Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dendam ini akan di hitung
"Huh, huh ,hu" Bai Xioshang langsung membuka matanya dengan nafas yang tersengal segal
"Aku tidak mati?" Ia berucap dengan wajah dingin, mulai memeriksa tubuhnya yang sempat di penuhi luka luka cambuk
"Bagus sekali, aku tau jika penjahat seperti ku tak akan mati dengan mudah" Senyuman mengerikan terlintas di wajahnya.
Ia telah menjadi boneka yang di permainkan pria yang selama 27 tahun ia panggil ayah, mengotori tanganya dengan begitu banyak darah, namun usaha yang ia lakukan hanya berakhir sia sia
Di khianati oleh pria yang selama 6 tahun mengaku sebagai seorang yang paling mencintainya, ia bodoh saat itu, namun tak akan bodoh untuk yang ke dua kalinya.
Setelah mengalami pengkhianatan ini, ia berjanji tak akan menjadi gadis bodoh dan naïf lagi, segala pengorbanan yang telah di lakukan akan menjadi sia sia saat orang yang kota kasihi hanyalah orang yang tak tau diri
"Nona, akhirnya nona sadar, nona hamba sangat senang" Seorang gadis kecil terisak
Tangan kecilnya bergerak cepat dan dalam sekejap sudah berada di leher gadis yang berada di dekatnya
"Uhuk uhuk, non nona"
"Siapa, apa yang kau lakukan di sini" Bai Xioshang menatapnya dengan tatapan Datar, tangan kecilnya dengan sikap mencengkam leher si gadis di samping,
"Nona nona" Si gadis kesulitan bernafas karena kekuatan tangan Bai Xioshang bahkan rak bisa di ragukan
Setelahnya Ia menatap ke sekeliling ia tak mengenali tempat ini, bahkan amat sangat tak kenal, di mana ini dan apa yang sedang terjadi, tangan kecilnya melepas tanganya dari si pelayan malang di sisinya.
"No nona, ampuni nyawa pelayan kecil ini" Suara gadis pelayan yang ia cekik sudah hampir menghilang, Xioshang melepas tanganya dari leher si gadis dan menatanya dengan tatapan dingin
"Ini di mana?" Ia menengadah menelisik setiap sudut ruangan, ini bukan kamarnya dan ini jelas bukan hal yang akan ia lakukan, pakaian tradisional ini, dan kasur keras ini apakah ia?
Apakah ia benar benar sudah mati dan saat ini berada di alam akhirat
"Nona, nona baik baik saja apakah Wei Yuan harus memanggil tabib?" Gadis bernama Wei tuan merangkak mendekati sang nona
Nonanya sudah sangat menderita, di abaikan ayah dan bahkan di paksa menikahi orang yang tak di inginkan.
"Agh kepala ku" ia mencekam kepalanya kuat, rasa sakit yang amat sangat datang dengan begitu tiba, bagian kepalanya seolah terhantam sesuatu yang sangat keras, ingatan datang satu persatu layaknya kaset rusak yang menghantam kepalanya dengan paksa, ia meringis karena kesakitan.
"Kau?, Wei Yuan?" Ia menatap dengan tatapan tanya?.
"Benar, nona, hamba senang nona baik baik saja" Wei Yuan berucap lembut, Bai Xioshang menghela nafas pelan, hidup gadis ini sangat buruk, Bai Xioshang terdiam sejenak, setelahnya menghela nafas pelan.
"Baiklah"
Ingatan sudah datang, ia bukan tak tau apa yang terjadi, jika sudah di sini maka anggap saja di berikan kesempatan ke dua, di kehidupan ini ia akan memastikan jika ia akan memiliki kehidupan yang, layak, kaya raya dan setiap orang yang menindasnya akan ia pukul satu persatu.
"Sampah kau hanya berdiam diri dengan nona sampah mu itu, apakah kau sangat menganggur" Seorang gadis pelayan menerjang masuk ke dalam kamar milik Bai Xioshang.
Yang lemah akan selalu mendapat penindasan, Gadis ini nona muda Sah keluarga Zhang namun ia gadis lemah, di dunia yang kejam ini yang lemah harus selalu di tindas, bahkan pelayan pun tak segan.
"Apakah kamar ku bisa di masuki oleh pelayan sesuka hati?" Tatapan mengejek nampak di ujung matanya, seorang gadis angkuh di hadapannya apakah benar benar ingin mencari masalah.
Kamar ini nampak begitu mewah, namun tak ada satu pun di sini, ia putri sah keluarga besar mengapa ia di perlakukan buruk oleh pelayan.
"Ah, sampah, ternyata kau sudah bangun jika sudah bangun maka jangan menjadi orang pemalas, bekerja dengan baik"
"Kakak Dai, nona baru saja bangun, biarkan aku saja yang melakukan pekerjaan itu" Wei Yuan berucap pelan, sang nona baru saja melewati ambang ke Matian, bagaimana bisa mendapat pekerjaan keras.
"Jika ada dua tenaga mengapa hanya satu, kediaman Zhang tidak memberi makan orang pemalas"
"Oh iya?" Bai Xioshang bangkit dari duduknya dan membuang asal karangan bunga di hadapan gadis yang sebelumnya di panggil kak Dai
"Apa yang kau lakukan , apakah kau menjadi gila karena tenggelam, untung tuan masih perduli padamu, jika tidak kau sudah di buang ke kandang anjing" Ucapnya dengan wajah kesal, ia menindas Liu Yan selama beberapa waktu ini, pelayan kecil yang menindas nona muda, tentu saja ia sudah mendapat persetujuan dari Majikan lainya.
