Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya sandiwara
" Jadi maksud kamu, mengajakku untuk pergi makan malam bersama keluarga Jonathan itu aku harus mengimbangi sandiwara mu? yang memuakkan itu. kenapa kamu tidak bilang dari rumah tadi, tahu gitu aku tidak perlu ikut. pokoknya aku nggak mau. " tolak Lea dengan raut wajah tak suka.
" Carlin semua itu hanya untu---!"
" Tuan Alexander. yang terhormat, anda bahkan tidak memberikan jawaban yang jelas saat saya bertanya tadi. dengar baik-baik ya.
kita bahkan tidak sedekat itu, meskipun kita ini suami istri! "
Juan yang sedang menyetir diam-diam meringis, rasanya kupingnya di ciptakan sangat sensitif, saat mendengar perkataan dari nyonya-nya.
Axel berdecak kesal, dia malas untuk menjelaskan maka dari itu dia menatap ke arah Juan, Juan yang melihat tuannya dari kaca spion mobilnya, hanya mengangguk.
" Juan cepat jelaskan? "
" Apa sih, mulutmu itu fungsinya apa? kenapa juga harus Juan. yang menjelaskan?! " kesal Lea, dia menatap jengah.
Axel mendengus dingin. " kalau begitu diam dan dengarkan aku baik-baik, karena aku tidak akan pernah mengulangi ucapan ku.."
Axel langsung menjelaskan, semuanya Lea hanya mencibir dalam hatinya saja. dia tidak bisa protes. karena Axel sudah memperingatinya, yang terpaksa membuatnya harus diam dan mengikuti sandiwara Axel.
*****
Seorang wanita cantik tersenyum manis saat melihat penampilannya di depan kaca.
" Mommy yakin sekali penampilan mu yang sangat luar biasa ini, tidak akan membuat tuan Axel Alexander. Berpaling dari mu? "
ucap nyonya Jonathan mantap.
Megan Jonathan. putri kesayangan keluarga Jonathan, merespon dengan anggukan kepala, dan tersenyum manis.
Tok~tok~tok.
" Buka pintunya? " perintah tuan Jonathan.
Pelayan yang ada di dalam kamarnya Megan, Segera menuju ke arah pintunya.
Klik...!
Pelayan itu langsung menundukkan kepalanya, saat melihat kedatangan tuan Jonathan.
Pemimpin Jonathan itu segera masuk, dengan wajah angkuh, dan tegas.
" Putri ku apakah kamu sudah selesai? "
Kedua wanita beda usia itu mengangguk kepalanya, tidak lupa dengan senyum manisnya. Jonathan tersenyum tipis saat melihat penampilan anak dan istrinya.
" Ayo tuan Axel Alexander, sebentar lagi akan tiba? " Megan tersenyum cerah, dia langsung berjalan mendahului langkah, kedua orang tuanya.
" Megan, kamu belum mengunakan heels. mu dengan benar! " tegur tuan Jonathan.
Gadis itu berhenti, lantas melihat ke arah kakinya, dan benar saja heels nya itu belum terpasang dengan sempurna.
" Ah aku terlalu semangat Daddy? " sahutnya.
lalu melanjutkan langkahnya, setelah membenarkan heels nya.
" Anak itu sudah tidak sabar mau bertemu dengan calon suaminya! hehehe. " Nyonya Jonathan, terkekeh kecil.
Kedua pasangan suami-istri itu, segera menyusul Megan. yang sudah lumayan jauh dari Mereka berdua, untuk menunggu kedatangan Axel.
*****
Mata Lea, nggak bisa berkedip setelah mobil yang mereka tumpangi memasuki jalan yang akan membawa mereka menunju ke Mansion tuan Jonathan, di sepanjang jalan terdapat pohan yang di hiasi lampu, dengan cantik. Lea juga takjub saat melihat di depannya ada kolam air mancur, yang sangat indah.
" Hey katakan kepada ku, apakah Mansion tuan Jonathan, sama dengan mansion tuan Axel Alexander? " tanya Lea.
Axel menatap tak suka, dan bercampur heran.
tapi Detik berikutnya dia tersadar bahwa istrinya itu sedang amnesia, wajar saja jika wanita itu tidak ingat apa-apa.
