NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita
Popularitas:74.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEBAKAN CALISTA

Lima belas menit kemudian, kediaman Grand Duke tampak sunyi senyap dari luar.

Semua lampu padam, hanya suara angin malam yang bersiul di antara pilar-pilar batu.

Di dalam aula besar, Calista duduk sendirian di atas kursi tinggi yang menghadap langsung ke pintu utama, dia masih mengenakan jubah mandi sutra hitam di balik jubah luar Jayden, di tangan nya dai memegang belati emas, sementara di sampingnya terdapat sebuah obor kecil yang belum dinyalakan.

BRAK

BRAK

Pintu kayu raksasa itu bergetar hebat, pihak penyerang tidak mengetuk, tapi mereka menghantamnya dengan keras.

BRAAAKKK

Pintu itu akhirnya jebol, membuat cahaya bulan masuk ke dalam aula, memperlihatkan barisan pria dengan zirah perak berkilau dan jubah putih dengan lambang matahari terbenam.

Mereka ada sekitar dua puluh orang.

"Di mana penyihir itu?!" teriak sang kapten Ksatria Suci, suaranya menggema di aula yang kosong.

"Serahkan Calista dan Pangeran Lorenzo atas nama Kuil Pusat!" teriak nya, lagi.

Calista tidak bergerak, dia justru menggesekkan batu api, menyalakan obor di sampingnya.

Cahaya oranye dari obor itu perlahan menyinari wajahnya yang coreng-moreng, membuatnya tampak seperti iblis cantik yang baru keluar dari neraka.

"Kalian berisik sekali," ucap Calista tenang.

"Lorenzo sedang tidur, jika kalian membangunkannya, aku akan sangat marah," lanjut Calista, memainkan belati emas di tangan nya.

Para ksatria itu tertegun, mereka mengharapkan perlawanan dari pasukan Grand Duke, bukan seorang wanita tunggal yang duduk santai seolah sedang menunggu tamu minum teh.

"Penyihir! Kau telah menipu Grand Duke dengan sihirmu!" teriak sang Kapten, menghunuskan pedang panjangnya.

"Tangkap dia! Bakar dia di tempat!" teriak nya dengan wajah memerah padam.

"Bakar?" ucap Calista terkekeh, berdiri perlahan dari kursinya.

"Kalian bicara soal membakar di depan orang yang baru saja mandi api sore tadi? Itu sangat tidak sopan," lanjut Calista, melipat kedua tangannya.

BRAK

Tanpa peringatan, Calista menendang salah satu tong minyak yang sudah dia gulingkan sebelumnya, minyak itu mengalir deras ke arah para ksatria yang mulai masuk lebih dalam ke aula.

"Jayden! Sekarang!" teriak Calista.

Dari atas balkon yang gelap, para pemanah bayangan melepaskan anak panah api, bukan ke arah para ksatria, tapi ke arah aliran minyak di lantai.

WUUSSSHHH!

Api menyambar dalam sekejap, membentuk lingkaran api yang mengurung para Ksatria Suci di tengah aula.

Zirah perak mereka yang berat mulai memanas terkena suhu tinggi dari api minyak.

"Panas, bukan?" tanya Calista berjalan menembus asap, gerakannya secepat bayangan.

"Zirah kalian indah, tapi di dalam api ini, itu hanya akan menjadi oven yang memanggang kalian hidup-hidup,". bisik Calista, dengan seringai iblis yang menghiasi wajah cantik nya.

Calista melompat ke arah Kapten Ksatria yang sedang kebingungan, dengan kelincahan yang tidak masuk akal, Calista menghindar dari sabetan pedang sang Kapten, menyelinap ke bawah lengannya, dan menempelkan belati emasnya tepat di celah zirah bagian leher pria itu.

"Katakan padaku, Kapten, apakah sumpahmu pada Isabella lebih berharga daripada nyawamu yang akan berakhir di ujung belati ini?" bisik Calista di telinga pria itu, sementara api berkobar di sekeliling mereka

"K-kau! iblis!" bentak sang Kapten, suaranya bergetar karena panas dan ketakutan.

