Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden
“Kecelakaan di Pacific Coast Highway, dekat Malibu. Mobil sedan keluar jalur, menabrak pagar pembatas. Nona Lily Campbell dan kekasihnya, Brandon ... tidak selamat, Tuan Jones. Tapi bayi ... bayinya berhasil diselamatkan melalui operasi caesar darurat di Malibu Medical Center."
Suara salah satu pengawalnya, George, begitu tegang. Suara itu menggema di ruang kerjanya yang luas.
BRAK!!
Jasper menggebrak meja besarnya karena kemarahan yang besar.
Lily Campbell. Nama itu tidak membangkitkan rasa kesedihan, tapi rasa jengkel yang dalam. Dia tidak mengenal wanita itu. Dia hanyalah sebuah tanda tangan di atas dokumen legal untuk menjadi surrogate mother untuk calon bayinya.
Seharusnya Lily patuh pada semua perjanjian mereka. Tapi wanita itu justru berbuat semaunya sendiri.
"Dia seharusnya sudah berada di rumah sakit sejak lima hari yang lalu untuk persiapan melahirkan," gumam Jasper, suaranya dingin dan datar. “Bagaimana bisa dia lari dari tanggung jawabnya yang penting?” geram Jasper.
"Maaf, Tuan. Kami … kurang mengawasinya,” sahut George.
Jasper menekan jari-jarinya yang dingin ke pelipisnya. Emosi yang mendidih bukanlah duka, melainkan kemarahan yang dalam.
Lily Campbell telah melanggar kontrak. Dia telah membahayakan asetnya yang paling berharga, yaitu bayinya.
"Kondisi bayi?" tanyanya lagi.
"Sekarang di NICU. Tim dokter specialis dari UCLA dan dokter pribadi anda sudah diarahkan ke lokasi."
"Siapkan helikopter. Aku akan ke Malibu dalam tiga puluh menit," perintahnya dengan tegas.
"Baik, Tuan."
Sambungan telepon terputus. Kembali hening. Pandangan Jasper tertuju pada bingkai digital di mejanya, berganti-ganti antara grafik saham dan satu-satunya gambar pribadi, sebuah hasil USG 4D milik bayinya.
Itu semua adalah tentang warisan, tentang meneruskan nama Jones di dinasti bisnis Amerika.
Bukan tentang cinta. Cinta adalah hal kacau baginya, sebuah rasa emosional yang pasti merusak logikanya sempurna.
Dan sekarang …
Sekarang, ada seorang bayi di sebuah rumah sakit pinggir pantai. Seorang bayi tanpa sumber nutrisi yang optimal.
ASI donor adalah hal yang tak diinginkan oleh Jasper. Ada banyak risiko yang sudah dijelaskan oleh dokter.
Pikirannya langsung bekerja. Dia harus mencari ibu asi pengganti, segera. Kriterianya juga harus sempurna.
Usia 25-35, pola hidup bersih, tes narkoba dan genetika lengkap, psikologis harus stabil, tanpa ada emosi yang berlebihan. Dan baginya, itu adalah transaksi baru. Dia akan membayar angka yang membuat siapa pun terdiam dan patuh pada aturannya.
"Lily Campbell, kau membuat semua ini menjadi rumit!” desisnya, kini nama itu identik dengan kegagalan, ketidak patuhan.
Dia tak akan membiarkan bayinya, Jonas, nama yang dipilih dari garis keturunan kakeknya, terkontaminasi bahkan oleh ingatan tentang ketidakprofesionalan Lily dalam menjaganya.
*
*
Penerbangan dengan helikopter ke Malibu terasa singkat. Nyonya Sterling, asistennya yang sudah bekerja sejak lama dengan ayahnya, sudah menyiapkan daftar kontrak aturan untuk ibu susu pengganti.
Jasper fokus membacanya dengan mata yang tajam.
"Tambahkan larangan mutlak membangun ikatan di luar kerja profesional. Mereka akan tinggal di guest house di Bel Air dengan pengawasan 24/7. Semua asupan makanan melalui ahli gizi kita," instruksinya, tanpa mengalihkan pandangan dari tablet.
"Baik, Tuan.”
Jasper mengangguk. Pikirannya terbelah. Dia membayangkan inkubator, ventilator, dan tubuh mungil Jonas.
“Apakah dia akan baik-baik saja?” gumam Jasper.
“Kondisinya mulai stabil, Tuan,” jawab Nyonya Sterling.
“Kuharap begitu. Aku ingin secepatnya mendapatkan ibu susu pengganti. Paling lambat dalam dua hari.”
“Baik, Tuan.”
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