NovelToon NovelToon
My Future Husband

My Future Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gulla

Arkan Bagaskara seorang duda yang dijodohkan dengan seorang mahasiswanya yang hobi membuat masalah dikelasnya. Arkan merasa diumurnya yang cukup matang menjalin hubungan dengan Febriana Indriana adalah hal yang sulit, dia ingin hubungan yang serius bukan seperti anak remaja yang baru jatuh cinta. Apalagi sifat kekanak-kanakan dan memberontak yang Febri miliki membuat kepalanya sakit. Tapi mau bagaimana lagi keluarganya memiliki hutang budi dengan keluarga Febri dan mau tak mau Arkan harus menikahi Febri. Namun apakah semua berjalan Lancar disaat Febri jatuh Cinta dengan pria yang lebih muda darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

BAB 11

Febri kesal dengan apa yang diperbuat Pak Arkan, dasar pria tua mesum tidak sopan. Padahal mereka itu belum mukhrim, seenaknya saja mencium orang tanpa permisi. Febri duduk di atas tempat tidurnya. Lalu ia mendengar dering ponselnya ternyata ada pesan dari Dikau. Sudut bibirnya mengembang membaca pesan masuk itu.

Dikau

-Sudah kamu buka kado dari saya-

Febri terdiam sejenak, ia hampir saja lupa dengan kado yang diberikan Dikau. Efek Ciuman dari Arkan ternyata benar-benar membuatnya melupakan segalanya. Febri mendesah tidak suka, tapi ia langsung membuka kado dari Dikau, matanya menjadi cerah seketika. Febri langsung membuka kado itu tergesa-gesa, ternyata isinya benar-benar tak terduga, ia kira Dikau akan memberikannya kalung, cincin atau gelang, tapi kalian tahu apa isinya pulpen. Ketika Febri membuka kotak yang ia yakini mirip sekali dengan kotak perhiasan namun panjang, ternyata disana berisikan pulpen.

Febri bingung kenapa harus pulpen, walaupun ini bukan pulpen murahan bisa dibilang pulpen yang harganya bisa mencapai 500 ribuan, namun Febri menemukan sesuatu lain yaitu sebuah kertas. Febri membuka lipatan kertas itu dan membacanya, pipi Febri merona seketika.

Ijinkan aku untuk menjadi pena yang menuliskan betapa indahnya hariku bertemu denganmu,

Febri langsung mengetikkan pesan ke Dikau, untuk membalasnya dan sekaligus mengucapkan terima kasih.

Febri

-Kak Dikau terimakasih atas hadiahnya,-

-Febri suka-

Dikau

-Alhamdulillah, J-

Namun selang beberapa detik masuk juga pesan dari Arkan

Arkan

-Jangan lupa besok pagi ke kantor saya untuk mensalin semua agenda saya-

Febri

-Iya kak dikau J-

Febri menghembuskan napas, ia milih mengabaikan pesan dari Arkan. Ia jadi teringat ciuman Arkan lagi padahal tadi ia hampir melupakan kejadian memalukan itu.

Dikau

-Besok saya jemput kamu yak-

Febri

-Iya aku tunggu kamu di rumah pagi jam 08.00-

Arkan

-Okey saya kerumah kamu besok.-

Febri mendelik membaca pesan dari Arkan, Febri mengutuk dirinya dalam hati, dia salah kirim. Awalnya ingin menyetujui ajakan Dikau untuk berangkat bersama kenapa harus dosen itu yang menerima pesannya. Matilah dia, Febri melempar ponselnya ke sembarang arah, ia memeluk gulingnya sambil marah-marah tidak jelas.

Kenapa harinya jadi kacau begini?

Kenapa?

Kenapa?

Ini pertama kalinya dia bisa PDKT dengan cowok impiannya, tapi kenapa semua harus dirusak dengan dosen itu. lagipula kenapa Pak Arkan akhir-akhir ini berubah dan jadi peduli kepada urusan pribadinya. Febri mencoba memejamkan mata dan menenangkan dirinya tapi semuanya terasa salah dan ciuman Arkan masih saja membekas dalam ingatannnya membuatnya sulit dan tidak bisa memejamkan matanya sekalipun.

"FEBRI BENCI PAK ARKAN!!!" Jerit Febri.

"FEBRI BENCI" Febri menjerit seolah mengungkapkan isi hatinya.

"BENCI"

"Febri diam, adik kamu mau tidur." Omel mamanya dari luar mendengar suara berisik Febri.

"Jangan berisik!!"

Febri langsung diam dan mengecilkan suaranya, ini semua salah Pak Arkan. Andai saja Pak Arkan tidak hadir dalam hidupnya pasti ia tidak akan hidup sial seperti ini.

"hiks,,hikss,,hikss" Febri menangis, menangisi kisah cintanya yang tragis kenapa ia jadi seperti buronannya duda itu. pak Arkan ganteng sih, tapi dia maunya ama Kak Dikau yang lebih muda, lembut, perhatian dan tidak pernah marah-marah ngak seperti Pak Arkan.

Febri memejamkan matanya berharap semua banyangan tidak menyenangkan hari ini menghilang termasuk ciuman dari pria menyebalkan itu.

*****

"Wajah kamu kenapa? Seperti tidak tidur semalaman," tanya Arkan, melihat wajah Febri yang kusut.

