Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.14
"Nona, ini minum lah terlebih dahulu." bibi sare memberikan satu gelas air, agar emosi nona nya mereda.
"Terima kasih bibi."
Dengen segera, Elly langsung saja minum karena tenggorokan nya benar bener sangat kering. apalagi berteriak dengan ibu dan juga Ella.
"Huft, bibi berapa lama lagi jendral besar pulang ke kediaman ini?" tanya nya dengan penasaran
"Jendral besar pulang dari perbatasan, sekitar 7 harian lagi nona. karena pasti jendral pulang membawa kabar baik, tentang kemenangan di perbatasan."
"Hmm, aku masih memiliki waktu selama itu. Mulai sekarang aku akan mencari tempat yang menarik untuk bisa dikunjungi nanti nya."
"Aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu bibi, karena rasa nya benar benar sangat gerah sekali."
"Baiklah nona, biarkan bibi bantu ya."
"Tidak perlu bibi, karena aku bisa sendiri. Oh ya, bibi tolong bawakan saja pakaian bersih yang akan aku pakai setelah mandi."
"Baik nona." bibi sare langsung bergegas menuju ke lemari sang nona muda nya. Lemari itu terlihat sangat sederhana. bahkan hanya ada beberapa baju saja yang nona nya miliki.
Di kamar mandi kecil itu, Elly masih belum mandi. Dia mengecek ruangan ajaib nya terlebih dahulu. apakah ada barang yang menarik atau tidak.
"Selamat datang kembali tuan rumah."
"Selamat malam sistem. Aku hanya datang untuk mengecek persediaan barang yang bagus."
"Hamba memiliki beberapa barang yang menarik nona, dan ada juga racun bunga hemolid yang dapat membuat para musuh mengalami luka Luka bakar apa bila memegang racun bunga tersebut." sistem memberikan beberapa bagian tentang racun dari bunga, dan beberapa bagian tentang buah buahan yang siap di sajikan. Buah yang ada di ruangan ajaib itu juga memiliki khasiat nya masing masing. Ada yang untuk obat, dan ada juga yang beracun.
Mendengar ucapan sistem, Elly memiliki ide atau rencana yang bagus, untuk ibu dan juga kembaran nya itu.
"Aku ingin menukarkan racun bunga ini."
"Ting!" racun hemolid telah diberikan." suara sistem menggema di pikiran nya Elly. bahkan gadis itu tak sabar untuk membuat heboh kediaman sang jendral besar. Terutama ibunya itu.
"Luka bakar, dan akan seperti apa nanti nya saat jendral kediaman besar pulang dan melihat istri nya mengalami luka bakar yang mengerikan." kekeh nya memiliki ide menarik untuk membalas perbuatan ibu nya.
Nyonya voil begitu merawat tubuh nya, walaupun riasan nya begitu menor, tapi wanita itu cukup memperhatikan penampilannya. sebagai nyonya jendral, tentu saja penampilan nomor satu.
setelah bunga itu Berada di sebuah wadah. Elly langsung menyimpan nya, agar tidak di liat oleh bibi sare. Dia tak ingin, niat nya di ketahui oleh bibi sare. Apalagi rencana ini, nanti nya akan menjadi rencana terakhir untuk memberikan pelajaran yang setimpal.
*****
Keesokan harinya....
Elly langsung terbangun, saat matahari mulai menampakkan sinarnya. bahkan dia langsung tersenyum lebar, karena hari ini dia akan berencana keluar dan melihat kondisi kota dusch ini. Tentu saja pergi nya tanpa ada izin dari ibu nya. karena pasti tidak akan diberikan izin.
sebelum keluar dari paviliun kecil ini, Elly tak lupa menyamar agar tak diketahui oleh para penjaga. Dia juga memakai pakaian pelayan hari ini.
"Nona, apakah rencana ini akan berhasil?" bisik bibi sare yang cemas apabila ada penjaga yang mengenali kedua nya.
"Aku jamin kita tak akan di ketahui bibi. sudahlah jangan cemas, ayo kita berpetualang. Aku sudah lama tak melihat pemandangan di kota dusch ini." ucap gadis itu yang tak sabar melihat kondisi jalanan di jaman kuno ini.
