NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Mafia

Istri Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Karir / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rifqi Ardiasyah

Alya tak pernah menyangka hidupnya akan terikat pada haruka— pria dingin, tenang dan berbahaya, seseorang dari kalangan atas yang lebih tertarik dengan hidup di dunia mafia.
hubungan mereka bermula dari sebuah kontrak tanpa perasaan, namun jarak itu perlahan runtuh oleh kebiasaan kecil dan perlindungan tanpa kata.

Saat alya mulai masuk ke dunia haruka—kekuasaan, kekayaan dan rahasia kelam.
ia sadar bahwa mencintai seorang mafia berarti hidup di antara kelembutan dan bahaya.

Karena di dunia haruka, menjadi istri kesayangan bukan hanya soal cinta..
tapi juga bertahan hidup.

Thx udah mampir🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifqi Ardiasyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. nikah kontrak

Nikah Kontrak

Aku tidak langsung menjawab keputusan ayah malam itu.

Bukan karena masih berharap ada jalan lain, tapi karena aku tahu—

tidak ada.

Hari-hari setelah kelulusanku berjalan seperti bayangan. Pagi datang, malam pergi, tapi tidak ada satu pun yang benar-benar terasa nyata.

Ayah jarang berbicara. Teleponnya sering berdering, dan setiap kali itu terjadi, bahunya menegang seolah dunia sedang menagih sesuatu darinya.

Hingga suatu sore, dua mobil hitam berhenti di depan rumah kami.

Tidak ada suara sirene.

Tidak ada teriakan.

Hanya kehadiran yang cukup untuk membuat udara berubah dingin.

Aku berdiri di balik pintu kamar, mengintip dari celah jendela. Pria-pria berjas hitam turun dengan langkah tenang dan teratur.

Mereka tidak tampak seperti penjahat. Terlalu rapi. Terlalu terkontrol.

Dan itu justru membuatku takut.

“Alya,” ayah memanggilku dari ruang tamu. Suaranya serak. “Turunlah.”

Aku menarik napas panjang sebelum melangkah. Di ruang tamu sempit itu, tiga orang duduk dengan sikap santai yang tidak pantas. Salah satunya berdiri saat melihatku.

“Nona Alya Safira,” ucapnya sopan, hampir terlalu sopan. “Kami datang membawa penawaran.”

Penawaran.

Bukan permintaan.

Sebuah map hitam diletakkan di atas meja. Aku duduk perlahan, jantungku berdetak keras saat map itu dibuka.

“Ini bukan pernikahan biasa,” lanjut pria itu. “Ini nikah kontrak.”

Aku menatap lembaran-lembaran di dalamnya. Hitam-putih. Rapi. Dingin. Tidak ada satu pun kata tentang cinta.

“Aku akan menjadi… istri selama kontrak?” tanyaku pelan.

“Secara hukum, ya,” jawabnya. “Secara emosi, tidak ada kewajiban.”

Aku tertawa kecil, getir. “Seolah itu membuatnya lebih ringan.”

“Sebagai gantinya,” ia menatap ayahku, “semua hutang akan dianggap lunas. Keluarga Anda aman.”

Aman.

Kata itu terdengar seperti lelucon.

“Dan jika aku menolak?” tanyaku.

Pria itu tersenyum tipis. “Kami tidak datang ke sini untuk kemungkinan itu.”

Aku menoleh ke ayah. Ia tidak berani menatapku. Saat itulah aku tahu—keputusanku sudah dibuat bahkan sebelum aku lahir ke dunia ini.

Aku mengambil pena. Tanganku bergetar.

Aku menandatangani kontrak itu tanpa membaca ulang.

Bukan karena aku percaya.

Tapi karena aku sudah terlalu lelah untuk berharap.

Kertas putih itu terasa lebih berat daripada ijazah kelulusanku. Isinya bukan janji cinta, melainkan aturan—dingin, rinci, dan kejam dalam kesopanannya.

Durasi pernikahan.

Batasan emosi.

kerahasiaan mutlak.

Dan satu kalimat yang membuat dadaku mengeras:

Pihak perempuan tidak memiliki hak untuk mengetahui aktivitas pihak laki-laki di luar peran sebagai suami sah.

Aku resmi menjadi istri seorang pria yang hidupnya tidak boleh kuketahui.

