NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri : Aku Yang Dianggap Boneka

Pembalasan Istri : Aku Yang Dianggap Boneka

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:956.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Naura memilih kabur dan memalsukan kematiannya saat dirinya dipaksa melahirkan normal oleh mertuanya sedangkan dirinya diharuskan dokter melahirkan secara Caesar.

Mengetahui kematian Naura, suami dan mertuanya malah memanfaatkan harta dan aset Naura yang berstatus anak yatim piatu, sampai akhirnya sosok wanita bernama Laura datang dari identitas baru Naura, untuk menuntut balas dendam.

"Aku bukan boneka!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat Belas

"Alex, apa kamu benar-benar tak ingin polisi melakukan visum, otopsi atau melakukan penyelidikan atas kecelakaan dan kematian istrimu ini?" tanya Ibu Rini. Wanita itu heran mendengar anaknya tak mau melakukan penyelidikan dan meminta polisi untuk menutup kasus ini dengan alasan dia ikhlas atas apa yang terjadi pada istrinya itu. Tak mau memperpanjang agar Naura tenang di alam sana.

"Aku tak tega jika tubuhnya Naura diotopsi. Apa lagi jika polisi melakukan penyelidikan aku takut arwahnya istriku jadi tak tenang karena akan sering menyebut namanya, dan kemungkinan nanti jenazahnya akan di gali kembali. Aku sudah ikhlas, Bu," ucap Alex dengan suara sendu.

"Alex benar, Bu. Penyelidikan itu akan memakan waktu dan menguras emosi. Takutnya Alex jadi terus ingat dengan istrinya dan menjadi tak ikhlas," ucap Weny menambahkan.

Ibu Rini terdiam dan berpikir. Mungkin memang benar apa yang Alex dan Weny katakan. Lebih baik mereka mengikhlaskan kepergian Naura. Lagi pula selama ini dia dan menantunya itu tak pernah akur. Mungkin ini memang yang terbaik, mereka akhirnya berpisah.

**

Angin sore berhembus lembut di pemakaman, menciptakan rasa sejuk di antara deretan pohon pinus yang tinggi. Cuaca berawan seolah ikut meratapi kepergian Naura. Hari itu, semuanya berkumpul untuk memberikan selamat tinggal terakhir kepada seorang perempuan yang selama ini banyak mengisi ruang kosong dalam hidup mereka. Tapi bagi dua orang ini, Weny dan Alex saat ini adalah hari bahagia mereka.

Alex, suami Naura, berdiri di tepi liang kubur dengan wajah dipenuhi air mata. Namun, tatapannya yang kosong seolah mengisyaratkan bahwa pikiran dan hatinya berada jauh di tempat lain. Di sebelahnya, Wen, wanita yang menjadi selingkuhan Alex, berdiri dengan raut wajah yang penuh empati. Namun, di balik matanya yang berkaca-kaca, tersembunyi senyuman kecil yang hanya dia yang mampu melihat.

"Cepat sekali semua ini terjadi," desah Weny pelan, berusaha terdengar tulus. "Aku tidak bisa percaya Naura pergi begitu saja. Kita baru saja bertemu dua hari lalu."

Alex meneguk ludah. "Ya ... hidup ini memang tidak terduga," jawabnya sambil menghapus air mata yang jatuh. "Dia ... dia sangat berarti bagiku. Aku begitu kehilangannya."

Alex tampak sedih, entah memang begitu yang dia rasakan atau hanya pura-pura saja.

"Berarti untuk siapa? Apa kamu pernah memikirkan itu?" Weny menatap Alex dengan intens, dia tahu Alex tak pernah menyukai Naura sepenuh hati. "Kau? Atau untuk orang lain?"

Alex terdiam. Panjang lebar kata-katanya terperangkap di tenggorokannya. Apa yang bisa dia katakan untuk menjelaskan kebahagiaan yang menggelayut liar di hatinya? Dulu, saat dia terjebak dalam pernikahannya, Naura adalah wanita yang seolah sempurna. Namun, hari ini, rasa lega melanda saat akhirnya dia bisa bebas.

Sementara itu, kerumunan orang memasuki area pemakaman, mengenakan pakaian hitam dan ekspresi duka. Kenalan Naura berdiri di barisan depan, wajah mereka penuh dengan linangan air mata.

"Sadarlah, Alex. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk meraih kebahagiaan sejati," Weny membisikkan sebelum dia melenggang lebih dekat ke arah kerumunan.