Bibi sare hanya mengangguk saja, tapi di satu sisi dia tetap cemas dan takut ketahuan apa bila keluar tanpa izin dari nyonya itu. Tapi saat melihat senyuman lebar dari nona muda nya, bibi sare merasa tak tega. Dan mengikuti keinginan nona muda nya, untuk berjalan jalan di sekitaran kota dusch.
mereka berdua sudah sampai di gerbang kediaman. Dan sejauh ini, para penjaga masih sibuk dengan urusan masing masing. Hal itu memudahkan keduanya keluar dari pagar kediaman.
"Huft.... selamat juga." gumam bibi sare yang menahan takut selama berjalan menuju ke gerbang pintu keluar.
"Hahah, akhirnya kita lolos juga bibi. Tapi, kita akan menggunakan apa bibi untuk melihat isi kota ini?" tanya nya dengan wajah kebingungan. Masa harus berjalan kaki, yang ada pasti akan kelelahan apalagi jarak pasar dusch sangat jauh.
"Kita naik gerobak sapi saja nona. Di perempatan jalan di sana ada sebuah gerobak sapi menuju ke pasar dusch. Apakah nona muda mau mencoba?"
"Mau mau bibi." ucap gadis itu dengan wajah berbinar. Pasti akan sangat seru sekali.
" Permisi paman, apakah paman masih menerima penumpang?" tanya Elly dengan nada sopan nya.
Paman do yang sedang beristirahat sejenak langsung kaget, dan mengangguk antusias. akhirnya ada penumpang setelah menunggu hingga 1 jam lamanya.
"Tentu saja nona, ayo silahkan naik. Paman akan mengantarkan kalian."
"Terima kasih paman. Bibi ayo kita naik".
"Baik nona." ucap bibi dengan tersenyum lembut melihat wajah kebahagiaan di wajah nona muda nya. sudah lama sekali senyum itu hilang, akhirnya dia bisa melihat senyuman manis dari nona muda nya itu.
Elly memiliki sebuah rencana untuk ide bisnis yang akan dia lakukan dan mencari informasi yang bagus untuk memulai hidup yang baru nanti nya.
sepanjang perjalanan, Elly cukup menikmati angin sepoi-sepoi yang begitu sejuk itu. Dan bahkan sesekali gadis itu memejamkan mata nya. merasa damai, dengan kehidupan sederhana seperti ini.
Hanya membutuhkan waktu setengah jam akhirnya mereka tiba juga di sebuah pasar di kota dusch ini. Sekeliling nya, tentu saja banyak penjualan keliling, dan beberapa kali dia melihat makanan dan juga barang barang yang di jual di sana.
"ga nyangka, jaman ini sudah seperti jaman modern juga." gumam nya yang melihat beberapa barang yang bagus yang di pajang dan di jual.
"Nona, apa yang ingin nona beli. Kebetulan bibi memiliki 10 koin tembaga." koin itu juga merupakan gaji bibi sare, selama berkerja di kediaman sang jendral.
Di jaman ini juga, alat tukar masih menggunakan koin tembaga dan koin emas. biasanya juga bisa ditukarkan dengan barang barang langkah sebagai sistem barter. Apabila pembeli ada yang memiliki barang bagus, bisa ditukarkan di toko toko yang mereka inginkan. Seperti sebuah resep, dan juga rempah rempah lainnya, yang bisa digunakan untuk obat dan Keperluan lainnya.
"Bibi, terima kasih banyak. Aku pasti akan mengganti uang bibi nanti nya. Aku janji." ucap Elly yang memang memerlukan uang saat ini.
"Tidak masalah nona, bibi senang bisa membantu nona. jangan diganti, karena nona sudah bibi anggap seperti anak bibi sendiri." ucap wanita itu dengan tulusnya.
Tentu saja mata Elly berkaca kaca mendengar ucapan bibi sare yang benar benar begitu tulus menyayangi nya..
lanjut up yg banyak thor