NovelToon NovelToon
Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: Guraaa~

Di puncak kesendirian yang tak tertandingi, Kaelen, sang Monarch Primordial, telah menguasai semua hukum alam di alam semestanya. Namun, kemenangan terasa hampa. Justru pada detik ia menyentuh puncak, sebuah segel kuno terpecah dalam jiwanya, mengungkap ingatan yang terpendam: ia bukanlah manusia biasa, melainkan "Fragmen Jiwa Primordial" yang tercecer dari sebuah ledakan kosmik yang mengawali segala penciptaan.

Dicetak ulang melalui ribuan reinkarnasi di dunia yang tak terhitung jumlahnya, setiap kehidupan adalah sebuah ujian, sebuah pelajaran. Tujuannya bukan lagi sekadar menjadi yang terkuat di satu dunia, tetapi untuk menyatukan semua fragmen jiwanya yang tersebar di seantero Rimba Tak Berhingga — sebuah multiverse yang terdiri dari lapisan-lapisan realitas, mulai dari dunia rendah beraura tipis, dunia immortal yang megah, hingga dimensi ilahi yang penuh dengan hukum alam purba.

Namun, Kaelen bukan satu-satunya yang mencari. Para Pemburu Fragmen, entitas dari zaman sebelum waktu,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guraaa~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Jaringan Bawah Tanah

Kaelen menunjukkan kristal hitam dan pesan itu kepada Lin Xia keesokan harinya. Wajah Lin Xia menjadi pucat.

"Ini lebih buruk dari yang kuduga. Mereka tidak hanya mengawasi; mereka aktif mencoba menakut-nakutimu." Dia mengambil kristal itu dengan penjepit, memeriksanya. "Ini adalah Spora Kegelapan tingkat rendah. Jika dibiarkan di dekatmu terlalu lama, akan mulai menggerogoti energimu."

"Jadi ada agen Ordo lain di sekte," kata Kaelen. "Mungkin lebih dari satu."

Lin Xia mengangguk. "Fen mungkin bukan satu-satunya. Ordo dikenal menempatkan sleeper agents—agen tidur yang diaktifkan hanya saat diperlukan." Dia berjalan mondar-mandir. "Kau tidak bisa tinggal di asrama biasa. Terlalu rentan."

"Lalu di mana aku harus tinggal?"

Lin Xia berpikir sejenak. "Ada tempat. Ruang meditasi pribadi di Menara Formasi. Itu memiliki formasi perlindungan kuat dan hanya bisa diakses olehku dan beberapa elder lainnya. Kau bisa tinggal di sana untuk sementara."

Jadi malam itu, Kaelen pindah ke ruang kecil di lantai delapan Menara Formasi. Ruangan itu sederhana—hanya tempat tidur, meja, dan ruang untuk meditasi—tapi dilindungi oleh lapisan formasi yang membuatnya merasa aman untuk pertama kalinya sejak datang ke sekte.

Dengan tinggal di menara, Kaelen memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih dan belajar. Lin Xia mulai mengajarinya teknik yang lebih maju, termasuk dasar-dasar formasi ruang—bidang yang sangat langka.

"Formasi ruang adalah yang paling rumit," kata Lin Xia suatu malam, menggambar diagram di udara dengan cahaya biru. "Ini melibatkan pemahaman realitas itu sendiri. Kebanyakan kultivator bahkan tidak bisa memahami dasar-dasarnya. Tapi kau... kau memiliki intuisi untuk itu."

Kaelen menemukan bahwa formasi ruang beresonansi dengan pemahaman bawaanannya tentang Hukum Dasar. Dalam seminggu, dia bisa membuat kantong ruang kecil—hanya seukuran kotak sepatu—untuk menyimpan barang. Itu teknik sederhana, tetapi sangat berguna.

Selain latihan, Kaelen juga mulai menyelidiki secara diam-diam. Dengan bantuan Jek dan Liana, dia mencoba melacak sumber pesan ancaman. Jek, dengan koneksi di antara murid luar, mendengar desas-desus tentang kelompok rahasia yang menyebut diri mereka "Pemurni"—mungkin sel Ordo di dalam sekte.

Liana, dengan status murid inti, bisa mengakses area terbatas. Dia menemukan bahwa beberapa elder, termasuk Elder Kwan, telah menerima "pengunjung misterius" beberapa minggu terakhir—orang-orang dengan jubah tertutup yang tidak terdaftar sebagai tamu resmi.

Sementara itu, Kaelen juga terus berkomunikasi dengan fragmen-fragmen dalam dirinya. Sekarang dia bisa secara sadar merasakan kehadiran mereka dan bahkan menarik sedikit kekuatan mereka. Dari fragmen pertama (bumi/stabilitas), dia belajar teknik pertahanan yang kokoh. Dari fragmen kedua (es/stasis), dia memperbaiki kontrol elemen esnya.

Suatu malam, saat bermeditasi, dia mendapat visi yang jelas: sebuah peta dengan tujuh titik cahaya. Titik ketiga—berwarna hijau—berada di suatu tempat di utara, di pegunungan tinggi. Itu pasti fragmen di Gunung Naga Tidur yang disebutkan dalam jurnal Joran. Portal Celestial akan terbuka dalam... hitungan mundur muncul di pikirannya: 78 hari.

Dia harus pergi segera setelah Turnamen Murid Antar-Sekte. Tapi dia juga harus bertahan hidup sampai saat itu.