" Mansion Jonathan, bahkan tidak ada apa-apanya. di bandingkan punya kami! "
Lea sontak menoleh, dan menatap tak percaya kepada Axel. " nggak mungkin deh. "
Axel diam saja, dia memilih fokus dengan ponselnya, karena dari tadi sedang berbalas pesan dengan sepupunya.
Begitu mobil mereka berhenti di dekat pintu utama, seseorang yang sudah di siapkan keluarga Jonathan. segera mendekat
Dia berniat untuk membuka pintu mobilnya.
karena mereka itu adalah tamu spesial, bagi tuannya.
" Tidak perlu, tuan ku tidak menyukai hal seperti itu? " ucap Juan setelah membuka kaca mobilnya.
Orang itu hanya mengangguk, lalu kembali duduk ke tempatnya, sambil meminum segelas kopi, yang sudah di siapkan tuannya.
Juan turun dia langsung membuka pintu mobilnya, untuk kedua majikannya itu.
Di depan mereka, keluarga Jonathan sudah menunggu, sambil tersenyum lebar.
akan tetapi beberapa detik kemudian, senyum lebarnya langsung pudar ketika melihat Axel mengandeng seorang wanita cantik. apa lagi mereka bisa melihat Axel sedang mengulurkan tangannya ke arah wanita cantik itu.
" Siapa jalang, yang ada di samping tuan Alexander? tidak mungkinkan kalau itu istrinya. yang katanya dari kaum rendahan!"
Geram Megan, matanya menatap tak suka.
" Tenang lah Megan. istrinya itu sedang berbaring koma, mungkin wanita itu hanya di sewa tuan Alexander. untuk mengelabuhi kita..!" cicit nyonya Jonathan.
" Wanita sewaan dari mana? lihat dari kepala sampai kaki semua yang dia pakai barang limited, apa lagi kalung itu! " Megan merengek menurutnya itu terlalu berlebih, jika wanita itu, adalah wanita sewaan Axel.
" Jaga sikap kalian? " tegur tuan Jonathan.
membuat anak dan istrinya, langsung memasang senyum, dengan terpaksa.
" Selamat datang di kediaman Jonathan. tuan Alexander? saya senang sekali, karena akhirnya Anda mau bertamu di kediaman kami yang nggak seberapa ini! " ucap Jonathan, dengan senyum ramah.
" Tidak seberapa katanya, jelas-jelas mansion kalian mewah. dan sudah tercium bau uangnya dasar..! " Lea membatin jengah.
Axel hanya mengangguk kepalanya, dan bersalaman dengan keluarga Jonathan. secara bergantian.
Tuan Jonathan menatap ke arah Lea.
" Em kalau saya boleh tau... siapakah nona ini? tuan Alexander! "
" Apakah Anda lupa tuan Jonathan, wanita cantik ini adalah istri ku, Carlin Christine Alexander...!" sahut Axel dengan tangannya
yang mengubah, gandengan menjadi genggaman.
Perkataan itu sukses membuat mereka kaget, terutama Megan. putri kesayangan keluarga Jonathan itu, bahkan langsung berubah raut wajahnya, Megan bahkan terang-terangan menatap meremehkan, ke arah Lea.
" Hmm nona ini sepertinya menyukai pria brengsek ini! " batin Lea. menyeringai.
" Bukan kah istri anda sedang koma, tuan Alexander? " tanya nyonya Jonathan.
" Iya, sekarang saya sudah bangun dari tidur panjang saya, itu sebabnya saya bisa menemani suami saya datang kemari, untuk memenuhi undangan makan malam dari keluarga Anda.!" Lea tersenyum tipis.
Lea ingin muntah darah, rasanya setelah mengakui Axel Alexander sebagai suaminya di depan keluarga Jonathan itu, tapi dia harus berakting, dengan sempurna untuk malam ini.
" Oh begitu ya? Anda sepertinya, banyak berubah dari sebelumnya! " ucap Jonathan.
Mereka tidak menyangka bahwa wanita cantik itu, yang mereka pikir tadi wanita sewaan, adalah istrinya Axel Alexander. yang mereka ketahui dari berbagai gosip bahwa nyonya Alexander pemalu, girly dan tertutup.
mereka tidak dapat mengenalinya, karena Carlin berubah totol..
" Istri ku, suka mencoba hal yang baru seperti sekarang! contohnya." ucap Axel.
