🚫Warning; Mohon siapkan tisu sebelum membaca dan untuk yang batin nya lemah alias tidak kuat , diharap kan untuk jangan coba-coba membaca novel ini...karna akan mengobrak-abrik jiwa dan perasaan kalian🌹🌹🚫
Dua tahun sudah usia pernikahan Kevin dan Mia. Tapi keduanya belum juga dikaruniai oleh seorang anak.......
Pernikahan akan terasa lebih lengkap, jika hadir nya seorang buah hati. Yang akan melekatkan Cinta mereka.....
Tak ada yang tahu bagaimana kisah hidup mereka. Kenapa Mia sampai sekarang belum juga hamil? Apa ada sesuatu?
Dapat kah mereka mempertahankan pernikahannya. Disaat timbul nya perdebatan antara keduanya, membicarakan masalah anak.
Siapa yang salah? Siapa juga yang bisa disalahkan? Tidak ada, mereka berdua lah yang harus menghadapi dengan lapang dada dan hati yang ikhlas.....
Sampai pada akhirnya.....
Pertemuan Kevin dengan seorang gadis muda, yang keseharian nya bekerja sebagai wanita penghibur. Pertemuan secara tiba-tiba, yang sama sekali tidak direncanakan.
Next~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Yang Tidak Masuk Akal
*****
Rapat pun berlangsung sedikit lama, karna ada beberapa persyaratan baru dari Aaron. Awal nya Nathan tidak setuju, dia memaksa Kevin untuk tidak memperpanjang kerja sama ini. Karna menurut Nathan persyaratan yang dipinta oleh Aaron sangat tidak masuk akal.
Bagaimana tidak jika Aaron meminta tiga syarat. Pertama dia menginginkan sebuah ruang kantor yang juga berada digedung itu. Kedua keputusan nya harus menjadi prioritas utama. Dan yang ketiga Kevin harus setuju, jika suatu waktu terjadi kesalahan besar yang ia perbuat. Kevin harus turun dari jabatan Presdir nya dan bersedia menutup perusahaan. Alias bangkrut......
Kevin masih menimbang-nimbang persyaratan tersebut. Dia memilih untuk meminta waktu untuk berfikir. Karna ini adalah keputusan yang sangat berat dan hati-hati. Jika Kevin menolak nya, bisa saja Aaron menarik semua saham milik nya. Tentu saja Perusahaan Kevin bisa saja merosot dan bangkrut kehilangan penanam saham terbesar.
"Terima kasih untuk waktu anda Mr.Aaron" ucap Kevin menyalami tangan Aaron.
Aaron tersenyum licik, dia bisa melihat kegusaran diwajah Kevin saat itu. "Sama-sama Mr.Kevin, saya harap anda secepatnya memberikan keputusan!! Jika tidak akan Boom...hahaha" ucap Aaron dengan nada meledek, sembari tangan nya menyalami Kevin.
Melihat hal tersebut, Nathan sangat geram. Ingin sekali dia menghajar pria itu. Tapi ditahan oleh Kevin, jika tidak ada Kevin mungkin Aaron akan habis ditangan Nathan.
"Sampai bertemu lagi Mr.Nathan...."
Aaron berjalan melewati Nathan yang masih enggan untuk menatap wajah nya. Dengan disusul sekertarisnya Aaron pergi meninggal kan ruang rapat tersebut.
Sepeninggal Aaron Kevin kembali duduk, sembari memijit kening nya yang terasa penat. Dia bingung harus seperti apa. Tidak mungkin dia harus bergantung pada perusahan Efron lagi.
Karna cabang di Beijing sudah sepenuhnya bergantung pada Nathan. Kevin tidak ingin Nathan terus membantu dirinya. Sebagai sesama pria bahkan dia terpaut dua tahun lebih tua dari Nathan. Jika Nathan saja bisa mempertahankan perusahaan nya saat diambang kebangkrutan. Kenapa dirinya tidak bisa, Kevin memiliki semangat juang yang tinggi.
"Sudahlah tolak saja kerja sama itu, aku akan membantu mu" Nathan memegang pundak kanan Kevin.
"Tidak, aku tidak ingin merepotkan mu lagi" ucap Kevin menatap Nathan, sembari tersenyum paksa.
"Terus apa? Kamu mau mengiyakan persyaratan dari Bocah brengsek itu?" Nathan mengerinyitkan dahinya, heran dengan jalan pikiran Kevin.
"Entahlah....aku akan memikirkan nya!! yang jelas aku tidak ingin kamu membantuku lagi, aku harus bisa menyelesaikan permasalahan ini sendiri!! Sebagai seorang Presdir...." Kevin beranjak dari duduk nya, kemudian berlalu keluar.
"Aku benar-benar ngga ngerti jalan pikirmu Kevin....Jika kamu tidak mau menerima bantuan ku silahkan, itu adalah keputusan mu" ucap Nathan dengan kesal.
Sebelum langkah Kevin sampai dipintu, Nathan terlebih dahulu melewatinya. Karna sangat kesal terhadap Kevin, Nathan sampai menyenggol pundak kiri Kevin saat melewatinya.
Kevin hanya diam dengan sikap Nathan. Dia hanya menatap sendu punggung tegap Nathan yang menghilang dari balik lorong.
"Bos, apa kamu mau langsung pulang setelah ini?" Arsen berjalan menyusul Kevin.
"Aku ingin berdiam diri di kantor untuk berpikir, jangan menggangguku" ucap Kevin yang terus berjalan menuju lift.
"Baiklah Bos...." sahut Arsen sigap.
Arsen pun menghentikan langkah nya, membiarkan Kevin sendiri pergi keruangan nya. Karna dia sangat mengerti saat-saat seperti ini, sang Bos memerlukan ketenangan. Jadi Arsen tak ingin mengganggunya....
