NovelToon NovelToon
Murid Tengil, Kesayanganku

Murid Tengil, Kesayanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintamanis / Komedi / Cintapertama
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Menjadi guru tampan dan memiliki karisma over power memang tidak mudah. Dialah Adimas Aditiya, guru muda yang menjadi wali kelas sebuah kelas yang anehnya terlalu hidup untuk disebut biasa.

Dan di sanalah Rani Jaya Almaira berada. Murid tengil, manis, jujur, dan heater abadi matematika. Setiap ucapannya terasa ringan, tapi pikirannya terlalu tajam untuk diabaikan. Tanpa sadar, justru dari gadis itulah Adimas belajar banyak hal yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah keguruan.

Namun karena Rani pula, Adimas menemukan jalannya rumahnya dan makna cinta yang sebenarnya. Muridnya menjadi cintanya, lalu bagaimana dengan Elin, kekasih yang lebih dulu ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Restu

"Astaghfirullah, sayang." Adimas beristigfar, Rani mengerutkan keningnya bingung.

"Kenapa, Mas?" tanya lagi Rani bingung, Adimas menekan keningnya sendiri dan menghela napas beberapa kali.

"Sudahlah, hanya akan aku yang tahu." Ucap Adimas, dia membuka pintu belakang rumahnya. Seluas mata memandang hanya ada hamparan sawah dan sebuah gunung yang tampak hijau pekat setelahnya.

"Aku buat cokelat panas dulu, atau mau jus? Es krim?" tanya lagi Adimas, Rani terkekeh. Di sudut matanya setitik air mata hampir keluar, entah senyum bahagia atau senyum haru terpancar dari mata itu. Bila Rani yang dulu, mungkin dia akan menjawab, 'Mau Mas aja.' Tapi Rani yang sekarang tidak.

Rani hanya tersenyum, dan kemudian tawa kecil yang beruntun keluar dari bibirnya. Adimas ikut tertawa melihat bagaimana manisnya tawa Rani yang belum dia perlihatkan sejak tadi.

"Aku akan meminum apa pun itu, asal jangan ditambah sianida ya, Mas." Ucap Rani, Adimas tertawa mendengarnya.

"Aku masukin benzoat pada senyummu, Ran. Manis sekali," puji Adimas, Rani seketika terbelalak. Adimas terkekeh dan melangkah menuju dapur.

Rani menuju ke belakang, sebuah ayunan taman kanopi terletak di sana. Rani duduk di atasnya, dan merasakan tubuhnya terhempas ringan.

Kakinya yang jenjang, selalu tertutup celana panjang atau rok panjang itu, dia angkat ke atas, menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya dengan ringan. Aroma segar terasa nyata di indra penciumannya.

Tanpa terasa air matanya jatuh perlahan, Rani tak menyangka setelah dua minggu yang begitu melelahkan akhirnya dia bisa istirahat dengan suasana sunyi yang nyaman.

Ya, dua minggu ini sungguh melelahkan bagi Rani. Setelah pulang, dia disambut oleh cercaan ibu tirinya karena penolakan Rani dalam perjodohan. Rani langsung terbang lagi ke Bukittinggi, namun ayah dan ibu tirinya mengikuti Rani hingga ke sana.

Ibunya sudah memutuskan untuk bercerai dari ayahnya sejak tahun pertama Rani berada di Kairo. Kesabaran ibu Rani yang sedalam samudra itu dikuras habis oleh ayah Rani.

Dan kini, Rani bahkan dikejar oleh orang-orang ayahnya. Rani tak tahu ke mana dia ingin berlindung, dan pada siapa dia meminta tolong. Hingga nama Elyra teringat dalam benaknya, malam itu Rani akhirnya meminta bantuan Elyra. Namun, Elyra yang kini berada di Bali tak dapat menjemput Rani dan akhirnya Elyra meminta bantuan Adimas.

Begitulah bagaimana Rani bisa kembali sampai di Bandung, dan kini dia berada di Lembur Pakuan, tempat tinggal Adimas saat ini.

Sebenarnya Adimas tidak tinggal di Bandung. Rumah besar yang sesungguhnya berada di Kuningan, Jawa Barat. Namun, saat dia bekerja, dia akan tinggal di rumah itu. Jadi 40 persen selama setahun dia akan tinggal di sana.

[Kang Dedi saat itu belum menjabat bestie]

"Es krim cokelat di atas cokelat dingin, sayang." Adimas menyerahkan satu gelas minuman dingin itu pada Rani.

"Terima kasih, Mas." Rani menerimanya, keduanya duduk di sana berdua.

"Maaf, Mas, sebenarnya aku tidak pernah berniat melibatkanmu dalam masalahku." lirih Rani, Adimas terdiam dan melihat bagaimana kepedihan tersirat di mata indah itu.

"Ayahku terus mengejarku. Mamah memang berharap kami bertemu kembali. Tapi awalnya itu harapan saja, tapi doa Mamah ternyata sungguh-sungguh terjadi." tutur lagi Rani, Adimas tersenyum mendengarnya.

"Mau bagaimana lagi, kita memang berjodoh, Ran." usil Adimas, Rani terkekeh mendengarnya.

"Mas, apa Mas dan..." Ucapan Rani tergantung di udara, Adimas terkekeh.

"Kenapa? Berubah pikiran? Mau menikah sekarang?" tanya Adimas beruntun, Rani menggeleng pelan.

"Kenapa? Bukankah bagus, ayahmu akan langsung mundur saat tahu kamu sudah menikah denganku." ucap lagi Adimas, Rani meminum cokelat yang seketika mendinginkan lidah dan tenggorokannya itu.

"Restu orang tua juga diperlukan, Mas. Menikah bukan hanya kita yang akan bersama, tapi juga dua keluarga akan menyatu." tutur Rani, Adimas mengacak rambutnya sendiri.

Pandangan Rani dan pola berpikir Rani sekarang berbeda dengan Rani yang dulu. Dia kini jauh lebih dewasa, jauh lebih luas pandangannya, dan tentu saja sifatnya tidak hilang. Dia selalu mempertimbangkan segala hal, buruk dan baiknya, akibat dan manfaat yang dilakukan.

"Jadi, apa kita perlu meminta restu ayahmu?" kecut Adimas, Rani terkekeh. Kenapa sekarang justru Adimas yang terlihat seperti anak kecil, Adimas cemberut dengan tubuh besarnya itu.

"Aku ingin bertemu Bunda dan Ayah dulu." ucap Rani, Adimas sejenak mengedipkan matanya beberapa kali, mencari jawabannya. Rani tertawa melihat kebingungan Adimas.

"Ayah dan Ibu Mas." jawab Rani akhirnya, Adimas akhirnya ber-oh. Adimas langsung menelepon kedua orang tuanya, mereka langsung melakukan panggilan video saat itu juga.

"Dad!" pekik Adimas saat panggilan tersambung, seorang bocah berusia delapan tahun nampak mengangkat panggilan itu.

"Kakek, Om Dimas telepon!" teriaknya, seorang pria tua datang dan mengambil ponselnya.

"Kenapa, Dim?" tanya Tuan Ghiffari, Adimas tersenyum melihat sang ayah.

"Aku akan menikah, Dad, restui ya?" ucap Adimas begitu saja, mata Tuan Ghiffari seketika melotot.

"Apa?" Tuan Ghiffari nampak mendekatkan telinganya ke ponsel.

"Daddy! Aku mau menikah! Aku minta restu!" teriak Adimas, Rani yang melihat itu tertawa.

"Siapa calonnya? Memang Rani sudah ketemu?" tanya Tuan Ghiffari usil, Adimas nyengir lebar.

"Makanya aku bilang mau nikah, kalau dia belum ke sini aku nikah sama siapa?" tawa Adimas, Tuan Ghiffari nampak tertawa.

"Menikahlah, lamar dia dulu. Mau bagaimanapun juga, kakeknya akan sulit kamu hadapi, Dim." ucap Tuan Ghiffari, Adimas mengerutkan keningnya.

"Wah, aku kira hanya ayahnya yang akan sulit dihadapi." resah Adimas, ternyata menjadikan Rani istri tak semudah kelihatannya.

"Beri uang, ayahnya akan langsung diam. Kakeknya tidak, apalagi kalau sampai sekarang kamu bawa dia ke rumah kamu. Wah, kamu pasti dimutilasi sama dia, Dim." ucap Tuan Ghiffari, Adimas menatap Rani.

"Dia mantan petaran, punya pesantren besar. Bisa dikatakan Rani juga memiliki gelar Ning." ucap Tuan Ghiffari, Adimas membelalakkan matanya. Dia tidak paham, namun menurut para montir dan gosip di bengkel, seorang Ning hanya akan dinikahkan pada seorang Gus, alasannya demi menjaga keturunan.

"Bercanda." ucap Adimas lagi, Tuan Ghiffari mengangkat bahunya.

"Ya, mau percaya atau tidak terserah. Tapi dengan tampilanmu seperti preman ini, kakek mana yang akan melepaskan cucunya?" Adimas kembali menjambak rambutnya.

Sudah banyak rintangan yang mereka hadapi sejak awal. Namun setelah semuanya mereda dan kedewasaan tumbuh di hati dan pikiran keduanya, kini justru halangan eksternal merintangi keduanya.

"Hahaha, kamu seorang Ning?" Adimas tertawa sumbang, Rani terkekeh setelahnya dan mengangguk pelan.

"Tapi, Mas, mau apa pun dan bagaimanapun aku, aku ini tetaplah Rani." ucap lagi Rani, Adimas sudah tahu itu. Tapi mendapatkan restu dari kakek Rani agaknya akan lebih sulit daripada menculik Rani dan kawin lari.

1
Miss Typo
sukurin tuh Hanan makanya jangan macam², jangan berani deketin lagi calon istri Adimas 😁
Miss Typo
bukan kaya oli, emang sayurnya pakai oli
Ya Allah malam² ngajak ditahan sambil batuk² 🤣🤣🤣
dasar Aryaaaaa astaghfirullah 🤣
LIXX: wkwkwk 🤣bisa gitu
total 2 replies
Miss Typo
rubah penampilan mu Dimas
Miss Typo: berarti tenang 🤣
total 4 replies
Miss Typo
aku ikut senyam senyum ikut bahagia kayak Adimas 😁
pingin denger cerita Rani, yg ayah nya menjodohkan Rani sampai nangis gitu.
apa ibu nya Rani gak cerai dan jadi satu sama istri muda suaminya, kalau benar gak rela bgt aku.

dah 3 bab tapi masih kurang rasanya 😁
Miss Typo: asiap di tunggu thor 👍😁
total 2 replies
Miss Typo
tetap semangat thor 💪🥰
LIXX: oke😘😘
total 1 replies
Miss Typo
Adimas kayak Gilang sama jodohnya 🤣
tetap ngakak walaupun mirip Gilang, tapi ngakak nya di tahan sampe perut sakit, mlm² di kira mba Kunti kalau ngakak 🫢
Miss Typo: komenku typo 😭
total 2 replies
vita
bagus ceritanya
Vie
waduh... dia jadi "pemborong" ternyata... tampan2 kok "pemborong" sih 🤭🤭🤭🤭
Vie
itu udah bagian dari takdir kamu, karena kamu juga sama somplaknya sama dia.... jadi biar hidupmu selalu ceria karena dikelilingi orangrang2 yang ceria.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
aku ikutan greget juga ih... pengen ikutan juga sama lyra bejek2 tuh ayah sama jalangnya..... 😤😤😤
Vie
aku sebenarnya udah curiga saat tau ayahnya Rani kerja teeus jarang pulang, hanya kirim uang saja. mana ada soerang laki2 dwwasa yang sudah berumahtangga bisa kuat saat jauh dari istrinya....
Vie
sebelum menjadi imam maaa depan, kamu harus terbiaaa dwngan imam maaa sekarang dulu dong adimas.... gimana sih kamu tuh... 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
LIXX: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Pᴀɴɢᴇʀᴀɴ Kᴇ-7
bagus soundtrack nya ly
LIXX: o makacih kang dadang😘
total 1 replies
Miss Typo
selama 4 thn itu ada cerita wok yg ngejar² Rani gak ya? atau mlh Kyun yg jatuh cinta ke Rani 😁
Miss Typo: makin penasaran nih jadinya 😁
total 2 replies
Miss Typo
mau baca cerita Elyra kok takut nyesek nangis terus 🙈
kayaknya banyak mengandung bawang
LIXX: gak ada,
total 1 replies
Miss Typo
hajar tuh ibu tiri Rani semangat Elyra go go go 🤣
Miss Typo
aku ikut emosi melihat papa nya Rani
Miss Typo
semangat Rani,,, jam segini ke bangun baca novel sambil nangis 😭🙈
Miss Typo: masama thor 🤗
total 2 replies
Miss Typo
sudah ku duga, pasti ayahnya Rani punya istri di luar negeri. berharap sih ibunya Rani pisah dgn ayahnya, apapun alasannya gak suka aku kalau mereka masih bersatu 😭
Miss Typo: iya deh thor, gpp biar makin seru 😂
total 6 replies
Miss Typo
wah makin seru nih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!