"Bukan, aku hanya wanita yang bosan dengan drama kalian," jawab Calista dingin.

Tiba-tiba Jayden muncul dari kegelapan balkon, turun dengan melompat dari lantai dua dan mendarat dengan tenang di samping Calista.

Jayden menatap para ksatria yang kini berlutut di tengah lingkaran api yang mulai mengecil.

"Lucuti senjata mereka, dan masukkan ke penjara yang sama dengan orang tua Calista," perintah Jayden dingin.

"Baik Yang Mulia," jawab prajurit Jayden.

Jayden kemudian menoleh pada Calista, dia melihat wanita itu sedikit terhuyung, efek luka bakar di punggungnya dan kelelahan mulai mengambil alih, dengan sigap Jayden langsung menangkap pinggang Calista sebelum dia terjatuh.

SRETT

"Kau bertahan lebih dari sepuluh menit," ucap Jayden, matanya memancarkan rasa hormat yang mendalam, dan mungkin sesuatu yang lebih.

"Aku hanya ingin kunci gudang senjatamu, Jayden, jangan lupa itu," gumam Calista sebelum kepalanya terkulai di bahu Jayden karena kelelahan yang luar biasa.

Jayden menggendong Calista dengan lembut, mengabaikan jelaga yang mengotori bajunya.

Jayden menatap wajah terlelap Calista dalam gendongannya, napas wanita itu pendek-pendek, dan meskipun wajahnya sedikit kotor, ada ketenangan yang aneh di sana.

Jayden kemudian menoleh ke arah Owen yang baru saja selesai menginstruksikan prajurit untuk menyeret para Ksatria Suci keluar.

"Owen," panggil Jayden dengan nada rendah.

"Ya, Yang Mulia?" jawab Owen mendekat, matanya melirik Calista dengan rasa khawatir sekaligus kagum.

"Siapkan tabib terbaik istana, jangan tabib dari Kuil, aku tidak percaya mereka! Panggil Tabib Tua dari perbatasan yang berhutang nyawa padaku, dan pastikan dia datang lewat pintu belakang," perintah Jayden, tegas.

"Baik, Yang Mulia. Lalu bagaimana dengan Mantan Ibu Suri? Pasukan Ksatria Suci-nya telah gagal, dia pasti akan sangat murka," tanya Owen, melihat kekacauan yang baru saja Calista selesaikan.

"Biarkan dia murka, karena murkanya adalah bukti bahwa dia sudah kehilangan kendali! Sekarang, pastikan keamanan kamar Lorenzo tetap menjadi prioritas utama. Aku akan membawa Calista ke kamarku!" jawab Jayden berjalan melewati aula yang masih menyisakan bau minyak terbakar.

"Ke kamar Anda, Yang Mulia? Bukan ke kamar pelayan?" tanya Owen sedikit terbelalak.

Apa dirinya tidak salah dengar, seorang Jayden yang sangat membenci seorang perempuan, tuba-tiba membawa perempuan ke dalam kamar nya, tempat paling privasi milik nya.

"Setelah apa yang dia lakukan malam ini, kau masih menganggapnya pelayan?" tanya Jayden berhenti melangkah, melirik Owen dengan tajam.

"Maafkan saya, Yang Mulia, Saya mengerti," jawab Owen langsung menunduk kan kepala nya.

Jayden benar-benar membawa Calista ke dalam kamar pribadi nya, entah setan apa yang merasuki pria yang sangat membenci wanita itu.

Ceklekk.

Di dalam kamar Grand Duke yang luas dan dingin, Jayden membaringkan Calista di atas tempat tidur besarnya yang empuk, ini adalah pertama kalinya seorang wanita, apalagi yang identitasnya hanya seorang gadis pelayan, berada di ranjang pribadinya.

Jayden duduk di tepi ranjang, memerhatikan punggung Calista yang sedikit terekspos karena jubahnya yang agak longgar, luka bakar itu tampak memerah dan melepuh.

"Kau benar-benar orang gila," bisik Jayden sambil menghela napas.