Pertemuan pertamaku dengannya terjadi dua hari setelah kontrak ditandatangani.

Aku dibawa ke sebuah gedung tinggi yang bahkan tidak tercantum di peta. Lift melaju tanpa suara. Tidak ada cermin. Tidak ada tombol selain satu.

Saat pintu terbuka, aku langsung tahu—

tempat ini bukan untuk manusia biasa.

Ia berdiri di depan jendela besar, membelakangiku. Jas hitamnya rapi. Bahunya tegap. Kota di bawahnya tampak kecil dan tak berarti.

“Duduk,” katanya.

Aku menurut.

“Pernikahan ini bersifat kontrak,” lanjutnya tanpa menoleh. “Aku tidak akan menyentuh hidupmu lebih dari yang diperlukan.”

“Apa yang kamu butuhkan dariku?” tanyaku.

Ia akhirnya menoleh.

Dan di situlah aku melihatnya dengan jelas.

Terlalu tampan untuk terlihat nyata, Terlalu tenang untuk disebut manusia biasa.

wajah tampan yang terlalu tenang untuk dunia sekejam ini. Mata yang tidak memohon apa pun dari siapa pun.

“Status,” jawabnya singkat.

“Nama istri.”

Aku menelan ludah. “Itu saja?”

“Untuk sekarang.”

"Dan besok aku akan menjemputmu, untuk mendaftarkan mu kuliah"

setelah ia mengatan itu padaku, aku pun tanpa sadar berdiri dan memeluknya

"Serius!" ucapku dengan semangat

"lepas" ucapnya dengan grogi

Dan aku pun sadar, lalu meminta maaf kepada nya

"maaf, sekali lagi aku minta maaf aku tidak sadar dengan perlakuan ku tadi" ucapku sambil menunduk malu.

dia tidak merespon apapun, lalu aku melihat ke arah nya lalu berkata..

"Apa yang tadi itu serius" ucapku sambil menahan malu

"Ya" jawabnya dingin

Keheningan jatuh lama.

“Ada satu hal yang harus kau tahu,” katanya kemudian.

“Di dunia..., namaku bukan Alessandro.”

Aku mengangkat wajah.

“Di kalangan atas,” lanjutnya pelan, “mereka memanggilku Haruka Sakura.”

Nama itu terdengar indah.

Dan justru karena itu—menakutkan.

“Nama samaran?” tanyaku.

“Nama yang kupakai saat aku ingin dunia tersenyum padaku,” jawabnya datar.

“Alessandro adalah wajah yang kuberikan pada neraka.”

Aku tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

“Pilih mana yang ingin kau panggil,” katanya.

“Tapi ingat—keduanya sama berbahayanya.”

Malam itu, saat aku kembali ke rumah kecil kami untuk terakhir kalinya, aku berdiri lama di depan cermin.

Gadis yang lulus sekolah itu masih ada.

Tapi tidak lama lagi.

Karena setelah aku resmi menikah,

aku tidak hanya akan menjadi istri mafia—

aku akan menjadi

istri dari seorang pria yang memiliki dua dunia, dua nama, dan satu hati yang sudah mati.

Dan entah kenapa, saat aku bertemu dengannya aku benar benar-benar terpikat oleh-Nya.

Dan hal yang paling aku suka..

aku akan menjadi satu-satunya orang

yang melihat wajahnya dari jarak sedekat ini.

Tapi entah kenapa aku tidak asing dengan nama yang dia sebutkan tadi.

"Haruka Sakura"gumam nya

nama itu sering muncul di media tapi aku lupa, aku pun sontak mencari nama itu di sosial media....

1
Jingle☘️
kamu harus bisa meluluhkan agar kamu bisa punya benteng untuk hidupmu sendiri
Jingle☘️
tuh kan benar huh/Panic/
yanzzzdck: nikmatin aja nanti juga paham alurnya, dan trimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
Jingle☘️
punya masalah bau baunya mau menjual anaknya dalam konsfirasi pasti🤔
Salsabilla Kim
💪💜🌸
yanzzzdck
bagus
Tati Hartati
Makasih banget ya tadi jempolnya dan masyaallah kamu luar biasa lho bikin dua novel dan selalu konsisten. Semangat terus ya buat Kita sesama penulis baru ,salam kenal ya 🙏💪🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!