Sikap dingin pengabaian yang berlangsung begitu lama dari tunangannya membuat seorang gadis bernama Iris takut dibuang hingga dirinya bersikap kasar, keji dan obsesi atas nama cinta kepada setiap wanita yang mendekati tunangannya sampai pada akhirnya itu membawanya dan keluarganya kepada kematian.
Di saat terakhir kematiannya, akhirnya terlihat jelas tatapan dingin benci dari tunangannya dan disadarinya jika cintanya adalah sepihak dan bodoh, tapi semuanya terlambat kini hanyalah penyesalan. Dewa yang kasihan dengan Iris memberikannya kehidupan ketiga untuk penebusan dosanya dan kebahagiaannya.
Di kehidupan barunya, Iris mencari tumpukan emas dan menyebarkan rumor palsu tentang kekasih palsunya di dalam pertunangannya demi pembatalan pertunangan. Anehnya bukan pembatalan diterima, tapi malah perasaan yang pasang surut dan manis pahit terikat melalui pembuktian cinta pangeran. Akankah perasaan Iris yang ditutup kembali terbuka? Akankah Iris bahagia?
Chasing Gold And Avoid The Prince
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurliza eri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Fu Xiang
"Tik... Tik... Tik..."
"Cerita di buku ini semakin seru guru,"
"Dan aku penasaran kenapa guru mengabulkan doa dari seorang laki-laki yang berlutut dan berdiri di makam kuno yang sudah lama tidak memiliki pengikut? Semua orang bahkan telah melupakan jika mereka memiliki dewa yang mengendalikan semua kehidupan yang telah tertulis di dalam buku," ucap sesosok laki-laki dengan pakaian bergaya timur motif relung awan sambil menutup buku yang memiliki roda gigi bergerak
"Fu Xiang, semua orang pastinya memiliki cerita sendiri bukan? Aku juga begitu ketika memiliki kesialan yang bahkan mampu membuat keluargaku di masa lalu mengalami kematian, tapi malah membuatku menjadi seorang dewa karena lolos ujian yang diberikan,"
"Dan kamu adalah penerusku di masa yang akan datang ketika waktunya tiba, suatu saat nanti kamu akan paham kenapa aku mengabulkan permintaan yang penuh dengan penyesalan dan terdengar bodoh," ucap sosok laki-laki berkacamata monocle yang sedang menulis di atas kertas dengan senyuman kecil pahit
"Tapi, bukankah ini terdengar bodoh bahkan jika keduanya masih terikat kenapa simpulan benang merah keduanya begitu berantakan hingga menyekat roda-roda jam di buku?" tanya Fu Xiang dengan kebingungan
"Itu karena ada jiwa asing yang telah terlanjur mengacaukan semuanya ketika dia datang ke dunia itu,"
"Ditambah lagi jiwa itu adalah jiwa yang telah bereinkarnasi berkali-kali dengan berani menggunakan jasa iblis atau hal yang terlarang melanggar aturan yang telah disepakati,"
"Di dunia manusia adalah tempat yang netral oleh karena itu kedua belah pihak tidak bisa memberikan hukuman dan Fu Xiang turunlah ke sana sebagai manusia anggap saja sebagai ujian dariku," jawab sosok laki-laki berkacamata monocle yang sambil meletakkan penanya dan memijat pangkalan hidungnya
"Guruku tersayang memang bilang saja kamu ingin aku jadi penangkal sial dari para iblis yang akan berulah di waktu itu bukan?" tanya Fu Xiang dengan kening berkerut kemudian menghela nafas
Sang guru hanya terdiam dan melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan Fu Xiang. Tepat dua hari sebelum hari festival pendirian negara tiba, Fu Xiang dengan utusan lain dari timur membawakan sebuah upeti ke dalam istana kerajaan. Terlihat semua gadis bangsawan tertunduk malu dan bahkan sebagian berteriak kecil memandangi wajah tampan Fu Xiang yang hadir sebagai delegasi timur menggunakan pakaian khas timur yang elegan dengan kipas tangan sampai seorang gadis berambut cokelat khas datang dengan memberikan hormat di depannya.
"Selamat datang ke kerajaan kami, tuan Fu Xiang dan tamu terhormat lainnya yang berasal dari timur,"
"Perkenalkan saya Iris Drachenschatz putri keluarga Earl dan tunangan pangeran pertama kerajaan menyambut anda yang datang dari jauh untuk ikut meramaikan suasana merayakan festival pendirian negara kami," ucap Iris dengan senyuman hormat dengan gadis-gadis dari kiri dan kanan mulai membicarakan tentang keburukan Iris yang akan merusak festival
Fu Xiang yang sebagai delegasi dari timur dan sekaligus menjunjung tinggi tata krama langsung dengan lantang berbicara kepada orang-orang yang "Terima kasih atas ucapan selamat datang Lady Iris Drachenschatz,"
"Sikap yang anda tunjukkan begitu sopan dan sempurna untuk seorang gadis bangsawan, di negeri kami sikap yang begitu sempurna ini akan dihargai bahkan semua orang akan ikut MENCONTOHNYA,"
"Walaupun mereka bergelar tinggi tapi semangat mereka untuk belajar jadi lebih baik tidak membuat mereka peduli dari kalangan apa dan seperti apa latar belakangnya,"
Chasing Gold And Avoid The Prince