-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Perasaan Jeremy
Jantung Sherly berdegup kencang mendengarkan kalimat Jeremy, wanita itu sedikit bergerak, seakan ingin membebaskan diri dari pelukan sang lelaki. Bukan karena dirinya tidak suka, melainkan wajahnya memerah malu, dan dirinya enggan jika Jeremy melihat wajahnya saat ini. Apalagi jantungnya berdetak kencang mendengarkan perkataan Jeremy yang terdengar serius.
“Tetap pada posisi ini.” Ujar Jeremy yang sudah terlanjur nyaman memeluk wanita itu.
“Aku bisa merasakan detak jantungmu, berdebar sangat kencang.” Lanjut Jeremy, membuat Sherly semakin malu. Dirinya membenamkan wajahnya pada dada Jeremy, serta tangannya yang tanpa dia sadari malah memegang dada bidang itu, dan perut kotak itu. Jeremy tersenyum kecil.
“I love you.. I love you very much.. Jika aku bisa, aku sangat ingin menculik dan mengurungmu di rumahku, agar kita selalu bersama.” Ujar Jeremy penuh dengan nada penekanan, bahkan suaranya sedikit lebih berat dari biasanya. Sherly bisa merasakan deru nafas lelaki itu, dari telinganya.
Jeremy benar-benar karakter yang terlalu sempurna, bagi Sherly dirinya jauh lebih tampan daripada imajinasinya saat membaca novel. Ini benar-benar gila, bolehkah Sherly menjerit bahagia ?? Tapi dirinya lebih memilih menikmati pelukan hangat Jeremy, masa bodoh dengan hadiah boneka beruang, lelaki di depannya jauh lebih dia inginkan daripada boneka itu.
“Sherly..”
Sherly tidak menjawab apapun, dan semakin mendekap di pelukan Jeremy.
“Bisakah aku membawamu lagi malam ini ??” Tanya Jeremy seakan meminta jawaban Sherly. Sementara si lawan bicara terdiam, dirinya sangat ingin bersama dengan Jeremy. Entah kenapa dirinya merasa aman dan nyaman bersama dengan Jeremy, dari pada dirumahnya. Sherly merasa bahaya, karena mengetahui alur yang akan terjadi padanya selanjutnya. Tapi Sherly tidak tahu harus menjawab apa jika Vincent bertanya padanya.
“A.. Aku.. Aku tidak bisa..” Ujar Sherly dengan berat hati, Jeremy bisa merasakan itu. Nada suara yang terkesan seperti tertahan, membuat lelaki itu yakin, jika Sherly sebenarnya ingin bersama dengan dirinya.
“Andai aku bisa memb*n*h Vincent, mungkin aku bisa memilikimu seutuhnya, Sherly..” Bisik Jeremy dengan sedikit geraman kesal, membuat Sherly terdiam. Entah kenapa ada perasaan sedikit takut tapi juga nyaman, saat bersama Jeremy.
Sekarang aku mengerti, karakter perempuan di dalam cerita dark romance.. Mereka merasa takut, tapi sekaligus nyaman. Karena mereka tahu, pasangan mereka sosok yang paling berbahaya.. Tapi juga satu-satunya sosok yang bisa menyelamatkannya batin Sherly meringis, saat mengatakan posisinya saat ini.
Apakah Sherly menyesal ?? Sama sekali tidak. Dirinya semakin menyukai Jeremy, semakin dalam. Meskipun dipenuhi keraguan, yang terbesit di pikirannya.
“Aku khawatir.. Vincent.. Akan curiga, jika aku pergi denganmu.” Celetuk Sherly tanpa mendapatkan jawaban dari sang lawan bicara.
Jeremy terdiam, mencoba memikirkan sesuatu rencana yang lain untuk bisa mendapatkan Sherly. Meskipun dirinya harus mengembalikan Sherly ke rumah Vincent, tapi setidaknya untuk malam ini, dirinya harus bisa membawa Sherly. Dan Jeremy paling tidak suka di tentang oleh siapapun.
“Jangan khawatir, kau tidak perlu takut. Aku akan mengatasi semuanya, untuk malam ini tetaplah datang bersamaku.” Ujar Jeremy berbisik lembut, membuat Sherly mengerutkan alisnya bingung, dirinya kemudian mengangkat wajahnya menatap ke arah Jeremy, di saat yang bersamaan lelaki itu juga menundukkan wajahnya.
Keduanya saling bertatapan satu sama lain, Sherly terlihat sangat penasaran dengan perkataan Jeremy, sementara sang lelaki seakan berbicara tanpa kata jangan khawatir aku punya rencana kepada Sherly.
Aku lupa jika Jeremy adalah karakter antagonis yang memiliki seribu cara licik untuk mendapatkan sesuatu batin Sherly merubah ekspresinya menjadi datar.
“Pulang denganku, hmm~”
“Baiklah, aku takut jika aku menolakmu, kau akan menyeretku.” Ujar Sherly tetap mempertahankan ekspresinya, dan Jeremy terkekeh pelan sembari membelai rambut Sherly.
“Sherly..”
“Hmm ??”
“I loved you.”
“You’re already talk to me.” (Kau sudah berkata padaku.)
“It’s not enough, to show my love for you, darling~” (Ini tidak cukup, untuk menunjukkan cintaku padamu, sayang~)
“Cih, gombalan basi !! Udah ayo.” Ujar Sherly dengan nada kesalnya, dan itu membuat Jeremy terkekeh pelan.
Keduanya kemudian menyadari jika para pengunjung masih asyik berdansa, tapi sepertinya Sherly ingin mengakhiri dansa mereka, dan menarik Jeremy keluar dari sana. Lelaki itu hanya menurut dan mengikuti saja kemana Sherly akan pergi membawanya. Rupanya wanita itu datang ke meja makan mereka, dan makanan mereka sudah di sajikan di atas meja.
Sherly menatap lapar ke arah daging panggang di depannya, dengan salad dan kentang goreng, terlihat sangat enak. Sherly melepaskan tangan Jeremy, dan langsung duduk di kursi untuk menikmati hidangan itu. Jeremy yang melihat tingkah Sherly hanya bisa tertawa kecil.
Lelaki itu mengikuti Sherly, duduk di seberangnya, dan ikut menikmati hidangan di depannya. Keduanya asyik menikmati malam ini. Musik yang mengalun dengan lembut, membuat suasana romantis di antara kedua pasangan itu semakin terasa. Rasanya keduanya ingin menghentikan waktu, dan menikmati setiap kebersamaan mereka.
Inikah nikmatnya perselingkuhan ?? Atau ini akan menjadi awal yang buruk bagi mereka berdua ?? Entahlah, biar waktu yang menjawab seluruh pertanyaan ini.
...
“Oke, sekarang katakan. Apa rencana gilamu, untuk bisa membawaku ke rumahmu ??”
Di dalam mobil, Sherly seakan memaksa Jeremy untuk menyatakan rencana apa yang akan dia lakukan, supaya dia bisa membawanya ke rumah, tanpa di ketahui oleh Vincent. Jeremy tersenyum kecil, dia kemudian membuka tangannya di depan Sherly.
“Aku pinjam handphonemu, aku yang akan mengirimkan pesan pada Vincent.” Ujar Jeremy, Sherly menaikkan alisnya bingung.
“Kau tidak akan berkata, jika kau hendak membawaku, bukan ??”
“Pffttt.. Tentu saja tidak. Atau.. Kau mau aku menelfon Vincent, dan mengancamnya jika dia agar mau memberikanmu padaku ??”
“Hey, yang benar saja !! Tidak !!”
Jeremy tertawa pelan, “Tentu saja tidak, sayang~ aku akan berkata jika aku temanmu, dan kau harus menginap di rumahku, untuk persiapan pekerjaanmu besok.”
“Baiklah, hanya malam ini saja. Karena aku takut jika Vincent mencurigaiku, kalau selalu bersamamu.” Ujar Sherly memberikan handphonenya kepada Jeremy, lelaki itu menerima dan menganggukkan kepalanya.
Jeremy kemudian mulai menggerakkan jarinya pada layar handphone, dan matanya memandang serius ke arah layar. Sherly yang penasaran, kemudian memajukan kepalanya, dari samping dia ikut melihat ke arah layar handphone, melihat apa yang di katakan oleh Jeremy kepada Vincent.
Aku teman dari Sherly, dia akan tidur di rumahku lagi, malam ini. Karena dia harus mempersiapkan diri untuk pekerjaannya besok, terima kasih.
“Sedikit tidak masuk akal, sebenarnya. Tapi mungkin dia tidak akan peduli, aku pulang atau tidak.” Ujar Sherly membaca isi pesan dari Jeremy.
“Dia itu b*doh. Tidak mungkin dia akan curiga.” Ujar Jeremy dengan ketus, saat membahas Vincent, Sherly justru kembali tertawa kecil.
“Kau ini kejam sekali.”
“Dan kau terlalu membelanya.”
“Hey, aku tidak membelanya.”
“Kalau begitu, akui saja jika dia memang b*d*h.” Ujar Jeremy menantang Sherly, membuat wanita itu menghela nafasnya berat.
“Ya.. Ya.. Ya.. Dia b*d*h karena terlalu percaya pada wanita rendahan seperti Aluna. Sudah ??”
Jeremy menaikkan alisnya, “Siapa Aluna ??”
“Wanita yang di bawa suamiku. Jangan kau dekati wanita itu, bisa-bisa kau juga akan tergoda olehnya !!”
“pfftt.. Cemburu ya sayang~” Jeremy mencubit pelan pipi Sherly.
“ish !! Remy !!”
Jeremy semakin tertawa puas, dengan suara rengekan dari Sherly kepadanya. Apalagi dengan suara yang terdengar manja, dan memberikannya nickname baru.
🌟🌟🌟🌟
..