NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Aku Muak!

Setelah mengantar Ella dan Aisha kembali ke kamar mereka, Karina tidak langsung beristirahat, ia kembali ke dapur dan membersihkan sisa nasi goreng yang telah dingin itu. Hatinya terasa perih, namun otaknya masih berusaha mencari pembenaran untuk sikap Agus.

'Mungkin Mas Agus sedang tertekan karena harga saham dan dia juga sedang lelah karena sering lembur,' batin Karina.

​Keesokan paginya, tepat pukul lima subuh, Karina sudah berada di dapur dan mengabaikan rasa nyeri di punggungnya demi menyiapkan sarapan mewah untuk keluarga. Karina membuatkan sup ayam jahe kesukaan Ibu Ratmi dan omelette truffle untuk Agus, ia berharap aroma makanan hangat bisa mencairkan kebekuan semalam.

​Namun, harapan itu pupus saat Ibu Ratmi masuk ke ruang makan dengan langkah kaki yang sengaja dihentak-hentakkan.

​"Karina! Mana air hangatku? Kamu ini sengaja ya ingin membunuhku dengan membiarkan tenggorokanku kering?" teriak Ibu Ratmi bahkan sebelum bokongnya menyentuh kursi.

​Karina segera membawakan gelas berisi air hangat dengan irisan lemon, "Maaf, Bu. Tadi aku sedang mengaduk sup supaya tidak pecah santannya," ucap Karina.

​Ibu Ratmi meminumnya sedikit lalu tiba-tiba menyemburkannya kembali ke lantai, "Panas sekali! Kamu mau membuat lidahku melepuh? Dasar menantu tidak berguna! Sudah untung kamu diambil Agus dari entah mana dulu, sekarang melayani ibu mertua saja tidak becus!" bentak Ibu Ratmi.

​Karina terdiam dan menunduk sambil mengambil kain lap untuk membersihkan tumpahan air di lantai, "Maaf, Bu. Aku ganti dengan yang lebih hangat dulu ya," ucap Karina

​"Tidak usah! Nafsu makanku sudah hilang," ketus Ibu Ratmi dan menatap Karina dengan pandangan jijik.

"Aku dengar semalam kamu bertengkar lagi dengan Agus? Karina, sadarlah. Agus itu sekarang orang besar, kalau dia pulang malam itu artinya dia sedang bekerja keras. Kamu sebagai istri harusnya bersyukur, bukan malah menginterogasi seperti polisi," omel Ibu Ratmi.

​"Tapi Bu, ada noda lipstik di bajunya...," suara Karina tercekat.

​Ibu Ratmi tertawa mengejek, "Halah, cuma lipstik! Mungkin itu tanda kasih sayang dari rekan bisnisnya. Kamu itu harusnya belajar dandan, belajar menyenangkan suami, jangan cuma tahu pakai daster dan pegang ulekan. Lihat tuh Sabrina, sekretarisnya Agus. Orangnya sopan, cantik dan selalu tahu cara membuat Agus tersenyum. Kalau aku jadi Agus, aku juga akan malas pulang melihat wajah kuyu seperti kamu," ucap Ibu Ratmi.

​Dada Karina sesak dan tak lama, Agus muncul dengan setelan jas biru gelap yang licin. Wajahnya segar, seolah keributan kemarin malam tidak pernah terjadi. ​Agus duduk tanpa menyapa Karina, ia langsung menyambar koran bisnis di meja.

​"Mas, ini sarapannya," Karina meletakkan piring dengan hati-hati.

​Agus melirik piring itu sekilas lalu mendorongnya menjauh, "Aku sarapan di kantor saja, ada meeting dengan investor," ucap Agus.

​"Tapi Mas, ini truffle yang kamu suka...,"

​"Sudah kubilang tidak usah, ya tidak usah!" bentak Agus tiba-tiba dan membuat sendok di tangan Ibu Ratmi berdenting keras.

"Kamu ini kenapa sih, Karina? Selalu saja memaksakan kehendak. Kamu pikir dengan membuatkan sarapan, semua dosamu semalam yang telah mencurigaiku akan terhapus? Semakin kamu bersikap begini, semakin aku muak!" lanjutnya.

​Agus berdiri dan mengambil tasnya lalu mencium kening ibunya, sebuah gestur kasih sayang yang sudah bertahun-tahun tidak ia berikan kepada Karina.

​"Ibu, kalau dia macam-macam lagi atau malas mengurus Ibu, telepon Agus ya. Biar Agus beri dia pelajaran," ucap Agus dengan nada lembut kepada ibunya, namun melirik tajam pada Karina.

​Setelah Agus pergi, Ibu Ratmi menatap Karina dengan senyum kemenangan. "Dengar itu? Anakku sudah tidak butuh kamu. Kamu di sini cuma karena aku masih kasihan melihat anak-anak, tapi kalau kamu terus-terusan membantah, jangan harap posisi Nyonya ini akan bertahan lama," ucap Ibu Ratmi.

​Sepanjang pagi itu, Karina diperlakukan layaknya budak. Ibu Ratmi memintanya membersihkan gudang di lantai atas yang berdebu lalu mengeluh karena AC di kamarnya kurang dingin hingga meminta Karina mencuci semua gorden secara manual karena ia tidak suka bau mesin cuci.

