NovelToon NovelToon
Mafia Boss Little Wife

Mafia Boss Little Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat / Mafia / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: The Winner Purba

Diharapkan bijak dalam memilih bacaaan


Rosaline Malorie adalah seorang wanita sederhana, tidak suka pakaian terbuka, cantik, rendah hati, tapi selalu diabaikan oleh kedua orang tuanya. Dalam hidupnya tidak sekalipun mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya dan kakak satu- satunya, bahkan dijadikan jaminan untuk mempertahankan perusahaan ayah yang tidak mengangapnya.

Tapi semua penderitaan Rosaline berubah, ketika dia secara tak sengaja bertemu dengan seorang CEO dari perusahaan terkenal di Spanyol dan termasuk jajaran orang terkaya di Eropa. Pria itu mengklaim bahwa Rosaline adalah wanitanya.

Rhadika Browns adalah seorang CEO berkedok Mafia. Jarang orang yang mengetahui wajah dari ketua Black Sky ini.

Bagaimana kisah pertemuan mereka?
Apakah Rosaline besedia menjadi milik Rhadika, dan menjalani takdir yang mempermainkannya ketika masa lalu pria itu muncul kembali?
Apa alasan Adijaya selalu mengabaikan Rosaline?

So,Yuk kita baca selanjutnya di cerita Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Winner Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penembak Jitu

"Bolehkah malam ini aku..., aku tidur bersama Levi saja?" Rahang Dika tiba-tiba mengeras.

"Maksudku, aku belum siap melayani. Aku belum siap." Ros menunduk mengulangi ucapannya.

"Apa aku pernah memaksamu melayaniku?" Ros menggelengkan kepalanya. "Maka jangan pernah meminta tidur bersama pria lain, tidurlah!" Dika paling tidak tahan melihat wajah ketakutan istrinya.

Ros mengangguk dan memeluk suaminya. Malam itu mereka lalui dengan hangat, pelukan kasih sayang mereka rasakan. Tidak ada kata isi surat perjanjian yang muncul kembali.

Pagi harinya satu keluarga itu berkumpul dimeja makan. Mereka tidak seperti biasanya memakan roti bakar khas Spanyol. Nasi goreng makanan asal Indonesia menjadi candu mereka.

"Taman depan bisa kau jadikan kebun stroberi. Max sudah memanggil petani Tiongkok untuk membantumu," seru Dika buka suara.

"Benarkah? Tapi aku tidak bahasa Cina. Tidak bisakah orang London atau Indonesia saja?" Ros senang bukan main, dia akan memiliki kebun stroberi sendiri. Meskipun sedikit asalkan berhasil. Tapi mendengar kata Tiongkok, dia benar-benar merasa resah. Bagaimana nanti mereka berkomunikasi?

Ros bukanlah mahasiswi jenius di universitas nya. Dia hanya mahasiswi biasa yang berjuang untuk mendapatkan beasiswa agar bisa menyelesaikan gelar sarjana. Meskipun Ros tidak menggunakan ijazah sarjananya untuk melamar kerja, itu hanya sebagai cadangan saja. Dia ingin hidup sebagai orang sederhana dengan rasa nyaman tanpa makian.

"Iya atau tidak sama sekali." Beginilah Rhadika, dia tidak mau dibantah. Perintahnya selalu mutlak kepada semua orang.

"Pengawal akan menjagamu, Levi juga harus pergi," tambah Rhadika.

Dia berdiri dari meja makan dan mencium kening istrinya. Ros mengantarkan kepergian suaminya pergi bekerja dan benar saja sudah ada orang China di taman depan.

Levi juga pergi dan meninggalkan kakak iparnya. Levi pergi ke markas untuk melihat beberapa penyelundupan senjata ilegal yang mangkrak. Musuh sudah bergerak.

Di sudut sana ada seseorang yang sedang memegang ponselnya. "Tuan, nyonya akan keluar dari mansion ke taman depan."

