Di paksa menikah dengan pilihan ayah nya membuat Vivian kabur dari rumah untuk menemui sang kekasih tetapi bukan tempat perlindungan yang di dapatkan Vivian dia justru melihat pengkhianat sang kekasih dan adik tirinya.
Vivian pergi meninggalkan apartemen Dika sang kekasih tapi karena berlari terlalu cepat Vivian menabrak mobil seseorang dan dia meminta pertolongan agar bisa membawa nya pergi.
Siapa yang sudah menyelamatkan Vivian?
Lalu bagaimana dengan nasib Vivian selanjutnya yuk baca cerita nya di novel terbaru ku Nikah Dadakan hanya di Nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawaran
"Ini berkas yang harus anda tanda tangani pak untuk kontrak kerja dengan perusahaan Diandra sudah di siapkan oleh pak Rizal kemungkinan minggu ini sudah bisa di tandangi pak"lapor Sinta
Bagas segera mengecek berkas yang berada di atas meja nya.
"Cek ulang angka nya" pinta Bagas
"Ada yang salah pak?" tanya Sinta bingung
"Untuk jumlah ini bukan nya saya sudah katakan harus di kurangi kenapa masih tetap sama" tunjuk Bagas
"Maaf pak nanti akan saya ulangi" sahut Sinta sambil mengambil berkas nya,Bagas memang bos yang sangat teliti dan protektif terhadap suatu pekerjaan,dia sangat mempertimbangkan untung rugi yang akan di hadapi perusahaan.
Ckleek..... pintu terbuka tanpa permisi.
"Kak aku ingin bekerja" ucap Leo tanpa basa-basi.
"Apa begini cara kamu masuk kedalam ruangan orang lain?" tanya Bagas ketus
"Permisi pak" pamit Sinta yang memang tidak ingin ikut campur urusan sang atasan.
"Come on kak,aku ini adik mu,apa aku harus menyembah mu seperti seorang raja?"
"Siapapun yang datang ke perusahaan ku harus menganggap ku Raja karena aku pemilik nya!" tegas Bagas membuat Leo mengepalkan tangannya kesal.
"Aku ingin bekerja" ulang Leo
"Aku tidak membuka lowongan pekerjaan untuk mu" sahut Bagas
"Kak ini perusahaan papa,aku juga berhak atas perusahaan ini,kamu tidak bisa menolak ku begitu saja,kita sama-sama anak papa"
"Minta mama mu untuk menyirami wajah mu terlebih dahulu agar kamu bangun dari mimpi" ketus Bagas
"Kamu tidak bisa menguasai harta ini sendiri kak mentang-mentang kamu anak pertama kita memiliki hak yang sama"
"Memang nya kenapa kalau aku mau menguasai sendiri?" tanya Bagas
"Aku akan bawa pengacara dan minta papa untuk membagi rata semua ini" Ancam Leo
"Hahaha....... bilang pada papa mu hadirkan 10 pengacara agar aku merasa takut dan berpikir apa kah harta ini patut untuk di bagi"
"Mas tidak seharusnya kamu bicara seperti itu pada Leo" potong Sarah yang ikut masuk kedalam ruangan Bagas.
"Jangan ikut campur dalam urusan keluarga ku"
"Kak,mbak Sinta calon istri kakak dia berhak ikut campur dalam urusan keluarga kita sebentar lagi dia akan jadi istri mu"
"Calon istri dalam mimpi" ujar Bagas membuat wajah Sarah memerah.
"Aku diam bukan berarti menerima mu menjadi calon istri ku,aku sudah punya pilihan sendiri jadi menjauh dari hidup ku jangan pernah berharap apapun itu"
"Mas! Kamu boleh nggak akui aku tapi ini sudah kesepakatan keluarga mas,oma dan papa mu sudah sepakat untuk pernikahan kita dan kamu tidak akan bisa menolak nya"ucap Sarah
"Kesepakatan mereka bukan aku,siapa bilang aku tidak bisa menolak nya, kalian tidak berhak atas diriku,silahkan keluar sebelum aku panggil kan satpam untuk menyeret kalian berdua!" tegas Bagas membuat Sarah mengepalkan tangannya kesal lalu menarik Leo keluar ruangan Bagas.
Sinta menatap Sarah dengan tatapan mengejek,dia saja yang sudah beberapa tahun menjadi sekretaris Bagas tak pernah di lirik oleh sang atasan apalagi Sarah yang datang dengan maksud tertentu.
"Aku akan bawa pengacara untuk minta bagian ku,kak Bagas nggak bisa menguasai semua ini sendiri" omel Leo.
Bagas menghela nafas panjang lalu mengambil ponsel nya.
"Hallo...." sahut Vivian dari seberang sana membuat amarah Bagas mereda seketika.
"Sedang apa?" tanya Bagas lembut.
"Lagi buka majalah"
"Majalah apa?" tanya Bagas penasaran
"Majalah bisnis banyak wajah kamu di sini, ternyata aku tinggal dengan seorang pebisnis hebat atau jangan-jangan kamu mengizinkan ku tinggal di sini juga kamu bisnis kan" canda Vivian.
"Kalau memang bisa menguntungkan kenapa tidak" sahut Bagas ikut tersenyum.
"Baik lah kalau begitu saya akan bayar sewa apartemen ini dengan sepiring makanan" tawar Vivian.
"Tawaran nya di tolak" ucap Bagas membuat Vivian memanyunkan bibirnya.
"Coba berikan tawaran yang lebih menarik" lanjut Bagas membuat Vivian berpikir keras.
"Apa?" tanya Vivian
"Pikirkan sendiri sampai aku pulang nanti akan aku tagih"jawab Bagas
"Ta-" belum selesai Vivian bicara ponsel nya sudah di tutup oleh Bagas.
"Sial! Apa tawaran nya? Benar-benar membingungkan" gumam Vivian bingung.
kacau...saling tuduh...
padahal biang keroknya dari Karina
lagian yang menafkahi tugas bapak elo,bukan abg lo😆😆😆
Ngadi Ngadi nih Leo
biar semua orang juga tau klo sekarang kamu sudah punya istri,Vivian istrimu
yang di perebutkan malah sudah jadi suami orang ,suami Vivian
udah jelas itu mantan istri dan Bagas udah dekat ma cewe lain,masa masih make Anita .blom lagi ntar Sarah bakalan marah karena kamu depak ,siap2 kmu bakalan dibelit ular mu sendiri
orang jahat akan selalu mendapatkan balasan nya