Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dari Status Aku Lebih Mulia
Rembulan malam bersinar redup, Liu Yan duduk di balik meja sembari menyantap makanan masih dengan menu yang sama dua roti tanpa isi dan sayur hijau, ia tersenyum kecil sembari menyantap makanan
"Selalu ada harga yang harus di bayar, aku tak akan begitu berbaik hati, makanan ini, meski hanya makanan biasa tetap saja sebuah makanan" Ia menyantap makanannya dengan begitu bersemangat,
"Nona nona" Wei Yuan datang dengan nafas yang terengah engah
"Duduklah terlebih dahulu dan katakan apa yang ingin kau katakan" Wei Yuan datang dengan begitu tergesa, sudah seperti di kejar hantu saja
"Nona, Tuan Tuan meminta anda ke aula"
"Oh, jika demikian biarkan saja mereka menunggu beberapa saat" Siapa pria itu, memerintahnya?, memangnya layak?
"Nona, Tuan, Tuan besar pasti akan marah" tuan besar selalu lebih tegas terhadap sang nona, jika tak datang segera takutnya sang nona akan kembali menerima hukuman
"Udara malam sangat segar, ayo melihat bulan" Ia melangkah meninggalkan kamar ke danau buatan di halamannya
Roti tanpa isi dan acar, meski tak begitu lezat namun bisa mempertahankan nyawa, tentu saja Liu Yan menghargainya.
Kehidupan Liu Yan ini, entah bisa di katakan menyedihkan atau tidak, untuk kediaman ia memiliki tempat yang baik, halaman ini cukup luas dan indah, hanya saja sedikit sekali pelayan, dengan halaman sebesar ini, hanya di urus oleh Wei Yuan sendiri, gadis ini memang sudah cukup menderita.
"Nona, ini"
"Sudahlah abaikan saja" ia menghela nafas pelan, setelahnya menengadah menatap langit malam.
Pria bajingan, memangnya dia siapa, hanya karena dia memanggil apakah Liu Yan wajib datang?, tentu saja tidak.
Di sisi lain Zhang Lin Zhi bersama ayah dan ibunya di aula, semua orang sedang menunggu drama apa lagi yang akan di pertontonkan oleh orang orang, Zhang Lin kembali dalam keadaan menyedihkan, ia bahkan mengalami demam
Ia tak bisa menerima ini, ia mengadukan ini pada sang ibu, dan sang ibu tentu saja mengungkitnya di depan ayah bajingan yang pilih kasih itu, saat ini mereka sudah siap memberi pelajaran pada Liu Yan yang sombong ini
"Zhang Liu ini semakin tak tau aturan, bagaimana mungkin ia membiarkan ayah dan tetua menunggunya seperti ini" Zhang lan mendengus, pelayan sudah lama di kirim, namun dirinya masih belum melihat batang hidung gadis nakal itu
"Ayah kakak hanya bercanda, Lin er baik baik saja, hanya masuk ke danau saja" Zhang Lin Zhi berucap pelan,
Bagaimana mungkin ia melepaskan Liu Yan begitu saja, namun jika tak menunjukan belas kasih takutnya sang ayah mengira dirinya gadis kejam yang tak tau aturan.
"Alangkah baiknya jika gadis nakal itu memiliki sedikit saja sikap mu, sedikit pengertian saja sudah lebih baik, sayang sekali, dia keras kepala dan tak masuk akal" Zhang lan selalu tak puas dengan putrinya ini, sedari muda sudah di abaikan.
Putri ini terlalu bodoh dan lemah, ada begitu banyak sumberdaya, jika ia sedikit lebih keras kepala maka ia akan menjadi penguasa rumah, namun siapa sangka?, gadis yang lahir dari wanita yang paling ia cintai ini tumbuh menjadi manusia yang tak berguna.
membiarkan diri di tindas dan di ganggu oleh keturunan selir, memiliki keluarga begitu berpengaruh, apakah ia tak bisa sedikit saja menggertak?, putri ini benar benar tak bisa di tolong lagi
"Benar tuan, Nona besar hanya sedikit bermain, tak masih jika mengalami sedikit penderitaan"
"Jika kalian melepaskannya hari ini maka besok anak itu akan menginjak kepala kalian"Zhang lan mendengus kesal.
"Pelayan, bagaimana?, apakah pelayan yang memanggil nona besar sudah kembali?"
"Menjawab tuan, pelayan itu sudah kembali dan mengatakan jika nona besar tak ingin menemui tuan"
"Anak ini sudah sangat keterlaluan, menganiaya saudaranya bahkan tak patuh pada orang yang lebih tua, Lin er, tenang saja ayah akan memberi mu keadilan"
Zhang Lin hanya diam dan mengangguk pelan, tentu saja ia tau bagaimana sikap ayahnya, hari ini, Zhang Liu tak akan lepas, meski sudah berusaha.
"Anak ini sangat tak tau aturan" Zhang Lan mendengus meninggalkan aula, ia melangkah ke halaman teratai untuk melihat apa yang di lakukan Zhang Liu.
Saat semua orang sedang dalam suasana hati buruk, Zhang Liu bahkan menunjukan senyum cerah dan menikmati pemandangan dengan bahagia
"Ayah, tenangkan diri ayah, kakak hanya bercanda" Suara halus Zhang Lin membuat senyum Liu Yan merekah dengan lebar
Gadis ini masih begitu muda sudah memiliki pikiran licik, di masa depan hanya bisa menjadi seorang penganggu, saja
"Masih belum berlutut?" Zhang Lan menatap Zhang Liu dengan tatapan tajam akan tetapi Zhang Liu bahkan tak ingin menganggapnya serius
"Liu Yan, akan lebih baik menurut pada ayah mu" selir Ming berucap lembut, seolah ibu yang sangat mencintai putrinya, gadis ini biasnya penurut, tapi saat ini bahkan sudah menunjukan tatapan merendahkan.
"Mengapa harus?" Tatapan meremehkan membuat Zhang Lan semakin kesal, sudah melakukan kesalahan masih saja tak tau cara bertobat
"Sangat keterlaluan" Mentri Zhang menatap putrinya dengan tatapan nyalang, putri lemah ini apakah benar benar akan mengangkat wajahnya seperti ini
"Mengapa memangnya? Baik dari status aku lebih mulia, dan soal etiket, ayah, aku putri Hua dan gelar ini di berikan langsung oleh yang mulia, bahkan yang mulia tak berani menerima sujud dari ku apakah kau merasa lebih pantas menerima itu?, dan selir dan putri haram ini?, apakah kalian merasa lebih tinggi dari yang mulia?" Ia menjawab dengan mengejek, sedari lahir ia telah di angkat menjadi putri oleh kaisar terdahulu, menjadi wanita mulia yang memiliki wilayah dan tunjangan bulanan
Semua itu layak ia miliki, Liu Yan adalah satu satunya cucu perempuan yang di miliki oleh putri agung yang begitu di segani kaisar.
Kedudukan, status dan kemewahan sudah seharunya menjadi milik Liu Yan, para badut ini mengapa terus terus menari di hadapannya.
"Kau kau, dasar anak tak berbakti" Kemarahan Zhang Lan semakin memuncak, gadis siapan ini, beraninya mengungkit status
Apa artinya gelar putri?, itu semua hanya omong kosong saja,
"Aku memanggil mu ayah itu tandanya aku masih menghormati mu, dan jika suatu saat kau kehilangan rasa hormat itu lihatlah apa yang bisa di lakukan oleh mu" Liu Yan menjawab ringan
Ayah ini tak memperdulikan pemilik tubuh, sedari muda selalu mengabaikannya, di kehidupan itu pun ayah ini hanya ayah kejam yang menggantungkan harapan pada seorang anak perempuan
Dewa memberinya kesempatan kedua, akan sangat bodoh jika tak menggunakannya dengan baik.