"Bagus, mangsa keluar dari kandangnya." Sipenelepon yang diketahui tuannya tersenyum, terdengar dari ponsel yang masih tersambung.

Ditaman depan Ros memegang ponselnya. Sambil berjalan dia membaca sesuatu dan berusaha mengingatnya. Sesampainya di taman depan, Ros berhadapan dengan orang Tiongkok itu. Sebentar Ros menghirup napas dalam.

"Nǐ hǎo, w..ǒ de míng...zì shì luōs...hālín. Qǐng pèihé."(Hai, perkenalkan nama saya Rosaline. Mohon kerjasamanya). Ros mencoba mengatakan kalimat yang dihapalnya tadi, meskipun gagap tapi dia berhasil menyelesaikan tujuannya.

"Zǎoshang hǎo tàitài."(Halo selamat pagi Nyonya).

"Maaf Nyonya, jangan sungkan kami bisa berbahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris." Mereka mengetahui bahwa nyonya mereka berbahasa Indonesia dan Inggris saja.

"Ohh, baguslah." Ros tersenyum bodoh disana. "Dika s*ialan kau mempermalukan ku." Ros mengumpat Dika dalam hatinya. "Mohon kerjasamanya teman-teman semua!" Ros tersenyum melihat teman-teman barunya.

Para pekebun Tiongkok itu merasa heran. Apakah ini benar-benar nyonya dari pebisnis terkenal di Eropa? Mereka menatap satu sama lain pertanda tidak percaya. Seorang nyonya pebisnis terkenal mengakui mereka sebagai teman. Hal langka.

Diseberang sana tepatnya di roof top sebuah pencakar langit ada seorang pria berpakaian hitam sedang menyiapkan senjata laras panjangnya. Dia mempersiapkan perlengkapannya untuk melumpuhkan target. Sasarannya adalah seorang wanita yang berdiri ditaman depan sebuah mansion megah.

Dikantornya, seorang pria merasa was-was. Dia gelisah entah karena apa. Pikirannya saat memimpin rapat tidak tenang. Dia menghentikan rapat dan keluar sebentar diikuti Max.

"Max, perasaan ku tidak tenang. Telepon bagian rumah, tanyakan bagaiman keadaan istriku!" seru Dika

Max segera menelepon kepala pengawal mansion yang ditugaskan menjaga nyonya mereka. "Odion mengatakan nyonya sedang berkebun bersama pelayan dari Tiongkok Tuan. Nyonya baik-baik saja."

"Perketat penjagaan istriku!" Max mengerti, insting seorang Browns tidak pernah salah. Max mengingat kan Odion kembali. Odion adalah ketua pengawal di mansion. Odion adalah salah satu pengawal kepercayaan Rhadika.

Ros sudah mulai mengetahui tehnik menanam stroberi. Diikuti senyum bahagia bersama teman-temannya. Dia mulai menanam seperti yang diajarkan oleh pekebun Tiongkok. Dia berhenti sebentar.

"Clasy, suruh pelayan membawa minuman segar." Clasy mengangguk dan menatap sebentar Ros. Setelah itu, pelayan pribadi istri pemilik mansion ini langsung bergegas.

Sedangkan pria diseberang sana sudah selesai memasang alatnya. "Mengunci target," seru pria itu.

"Pastikan tepat sasaran," pria yang tersambung di earphone itu mengingatkan anak buahnya.

"Target siap dilumpuhkan," pria itu mulai mengarahkan kamera senapan tepat pada jantung seseorang. Dia bersiap menembak sasaran empuknya.

Ditaman mansion, Ros berdiri sedang memilah-milah bibit stroberi yang akan ditanam. Di belakangnya para bodyguard tetap memperhatikan aktivitas nyonya muda mereka. Salah satunya adalah Odion. Ros tersenyum bercengkrama dengan teman barunya.

"Tembak!"