Febri diam, ia berjalan ke mobil Arkan tidak peduli ucapan Arkan, bahkan sedari tadi ayah ibunya menyapa Arkan dan mengobrol dengan Arkan, Febri seakan tidak peduli kehadiran pria tersebut. Pria ini penyebabnya hingga ia tidak bisa tidur semalaman.

Arkan melirik Febri yang duduk di sebelahnya ketika mereka naik ke dalam mobil. Sudut bibirnya terangkat ternyata rencananya kemarin berhasil juga. Arkan tersenyum kemenangan, ia menang satu langkah di depan dari anak ingusan itu.

"Efek ciuman saya dahsyat juga yah, padahal baru kening belum lainnya." Ujar Arkan menggoda Febri.

Febri langsung mendelik, tubuhnya meremang mendengar ucapan Arkan.

"Bapak jangan macam-macam nanti saya laporkan ke polisi pelecehan anak di bawah umur."

Arkan tertawa sebentar kemudian, ia kembali menjalankan mobilnya. Sudah ia duga dirinyalah penyebab gadis ini tidak bisa tidur. Mobil mereka melaju membelah jalan raya yang begitu padat.

"Bagaimana hadiah dari pacar kamu?" tanya Arkan.

Febri diam, ia malah sibuk membalasi pesan dari Dikau. Ia bahkan sampai melupakan kehadiran Arkan di sisinya. Arkan mendengus tidak suka, melihat Febri mencuekinya dan lebih memilih pria lain di luar sana. Arkan menghentikan mobilnya, kemudian ia merebut ponsel yang di genggam Febri, Febri menatap kesal ke arah Arkan yang bertindak semaunya.

"Bapak kembalikan ponsel saya." Ujar Febri.

Arkan menggeleng, Febri bergerak maju untuk menggapai ponselnya yang di pegang Arkan. Namun yang diperbuatnya adalah sebuah kesalahan Arkan malah melempar ponselnya ke kursi belakang dan menarik kedua tangannya, hingga mereka berhadapan. Mata Arkan menatap mata Febri tajam, keduanya saling memandang. Jarak mereka begitu dekat, bahkan Febri mengira hanya kurang beberapa senti lagi Arkan bisa memeluk tubuhnya. Febri mendadak kaku ia takut hal-hal yang tidak ia inginkan terjadi begitu saja.

"Kamu mau kejadian tadi malam terulang lagi," ujar Arkan.

Febri menggeleng, ia tidak suka dan tidak akan mau Arkan menciumnya seenaknya lagi. membayangkan ciuman tadi malam saja membuat kepalanya pening tidak bisa tidur apalagi ciuman lainnya, Febri menjerit dalam hati.

"Bagus," Arkan tersenyum penuh kemenangan, sedang Febri hanya diam, ia benar-benar terdesak saat ini.

"Jangan pernah buat saya cemburu, jangan pernah berhubungan dengan laki-laki lain di depan saya mengerti."

Febri terdiam, berusaha mencerna ucapan Arkan. Ia merasa tidak mengerti kenapa ia harus berbuat seperti itu tapi mendengar ucapan Arkan berikutnya membuat Febri terpaksa mengangguk dan menuruti ucapan Arkan. Ucapan keramat yang paling Febri benci untuk kesekiankalinya.

"Atau ponsel kamu saya sita lagi,"

"Selama-lamanya."

♥️♥️♥️♥️♥️♥️

*suara hati Arkan untuk Febri*

Pernah tidak kamu berpikir kenapa aku selalu bersikap tegas padamu..

Aku melakukan itu agar kamu selalu memikirkan aku..

Tak apa jika kau membenci diriku Febri..

Asal kau selalu memikirkan diriku saja itu sudah cukup untuk ku..

Aku hanya butuh itu..

Aku selalu ada pikiran mu..

Your Future Husband ♥️

love you

Arkan ♥️♥️♥️

***

jangan lupa follow Instagram author ya @wgulla_ dan Jangan lupa like Follow and Coment..

love you ♥️♥️♥️

1
Indrayani setiadi
kapan nikahnya Al sama celse
Nana Niez
ini cerita yg beda kah? kok saya g paham ya tb2 ada nama tokoh utama berganti
mbak i
Rangga,,,kasihan deh loe,,sukurin
Telik sandi Megantara
ini mencela ata menyela kakak?
mohon maaf kak author cantik
wgulla_: iya typo hehe
total 1 replies
mbak i
ya ampun alwan🤣🤣malah gelut
Telik sandi Megantara
rasanya aku pernah baca novel ini, tapi lupaaa. diulang lagi biar gak penasara
Telik sandi Megantara: sama²
total 2 replies
gulla daisy
Bagus sekali
Damiri
bagussss
Damiri
semangat
Komang Diani
Luar biasa
Nana Niez
lhaaa cm segitu aja?????? astaghfirullah,,
Nana Niez
karakter febri dri muda smp tua g ada akhlak
Nana Niez
hehehehe, g suka karakter febri,, semena mena bangett
Nana Niez
kok mKin kesini makin kacau karakter febri nya
Nana Niez
Luar biasa
Nana Niez
Lumayan
Lenny Tumbol
Luar biasa
Trisna
dosen frek
Trisna
ehem...
batuk nih dudanya meresahkan
G.Lo
Setiap baca noveltoon yang saya dpati selalu perjodohon...apa semua pilihan editor cuihh...cerita modelan jaman Siti Nurbaya...jaman Moderen cerita kadaluarsa wkwkwkkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!