NovelToon NovelToon
Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Transformasi Hewan Peliharaan / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Dunia Kultivasi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah dan indah bagi yang kuat

Karena itu Li Yuan seorang yatim piatu ingin merubah itu semua. bersama kawannya yaitu seekor monyet spiritual, Li Yuan akan menjelajahi dunia dan menjadi pendekar terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Darah di Atas Salju Abu

​Asap masih mengepul dari reruntuhan Desa Qingyun saat Li Yuan melangkah melewati mayat-mayat yang membeku. Tidak ada lagi air mata. Yang tersisa hanya sepasang mata yang kosong, namun di dalamnya berkilat api ungu yang mengerikan. Di belakangnya, Dong Dong berjalan dengan tongkat yang diseret di tanah, meninggalkan goresan panjang yang penuh dengan niat membunuh.

​"Mereka ada di sana," bisik Dong Dong. Hidungnya mencium bau besi dari zirah dan minyak senjata yang khas.

​Di batas hutan, sepuluh orang prajurit berseragam hitam dengan lambang elang di dada mereka tengah tertawa sambil memeriksa barang jarahan. Mereka adalah unit kecil dari Pasukan Elang Hitam yang tertinggal untuk memastikan tidak ada saksi hidup.

​"Desa sampah ini tidak punya banyak emas, tapi gadis-gadisnya lumayan." ucap salah satu prajurit sambil mengasah belatinya yang bersimbah darah.

​Tiba-tiba, langkah kaki yang tenang terdengar mendekat. Para prajurit itu menoleh dan melihat seorang bocah dengan pakaian hangus berdiri sepuluh langkah di depan mereka.

​"Oh? Masih ada tikus yang selamat?" Pemimpin unit itu, seorang pria dengan bekas luka di mata kiri, menyeringai. "Tangkap dia. Kita bisa menjualnya sebagai budak tambang."

​Dua prajurit maju dengan angkuh. "Hei Bocah, menyerahlah jika kau tidak ingin—"

​Belum sempat kalimat itu selesai, tubuh Li Yuan menghilang.

​SRAAAK!

​Dalam satu kedipan mata, Li Yuan sudah berdiri di belakang prajurit pertama. Pedang hitamnya tidak lagi berkarat; bilahnya kini hitam legam, mengeluarkan uap dingin yang mencekam. Kepala prajurit itu perlahan merosot dari lehernya, jatuh ke tanah sebelum tubuhnya sempat menyadari bahwa nyawanya telah dicabut.

​Darah menyembur, namun tidak ada yang jatuh ke tanah. Darah itu justru terhisap ke dalam bilah pedang hitam Li Yuan.

​"Satu," ucap Li Yuan datar. Suaranya terdengar seperti gesekan batu kuburan.

​"K-KAU! BERANI SEKALI!" Prajurit kedua mengayunkan goloknya dengan kalap.

​Li Yuan tidak menghindar. Ia menangkap bilah golok itu dengan tangan kirinya yang kini dilapisi energi Qi ungu pekat. Tanpa ekspresi, ia menusukkan pedang hitamnya tepat ke jantung prajurit tersebut.

​Begitu pedang itu menembus dada, mata prajurit itu membelalak ketakutan. Tubuhnya mengering dengan cepat seolah seluruh esensi kehidupannya disedot paksa. Pedang itu bergetar kegirangan, mengeluarkan suara berdenging yang haus darah.

​"Apa yang terjadi pada pedang itu?!" teriak sang pemimpin Elang Hitam dengan wajah pucat.

​Li Yuan merasakan gelombang energi yang dahsyat meledak di dalam tubuhnya. Setiap nyawa yang diserap pedang itu diubah menjadi energi spiritual murni yang dipompakan langsung ke dalam pembuluh darahnya.

​Arus Qi Tingkat 5... 7... 10!

​Hambatan kultivasinya hancur berkeping-keping. Energi itu tidak berhenti, ia terus memadat di area dada, membentuk pusaran yang menghubungkan kesadaran fisik dan spiritualnya.

​Inti Qi!

​Dan terus melesat. Penderitaan dan amarah Li Yuan menjadi katalis yang sempurna. Roh pedang hitam itu seolah menyatu dengan jiwanya, membentuk sebuah ikatan yang mengerikan.

​BYAAARRR!

​Aura ungu meledak dari tubuh Li Yuan, meratakan pepohonan di sekitarnya. Rambutnya berkibar liar, dan di belakang punggungnya, samar-samar muncul bayangan sosok dewa kematian yang memegang pedang.

​Penyatuan Roh Tingkat 1.

​Li Yuan menatap telapak tangannya. Ia merasakan kekuatan yang melampaui logika, namun hatinya tetap sedingin es. Ia menoleh ke arah sisa prajurit yang kini gemetar ketakutan.

​"Aku merasakannya," bisik Li Yuan. "Rasa sakit yang kalian berikan pada warga desa... pedang ini ingin kalian merasakannya seribu kali lipat lebih sakit."

​Dong Dong melompat ke samping Li Yuan, tongkatnya kini berpendar merah membara. "Jangan sisakan satupun, Li Yuan. Biarkan hutan ini meminum darah mereka."

​Li Yuan bergerak lagi. Kali ini, ia bukan lagi bertarung, melainkan memanen nyawa. Jeritan memilukan mulai memecah kesunyian hutan, membalaskan setiap tawa yang mereka keluarkan saat membakar Desa Qingyun.

​Pembantaian baru saja dimulai.

1
Nanik S
Awal yang menarik
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus update nya semangat semangat semangat
Agen One: /Good//Good//Good//Pray//Ok//Ok//Good//Good//Ok/
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Li Yuan maju terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
semangat semangat Li Yuan bantai semua musuh mu
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
markotop top lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
joooooss joooooss pooolll lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
siiiip lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat
Agen One: okeeeee
total 1 replies
Aman Wijaya
nyimak Thor lanjut
Agen One
Ceritanya gak ada sedih-sedihnya coi. komedi dan perjuangan!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!