​Di sela-sela rasa lelahnya yang luar biasa, Karina duduk di lantai gudang yang dingin dan menatap sebuah kotak tua yang tersembunyi di sudut ruangan. Kotak kayu jati dengan ukiran lambang keluarga Wijaya, sebuah pohon beringin emas yang megah, itu adalah satu-satunya barang yang ia bawa saat pergi dari rumah untuk menikah dengan Agus.

​Selama dua puluh tahun, ia berjanji tidak akan pernah membuka kotak itu. Ia berjanji akan menjadi wanita biasa, istri dari seorang Agus. Namun sekarang, janji itu terasa seperti jerat leher yang mencekiknya perlahan.

​"Ma, sedang apa di sini?" tanya Ella.

​Karina tersentak, Ella berdiri di pintu gudang dan menatap ibunya dengan mata yang penuh dengan empati, namun juga amarah yang terpendam.

​"Hanya... merapikan barang, El," ucap Karina sambil berusaha berdiri, meskipun lututnya gemetar karena kelelahan.

​Ella mendekat dan mengambil kain lap dari tangan ibunya lalu melemparnya ke lantai, "Cukup, Ma. Jangan lakukan ini lagi, Nenek sengaja mengerjai Mama dan Papa... kemarin Ella lihat Papa pulang diantar perempuan yang ingin jemput Ella sama Aisha," ucap Ella.

​Jantung Karina seakan berhenti berdetak, "Mungkin... mungkin memang ada urusan kantor, El," ucap Karina.

​"Sampai kapan Mama mau membohongi diri sendiri?" suara Ella meninggi dan air mata mulai mengalir di pipinya yang kemerahan.

"Kami malu, Ma! Kami malu melihat Mama dihina seperti ini. Kami bukan ingin Mama bertahan demi kami, kami ingin Mama bahagia! Kalau Papa sudah tidak menghargai Mama, buat apa kita di sini?" ucap Ella.

​Karina memeluk Ella, namun matanya menatap kosong ke arah kotak kayu beringin emas itu dan kata-kata Ella menghujam tepat ke jantungnya.

​Selama ini, Karina mengorbankan harga dirinya, identitasnya dan kebahagiaannya agar anak-anaknya memiliki keluarga yang utuh dan suaminya memiliki karier yang cemerlang.

Namun ternyata, pengorbanannya justru menjadi racun bagi anak-anaknya. Mereka tidak bangga melihat ibu mereka menjadi keset kaki, mereka justru terluka.

​"Mama...," panggil Aisha tiba-tiba muncul di belakang Ella.

​"Mama?" panggil Aisha lagi.

"Mama nggak apa-apa, sudah ya jangan dipikirkan. Ayo sekarang kalian harus les," ucap Karina.

"Mama yang kuat ya, Ella sama Aisha selalu dibelakang Mama," ucap Ella.

"Iya sayang, terima kasih ya. Mama beruntung banget punya Ella sama Aisha," ucap Karina dan memeluk kedua putri kembarnya yang sudah berusia 15 tahun.

'Mas, aku ingin Ella dan Aisha punya keluarga yang lengkap, aku mau mereka hidup dengan kasih sayang kedua orangtuanya,' batin Karina.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
Eva Tigan
aku mau muntah mendengar permintaan maaf Agus
Ariany Sudjana
Haha mampus kamu Agus 😂😂 kamu sudah membuang batu permata demi butiran drbi🤣🤣
Ani
lah kenapa malah jadi Ibunya yang difitnah.. bukankah Agus yang menggadaikan sertifikat rumah di Solo
Ani
preeet.. dari pada kembali padamu ayah yang tak berguna mendingan cari ayah baru 😛😛😛😛😛
Ariany Sudjana
berarti keamanan perusahaan lemah dong? kok bisa Agus menyelinap dalam mobil kurir, jangan mau dibujuk lagi Karina
Ariany Sudjana
harusnya Sabrina juga dibinasakan, jangan dibiarkan pergi, dia akan buat ulah lagi, seperti kata Faisal
Ma Em
Sabrina hdp nya sdh susah msh saja sombong , benar kata Karina temani si Agus yg sekarang hdp nya sdh jadi gembel , jgn mau senangnya saja susahnya juga hrs Sabrina temani si Agus karena Sabrina msh istrinya Agus .
Lisna Wati
lanjut ka
اختی وحی
jngn dbkin jd perempuan bego ya thor, males bacanya klw pemerannya oon
Ariany Sudjana
Sabrina kamu bilang Karina jalang? bukannya kamu yang jalang murahan yah? dan sekarang kamu mencari mangsa baru, yang bisa kamu kuras kekayaannya 😂😂🤭🤭
dyah EkaPratiwi
hemmm PD sekali anda Agus agus
Ariany Sudjana
hahaha ada yang ga rela jadi miskin 😂😂 Agus kamu bodoh, masih berharap jadi konglomerat lagi? kenapa ga kamu kejar jalang peliharaan kamu itu? kan kamu sudah menyia-nyiakan Karina demi jalang peliharaan kamu itu?
Ani
preeet itu dulu bro.. mungkin karena cinta buta makanya Karina selalu memaafkan dirimu.. kalau sekarang tidak ada kesempatan kedua meskipun Karina dan anak anak sudah memaafkan dirimu 😎😎😎😎
stela aza
wong gendeng 🤦
Naufal Affiq
manusia gak sadar diri,udah nyakiti hati orang,mau menampakkan wujud pulak kepermukaan
Sriati Rahmawati
istri bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!