Tak lama kemudian, upacara penguburan dimulai. Ada pembacaan doa, diiringi isakan kerinduan dan penyesalan. Alex memusatkan perhatian pada nada melankolis saat peti mati diturunkan perlahan ke dalam liang. Dia teringat kenangan manis bersama Naura, senyumnya, tawanya, dan semua momen saat mereka berjalan berdua sambil merencanakan masa depan. Semua itu mengalir dihadapannya seperti film, menempel erat dengan kesedihan yang seharusnya ada.

Tapi, saat melihat Weny mengusap air mata yang seharusnya tidak ada, tidak bisa dipungkiri bahwa hatinya bergetar, menanti saat-saat indah yang akan datang setelah ini.

"Apakah kau yakin semua ini yang kau inginkan?" tanya Weny dengan gerakan menggoda.Dia kembali mendekat. Dia menangkap pandangan Alex yang tertuju ke liang lahat dengan linangan air mata seolah dia memang lelaki yang sedang bersedih.

"Apakah Naura tau jika akta tanahnya telah berganti nama?" tanya Weny dengan suara riang.

"Bukan, dia tidak berhak tahu," jawab Alex dengan nada dingin. "Selama ini ... aku menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan semua. Namun, setelah dia meninggal hal itu akan lebih baik, karena aku tak perlu menjelaskan padanya lagi."

"Dan sekarang setelah dia meninggal?" Weny tersenyum licik, seolah menggoda masa depan yang tidak terlihat. "Kau punya kebebasan, Sayang."

Suara pelayat terdengar bising. Mereka pada berbisik-bisik karena tak percaya jika Naura akan pergi begitu cepatnya. Alex merasakan pusaran emosi dalam dirinya. Di satu sisi, rasa bersalah menyerang merasa telah menyakiti Naura, namun di sisi lain, dia tak bisa menghilangkan rasa kelegaan mendalam yang juga muncul bersamanya.

"Kalau kita berbicara tentang masa depan, apa kau sudah memikirkan langkah selanjutnya?" Weny bertanya dengan suaranya yang teramat lembut, mengaburkan suara-suara lain di sekitarnya. "Aku bisa membantu kamu untuk memulai kehidupan baru."

"Benarkah kamu berpikir kita bisa berdua tanpa ada yang mengganggu?" balas Alex, suaranya kini lebih tegas. "Apa kamu benar-benar yakin untuk menikah denganku dan tak akan meninggalkan aku lagi?"

"Dulu aku adalah bagian dari hidupmu lalu kita terpisah. Sekarang kita bisa kembali bersama lagi. Dan aku bersumpah tak akan pernah meninggalkan kamu lagi. Aku menyesal pernah mengkhianatimu." Weny menjawab, menyentuh lengan Alex dengan lembut. "Mungkin ini adalah cara Tuhan mengatur segalanya."

Di tengah keramaian, seorang teman lama Naura dengan suara serak mulai memberikan sambutan, mengenang betapa baik dan murah hati Naura selama hidupnya. Kata-kata itu seperti panah yang menusuk hati Alex. Dia merasa tertampar dengan ucapan sahabat Naura tersebut.

Dia juga mengakui kebaikan wanita itu. Jika saja dia tak keras kepala meminta hak miliknya, mungkin mereka masih bersama.

"Kalau kita tidak saling melindungi, siapa lagi yang akan melakukan itu? Naura telah memberikan banyak untuk kita. Sudah seharusnya kita mengucapkan terima kasih. Kita harus memperlihatkan wajah sedih agar tak ada yang curiga," ucap Weny sambil tersenyum licik.

"Jadi, aku harus bersembunyi di balik kesedihan ini selamanya?" Alex menatap Weny serius.

"Sampai semua keadaan kondusif. Biar nama baikmu tetap terjaga. Begitu juga denganku. Kita akan umumkan hubungan ini dua bulan ke depan," ucap Weny.

"Apakah itu cukup?" tanyanya kembali, suara lebih pelan. "Apa mereka telah melupakan semua ini?"

"Aku rasa itu sudah cukup lama," jawab Weny.

Dan dalam ketegangan yang mencekam, seolah waktu berhenti, mereka berdua saling bertatapan. Tak ada satu pun yang tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan. Rasa bersalah dan kebahagiaan itu berpadu, menciptakan suara gemuruh dalam hati mereka.

Naura yang terbaring di dalam peti mati adalah simbol dari semua penyesalan dan dosa. Dia adalah jembatan ke masa lalu yang belum ditutup dan jalan menuju masa depan yang tidak pasti. Dalam hening itu, Alex merasakan ketidakberdayaan, dan antara detak jantung yang terus berdetak, dia menyadari tiada pilihan lain.

“Ayo, berdoa untuk Naura sekarang. Jangan sampai orang melihat kamu yang acuh atas kematian istrimu!” Ajak Weny, mengubah nada. "Naura bukan hanya sekadar istrimu. Dia juga sahabat bagi banyak orang yang datang. Jangan sampai mereka berpikir buruk tentangmu."

