Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.
Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Badai Baru di Kota Awan Bambu
Dua hari kemudian, Ling Tian dan Ling Xue berjalan keluar dari gua kultivasi bersama-sama.
Ling Tian tetap tenang seperti biasanya, tetapi auranya telah menjadi dalam dan tak terduga seperti lautan. Ling Xue, di sisi lain, telah mengalami transformasi total. Meskipun wajahnya masih dingin, aura es yang dulu membuatnya sulit didekati kini telah sepenuhnya terkendali. Ia berjalan setengah langkah di belakang Ling Tian, posturnya penuh hormat, matanya yang tajam mengamati sekeliling, bertindak sebagai pengawal yang waspada.
Berita tentang Ling Tian menjadi juara dan melumpuhkan Ling Feng telah mengguncang Kota Awan Bambu. Tetapi berita yang menyambut mereka saat mereka kembali ke kompleks utama Klan Ling bahkan lebih eksplosif.
"Tuan Muda," kata seorang murid yang gemetar saat melihat Ling Tian, buru-buru membungkuk. "P-Patriark memanggil Anda ke Aula Utama. Ada... ada masalah besar."
Ling Tian mengangkat alis. Ia menatap Ling Xue, yang hanya mengangguk patuh. Keduanya langsung menuju Aula Utama.
Saat mereka tiba, suasana di aula itu sangat tegang. Patriark Ling Zhan duduk di kursi utamanya, wajahnya gelap. Semua tetua klan hadir, termasuk Grand Elder Ling Wei, yang menatap Ling Tian dengan kebencian murni.
Di tengah aula, berdiri sekelompok orang asing dengan pakaian mewah, dipimpin oleh seorang pria paruh baya yang memancarkan aura Alam Pembangunan Fondasi tingkat menengah yang kuat. Di sampingnya berdiri seorang pemuda yang angkuh, yang menatap sekeliling dengan tatapan merendahkan.
"Oh, jadi ini sampah yang berhasil menjadi juara? Klan Ling benar-benar sudah tidak punya siapa-siapa lagi," cibir pemuda itu saat melihat Ling Tian masuk.
"DIAM!" raung Patriark Ling Zhan, auranya menekan pemuda itu hingga ia terhuyung mundur, wajahnya pucat.
Pria paruh baya itu melangkah maju. "Patriark Ling, tidak perlu sekasar itu pada juniorku. Kami datang ke sini bukan untuk berkelahi, tetapi untuk menegakkan keadilan." Ia melirik Ling Tian dengan dingin. "Anak ini, Ling Tian, telah dengan kejam melumpuhkan Ling Feng, yang merupakan tunangan dari putri Tuan Kota kami!"
Ling Tian akhirnya mengerti. Orang-orang ini berasal dari Kediaman Tuan Kota.
Tuan Kota Awan Bambu, Tuan Murong, adalah sosok yang sangat kuat, seorang ahli di puncak Alam Pembangunan Fondasi. Klannya, Klan Murong, adalah kekuatan nomor satu di kota. Klan Ling selalu berada di bawah mereka.
Tiga tahun lalu, setelah Ling Tian jatuh, Ling Feng tidak hanya merebut Murong Xue, tetapi tampaknya ia juga telah berhasil membuat Tuan Kota terkesan dan mendapatkan pertunangan resmi.
"Ini adalah urusan internal Klan Ling," kata Patriark Ling Zhan dengan dingin. "Ling Feng dihukum karena mencoba membunuh sesama anggota klan selama kompetisi. Kediaman Tuan Kota tidak punya hak untuk ikut campur."
"Tidak punya hak?" pria paruh baya itu tertawa. "Ling Feng adalah calon menantu Tuan Kota. Melumpuhkannya sama dengan menampar wajah Tuan Kota! Menurutmu kami akan diam saja?"
Ia berhenti sejenak, lalu matanya menatap Ling Xue yang berdiri diam di belakang Ling Tian. Sebuah kilatan keserakahan muncul di matanya. "Namun... Tuan Kota kami adalah orang yang murah hati. Ia bersedia melupakan masalah ini dengan satu syarat."
Ia menunjuk Ling Xue. "Serahkan gadis dengan Fisik Spiritual Yin Ekstrem itu kepada kami. Putra Tuan Kota, Tuan Muda Murong Bo—" ia menunjuk pemuda angkuh di sampingnya "—memiliki Fisik Spiritual Yang Murni. Jika mereka berkultivasi ganda, mereka berdua akan mencapai ketinggian yang luar biasa. Klan Ling Anda bahkan akan diberi kompensasi yang besar."
Permintaan itu keterlaluan. Mereka tidak hanya ikut campur dalam urusan klan, tetapi sekarang mereka secara terbuka menuntut salah satu jenius klan untuk dijadikan 'tungku kultivasi'.
Wajah Ling Xue menjadi sedingin es.
Sebelum Patriark bisa menjawab, Ling Tian, yang selama ini diam, tertawa kecil. Tawa yang dingin dan penuh dengan niat membunuh.
"Pertama, kalian datang ke klanku dan menuntut keadilan untuk sampah yang pantas dihukum," katanya, suaranya tenang namun bergema di seluruh aula. "Sekarang, kalian ingin mengambil orangku?"
Ia mengambil satu langkah ke depan, auranya sebagai seorang ahli Alam Pembangunan Fondasi meledak untuk pertama kalinya di depan umum. Tekanannya tidak kalah dengan pria paruh baya itu.
"Siapa yang memberimu keberanian?"
Seluruh aula terkejut. Ling Tian... juga telah mencapai Alam Pembangunan Fondasi!
Pemuda angkuh bernama Murong Bo tertawa mengejek. "Hanya tingkat pertama Alam Pembangunan Fondasi, beraninya kau begitu sombong? Pamanku, Murong Lie, berada di tingkat keempat! Dia bisa menghancurkanmu dengan satu jari!"
Ling Tian bahkan tidak meliriknya. Matanya terpaku pada Murong Lie, pria paruh baya itu. "Aku akan memberimu satu kesempatan. Bawa anjingmu ini pergi, kembali ke Tuan Kota, dan katakan padanya untuk tidak pernah menginjakkan kaki di Klan Ling lagi. Jika tidak..."
Ia berhenti, senyum kejam terbentuk di bibirnya. "Aku akan mematahkan kakimu dan mengirim kepalamu kembali sebagai gantinya."
"KURANG AJAR!" raung Murong Lie, amarahnya meledak. Tidak ada yang pernah berani berbicara seperti itu padanya di seluruh Kota Awan Bambu. Ia melesat maju, cakarnya membentuk bayangan elang yang tajam, siap untuk merobek Ling Tian menjadi berkeping-keping. "Kau mencari mati!"
Namun, tepat sebelum cakar itu mencapai Ling Tian, sesosok bayangan perak yang dingin bergerak.
Ling Xue telah menghunus pedangnya.
Aura Alam Pembangunan Fondasi miliknya, yang dingin dan tajam, juga meledak. Sebuah bunga es teratai terbentuk di ujung pedangnya saat ia menyambut serangan Murong Lie.
CLANG!
Sebuah ledakan energi yang dahsyat mengguncang aula. Murong Lie terlempar mundur, lengannya tertutup lapisan es tipis, wajahnya penuh keterkejutan.
Ia... didorong mundur oleh seorang gadis yang baru saja menerobos?
"Kau berani menyentuh Tuan Mudaku?" suara Ling Xue sedingin es neraka.
Seluruh aula sekali lagi membeku. Bukan hanya Ling Tian, tetapi Ling Xue juga telah menerobos! Klan Ling tiba-tiba memiliki dua jenius Alam Pembangunan Fondasi baru!
Dan yang lebih mengejutkan... Ling Xue memanggil Ling Tian 'Tuan Muda'? Apa yang telah terjadi di gunung belakang itu?
Ling Tian tersenyum puas. Ia bahkan tidak perlu bergerak. "Sudah kubilang," katanya pada Murong Lie yang terkejut. "Kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi.