NovelToon NovelToon
Gormod

Gormod

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Koridor lantai eksekutif Manafe Corp masih lengang saat Tharzeo mencegat Ezzvaro tepat di depan lift pribadi. Pagi yang dingin di London seolah membeku di antara tatapan kedua bersaudara itu. Tharzeo berdiri dengan angkuh, menyesap kopi hitamnya tanpa ekspresi, namun matanya yang setajam elang sedang membedah setiap gerak-gerik adiknya.

"Kau harus bermain rapi, Ez," suara Tharzeo rendah, nyaris berbisik, namun mengandung otoritas yang tidak bisa dibantah.

Ezzvaro menghentikan langkahnya, tangannya masih menggenggam tas kerja kulitnya dengan erat. "Apa maksudmu, Kak?"

Tharzeo melangkah mendekat, memperkecil jarak hingga ia bisa mencium aroma parfum sandalwood Ezzvaro yang bercampur dengan sisa aroma mawar—aroma yang ia tahu persis milik siapa.

"Jangan sampai Ayah tahu soal ranjangmu semalam. Aku melihat kalian pulang pagi buta bersama tadi. Mobilmu masuk ke gerbang saat fajar baru saja menyingsing. Jadi, aku sudah menebak kalian sudah kembali bersama."

Ezzvaro terdiam. Ia tahu tidak ada gunanya berbohong pada kakaknya yang satu ini. Tharzeo adalah pemegang kunci semua rahasia gelap di keluarga Manafe.

"Baiklah, Kak. Terima kasih atas nasehatnya," sahut Ezzvaro dingin, mencoba melewati Tharzeo, namun tangan sang kakak menahan bahunya.

"Dengarkan aku, Ezzvaro," Tharzeo menatapnya dalam. "Status kalian sekarang adalah saudara tiri. Secara hukum, kalian berada di bawah perlindungan dan pengawasan Fank Manafe. Jika skandal ini pecah, Ayah tidak akan hanya menghancurkan karirmu, dia akan mengirim Gabriel ke belahan bumi yang tidak bisa kau jangkau. Jadi, simpan gairahmu di balik pintu yang terkunci rapat. Jangan ada tanda di leher, jangan ada tatapan yang terlalu lama di depan publik."

Tharzeo menghela napas, suaranya melembut namun tetap tegas. "Dan yang terpenting... jangan sampai Gaby hamil. Seorang bayi akan menjadi bukti fisik yang tidak bisa kau hapus dengan uang atau kekuasaan. Itu akan menjadi lonceng kematian bagi kalian berdua."

Ezzvaro mengepalkan tangannya. "Aku tahu risikonya, Theo. Aku menjaganya."

"Bagus," Tharzeo melepaskan cengkeramannya, namun raut wajahnya berubah menjadi lebih serius. "Tapi ada satu badai lagi yang sedang menuju ke arahmu. Persiapkan dirimu, aku mendengar kabar dari ruang kerja Ayah semalam... dia berencana menjodohkan mu dengan Garcia Alton."

Deg.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Ezzvaro. Nama itu menghantam ingatannya seperti godam. Garcia Alton. Gadis pewaris tunggal kerajaan properti Alton yang terkenal karena reputasi liarnya.

Dalam ingatan Ezzvaro, Garcia adalah definisi dari bencana berbalut kemewahan. Gadis bar-bar yang nekat, selalu mengenakan gaun desainer yang terlalu terbuka, sering tertangkap kamera paparazzi dalam kondisi mabuk berat saat keluar-masuk kelab malam di Mayfair. Dia adalah badai yang tidak terkendali, wanita gila yang pernah melemparkan gelas sampanye ke arah seorang pelayan hanya karena suhunya tidak sesuai.

"Garcia Alton?" Ezzvaro mendesis, wajahnya memerah karena amarah yang tertahan. "Bagaimana mungkin Ayah ingin menjodohkan aku dengan gadis gila itu? Dia adalah sampah tabloid, Theo! Dia tidak punya martabat!"

"Ayah tidak peduli pada martabat pribadinya, Ez. Dia peduli pada aset Alton yang bisa memperkuat dominasi kita di Eropa," jawab Tharzeo tenang.

Ezzvaro memijat pelipisnya, bayangan Gabriel yang rapuh muncul di benaknya. "Aku khawatir Gaby tidak bisa melawannya. Gaby mungkin terlihat keras di luar, tapi jika dia tahu soal perjodohan ini... dan jika Garcia mulai menyerangnya, Gaby akan hancur."

Ezzvaro tahu benar bagaimana Garcia bermain. Wanita itu tidak akan segan-segan menjambak rambut wanita lain di depan umum jika merasa miliknya diganggu. Dan bagi Garcia, tunangan adalah properti yang harus dijaga dengan cara-cara yang brutal.

Tharzeo yang dingin hanya menatap adiknya dengan datar. Ia tidak menunjukkan simpati sedikit pun, justru sebuah senyum tipis yang penuh teka-teki muncul di sudut bibirnya. Ia mengedipkan matanya sekali, sebuah isyarat yang sulit diartikan.

"Kenapa kau khawatir, Ez?" tanya Tharzeo pelan. "Bukankah bumbu di masakan akan menambah kelezatan?"

"Apa maksudmu?"

"Kehadiran Garcia akan menjadi ujian bagi 'cinta terlarang' kalian. Jika kalian benar-benar kuat, kalian akan bertahan. Jika tidak, maka Garcia hanyalah alat bagi Ayah untuk membersihkan kekacauan yang kau buat dengan Gabriel," Tharzeo menepuk bahu Ezzvaro dua kali. "Selamat datang di permainan yang sebenarnya, Adik Kecil. Pastikan kau tidak kalah sebelum permainan dimulai."

Tharzeo melangkah pergi, meninggalkan Ezzvaro yang mematung di koridor.

Ezzvaro menatap ke arah kantor divisi kreatif di mana ia tahu Gabriel sudah berada di sana. Dadanya terasa sesak. Di satu sisi, ia memiliki Gabriel dalam penyatuan yang panas dan rahasia, namun di sisi lain, sebuah pernikahan politik dengan "gadis gila" sudah menantinya di depan mata.

Ia harus melakukan sesuatu. Ia tidak akan membiarkan Garcia Alton menyentuh hidupnya, apalagi menyakiti Gabriel. Namun, ucapan Tharzeo tentang "bumbu masakan" terus terngiang. Apakah ini benar-benar ujian, ataukah ini adalah awal dari kehancuran total dinasti Manafe yang dibangun di atas kebohongan?

Ezzvaro menarik napas panjang, membetulkan letak jam tangannya, dan melangkah masuk ke kantor. Ia harus bertemu Gabriel, menatap matanya, dan memastikan bahwa tidak peduli berapa banyak "gadis gila" yang dikirim ayahnya, hanya ada satu nama yang tertulis di intinya: Gabriel.

🌷🌷🌷🌷

1
winpar
kerennnnn
winpar
pokoknya lnjut thorrrrrt💪💪💪💪
ros 🍂: ma'aciww kak😍
total 1 replies
winpar
hahhahHaa🤣🤣🤣
ros 🍂: Jangan ketawa sendiri kak🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
winpar
bener2 seruuuuuuuuuu
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
yg ditunggu2 akhirny up jg💪
ros 🍂: semoga suka kak🥰🙏
total 1 replies
winpar
lnjut thorrr💪
ros 🍂: siapp kak🥰
total 1 replies
Mifta Nurjanah
cieee junior nya bngun wkwkwk
ros 🍂: Jangan dibongkar disini kak🙏🤣
total 1 replies
Lfa🩵🪽
Semangatt ✨
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
thor ceritanya selalu seru🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
@RearthaZ
awal cerita yang bagus thor
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!