langsung menerima surat balasan dari pemimpinnya itu, dan lalu membacanya.
To : Melvin Blastorios, Duke of Rostown
Selamat datang kembali, saudaraku. Aku mengirimkan wiskis enak sebagai penghormatan dan penghargaan ku atas keberhasilan mu. Surat laporan mu telah ku terima. Kerja bagus atas kerja keras mu menyelesaikan beberapa masalah di kerajaan Garfieldo. Teman-teman mu yang lain belum kembali, tapi mereka akan segera kembali ke Vicittori sebelum musim dingin datang. Datanglah ke Bolanet House kapan-kapan. Aku telah memperbaiki dan menciptakan beberapa alat yang mungkin dapat membuatmu tertarik.
From,
Chevalier Selvatinno
Melvin tak bisa untuk tidak tersenyum tipis saat membaca surat dari pemimpinnya itu. Apalagi saat ia tahu, jika ia adalah yang anggota pertama yang kembali Vincent sebelum rekan-rekannya yang lain. Ia benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan saudara-saudara seperjuangannya itu.
Di sisi lain, kenyataan bahwa teman-temannya itu belum sampai di Vincent, memberikan cukup waktu untuknya dalam mencari seorang istri.
'Lagipula, mereka hanya akan menjadi pesaing ketat untukku jika sudah berurusan dengan seorang perempuan.' pikir Melvin dengan seringai licik dibibirnya.
Seperti dirinya, teman-temannya itu juga telah mengesampingkan segala urusan yang berkaitan dengan pernikahan, semata-mata karena keterlibatan mereka dalam segala urusan organisasi. Tapi, dengan gelar bangsawan tinggi yang mereka miliki, mau tak mau mengharuskan mereka mencari seorang istri, dan memberi mereka keturunan untuk melanjutkan garis keluarga bangsawan mereka.
Diam-diam Melvin tak bisa menahan perasaan senang dalam dirinya, karena sekarang ia berada cukup jauh dari garis start dibanding dengan saudara-saudaranya itu.
Memikirkan hal-hal itu, membuatnya kembali mengingat sosok Arabella Winston. 'Sepertinya gadis itu telah membuatku benar-benar terus memikirkannya akhir-akhir ini.' pikir Melvin.
"Maaf, Your Grace. Apa ada lagi yang perlu saya lakukan untuk Anda." Tanya Ambler pada tuannya itu, yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ah... Tolong beritahukan keluarga Earl Fratellion, jika aku akan menghadiri pesta dansa yang akan mereka selenggarakan besok malam." Kata Melvin yang membuat Albert dengan spontan menaikkan alis matanya dan menatap tuannya itu dengan pandangan sedikit terkejut.
"Kenapa, Albert? Apa ada yang aneh?" Tanya Melvin saat melihat padangan terkejut dari kepala pelayannya itu.
"Tidak, Your Grace. Tapi, apa yakin akan menghadiri pesta dansa?" Tanya Albert kepada tuannya itu.
"Aku tahu kau kaget, dan aku rasa semua orang di pesta itu juga akan terkejut melihat kehadiran ku." Ujar Melvin datar, karena dia sendiri tahu kalau selama ini ia selalu menghindari semua pesta dansa yang mengundangnya.
"Tapi, ada seseorang yang ingin aku temui dan kenali lebih jauh lagi di pesta itu." Sambung Melvin sambil membayangkan sosok Bella dalam pikirannya.
Ambler memang telah diberitahukan oleh Sang Duke akan pencariannya dalam mencari seorang istri. Tapi, saat mendengar perkataan tuannya barusan, tak hentinya membuatnya tak dapat menahan perasaan gembira, karena kini tuannya itu mulai mencoba untuk memberikan perhatian lebih kepada seorang perempuan bangsawan terhormat.
"Bisakah saya berharap jika akan ada seorang Nyonya yang tinggal di rumah ini, Your Grace?"
Pertanyaan dari pelayannya itu hanya dibalas senyuman tipis oleh Melvin.
"Mungkin putri dari seorang Earl akan cocok untukku." Gumam Melvin, "Tapi, kurasa ini tidak akan mudah. Apalagi untuk saat ini." Sambungnya dengan pelan.
Karena Melvin pikir Bella pasti telah mengenal dirinya sebagai pria bangsawan yang suka mabuk-mabukan dan bermain-main dengan para wanita hiburan.
Tak bisa dipungkiri, dengan penampakan dirinya yang keluar dari sebuah klub di Exile Land, dan juga semua rumor buruk tentangnya yang mungkin nanti akan Bella dengar dari society. Mungkin akan menjadi perkara yang tak mudah bagi Melvin untuk mendekati gadis itu.
Lagipula mustahil bagi dirinya menjawab pertanyaan Bella nanti tentang kehadirannya di salah satu club Exile Land, dan ia pun tak mungkin beralasan jika kehadirannya itu karena ingin mengawasinya. Itu malah akan membuat Bella menganggapnya sebagai pria aneh yang suka menguntit seorang perempuan.
"Lagipula kehadiran ku di pesta dansa itu untuk meluruskan beberapa kesalahan pahaman pada perempuan itu, dan menunjukkan padanya bahwa ia baik-baik saja." Kata Melvin, yang hanya dibalas anggukan kepala mengerti oleh kepala pelayannya itu.
"Baiklah, Your Grace. Saya akan memberitahukan Nyonya Fratellion akan kehadiran Anda, agar mereka dapat menyambut kedatangan Your Grace besok malam." Kata Albert mencoba undur diri untuk mengirimkan surat pemberitahuan akan kedatangan tuannya kepada keluarga Fratellion.
"Tunggu dulu, Albert. Aku... Ingin bertanya padamu tentang sesuatu." Panggil Melvin sebelum pelayannya itu keluar dari ruangan kerjanya.
"Kira-kira hal apa yang ingin Anda tanyakan, Your Grace?"
"Hmm... Menurutmu bagaimana seorang wanita menunjukkan bahwa ia memiliki perasaan kepada seorang pria?"
"Itu, jika wanita itu menunjukkan kepeduliannya kepada pria itu." Jawab kepala pelayannya itu dengan bijaksana.
"Demi Tuhan, ia mempunyai perasaan padaku." Gumam Melvin tak terdengar, dengan tatapannya yang kosong.
Ia masih mengingatnya, saat Bella mencoba untuk menolongnya dua kali, mempertaruhkan nyawa gadis itu sendiri. Bahkan disaat ia sendiri ingin menolong gadis itu.
"Your Grace, kalau begitu saya undur diri." Kata Albert, yang langsung dibalas anggukan kepala pelan oleh Melvin.
***
..... aku dapat cerita ini dari toktok😍😍