Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³³
Serafina memainkan ponsel sebentar, ekspresi diwajahnya sulit diartikan ketika membaca setiap pesan yang ia terima. Tangannya bergetar ketika membalas pesan itu satu persatu.
Karena sudah tidak tahan lagi, Serafina meletakkan ponselnya diatas meja dan membelakangi ranjang Alexander. Ia memejamkan matanya dan berusaha memasuki alam mimpi. 20 menit telah berlalu, Alexander meletakkan bukunya diatas meja tempat tidur dan beranjak akan tidur.
akan tetapi, entah kenapa hatinya mendorong nya untuk mendekati sofa tempat Serafina tidur. Ia turun dari atas ranjang dan berjalan mendekati sofa empuk tersebut. Matanya menatap tajam kala menangkap mata sang istri yang tertutup namun basah oleh air mata. Notifikasi diponsel Serafina berbunyi lalu ia mengambilnya dan ingin membuka pesan tersebut.
saat ia membuka pesan, tangan kuatnya mencengkram keras ponsel Serafina hingga kini ponsel itu rusak. "Berani sekali mereka mengirim pesan mengerikan ini pada istri Alexander!" geram Alexander menatap ponsel yang sudah rusak ditangannya. Ia dengan santai membuangnya ke tempat sampah dan berjalan menuju meja untuk mengambil ponselnya.
ia menghubungi seseorang dan kemudian menonaktifkan ponselnya begitu cepat, Ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah orang orang jahat tersebut bertekuk lutut dihadapan nya.
*
*
*
"Mom, I'm back home" ucap Lusy ketika memasuki rumah mewah tersebut dan mencari keberadaan ibunya. "ohh, my girl, kamu dari mana saja? mengapa jam segini baru pulang?"
"oh, tadi aku ada urusan dengan temanku mom, biasa urusan bisnis" ucap Lusy tersenyum. "ngomong-ngomong, apa kamu sudah menyiapkan barang-barang yang akan dibawa besok?"
"sudah mom, besok Lusy tinggal berangkat"
"baiklah, kalau begitu istirahatlah, mommy akan mencoba menghubungi Kakek William oke" Lusy mengangguk dan tersenyum senang, ia kemudian berjalan menuju kamarnya dan sudah tidak sabar untuk menemui calon suaminya.
Saat Lusy tiba dikamar, ia langsung melemparkan tubuhnya keatas ranjang dan memejamkan matanya begitu saja. Bayangan bayangan dirinya memeluk Alexander melintas begitu saja dipikirannya. "Alexander.... selamat bertemu kembali..."
*Note*
Alexander memiliki seorang bibi, yaitu adik dari ayahnya Alexander yakni Axelo William Smith Dan bibi Alexander ini bernama Axela William Smith. Saat kematian kedua orang tua Alexander, bibi Axela sempat membawa Alexander ke Italia dan bersekolah dasar disana bersama Lusy.
Bibi Axela memang tidak begitu dekat dengan kedua orang tuanya sebab menikah dengan musuh orang tuanya sendiri, orang yang telah berani berkhianat pada mereka, akan tetapi bibi Axela justru kesal dan memilih untuk menikah tanpa persetujuan kedua orang tuanya.
Alexander selalu memperlakukan Lusy dengan baik. Namun, suatu hari Alexander dibawa kembali oleh Kakek William ke Amerika dan bersekolah disana.
sejak saat itu, Alexander sudah lama tidak mengabari Lusy. Bahkan Lusy dan bibi Axela sempat mengunjungi Alexander, dan pria itu berubah menjadi pria tampan yang dingin dan juga lebih banyak diam.
mereka memaklumi hal tersebut karena memang Alexander masih trauma dengan hal yang menimpa keluarganya. Saat itu bibi Axela benar benar terpukul karena harus kehilangan kakak tercintanya Axelo dan juga ibunya Stevani Lara Marvis, yaitu istri dari kakek William.
Saat sekolah menengah di Amerika, Alexander berteman dekat dengan gadis baik hati yang selalu mengikat rambutnya seperti kuncir kuda. Memiliki senyum manis dan menawan, gadis itu menjadi bunga disekolah Alexander.
Namun mereka berpisah ketika sudah lulus dari sekolah menengah dan tidak pernah bertemu lagi. Bahkan mereka sudah saling melupakan satu sama lain.
*
*
*
*
*
keesokan harinya.
"Cepat! mengapa kau lambat sekali!" Alexander merebut kasar sepatu miliknya ditangan Serafina. Gadis itu tampak kebingungan mencari sesuatu, Alexander yang melihatnya tentu saja semakin kesal, kepalanya sakit melihat gadis itu mondar mandir seperti tikus.
"ada apa denganmu? mengapa kau sibuk sekali"
"tuan, apa kau melihat ponselku?"
"oh, ponselmu itu ditempat sampah" jawab Alexander dengan enteng dan memasukkan kedua tangannya disaku celana. Serafina tentu saja terkejut dan panik, ia membuka tempat sampah dan benar saja, ponselnya ada disana dalam kondisi yang mengenaskan. "ya ampun, apa yang terjadi dengan ponselku?"
Serafina tampak berkaca kaca melihat ponsel miliknya rusak. "cih, ponsel murahan dan jadul itu kau tangisi? dasar cengeng!" sarkas Alexander sembari melemparkan kotak ponsel keluaran terbaru kearah istrinya. "kenakan ponsel itu, disana sudah ada nomor ponselku, dan awas saja jika aku menghubungi mu kau tidak kunjung mengangkat panggilan telepon dariku, aku akan membunuhmu"
ancam Alexander menatap istrinya yang kini memegang kotak ponsel yang ia berikan. Serafina membuka kotak ponsel itu dengan perasaan tak percaya, ponsel mahal yang ia idam idamkan kini berada ditangannya. Ponsel dengan kamera canggih dan juga memory yang canggih.
"mau sampai kapan kau berlama lama disitu? cepat antarkan aku" kesal Alexander mengejutkan istrinya. 'mengapa monster ini terburu buru sekali?' dengan menahan kesal, Serafina meletakkan ponsel baru miliknya dan mendekati suaminya. "kau mau apa?"
"katanya mau mengantar tuan" jawab Serafina dengan polos, membuat Alexander memijat keningnya yang sakit. Pria itu lantas menegakkan tubuhnya dan berjalan keluar kamar diikuti Serafina.
"selamat pagi tuan" sambut asisten Roky di depan pintu kamar. "Tuan, orang orang yang anda minta sudah berada di ruang tamu" jelas Roky. Alexander merapikan jas nya dan memasang sikap penuh wibawa. "kita turun kesana" ucap Alexander dan kemudian menggandeng tangan Serafina membuat gadis itu terkejut.
'ada apa ini? kenapa pria ini tiba tiba menjadi lembut? oh iya kan memang harus berakting kalau diluar kamar' batin Serafina sembari menatap kearah asisten Roky yang berjalan didepan mereka.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang