Seorang kakak laki-laki, harusnya menjadi pelindung bagi keluarganya, khususnya adik perempuannya. Tapi, hal itu dilupakan oleh Gildan. Demi mimpinya, Gildan nekat pergi bersama calon istri, seorang tuan muda. Hingga tuan muda itu marah, dan membalas dendam pada adik perempuan Gildan.
Rashita sangat tahu, pernikahan ini adalah awal kegelapan dalam hidupnya, namun dia harus menikah dengan tuan muda itu, demi menyelamatkan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Abi dan Gimar
Siapakah Gimar dan Abi?
Mereka berdua saat ini adalah pegawai yang paling setia pada tuan muda mereka, Mark Lewiz Emanuel.
(Mark Lewiz Emanuel⬇️)
*
*
*
[Author Ganti ya 😁]
Gimar dan Abi, walau usia mereka terbilang muda, mereka berdua pekerja yang sangat setia pada majikannya. Mark beruntung bertemu dengan dua orang itu, sebelum kedua orang itu pergi dari perusahaannya, Gimar dan Abi ingin pergi saat ayah Mark tutup usia. Namun mereka batalkan, karena Mark membutuhkan mereka. Sebagai saudara, sahabat juga orang yang sangat Mark percaya. Mark tidak salah memberikan kepercayaan pada kedua orang itu. Gimar dan Abi sangat menjunjung tinggi konsinten dalam bekerja.
Abi, Sekretaris kedua Mark, yang selalu mengintili kemana Mark pergi, tapi itu dulu, sebelum Nesya masuk kedalam kehidupan Mark, karena saat Mark jatuh cinta, Mark tidak suka di kawal.
[Abrizal alias Abi ⬇️]
Namanya Abrizal, akrab di panggil Abi, dia adalah anak panti asuhan yang mempunyai kelebihan berpikir yang luar biasa, Haka Manuel ayah Mark, kagum dengan kemampuan Abi, Abi yang sedikit lebih muda dari Mark, Abi kecil dia bawa pulang, Abi di besarkan oleh Iqmal dan istrinya.
Perlakuan Haka yang sangat baik, membuat Abi bercita mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarga itu. Karena memberinya nama dan keluarga. Juga mengabulkan mimpinya, mimpi Abi melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Hal itu terwujud, karena Haka membiayai semua pendidikannya. Kuliah yang tadinya hanya mimpi, menjadi nyata berkat bantuan Haka. Karena kecerdasannya, Abi lulus lebih cepat.
Saat kecil Abi dan Mark tidak dekat, hanya sebatas tahu. Abi tidak mempermasalahkan itu, Abi tetap mengenyam pendidikannya. Sehingga saat dia lulus dari fakultas dengan waktu yang lebih cepat, juga prestasi yang luar biasa. Haka langsung memberinya pekerjaan penting dalam Emanuel Group.
Saat Haka sakit, Abi sangat terpukul, sosok pahlawan kedua di hidupnya akan pergi selamanya. Abi yang berdiri di samping Iqmal dalam ruang perawatan tuan besarnya itu hanya bisa diam. Haka memanggilnya, Abi pun mendekat pada Haka.
"Abi, aku berharap kamu mau menemani putraku, Mark tidak punya teman baik Abi, teman di luar sana hanya berteman karena mengincar keuntungan, aku sangat bahagia Abi, jika kamu bersedia menjadi teman Mark yang tulus. Teman banyak Abi, tapi yang tulus itu sedikit."
Mark juga membisu mendengar perkataan papanya, suasana sore begitu menyayat hati semua orang yang mencintai Haka, tuan besar mereka. Sesangar dan sedingin apapun Haka, dia adalah sosok yang sangat di cintai oleh semua pekerjanya.
Haka menghembuskan nafas terakhirnya di kelilingi oleh orang-orang yang setia padanya.
Setelah Haka meninggal, Mark meminta Abi untuk bertahan di posisinya saat itu, Abi pun menurut, seiring berjalannya waktu Abi mendapat kepercayaan penuh dari Mark. Hubungan mereka juga menjadi lebih baik, karena kinerja Abi yang luar biasa, juga kepatuhan Abi yang tidak bisa diragukan.
Saat Mark menganggakatnya jadi sekretaris kedua, Abi berencana menghadap pada Iqmal dan Hawa. Dia tahu betul bagaimana dia bersikap kepada semua orang jika menjadi sekretaris Mark. Kejam, tegas dan berani, itu yang pasti menjadi ciri khas dirinya, agar tidak seorang pun yang berani main-main dengan tuan mudanya. Abi mendatangi Iqmal.
"Pak, tuan muda meminta saya untuk jadi sekretarisnya pak, jika saya jadi sekretaris tuan muda, maka saya akan sering memerintah bapak, maafkan saya pak, itu tugas saya,"
"Nak Abi, jangan begitu, bapak tidak akan marah atau dendam jika suatu saat nak Abi memarahi kami, karena keteledoran kami, pofesional nak Abi, walau nak Abi akan pindah, bagi kami, nak Abi adalah anak kami. Satuhal, bapak akan membiasakan memanggil kamu tuan," ucap Iqmal.
Abi menggeleng, dia tidak mau orang yang berjasa merawatnya memanggil dengan panggilan "tuan."
"Kita semua harus profesional nak Abi," ucap Iqmal.
***
Sifat asli Abi yang penuh kasih sayang dan penyayang, tertutup oleh sifat galak dan ketegasan karena tuntutan tugas, namun itu hanya dilihat oleh orang-orang yang tidak mengenal Abi, jika orang itu mengenal siapa Abi, mereka akan takjub betapa manisnya pria itu. Namun hanya orang yang beruntung bisa melihat sisi manis Abi tersebut, karena sepanjang hari pemuda itu lekat dengan tugas-tugasnya.
Semenjak menjadi sekretaris Mark, Abi pindah ke apartemen mewah tempat tinggal para pekerja Mark yang sangat berpengaruh dalam Emanuel Group. Mendapat fasilitas mewah, karena dia memegang tampuk penting dalam perusahaan itu.
Karena tinggal di apartemen, dia sering bekerja bersama dengan Gimar, Abi dan Gimar jadi akrab, karena menjalankan tugas yang saling berkaitan. Demi kemajuan Emanuel Group. Juga visi misi yang sama, konsisten mengabdi pada anak seorang laki-laki yang berjasa besar dalam hidup mereka.
Anak laki-laki yang berjasa besar itu, Mark Lewiz Manuel, pewaris dan penerus Emanuel Group.
***
Gimar Mandala Anak pertama Preman yang paling berkuasa di kota itu, bahkan namanya saja di takuti oleh preman lainnya. Mandala Ragaya, nama ayah Gimar.
Ayah Gimar menjadi orang yang memiliki posisi penting saat Haka memegang tampuk kekuasaan. Karena Mandala orang yang paling dekat dengan ayah Haka, Kakek Mark. Mandala sangat di percaya oleh pendiri Emanuel Group tersebut. Saat Haka meninggal, Mandala turun dari jabatannya, Mark sangat keberatan, baru dintinggal pahlawan tanpa tanda jasa itu, dia juga akan ditinggal singanya Emanuel Group.
Mandala mantap melepas jabatannya, semangatnya memudar karena Haka tiada, saat melihat Gimar, Mark meminta agar Gimar menggantikan posisi Mandala, Mandala tidak mampu menolak tuan mudanya itu, Gimar naik mengisi jabatan Mandala. Menjadi sekretaris utama petinggi Emanuel Group, juga memastikan keamanan dan keselamatan tuan muda tersebut. Bukan cuma itu, pekerjaan dan berat lainnya siap menyambut Gimar. Mandala juga salah satu orang yang berjasa besar dalam sejarah majunya Emanuel Group.
Jangan tertipu dengan senyuman manis Gimar.
[Gimar]
Salah sedikit saja, pria itu tidak segan bertindak kejam, dia tidak kenal gender, jika salah dia babat langsung. Gimar sangat profesional, bahkan menindak adik Mark, Shima, jika salah dia tidak sungkan menyeret gadis itu kehadapan Mark. Bahkan berani menegur langsung ibu Mark, jika wanita itu melakukan kesalahan. Bagi Gimar, Mark rajanya. Ibu Mark pun menjadi takut dengan sekretaris itu, tidak ada toleransi dari Gimar, jika orang itu melakukan sedikit kesalahan.
Kesetiaan dua orang tersebut tidak dapat diragukan, sangat-sangat terbukti. Mark merasa beruntung memiliki dua orang yang sangat setia padanya itu.
Namun sekarang dua orang kepercayaan Mark itu sangat terpukul, bertahun-tahun bekerja mereka tidak pernah membuat Mark kecewa, namun kecolongan masalah Nesya, menjadi cambuk bagi mereka, karena hal itu tuan muda mereka kembali kejam dan sulit diajak berdamai.
Apa yang Mark mau, maka itulah yang akan terjadi, walaupun orang itu salah ataupun tidak salah. Kawah gunung merapi yang selama ini tidur kembali erupsi, siap memuntahkan lahar panas pada siapapun yang membuatnya kesal.
****
Gimar mendapat laporan dari orang yang dia suruh mengawasi keluarga Sammy dan keluarga Pram. Gimar sudah menerima laporan terbaru tersebut. Gimar berjalan santai menuju ruang kerja Mark.
"Selamat siang tuan muda," sapa Gimar.
Mark tidak menjawab, dia hanya menatap tajam Gimar yang berjalan ke arahnya.
"Maaf tuan muda, ini laporan tentang keluarga Sammy dan keluarga Pram. Model cantik calon istri laki-laki sialan itu mencoba bunuh diri, saat ini dia di rawat di rumah sakit," Gimar memberikan laporan tersebut.
"Sedang Sammy masih mendapat penanganan medis, dia mendapat serangan jantung, karena perbuatan putranya itu," Gimar memberikan lagi berkas yang satunya.
"Ini saat yang tepat melancarkan semua amunisiku, Gimar ... pinta Abi untuk menemui model itu, sedang kau, menemui istri Sammy, beri dia teguran yang keras dan ancam dia dengan rencana yang sudah aku susun," seru Mark.
"Baik tuan muda," Gimar segera pergi meninggalkan ruangan Mark sambil mengetik pesan dan mengirimnya pada Abi.
****
Sepulang dari semua urusannya hari itu, mendengar kabar yang terjadi, membuat hari-hari Shita berubah. Dia menghabiskan waktu di rumah sakit, kadang di ruangan papanya dan sesekali menengok Ara. Berada di ruangan Ara, seperti berada di tengah salju, begitu dingin, tidak ada lagi sambutan hangat dari Arum ataupun Pram, sedang Ara masih terbaring di ranjang rumah sakit itu.
Arum membatalkan beberapa pekerjaan Ara, karena Ara masih terbaring di rumah sakit. Sedang Pram melamun memikirkan nasib perusahaannya, karena ancaman dari Mark bukan isapan jempol belaka. Demi menjaga keuangan, ruang perawatan Ara terpaksa dia turunkan kelasnya.
Kejadian ini membuat persahabatan yang terjalin puluhan tahun retak, Shita juga pasrah, Ara nampak tidak senang jika dia menjenguknya. Tidak ada yang bicara, namun sikap semua orang nampak kalau mereka tidak suka melihatnya datang, Shita baru merasakan hal itu, sebelumnya dia merasa, semuanya hanya panik, dia tidak ambil pusing, dia hanya menghabiskan waktu di ruangan papanya.
Beberapa hari berlalu, kondisi Sammy tidak ada perubahan, sedang kondisi Ara mulai lebih baik. Mendapat laporan dari pihak rumah sakit kalau Ara bisa di ajak bicara, Abi langsung tancap gas menuju rumah sakit tersebut. Untuk menjalankan misinya.
****
Abi langsung masuk kedalam ruangan Ara tanpa mengetuk pintu. Membuat Pram dan Arum ketakutan, mereka sangat mengenal siapa laki-laki itu.
"Tuan, tolong jangan hukum lagi keluarga kami, kami juga menderita atas kejadian ini," Pram memohon. Dia sadar, karena Gildan membawa kabur calon istri tuan muda itu sangat menakutkan efeknya.
Ara masih bingung dengan yang dia lihat.
"Bapak, ibu, bisa keluar? Saya mau berbicara empat mata dengan anak kalian," ucap Abi.
Tanpa menjawab, Pram dan Arum langsung berjalan menuju pintu. Melihat Arum dan Pram pergi, Abi mengunci pintu ruangan tersebut, membuat Ara ketakutan.
"Jangan takut manis, aku tidak akan macam-macam, aku membawa kesepakatan denganmu," seru Abi.
"Kesepakatan apa?"
"Kalau kamu setuju dengan isi perjanjian ini, maka Emanuel Group akan mengembalikan aset dan semua saham yang di tarik, perusahaan papamu yang rugi besar karena Gildan, akan bangkit kembali." Seru Abi.
Ara masih membaca kertas yang di berikan Abi. Hatinya seketika remuk kembali mendengar nama Gildan.
"Kalau kamu menolak, bukan cuma akan jadi gembel, tapi kamu juga harus membayar jutaan dolar, karena kamu meninggalkan banyak projet," ucap Abi penuh penekanan mengancam Ara.
"Tapi poin terakhir dari perjanjian ini sangat merugikan aku," ringis Ara.
"Tidak ada yang merugikan, setiap keuntungan yang kamu terima masih sangat besar daripada syarat itu, bukankah kamu melakukan hal itu dengan Gildan gratis?" Abi menyeringai.
"Dari mana kamu tahu?"
Abi meraih sesuatu dari saku jas nya. "Ini, di pantai," Mata Ara terbelalak melihat foto dirinya pertama kali bercinta dengan Gildan di pantai malam itu.
Abi terus melemparkan foto yang lain. "Ini yang ini dalam mobil, yang ini di hotel Homeo, yang ini di luar kota," Abi terus melempar satu per satu foto. Foto-foto itu menangkap adegan panasnya dengan Gildan.
"Cukup!" Teriak Ara.
Abi tersenyum melihat reaksi wajah Ara.
"Baiklah, aku setuju," ucap Ara.
"Maaf papa, mama, aku melakukan ini demi karierku, demi perusahaan papa dan demi kehidupan kita semua," rengek hati Ara.
"Kalau setuju, tanda tangani," Abi memberikan bolpoint pada Ara, Ara memiring sedikit untuk menanda tangani surat perjanjian itu.
Ara memberikan kembali kertas yang sudah dia tandatangani. Rasa takutnya tetap terlihat, membuat wajah yang menerima kertas itu tersenyum sinis.
"Terima ksih nona, setelah sembuh nanti, tuan muda akan membantu karier anda, bersiaplah menjadi model fashion week ternama," seru Abi. Dia meninggalkan Ara tanpa pamit.
Setelah Abi pergi, Arum dan Pram langsung menghampiri putri mereka. Pram sangat tahu bagaimana sikap sekretaris andalan Emanuel Group tersebut. Tatapan matanya saja menakutkan, apalagi jika dia mengeluarkan suara.
"Apa yang dia katakan sayang?" Pram panik.
"Tidak ada papa, mereka kasihan padaku, karena dicampakkan oleh Gildan. Tuan muda katanya mau mengembalikan seluruh aset papa dan perusahaan papa, bukan cuma itu, aku akan pergi dari rumah, karena karier modeling ku makin bersinar," ucap Ara.
Pram mematung, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa, satu sisi dia lega, tidak perlu keluar dari rumahnya dan medapat kembali perusahaannya. Namun dia masih bisa menangkap kesedihan di wajah putri semata wayangnya. Karena pengkhianatan Gildan.
"Tuan muda itu benar-benar baik, dia tidak menghukum kita, karena kita juga hanya korban," seru Arum.
"Dia tidak menghukum kalian, tapi menghukumku, aku pasti akan jadi peliharaan dan boneka pemuas nafsu dia selamanya," gerutu hati Ara, sambil mengutuki dirinya.
oneng kau mark...bayi disitu lahir hrs menangis
aura pembunuh Gimar membuat Shita mau muntah...kecian calon anak Mark