"Mengapa kamu sampai harus mengorbankan dirimu untuk kerajaan yang bahkan tidak mengenalmu?" tanya Jayden, walaupun tidak akan mendapatkan respon.

Tiba-tiba, jari-jari Calista bergerak kecil, dan matanya terbuka perlahan, tampak bingung melihat langit-langit kamar yang dihiasi ukiran emas mewah, bukan langit-langit kayu kamarnya yang biasa.

"Jayden?" gumam Calista, suaranya parau.

"Kau di kamarku, tetaplah berbaring," ucap Jayden, tangannya tanpa sadar menahan bahu Calista agar tidak bangun.

"Ksatria Suci itu? kaptennya? Apa mereka sudah diurus?"tanya Calista mengerutkan kening, mencoba mengumpulkan ingatannya.

1
Tiara Bella
lanjut semangat ya Thor ...
Tiara Bella
ibu susu Calista pnya bayi besar sabar ya pangeran Lorenzo...
Endang Sulistia
pinter nih si Lorenzo...
Endang Sulistia
ada lamaran kecil kecilan..🤔🤔🤔
T1 T1n
yg penting tiap hari up kak ❤️❤️❤️
IG : hofi03_sakroni: siap beb, di usahakan up stabil setiap hari 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
gasken mak🏍🏍🏍
Maria Lina
cerita ya 2 ..ditamat kn dlu ya thor..tar yg lain dikit up nya.komen aj thor
Maria Lina: ok thor siap🫠
total 2 replies
Retno Palupi
wua... Calista punya 2 bayi😄😄
Lienaa Likethisyow
yura dilawan..salah sasaran oe🤣🤣..lanjut thor yg banyak ya💪💪👍👍 semangat😍😍
Lienaa Likethisyow
cie..cie..Jayden so sweet.😍😍..lanjut thor💪💪👍👍
Lienaa Likethisyow
ulet bulu ilang deh..digertak aja ngacir..sok sokan garang masih garang Calista lah🤣🤣🤣..semangat thor💪💪👍👍
IG : hofi03_sakroni: takot dia kak
total 1 replies
kaylla salsabella
seru🥰🥰🥰
IG : hofi03_sakroni: terimakasih kay, stay tune ya beb 🤍
total 1 replies
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Mengungkapkan perasaan sangat penting untuk kelegaan hati, alih-alih memendamnya sendiri lebih baik kamu mengungkapkan apa isi hati kamu.
Mengenai respon dan tanggapan lawan bicaramu itu adalah hal yang tidak dapat kamu kontrol.
Dengan kunci utama adalah jujur, percaya diri, memilih waktu dan tempat tepat, serta menggunakan cara yang halus tapi jelas.
Cara mengungkapkan perasaan setiap orang berbeda-beda, ada yang mengungkapkan secara langsung, ada juga yang mengungkapkan melalui surat atau chat agar tidak bertatap muka langsung.
Memang menyatakan perasaan termasuk hal yang berat dilakukan, karena kita tidak pernah tau apa respon atau tanggapan dari orang yang kita tuju...😘💚🥰💜😍💗
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Dengar baik-baik Diana, apa yang diucapkan Calista itu adalah sebuah peringatan keras bagimu...😤😰
Peringatan keras adalah teguran serius dan tegas yang diberikan kepada seseorang atau pihak yang melakukan pelanggaran, menunjukkan kesalahan fatal dan menjadi sanksi etika atau disiplin yang berat sebelum sanksi lebih fatal untuk efek jera.
Ini adalah tingkatan tertinggi dalam sanksi peringatan, mengindikasikan bahwa tindakan selanjutnya bisa lebih berat, seperti hukuman mati.
kaylla salsabella
cari mati aja tuh pelayan
kaylla salsabella
jangan pingsan Owen🤣🤣🤣
Leni Ani
kan habis thor up thor😭😭😭😘💪💪💪👍
Leni Ani
biar pun ngak calista bilang sm jay tp mimpi pun datang ke dia👍
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya keren banget, pokoknya kalian harus membaca nya
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
aduhhhhh seru banget lagi cerita nya😭😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!