Kemajuan penyelidikannya tiba-tiba mendapat bantuan tak terduga. Suatu sore, saat dia sedang mempelajari gulungan di perpustakaan menara, seorang murid tua—penjaga perpustakaan lantai dua yang dia temui sebelumnya—mendekatinya.

"Kaelen, bukan?" kata murid tua itu, suaranya berbisik. "Aku punya sesuatu untukmu." Dia menyelipkan sebuah kertas kecil ke tangan Kaelen lalu pergi.

Kertas itu bertuliskan: "Temuiku di Paviliun Bunga Plum tengah malam. Datang sendirian. -S"

Siapa 'S'? Kaelen ragu, tetapi rasa ingin tahunya menang. Malam itu, dengan izin Lin Xia, dia pergi ke Paviliun Bunga Plum, sebuah struktur kecil di taman terpencil sekte.

Di sana, menunggu, adalah seseorang yang tidak terduga: Senior Sister Shun, murid inti terkenal yang dikenal sebagai "Bunga Plum Berduri"—cantik tetapi sulit didekati, dan dikenal sebagai murid kesayangan Elder Kwan.

"Kau datang," kata Shun, tanpa basa-basi. "Aku tahu kau diserang. Aku tahu kau menerima ancaman. Dan aku tahu siapa di baliknya."

"Mengapa kau membantuku? Bukankah kau di pihak Elder Kwan?" tanya Kaelen dengan hati-hati.

"Karena aku tidak setuju dengan metodenya," jawab Shun, wajahnya serius. "Persaingan antar elder seharusnya tidak melibatkan murid. Dan apa yang dilakukan kelompok ini... melampaui persaingan biasa. Mereka bekerja dengan orang luar."

"Ordo Penghapusan?"

Shun mengangguk. "Elder Kwan mungkin tidak bekerjasama langsung, tetapi beberapa bawahannya ya. Mereka percaya dengan membantu Ordo menangkapmu, mereka akan mendapat dukungan untuk posisi kepala departemen." Dia menunduk. "Aku tidak bisa memberimu bukti, tapi aku bisa memberimu peringatan: mereka berencana menyerangmu selama 'Ujian Gua Hantu' minggu depan."

Ujian Gua Hantu adalah ujian bertahan hidup tahunan untuk murid Lapis Keempat ke atas. Peserta dikirim ke gua alami di bawah sekte yang dipenuhi ilusi dan beast tingkat rendah. Aturannya: tidak ada pembunuhan, tapi cedera parah bisa terjadi.

"Kau harus berhati-hati," lanjut Shun. "Mereka akan menggunakan kekacauan ujian untuk 'kecelakaan'. Jangan percaya siapa pun. Bahkan yang tampak sebagai sekutumu."

"Mengapa kau memberitahuku ini?" tanya Kaelen.

"Karena aku masuk ke sekte ini untuk menjadi kuat dan adil, bukan untuk politik kotor." Shun berbalik untuk pergi. "Dan karena Lin Xia adalah satu-satunya elder yang pernah memperlakukanku dengan hormat sebagai manusia, bukan sebagai alat. Jangan mengecewakannya."

Dia pergi, meninggalkan Kaelen dengan peringatan berharga.

Kaelen melaporkan percakapan itu kepada Lin Xia, yang tampak tidak terkejut. "Aku selalu menduga Shun berbeda dari yang lain. Baiklah, ini mengubah rencana kita. Kita tidak bisa membatalkan partisipasimu—itu akan terlihat seperti pengecut. Tapi kita bisa mempersiapkanmu."

Minggu terakhir sebelum Ujian Gua Hantu dihabiskan dengan persiapan intensif. Lin Xia mengajarinya formasi pelindung pribadi dan cara mendeteksi ilusi. Master Borin melatihnya bertarung dalam kondisi gelap dan sempit. Liana dan Jek membantu mengumpulkan persediaan: pil penyembuhan, batu penerang, bahkan jebakan sederhana.

Kaelen juga membuat persiapan sendiri. Dengan pengetahuan formasi ruangnya, dia membuat "jebakan kantong ruang" kecil—perangkap yang akan menangkap penyerang dalam ruang terisolasi sementara. Dengan elemen es, dia membuat "pelindung es" yang akan aktif secara otomatis saat diserang.

Malam sebelum ujian, dia bermeditasi, memeriksa kondisi dirinya. Lapis Keempat stabil, dua fragmen aktif, teknik baru dikuasai. Dia siap.

Tapi yang paling penting, dia tidak sendirian. Dia memiliki sekutu—Lin Xia, Jek, Liana, bahkan Shun diam-diam. Dan dia memiliki tujuan: bertahan, menjadi kuat, menemukan fragmen lainnya, dan mengungkap kebenaran tentang dirinya dan ancaman terhadap semua realitas.

Ujian Gua Hantu akan menjadi ujian nyata pertamanya sejak datang ke sekte. Dan mungkin, itu juga akan menjadi kesempatan untuk menghadapi musuh dalam bayangan secara langsung.

Saat dia menutup matanya untuk beristirahat, satu pikiran menguat dalam benaknya: Dia mungkin adalah Jiwa Terpecah, target Ordo Penghapusan, dan pusat konspirasi yang tidak dia pahami. Tapi dia juga adalah Kaelen, murid Sekte Azure Cloud, dan dia tidak akan lari lagi.

Pertarungan untuk bertahan dan berkembang baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!