Sesampai nya diruangan nya Kevin langsung menyandarkan tubuhnya diatas sofa empuk. Dia menutup matanya sejenak, pikiran nya tidak tenang. Kevin terus kepikiran syarat-syarat yang diberikan oleh Aaron saat dirapat tadi.
"Aaaggghh.....Apa yang harus kulakukan?" Kevin mengusap wajah nya dengan kasar. Sepertinya saat ini dia begitu frustasi memikirkan keputusan yang tepat. Yang akan dia pilih.
Tanpa sadar Kevin pun terlelap disofa empuk yang ada diruang kantornya itu. Saat ia terbangun ternyata hari sudah gelap. Kevin merogoh sakunya mengeluarkan ponselnya. Lalu menghubungi Mia, dia yakin sang istru pasti mengkhawatirkan dirinya.
"Hallo bee?"
"...."
"Tidak ada apa-apa bee, aku akan segera pulang!! Dimana Nathan?"
"...."
"Oohh....Baiklah, sampai bertemu dirumah...bye"
Tut....Panggilan diakhiri.
"Sepertinya Arsen sudah pulang juga..."
Kevin melirik arloji ditangan kirinya, benar saja sekarang sudah jam delapan malam. Pasti Arsen sekaligus karyawan yang lain sudah pada pulang kerumah masing-masing.
Kevin pun beranjak dari sofa tersebut, kemudian merapikan jas nya. Sebelum dia berlalu keluar dari dalam ruangan nya itu. Saat berada tepat didepan ruangan nya, langkah Kevin terhenti. Saat melihat Arsen yang masih berada dimeja kerja. Sedang sibuk memainkan ponselnya. Kevin pun berjalan menghampiri Arsen.
"Kenapa belum pulang?" tanya Kevin.
Arsen tersentak kaget mendengar suara Kevin, dia langsung menoleh mencari asal suara tersebut. "Bos....ternyata kamu sudah bangun" ucap Arsen sedikit gugup.
Dia sangat terkejut bukan main. Kevin tiba-tiba muncul seperti hantu, terlebih dengan suasana kantor yang sepi. Tentu saja berhasil membuat Arsen takut.
"Sedang apa?" tanya Kevin lagi.
"Sedang menunggumu Bos....Takut jika kamu ketiduran sampai pagi hehehe" jawab Arsen sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Kamu kira aku anak kecil, sampai dijagain seperti ini" Kevin berlalu meninggalkan Arsen.
"Maaf Bos, bukan seperti itu maksudku tapi..." Arsen terhenti saat Kevin menoleh tajam kearah nya.
"Sudahlah, ayo antar aku pulang...kepalaku terasa berat untuk mengemudi sendiri" ucap Kevin.
"Baik Bos....silahkan" sahut Arsen.
Arsen pun mempersilahkan Kevin untuk masuk kedalam lift. Kemudian turun bersama ke basement parkiran. Arsen mengantar Kevin pulang sampai rumah dengan selamat.
.
.
.
Sesampainya dirumah, Kevin langsung disambut pelukan hangat dari Mia. Kevin membalas pelukan sang istri dengan begitu erat. Hingga dia begitu terbuai, seakan penat yang menyerang kepalanya lenyap seketika.
"Ayo kita makan dulu bee, aku tadi sudah masak buat kamu" Mia menggandeng tangan Kevin, mengajak nya menuju meja makan.
Cups....
Kevin mengecup kening Mia, sembari tersenyum lebar. Sangat beruntung dirinya memiliki seorang istri seperti Mia. Sangat pengertian dan perhatian tentunya.
Kevin duduk dikursinya, sedangkan Mia dengan sigap melayani sang suami. Mengambilkan nasi, lauk yang ingin dimakan Kevin, serta menuangkan air minum untuk Kevin ke dalam gelas tentunya.
"Sini makan bersamaku...pasti kamu belum makan kan bee" Kevin menarik kursi disebelahnya, kemudian menepuk nya agar Mia duduk dikursi itu.
Mia mengangguk tersenyum, lalu duduk dikursi yang dipinta Kevin. "Aku sudah makan bee tadi bareng Rens dan Nathan...."
"Makan lagi temenin aku...."
"Aku kenyang bee, beneran..."
"Kalau kamu gak mau ikut makan, aku juga gak mau makan...biar aja sakit perut terus lemes gak bisa turun kerja lagi" Kevin merengek seperti bayi dihadapan Mia.
Mia tersenyum geli, melihat tingkah suami nya itu. Kemudian mengelus lembut pipi Kevin dan mencubit nya pelan.
"Baiklah....aku juga makan, tapi kamu yang suapin" ucap Mia.
"Siap Nyonya Besar ku....." sahut Kevin bersemangat, sembari memberi hormat pada Mia. Membuat Mia tertawa lepas, dengan tingkah lucu Kevin.
Kevin pun mulai menyantap makan malam nya yang spesial itu. Sesekali Kevin menyuapi Mia, yang duduk disebelah nya. Sambil mengobrol santai, makan malam Kevin terasa begitu spesial.
Kehadiran Mia dikehidupan Kevin, memang sudah merubah sikap, sifat, dan kebiasaan nya. Tetapi hanya terhadap Mia, jika dengan orang lain apalagi yang baru dikenal nya. Kevin masih sama memancarkan aura dingin yang menusuk kepada orang itu.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Koment, dan Vote nya My Readers🙏🙏
Thankyou🖤🖤
ending nya nyesek bnget 😭😭🤧
y tuhan begitu berat cobaan mereka hadapi skrng plese Thour gue GGK tega 😭
gue GGK tega Thour 😭