Alex akhirnya maju ke depan kuburan Naura dan berdiri di samping seorang ustad yang sedang membacakan doa untuk istrinya. Mereka berdua tak menyadari seseorang mengawasinya dan merekam semua yang mereka lakukan.

1
iin indri
menarik sekali.....
Kristina Sihmirmani
semoga Lina mendapatkan jodoh yg lbh baik Dari Rasya
Nike Natalie
nntar keceplosan,,,Rasya manggilnya Naura bukan Laura trus d depan Alex,,,
Nor Azlin
rasakan apa yang Naura rasakan yah ...biar kalian yang bertengkar dengan kehadiran Laura nya yah😂😂😂 makan tu cinta mu weny belum nikah aja Alex sudah tertarik pada orang lain memang enak tu ... lanjutkan thor
Nor Azlin
si weny memang menginginkan harta kamu itu deh tapi dia lupa harta yang kamu ada itu cuman pinjaman dari Naura yah...dulu saat dia pacaran sama kamu dia memilih laki2 yang ada uwang nya ...setelah menikah dia mendengarkan kamu itu sudah menjadi kaya kerana bisa menikah dengan orang kaya juga pemimpin perusahaan yang besar maka dengan itu dia menceraikan suami nya serta meninggalkan anak nya demi ingin kembali pada mantan pacar nya yah ...orang serakah kayak weny ini pasti mencari laki2 yang lebih kaya yah 😏😏😏lanjutkan thor
Nor Azlin
Alex mungkin masih ragu lagi yah kerana masih meragukan weny yang mengambil semuanya yah ...juga dia masih ragu atas perpisahan dengan weny dulu apa betul dia setia nanti nya dia akan meninggalkan diri nya lagi 😂😂😂semoga Naura nya cepat2 mengajukan surat cerai nya deh bebas terus dari Alex kan lagi bagus yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
itu lah kebodohan si Naura nya Coba aja dari dulu kamu itu memimpin perusahaan mu itu ini semua tidak akan terjadi yah ...juga walau pun papa mu berjanji untuk ke aku menikah sama Alex tapi kamu bisa aja mungkir janji deh ...yang udah pergi bulan nya bisa bersuara lagi yah kamu yang akan memulakan hidup mu kedepan nya ini lah jadinya kalau kamu menurut aja kemauan orang yang ingin pergi yah ...pikirkan papa mu hanya ingin kamu ada yang menjaga mu tapi papa juga kamu masih tidak tau perasaan juga hati budi so Alex pada waktu itu kan nah ini lah yang terjadi apabila orang serakah menjadi kaya mendadak akan lupa diri lho siapa yang punya harta juga siapa yang kaya seperti nya Alex percaya dia lah pemilik perusahaan juga pemimpin lik harra warisan mu itu yag😂😂😂 ayo tujukan pada nya siapa kamu itu deh ....lanjutkan thor
Nor Azlin
aku rasa si Alex hanya mengertak Naura nya aja tu padahal harta nya Naura masih jadi milik nya lagi tu kayak nya cuman Alex aja yang bicara begitu agar Naura tidak mengungkit nya kali yah ...ayo Naura nya kamu panggil tukang kunci nya deh biar dia bukakan peti brangkas mu itu ...aku rasa masih ada tu mana mungkin yah kalau dia sudah dapatkan aku rasa Naura nya udah lama di usir tu ...lanjutkan thor
Dede Bleher
c Lina seperti teman kerjaku.
dia cinta pada teman sendiri.
segala macam dia jalani bareng.
sudah aku bilang jangan goblok.
si pria cm anggap teman tk lebih.
tyta betyta
Bagus
Saya Sayekti
good job
Saya Sayekti
sayaaaang Lina banyak banyak
Sharon
Iya thor lina jg butuh kebahagiaan 🙏🏻 kasi jodoh terbaik ❤️ terimakasi jg buat cerita ini yg menarik🌹
Sharon
Kasi jodoh thor buat lina jd hati nya bs tenang ada pendamping jg 😉
Sharon
Udh enak hidup punya segalanya bahkan istri sempurna main api sih.
Sharon
Habis semua harta balik ke pemilik nya ,
Sharon
Kaca mana ya weny😩
Sharon
Weny bercocok tanam d tempat lain minta tnggung jwb ama alex🤣 . Kan udh lama gk berhubungan ama alex tiba tiba bil hamil
Sharon
Duh ngomong nya jgn dlm hati ungkapkan donk bang.
Sharon
Kejadian kewalik ya thor 🤣 karma d mulai 😉
Mama Reni: 🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!