NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

guci tua

Langkah Chen Song kali ini benar-benar tidak terduga. Alih-alih marah atau menerima tawaran itu dengan patuh, ia memilih untuk menghancurkan harga diri David Zhang di depan seluruh keluarga dengan ketenangan yang mematikan.

Penolakan yang Mempermalukan David Zhang.

Setelah David Zhang tertawa mengejek bersama sepupu-sepupunya, Chen Song justru terdiam cukup lama. Ia membiarkan tawa mereka mereda hingga suasana menjadi canggung. David, yang menunggu jawaban merengek atau rasa terima kasih yang hina, mulai merasa tidak nyaman.

Chen Song melangkah maju satu tindak, berdiri sangat dekat dengan David—melebihi batas ruang personal yang sopan. Dengan suara yang cukup keras agar terdengar oleh Tibet Zhang dan seluruh anggota klan, ia berbicara:

Chen Song: "Terima kasih, David. Tapi aku harus menolak. Perusahaanmu butuh security karena banyak pencuri, atau karena kau butuh seseorang untuk menutupi kesalahan manajemenmu? Aku lebih memilih menghabiskan waktuku di mansion, menemani Luna... dan tentu saja, menjaga Ibu Mertua Minghua dengan baik."

Ia menekankan kata "menjaga Ibu Mertua" sambil memberikan pandangan sekilas yang penuh arti kepada Minghua.

Chen Song melanjutkan dengan senyum sinis yang belum pernah mereka lihat sebelumnya:

"Kenapa aku harus lelah berdiri di depan pintumu hanya untuk gaji recehan, sementara aku bisa duduk santai di mansion keluarga Zhang? Aku sudah terbiasa hidup dari kekayaan kalian, jadi buat apa aku berpura-pura rajin di bawah perintahmu?"

 

David Zhang ternganga. Ia merasa dipermalukan karena tawaran "kemurahan hatinya" dilempar kembali ke wajahnya dengan sikap sombong. Chen Song secara terbuka mengakui dirinya sebagai "benalu" dengan bangga, yang justru membuat David terlihat bodoh karena mencoba membantu seseorang yang tidak tahu malu.

 David Zhang: Wajahnya merah padam. "Kau... kau benar-benar sampah yang tidak tahu diuntung! Kau lebih memilih menganggur dan menjadi parasit bagi Luna?"

 Luna Zhang: Ia merasa sangat malu. Suaminya baru saja mengumumkan di depan klan bahwa dia adalah seorang pengangguran yang bangga. "Chen Song, tutup mulutmu!" desisnya.

 Minghua Zhang: Inilah yang paling terdampak. Jantungnya berdebar kencang. Ia tahu alasan sebenarnya Chen Song menolak kerja adalah agar ia bisa tetap berada di mansion, bebas mengawasinya setiap saat. Penolakan ini adalah ancaman terselubung bagi Minghua.

Kemarahan Tun Zhang meledak begitu mereka tiba kembali di Mansion Gou Tun. Sebagai pria yang selama ini hidup di bawah bayang-bayang dominasi ayahnya (Tibet) dan istrinya (Minghua), ia merasa harga diri terakhirnya diinjak-injak oleh Chen Song di depan seluruh klan Zhang.

Begitu pintu mansion tertutup, Tun Zhang langsung berbalik dan mencengkeram kerah baju Chen Song. Wajahnya yang biasanya tenang kini memerah padam, urat-urat di lehernya menegang.

Tun Zhang: "Kau pikir kau siapa, hah?! Beraninya kau mempermalukan David di depan Ayahanda Tibet! Kau membuat posisiku di keluarga ini semakin sulit, kau sampah tidak tahu diri!"

 

Tun Zhang mendorong Chen Song hingga terjatuh ke sofa mewah di ruang tengah. Luna hanya berdiri di kejauhan, menatap suaminya dengan rasa jijik yang mendalam, sementara Minghua tampak pucat, berdiri di sudut ruangan sambil meremas tangannya sendiri.

 Tun Zhang: "Aku melunasi hutang judimu bukan supaya kau bisa duduk santai dan menjadi parasit yang menyombongkan kemalasan! Kau menolak kerja hanya untuk tetap di sini? Kau ingin terus menyedot darah kami?"

 Chen Song: (Tetap tenang, perlahan merapikan kerahnya yang kusut) ia menatap Tun Zhang dengan tatapan yang sangat meremehkan. "Tuan Tun... kenapa Anda begitu marah? Bukankah Anda sendiri yang bilang di rumah ini aku hanyalah bayangan? Kenapa bayangan harus bekerja di kantor David?"

Tun Zhang yang merasa kehilangan wibawa mulai mengancam dengan kekerasan fisik. Ia mengambil vas bunga kristal di dekatnya, seolah hendak menghantamkan ke kepala Chen Song.

 Tun Zhang: "Jika besok kau tidak pergi meminta maaf pada David dan memohon pekerjaan itu kembali, aku sendiri yang akan menyeretmu ke kantor polisi atas tuduhan penipuan uang belanja! Aku tahu kau mencuri uang keluarga untuk judi lagi!"

Di tengah amukan mertua laki-lakinya, Chen Song tidak menunduk. Matanya justru melirik ke arah Minghua Zhang. Ia tahu bahwa Minghua sedang ketakutan kalau-kalau Chen Song akan membocorkan perilaku "mesumnya" atau fakta bahwa Chen Song sering mengintipnya.

Chen Song justru tertawa kecil. Tawa yang membuat bulu kuduk Tun Zhang berdiri. Chen Song: "Ayah Mertua, Anda terlalu berisik. Tanya pada istrimu, Minghua... apakah dia benar-benar ingin aku pergi dari rumah ini? Tanya padanya, siapa yang menjaganya saat Anda sibuk di ruang kerja atau saat Luna tidak ada."

Minghua Zhang tersentak. Ia segera menyela sebelum suaminya semakin curiga. Minghua: "Sudahlah, Tun! Hentikan! Biarkan dia... biarkan dia tetap di sini. Aku akan memberinya lebih banyak tugas rumah. Jangan buat keributan lagi, ini memalukan!"

Pagi berikutnya, Chen Song kembali ke rutinitasnya. Namun, kali ini ada binar yang berbeda di matanya. Setelah menyelesaikan belanja sayuran di Pasar Gou dengan uang sisa yang ia manipulasi, ia tidak segera pulang ke mansion. Langkah kakinya justru membawanya ke sebuah gang yang menghubungkan pasar sayur dengan Pasar Barang Antik Gou.

Tempat ini dikenal sebagai pusat barang tiruan. Di sana, piring keramik "dinasti" diproduksi kemarin sore, dan lukisan kuno masih berbau cat basah.

Chen Song berjalan di antara lapak-lapak kumuh, mengabaikan tawaran patung giok palsu. Tujuannya bukan untuk koleksi, melainkan untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengelabui keluarga Zhang. Ia butuh sesuatu yang tampak sangat berharga namun murah, untuk membungkam mulut David atau mencari muka di depan Tibet Zhang nanti.

Di pojok pasar, ia menemukan sebuah toko kecil yang menjual replika perhiasan dan kotak kayu ukiran tua. Chen Song melihat sebuah kotak perhiasan kuno yang tampak sangat autentik namun sebenarnya hanya kayu murahan yang divernis ulang.

Saat Chen Song sedang mengagumi guci tua yang tampak kusam itu, seorang pria misterius yang berlari ketakutan menabraknya dengan keras. Guci itu terlepas, menghantam wajah Chen Song, dan pecah berkeping-keping tepat di depan matanya.

Namun, alih-alih darah yang mengalir, sebuah cahaya keemasan yang menyilaukan meledak dari dalam guci tersebut.

Pecahan-pecahan halus yang bercahaya itu tidak melukai matanya, melainkan terserap masuk ke dalam pupil Chen Song. Seketika, otaknya serasa dihantam badai informasi:

  Kitab Kultivasi Surgawi Teknik pernapasan dan penguatan fisik yang bisa mengubah tubuh lemahnya menjadi sekuat baja.

 Kitab Pengobatan Dewa Pengetahuan tentang titik akupunktur, penyembuhan penyakit mematikan, hingga racun yang tak terdeteksi.

 Mata Matahari (Vision Ability)  Matanya kini memiliki kemampuan untuk melihat menembus benda (X-ray), melihat aliran energi (Qi), dan menilai keaslian barang antik hanya dalam sekejap.

Chen Song jatuh terduduk, memegangi matanya yang terasa panas membara. Saat ia perlahan membuka mata, dunianya telah berubah. Ia bisa melihat struktur bangunan mansion di kejauhan, bahkan ia bisa melihat aliran darah di tangannya sendiri.

Kembali ke Mansion: Dengan Kekuatan Baru

Saat Chen Song sampai di rumah, rasa sakitnya telah berganti dengan energi yang meluap-luap. Di ruang tengah, Minghua Zhang dan Tun Zhang sudah menunggunya dengan wajah siap memaki karena ia pulang terlambat tanpa membawa sayuran yang utuh.

Tun Zhang: "Dari mana saja kau, sampah?! Mana belanjaannya? Kenapa wajahmu kotor begitu?"

Chen Song tidak menunduk. Ia menatap Tun Zhang, dan dengan Mata Dewanya, ia bisa melihat sebuah titik gelap di paru-paru Tun Zhang—tanda penyakit kronis yang bahkan Tun sendiri belum menyadarinya.

Lalu, ia beralih menatap Minghua Zhang. Dengan kemampuan barunya, tatapan mesum Chen Song menjadi jauh lebih berbahaya. Ia kini tidak perlu lagi mengintip lewat celah pintu; penglihatannya bisa menembus pakaian sutra yang dikenakan Minghua, melihat setiap detail yang selama ini tersembunyi.

Minghua merasa ada yang sangat berbeda. Tatapan Chen Song kali ini terasa begitu tajam, seolah-olah pria itu bisa "menelanjanginya" hanya dengan berdiri diam.

Chen Song: (Tersenyum dingin) "Ayah Mertua, jangan terlalu banyak berteriak. Napasmu sudah mulai pendek karena penyakit di dadamu itu. Dan Ibu Mertua... kenapa jantungmu berdegup begitu kencang? Apa kau takut melihatku?"

Suara Chen Song kini terdengar lebih berat dan penuh wibawa. Keberaniannya bukan lagi sekadar nekat, tapi didasari oleh kekuatan yang nyata.

Dengan kitab kultivasi dan mata tembus pandang ini, rencana Chen Song berubah total.

 Ia bisa dengan mudah menemukan barang antik asli di pasar sampah untuk dijual dengan harga fantastis.

 Ia bisa menyembuhkan (atau memperparah) penyakit keluarga Zhang untuk memegang kendali atas mereka.

 Kemampuannya melihat menembus benda membuatnya menjadi predator yang tak terlihat di dalam mansion.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!