Ayana Gadis Remaja yang Cantik, selalu Ceria dan sangat Cerdas berusia 16 Tahun baru lulus SMA, bercita-cita menjadi Seorang Dokter.
Ayandra Gunawan adalah Seorang CEO di Perusahaan Anawa Grup berusia 28 Tahun yang sangat Tampan, Mapan, Angkuh, Dingin dan sedikit Arogan
Sampai suatu hari, Ayandra dan Ayana mereka terpaksa harus Menikah Karena sebuah Kesalahan.
Sebelum Pernikahan terjadi, Ayana harus menandatangani surat Perjanjian Kontrak Pernikahan yang di berikan oleh Ayandra.
Ayandra maupun Ayana tidak menginginkan Pernikahan ini, karena Ayandra sudah mempunyai Kekasih sementara Ayana masih ingin melanjutkan Pendidikannya untuk menjadi Seorang Dokter.
Akankah Pernikahan mereka tetap BERTAHAN, setelah Ayana memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Ayandra, dan Ayandra memutuskan untuk bertunangan dengan Kekasihnya yang sempat tertunda...
Ataukah Ayana akan mendapatkan Cinta yang lain dan memutuskan untuk memiliki hubungan yang baru, dan Ayandra malah akan semakin Mencintai tunangannya.
Jika ingin mengetahui jawabannya, ayo BACA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
'ting nong, Ting nong,' suara bel rumah berbunyi, Kesya yang sedang asyik menonton Drakor terganggu dengan suara bel ruamhanya, 'siapa sih? ganggu aja deh.' gumam Kesya menghampiri pintu
'siapa?' tanya Kesya, sebelum melihat siapa yang datang, Kesya terdiam saat melihat sesosok pria yang sedang berdiri di depan pintunya. 'boleh saya masuk?' tanya pria itu, Kesya hanya menganggukkan kepala tanda setuju dan mempersilahkan pria itu untuk masuk ke dalam rumah, dan ternyata pria itu tidak sendiri Dia di temani Asisten pribadinya.
"maaf, saya tinggal sebentar,," kata Kesya dengan sopan
"kamu mau kemana?" tanya Aldi
"saya mau ambil minum dulu untuk kalian,," jawab Kesya tersenyum ramah
"oh iya, kalian mau minum apa?" sambung Kesya
"terserah, yang ada saja, asal jangan di campur racun, hehe,," canda Aldi
"oh, nggak kok, kebetulan kami kehabisan racun tik**s, jadi untuk kali ini kamu aman, hehe,," kata Kesya tak kalah bercandanya, sambil berlalu meninggalkan keduanya
Ayana yang merasa tenggorokannya kering, menuruni anak tangga menuju dapur untuk mengambil air, Dia meliat Kesya sedang membuat orange jus, tapi Dia tidak bertanya untuk siapa minuman itu, hanya tersenyum ke arah Kesya, karena hari ini Ayana berjanji akan menjadi Ayana yang dulu.
Dengan mengawali senyum, karena sudah seminggu mereka kembali dari kota B, sudah seminggu pula Ayana tidak perna menampakan senyum di wajahnya, dan hari ini Dia akan menjadi Ayana yang dulu lagi.
'maafin sikap Ayana ya Sya' kata itulah yang pertama kali di ucapkan Ayana kepada saudara perempuannya, dan berniat untuk kembali ke kamarnya, tapi sebelum Ayana melangkah, Kesya menghentikan langkah Ayana dengan memegang tangan.
Ayana menoleh ke arah Kesya, merekapun saling memandang dengan tatapan sayang sebagai saudara dan sahabat, tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua, hanya air mata yang menetes di kedua pipi gadis cantik itu yang mewakili perasaan ke duanya, tidak membutuhkan waktu lama, merekapun berpelukan air mata yang semula menetes kini mengalir deras.
"lama sekali gadis itu?" tanya Ayandra kesal
"apa gadis itu sedang mengambil rancun lain untuk memb*n*h kita,," sambung Ayandra mengada Ngada
"kok kita?" tanya Aldi heran
"iya kita, memang siapa lagi yang bersamaku selai kamu,," seru Ayandra
"enak saja, salah saya apa? yang melakukan kesalahan kan kamu,," kata Aldi sewot
"saya tidak mau mati k*ny*l kita pulang saja,," kata Aldi berdiri dari duduknya
Ayandra yang mengikuti ide Aldi untuk pulang, juga sudah berdiri dari duduknya, mereka tidak melanjutkan langkahnya saat seseorang menyapa mereka.