Selir Ming memang tak menganggu Liu Yan secara langsung namun semua pelayan yang ia kirim selalu membuat Liu Yan menderita, bertahun tahun berlalu akhirnya Liu Yan hanya bisa menjadi nona muda tertindas di halaman bahkan di kediamannya.
"Wei Yuan, apakah anjing anjing kediaman Zhang memang seperti ini?" Melihat sikap sombong pelayan ini sudah dapat di perkirakan betapa sulitnya pemilik tubuh ini menjalani hidup di kediaman ini.
"Nona, jangan tersinggung, nona bisa beristirahat aku akan melakukan pekerjaan dengan baik" Wei Yuan berucap lembut, tubuh nonanya tak begitu baik.
"Dasar dua sampah yang tak berguna, kau membuat kekacauan membuat banyak kerugian aku harus memberi mu pelajaran yang pantas" Ucapnya dengan nada kesal
Ia adalah pelayan bermarga Dai, orang milik selir kesayangan Zhang Lan, ia sudah seperti nyonya rumah dan tentu saja bisa melakukan semua hal dengan semena mena.
"Sampah tak berguna hanya merepotkan saja" ia melangkah mendekat dan akan melayangkan tangan untuk menampar Bai Xioshang yang saat ini bernama Zhang Liu Yan.
"Jadi seperti itu?"Bai Xioshang, meski di kehidupan lalu bukan salah satu pembunuh bayaran terkenal namun tanganya juga sudah di penuhi darah sejak muda.
Seseorang yang terlalu berbaik hati akan di remehkan, seseorang yang tak memiliki kemapuan bahkan tak memiliki nyali untuk mengangkat kepala di tengah keramaian.
Dalam satu gerakan gadis bermarga Dai yang sebelumnya angkuh sudah menabrak dinding kamar karena tendangan keras dari Zhang Liu.
"Kau, berani kau menyakiti ku, aku adalah pelayan selir Ming, selir Ming pasti tak akan melepaskan mu" Teriak pelayan Dai dengan penuh semangat.
Byurrr darah segar kembali di muntahkan dari mulut kecil si pelayan, tubuh Wei Yuan bahkan sudah bergetar, selir Ming jelas bukan orang yang akan melepaskan nonanya dengan mudah.
"Aku sedang melakukanya" Senyuman Liu Yan membuat Wei Yuan dan beberapa pelayan di sekitar bergetar ketakutan, suhu menjadi turun tiba tiba dan membuat para pelayan kesulitan untuk bernafas.
Saat mendengar keributan beberapa pelayan menerobos masuk untuk melihat pertunjukan, siapa sangka pertunjukan ini sangat mengerikan.
Bai Xioshang dengan tersenyum meraih teko teh di sampingnya, asap masih mengepul menandakan teh ini masih segar dan baru saja di seduh
"Kau" Tubuh si pelayan bergetar ketakutan, bahkan saat ini pun sudah kesulitan untuk bergerak.
"Aku akan melakukannya pelan pelan" Tangan kecil itu dengan ringan menyiram teh panas tersebut ke kepala si pelayan dan membiarkan air itu mengalir melewati wajah leher dan tubuh si pelayan malang ini.
"Aghhhah" Ia hanya bisa berteriak kesakitan saat air panas mendidih mengenai tubuhnya, kulit lembut seketika memerah dan tak lama kemudian muncul gelembung gelembung berisi air.
Yah benar, tubuh kecil si pelayan melepuh karena air panas itu, si pelayan hanya bisa berteriak penuh penyesalan.
Tak ada yang menyangka jika pelayan Dai akan berakhir seperti ini, pelayan Dai adalah wanita sombong dan menyebalkan, hanya karena ia di angkat menjadi pelayan selir Ming, menganggap dirinya tuan kedua di rumah ini sehingga memiliki nyali mencelakai nona besar.
Beberapa pelayan yang melihat sontak menutup mulut mereka, melihat pemandangan tragis itu, kakinya lemas dan tubuhnya gemetar karena ketakutan, Dai Xu terbiasa semena mena di kediaman ini, nona besar hanya diam selama bertahun tahun namun saat ini ia membalas dengan begitu kejam.
"Merdu, ayo lakukan lagi" Senyuman itu masih menjadi senyuman mengerikan, Dai Xu yang awalnya sombong sudah bungkam, bahkan kehilangan kesadaran saat kepalanya di siram air panas, seolah otaknya mencair.
"Sudah pingsan?, sangat lemah" Liu Yan menendang Dai Xu menjauh dan kembali duduk di ranjangnya.
"Bawa dia ke gudang, jangan biarkan siapapun mengetahui keadaan ku, aku akan membalas pelan pelan saja" Tubuh mereka gemetar, bagaimanapun pelayan yang di ganggu adalah Dai Er, pelayan selir Ming, tapi jika tak patuh apakah mereka akan menjadi korban selanjutnya, mereka hanyalah budak, nyawa mereka di persembahkan untuk sang tuan.
Nona mereka bahkan menjadi begitu kejam, apakah ia menjadi gila setelah terjatuh ke dalam air.
Tuan besar mengabaikan keberadaan nona besar, tentu saja mereka bisa menindas selagi nona ini lemah, namun mereka lupa sekor semut pun akan melawan jika di injak, Liu Yan yang seorang manusia sudah mulai jengah dan membuat perhitungan.
Mereka hanya pelayan kecil, nyawa mereka milik majikan, selain menjadi patuh tak ada satupun yang bisa di lakukan.
"Karena Sudah di sini aku hanya bisa melanjutkan hidup, dendam ini akan di hitung dengan baik" Bai Xiaoshang bergumam pelan