Dor

Satu peluru meleset mengenai jantung seseorang. Orang itu langsung tumbang. Darah segar mulai mengalir membasahi tanah yang disana. Mansion yang tadinya ramai dengan tawa, sekarang seperti jiwa yang menghilang.

Tidak ada tawa, hanya ada ketakutan yang menyelimuti tiap orang. Para pengawal langsung dengan sigap mencari dari mana arah tembakan itu. Sebagian lagi melindungi orang-orang yang berada ditaman.

Berbeda dengan Odio yang langsung membopong orang yang jatuh ditaman, berharap tidak akan terjadi hal buruk. Jika itu terjadi nyawanya juga akan melayang seperti debu yang tak bersisa.

Clasy bersama pelayan yang membawa nampan menjatuhkan minuman itu. Clasy langsung berlari kearah nyonya pemilik rumah. Dia juga sama dengan Odion, khwatir karena wanita itu juga tanggung jawabnya sebagai pelayan pribadi.

Penembak jitu, sudah dipastikan dari jarak jauh. Sesampainya disebuah kamar, Odion langsung meletakkan orang dilpelukannya ke bed king size didepannya dan langsung menelepon Max.

Max yang sedang mengikuti rapat bersama Rhadika mengernyitkan keningnya. Jika Odion menghubunginya disaat seperti ini, pasti sesuatu yang sangat penting. Dia keluar sebentar dari ruangan rapat.

Dika yang melihat itu menatap datar pintu yang tertutup. Sebelum rapat, hati Dika memang tidak tenang, seakan ada beban dihatinya.

Max yang mendengar kabar dari Odion langsung berlari kembali keruang rapat. Max memberitahukan secara singkat bahwa terjadi penembakan di mansion. Sasaran utamanya adalah wanita tuannya.

Brak

Dika menggebrak meja membuat semua orang gemetaran. Mereka tidak merasa melakukan kesalahan. Namun bos tetaplah bos.

"Keluar!" Semua peserta rapat langsung keluar meninggalkan dua orang penting perusahaan itu.

BUG

Bogeman mentah mendarat di rahang Max.

"S*ialan kau Max, jika sesuatu terjadi pada istriku, habislah kau!" Dika langsung berlari ke garasi mobil diikuti Max.

Max adalah orang yang memilih Odion menjadi kepala pengawal dari markas. Max merasa rahangnya bergeser. Tapi bukan itu yang terpenting sekarang. Itu adalah hal biasa untuk menjadi seorang pengikut Rhadika Browns.

1
Ladonak GameFarm
Buruk
S.L
jadi malas baca ....hapus ah....
Richret
kok felice hk kenalin ros
Richret
bukan scaring tp ‘im scared’
Aan Mamanya Kiran
Luar biasa
Richret
seru bgt
Hironmen
tidak jelas akhir cerita nya,lgi seru"nya baca malh end 😡
Riyani Yahya
Luar biasa
Tyaz Wahyu
jngn2 Felice nanti sm si melvin nih
Tyaz Wahyu
jangan² levi saudara kandungnya si levi n ortu kandungnya keturunan kaya raya or bangsawan
Tyaz Wahyu
sat set wat wet y bro.... hidupmu akan berubah dngn hidupmu yg dulu
Tyaz Wahyu
oh trnyata yg korupsi itu ayah angkatnya si ros to
Tyaz Wahyu
pst akan dijodohkan sm tua tua keladi yg suka sugar baby nih, si ros
kalea rizuky
laki bekas
Hanna Syafana
Kecewa
Hanna Syafana
Buruk
anciey
mna kak visualnya, dsni kaga keliatan😭🤌🏼
Osie
alahai dika cinta tapi sok arogan ma istri sendiri..harusnya kan istri yg di ela bukannya jalang..dasar laki minafik
Dinda Adiana
yang satu jahil dan yang satu polos gak ketulungan 🤭🤭
Dinda Adiana
jahil banget kau Levi 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!