"kalian mau kemana?" tanya Kesya
"oh, akhirnya kamu muncul juga,," sindir Aldi
"maaf,," kata Kesya bersalah meninggalkan tamunya terlalu lama
"silahkan duduk kembali,," sambung Kesya menawarkan
"ini, silahkan di minum,," kata Kesya lagi menyodorkan orange jus yang sudah di buatnya
"ini amankan?" tanya Aldi
"aman dong, memangnya kenapa?" tanya Kesya heran dengan tingkah mereka berdua
" nggak kenapa-kenapa, kata Aldi tersenyum 'racun t*k*s tidak ada, tapi bukan berarti racun lain tidak ada, saya harus waspada, siapa tau karena marah gadis ini mencampurkan racun lain ke minuman ini, karena kesal bos sombongku ini sudah menyakiti Adiknya.' batin Aldi
'gadis kecil itu kemana? kok tidak kelihatan! apa dia masih mengurung diri dikamar, seperti yang di katakan Reyhan tempo lalu, aku harus membuat kesepakatan pada gadis kecil itu sebelum pernikahan kami besok, gadis itu harus tahu, Aku menikahinya hanya karena Aku melakukan kesalahan jadi jangan mengharap lebih dariku.' batin Ayandra
"oh iya, gadis kecil itu kemana?" tanya Ayandra tanpa basa-basi dengan sikap sombongnya
"eh maaf, yang Tuan maksud siapa ya?" tanya Kesya bingung
"oh, apa Ayana yang...,," Kesya belum menyelesaikan perkataanya, Ayandra sudah memotong
"siapa lagi kalau bukan Dia,," kata Ayandra dingin
"ada, di kamar,," kata Kesya
"panggilkan Dia, saya mau bicara,," kata Ayandra memerintah
"baik, saya permisi ke atas,," pamit Kesya lalu berdiri dari duduknya
Di kamar, Ayana yang baru saja selesai mandi segera memakai locion, dan juga baju santainya yang terlihat begitu pas di tubuh Ayana dan terlihat begitu seksi Dia juga menyemprotkan wewangian ke tubuh mungilnya, dan menepukkan bedak baby ke wajah cantiknya, Ayana terlihat sangat cantik dan lebih segar dari seminggu yang lalu.
Ayana yang ceria, berwajah imut dengan senyuman yang manis, kembali lagi seperti yang dulu, Ayana berniat bersantai di ruang tamu sambil menonton Drakor ke sukaannya, Dia ingin menemani Kesya, Ayana tidak mengetahui ada yang bertamu di rumahnya.
Ayana sudah selesai dengan ritualnya di kamar, Dia segera keluar kamar dan menuruni anak tangga, sedangkan Kesya yang baru menaiki anak tangga pertama, mengurungkan niatnya untuk melanjutkan langkahnya karena ia sudah melihat Ayana menuruni tangga, jadi Kesya berniat untuk menunggu Ayana di bawah.
Sesampainya Ayana di bawah, tepat di hadapan Kesya, Kesya yang melihat Adiknya terlihat sangat baik dan fres, matanya langsung berkaca-kaca dan tersenyum manis.
"woe, ngapain loe liatin gue sampai segitunya, nggak perna ya lihat cewek cantik, hehe,," canda Ayana tersenyum
"gue rindu dengan sikap loe yang kayak gini,," kata Kesya terharu
"udah ah, nggak ada melow-melow lagi, yuk nonton, gue udah ketinggalan episode nih,," ajak Ayana menarik tangan Kesya
"Ay,," panggil Kesya ragu
"iya kenapa Sya,," jawab Ayana
Belum Kesya menjawab perkataan Ayana, Ayana sudah menghentikan langkahnya sejenak karena melihat sesosok pria yang akan menjadi suaminya besok, 'Om-Ommu ingin membicarakan sesuatu padamu' bisik Kesya ke telinga Ayana.
Ayana yang mendengar perkataan Kesya, langsung mencubit lengan Kesya pelan 'apaan sih loe Sya nggak lucu tau, kok loe nggak ngasih tau gue, kalau tuh Om-Om galak mau nemuin gue, kan gue belum siap mau nemuin Dia' bisik balik Ayana ke telinga Kesya.
'mana sempat gue ngasih tau loe, loe narik tangan gue kayak h*w*n peliharaan loe, udah lah temuin aja, toh besok kalian akan menikah dan akan sering bertemu' bisik Kesya lagi ke telinga Ayana.
"kalian kenapa berbisik?" tanya Aldi curiga
"kemarilah,," panggil Ayandra santai
Ayana dan Kesya menghampiri mereka ber dua, Ayana duduk di samping kakaknya Kesya
"boleh kita bicara sebentar?" tanya Ayandra dingin
"emm,," jawab Ayana menganggukkan kepala
"tapi tidak disini,," kata Ayandra
"hemm,," kata Ayana mengangkat satu keningnya
"Aku hanya ingin berbicara berdua saja denganmu,," kata Ayandra menjelaskan karena melihat kebingungan Ayana
"baiklah, kita ke halaman belakang rumah saja.