Lea berpura-pura tersenyum manis, meskipun dia sebenarnya sangat muak, saat melihat tatapan Axel yang seolah-olah dia cinta mati! Kepada istrinya itu.
" Kalau Carlin masih di tubuhnya, saat melihat tatapan pria brengsek ini pasti dia akan mengira bahwa pria ini sangat mencintainya.
betapa menyedihkan pernikahan tipu-tipu ini untung saja dari dulu, aku memang tidak terlalu suka berdekatan dengan laki-laki. "
Lea meringis.
Akhirnya mereka langsung masuk ke dalam Mansion tuan Jonathan, sambil berbincang-bincang, mereka segera menuju ke meja makan. saat Axel menarik kursi untuk Lea, Megan dengan tidak tahu malu langsung duduk, di kursinya.
" Terimakasih banyak tuan Alexander. padahal anda tidak perlu melakukan ini untuk saya.!" ucap Megan, dengan penuh kelembutan.
Axel tidak merespon, begitu juga dengan Lea.
kedua pasangan suami-istri itu hanya menatap sekilas, ke arah Megan.
Jonathan yang merasa dalam zona bahaya segera berkata. " tuan Alexander, seperti itu untuk nyonya Carlin Alexander. " Jonathan bersandiwara, langsung memarahi Megan.
" Tuan, dan nyonya Alexander. saya minta maaf atas kelancangan putri saya! " lanjutnya.
" Tidak apa-apa! " Lea segera duduk setelah Axel menarik kursi lagi, untuknya.
" Tolong di maklumi, putri kami memang sangat menyukai dan mengidolakan tuan Alexander. saya harap nyonya Alexander, tidak terbawa perasaan karna sikapnya. "
ucap nyonya Jonathan, dan memasang wajah ramah sebisa mungkin.
" Itu hanya sebuah kursi, tidak perlu di besar-besarkan. saya juga cukup mengerti, kenapa nona Megan bertindak seperti itu
mungkin Nona Megan, hanya ingin lebih dekat dengan idola yang dia sukai. Hanya saja... caranya kurang tepat. " ucap lea tersenyum simpul.
Megan mengepal kuat tangannya di bawah meja, niatnya mau duduk dekat Alex. tapi yang terjadi Axel malah duduk di samping kiri Lea. wajahnya merah padam menahan amarahnya, rahangnya mengeras. giginya bergemuruh, apa lagi saat mendengar perkataan hinaan dari Lea.
" Sial sial aku sudah berdandan secantik mungkin, agar tuan Alexander tidak berpaling dari ku, tapi yang terjadi malah begini jalang itu. semua ini gara-gara dia! " batin Megan dia mengutuki Lea dalam hatinya.
Jonathan dan istrinya, merespon ucapan Lea dengan tertawa kaku.
" Mulutnya yang berbisa itu benar-benar membuat lawan bicaranya, tak berdaya yah meskipun sangat menjengkelkan tapi dia sangat berguna untuk sekarang. " batin Axel.
Lea menatap Axel, dengan senyum tipisnya.
lalu bibirnya bergerak seolah-olah mengatakan. " kenapa bukan kamu saja yang duduk di tengah, kamu sengaja membuat ku
Jadi tembok di antara kalian? " dan Axel malah menangkapi nya dengan kata-kata.
yang membuat Lea ingin segera meninjunya.
" Sayang kamu terlalu cantik dengan riasan seperti ini, aku jadi tidak rela wajah cantik mu di lihatin banyak orang. lain kali kamu harus berdandan seperti ini hanya untuk ku Oke! "
" Hahaha jangan begitu dong, aku kan jadi malu? " Lea tertawa paksa, tangannya diam-diam bergerak mencubit paha Axel. dia tersenyum puas saat melihat wajah Axel, yang seperti sedang menahan sakitnya.
" Aku bicara apa adanya, tidak perlu malu-malu, aku benar-benar nggak kuat melihat kecantikan mu yang semakin hari, semakin bersinar menyilaukan.." Axel tersenyum tipis, tangannya dengan sengaja mencubit pipi Lea. dia senang sekali saat melihat ekspresi wajah Lea yang berusaha semampunya untuk menahan dirinya.
" Bajingan ini, lihat saja nanti! " batin Lea. Menggebu emosi.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA