Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Runtuhnya Langit Biru
Udara di sekitar Sekte Langit Biru terasa mendidih. Api biru-merah menari-nari di sekitar Lu Chen, memancarkan panas yang begitu ekstrem sehingga bebatuan di bawahnya mulai meleleh. Di bahunya, Ignis dalam wujud semut naga yang kini seukuran jempol orang dewasa, mengeluarkan aura yang begitu menakutkan, membuat para kultivator Nascent Soul pun gemetar. Para murid dan tetua sekte yang tadinya jumawa, kini hanya bisa berdiri terpaku, menyaksikan mimpi buruk mereka menjadi kenyataan.
"Siapa... siapa sebenarnya kau?" teriak Penatua Agung Mo Shanshan, berusaha bangkit dari reruntuhan aula utama, jubahnya robek dan wajahnya berlumuran darah. Kekuatan Puncak Nascent Soul miliknya terasa begitu rapuh di hadapan aura Lu Chen dan Ignis.
Lu Chen menatap Mo Shanshan, matanya berkilat emas. "Aku? Aku adalah Lu Chen, pelayan sampah F-Rank yang kau lempar ke kandang binatang buas. Aku adalah 'Penjinak Semut' yang kalian tertawakan."
Dengan sebuah lambaian tangan, api biru membara di ujung jari Lu Chen. Dia tidak lagi menyembunyikan kekuatannya. "Dan hari ini, aku datang untuk mengambil apa yang pantas kalian dapatkan."
[Ding! Misi Tersembunyi: Hancurkan Simbol Penindasan Sekte.]
[Target: Pilar Pengumpul Roh, Menara Formasi, Kamar Alkimia.]
Ignis mendesis senang. "Akhirnya! Aku sudah gatal ingin membakar tempat terkutuk ini! Lu Chen, biarkan aku mengurus Menara Formasi. Mereka menggunakan energi Jenderal Azure untuk mengoperasikannya!"
"Lakukan," perintah Lu Chen.
Dengan kilatan biru, Ignis melesat ke udara, menerjang langsung ke arah Menara Formasi—sebuah struktur kristal raksasa yang menjadi jantung pertahanan Sekte Langit Biru. Para tetua yang tersisa panik, mencoba mengaktifkan perisai terakhir, namun sudah terlambat.
BRUKK!
Ignis menancapkan rahangnya ke dasar Menara Formasi. Alih-alih menghancurkannya dengan api, dia mulai memakan inti energi menara itu. Kristal-kristal raksasa itu bergetar hebat, lalu dalam hitungan detik, menara itu runtuh, berubah menjadi debu halus yang tertiup angin. Seluruh formasi pertahanan sekte seketika lumpuh.
"TIDAK! Menara Formasi!" teriak Penatua Han dengan panik.
Sementara Ignis berpesta, Lu Chen tidak tinggal diam. Dia melangkah ke udara, setiap langkahnya menciptakan riak energi yang kuat. Target pertamanya adalah Pilar Pengumpul Roh—monumen yang terus menyedot energi spiritual dari tanah untuk memperkaya sekte.
"Kalian merampok energi alam dan memenjarakan binatang buas. Sekarang rasakan sendiri penderitaan itu!"
Dengan raungan yang kuat, Lu Chen melayangkan tinjunya. Tidak ada teknik yang rumit, hanya kekuatan murni Tahap Pembangunan Fondasi Puncak yang didorong oleh kemarahan naga. Pukulan itu menghantam pilar raksasa tersebut.
DUARRR!
Pilar Pengumpul Roh meledak menjadi serpihan batu yang beterbangan. Gelombang energi yang selama ini terkumpul di dalamnya meledak ke segala arah, namun tidak melukai Lu Chen karena dia telah menyerap Esensi Naga Azure. Sebaliknya, ledakan itu melukai ratusan murid dan tetua yang berada di dekatnya.
Para murid dan pelayan yang lebih rendah tingkatannya yang selama ini dianiaya oleh sekte, kini melihat Lu Chen sebagai pahlawan yang datang untuk membebaskan mereka. Mereka tidak lagi takut. Beberapa bahkan mulai ikut meneriakkan kemarahan mereka terhadap para petinggi sekte.
"Bebaskan semua binatang buas!" teriak seorang pelayan tua.
Lu Chen mendengar mereka. Dia mengangguk. "Ignis, buka semua kandang di Lembah Binatang Buas! Bebaskan mereka!"
Ignis yang baru saja selesai menghancurkan Menara Formasi melesat kembali ke lembah. Dalam sekejap mata, dia menghancurkan semua gerbang kandang yang terkunci, membebaskan ratusan binatang buas yang lapar dan marah.
ROAAARRR!
Ratusan binatang buas, mulai dari Serigala Angin hingga Banteng Api, meraung bebas. Mereka tidak menyerang Lu Chen, melainkan berbalik menyerang para murid dan tetua sekte yang selama ini memenjarakan dan menyiksa mereka. Kekacauan pecah di seluruh area sekte.
"Ini adalah balas dendam kami!" teriak seekor Macan Taring Perak, matanya berkilat liar.
Penatua Agung Mo Shanshan menggeram. "Kau pikir kau bisa lolos setelah semua ini, Lu Chen?! Kau telah memicu perang dengan seluruh dunia kultivasi! Akan ada harga yang harus kau bayar!"
"Harga?" Lu Chen tertawa. "Harga yang sebenarnya adalah harga kebebasan. Dan hari ini, aku akan membebaskan kalian semua dari delusi kekuasaan kalian!"
Lu Chen melayang ke arah Kamar Alkimia—pusat produksi pil spiritual sekte. Di sanalah mereka membuat Pil Iblis Pembakar Darah yang digunakan Han Wei.
Dengan satu tendangan, pintu baja Kamar Alkimia hancur. Di dalamnya, ratusan kuali alkimia meledak, memuntahkan ramuan beracun dan pil-pil spiritual ke udara. Asap tebal memenuhi ruangan.
[Ding! Misi 'Hancurkan Simbol Penindasan Sekte' Selesai.]
[Hadiah: Pembukaan Fungsi 'Naga Perang' pada Ignis.]
[Status Lu Chen: Energi Stabil pada Puncak Pembangunan Fondasi. Mendekati terobosan ke Tahap Inti Emas.]
Seluruh kompleks Sekte Langit Biru kini berada dalam kekacauan total. Api berkobar, bangunan runtuh, dan raungan binatang buas bercampur dengan jeritan keputusasaan para kultivator. Ini adalah pemandangan yang tak pernah terbayangkan oleh siapa pun. Sebuah sekte agung hancur oleh seorang "pelayan sampah" dan "semut" peliharaannya.
Lu Chen mendarat di puncak gunung tertinggi, di sampingnya Ignis memancarkan aura kemenangan. Di bawah mereka, Sekte Langit Biru terbakar menjadi puing-puing.
"Ini baru awal, Ignis," bisik Lu Chen, matanya menatap ke kejauhan, ke arah cakrawala yang lebih luas. "Dunia ini perlu tahu bahwa kekuatan sejati tidak ditentukan oleh bakat atau nama besar. Tapi oleh hati dan kemauan untuk berdiri melawan ketidakadilan."
"Ya," Ignis menyetujui, suaranya dipenuhi otoritas seorang raja. "Dan kita, Lu Chen... kita akan menjadi legenda yang tidak akan pernah mereka lupakan."