Seorang istri yang mau nggak mau harus merelakan dirinya dimadu.
Namun ketidakadilan suaminya membuat dirinya harus berpaling dan mengakhiri hubungan yang menyakitkan tersebut dan menikah dengan seorang CEO yang tak lain adalah atasan dari suaminya.
Awalnya hubungannya dulu hanya sebuah sandiwara namun malah mereka saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah tangga kita sudah tidak sehat
Ilham menjatuhkan bogeman di pipi Leo, " brengsek kamu Leo, dasar benalu," umpat Ilham
"Kalau aku benalu lalu kamu apa? banci?" sahut Leo yang tidak mau kalah
Mereka saling membogem, sehingga banyak karyawan lain yang melerai mereka.
"Sudah pak Leo," cegah salah satu pegawai
"Sudah pak Ilham," cegah salah satu pegawai yang lain.
Setelah dilerai Leo dan Ilham kembali ke ruangan masing-masing.
"Brengsek kamu Ilham, " umpat Leo
Karena tidak konsentrasi lagi, akhirnya Leo meminta asistennya untuk mengurusi semua pekerjaannya.
Dia melajukan mobilnya ke apartemen untuk menemui Rara.
Saat membuka pintu betapa kagetnya Rara melihat wajah Leo yang penuh dengan lebam dan mulutnya juga sobek.
"Kamu kenapa mas?" tanya Rara panik
"Aku bertengkar dengan Ilham Ra," jawab Leo lalu masuk ke dalam apartemennya.
Leo langsung saja merebahkan dirinya di sofa sedangkan Rara mengambil kotak obat untuk Leo.
"Kalian seperti anak kecil saja sih mas, pakai acara bertengkar segala," omel Rara dengan tangan yang sibuk mengobati luka Leo.
"Sudah lama aku muak dengan Ilham Ra," sahut Leo
Dengan lembut Rara mengobati Leo, setelah selesai dia menyuruh Leo untuk istirahat sedangkan dia mau membuatkan makanan untuk Leo.
Ternyata Leo tidak istirahat, dia malah mengekori Rara ke dapur. Leo yang sudah rindu dengan kekasihnya tersebut menjatuhkan pelukannya pada Rara yang sibuk mencuci sayur di wastafel.
"Mas Leo kok disini? istirahatlah mas, aku akan memasak untuk mas Leo," pinta Rara
"Aku nggak mau jauh dari kamu sayang, sedetik tidak dekat denganmu rasanya se abad," gombal Leo
"Duh.... Dulu mama nyidam apa sih bisa melahirkan kamu yang pintar banget gombal," sahut Rara
"Dulu mama mungkin nyidam seorang penyair sehingga sehingga melahirkan anak pandai bersyair seperti aku," timpal Leo dengan tertawa
"Pedene Lo gak nguati, iso-iso ae kamu tu mas." Rara ikut tertawa
Leo yang melihat Rara tertawa menjadi gemas lalu dia menggelitik perut Rara hingga Rara kegelian,
"Ampun mas Leo, iya-iya aku menyerah," katanya meminta ampun pada Leo
"Nggak," sahut Leo.
Leo membalikan tubuh Rara yang memang membelakangi dirinya dan kini mereka saling menatap. Rara yang melihat wajah Leo bonyok semua pun tertawa lagi.
"Wajah kamu lucu mas," kata Rara
"Biarin aja, i love you sayang," sahut Leo
Rara hanya terdiam, dia tidak menjawab dan juga tidak menolak, hatinya masih bimbang akan perasaannya.
Karena Rara melamun Leo mengecup kening Rara.
"Cintaku sudah cukup kok Ra, untuk kita berdua. Aku nggak akan meminta cinta berlebih dari kamu karena yang penting kamu selalu didekat aku itu sudah cukup," kata Leo dengan tersenyum
Rara yang terharu dengan kata kata Leo pun memeluk Leo dengan erat, dia sungguh bahagia Leo mau menerimanya bahkan dengan sabar menunggunya. Leo tidak takut kalau dia bakal mendapat julukan pebinor, karena baginya yang terpenting adalah Rara.
Puas berpelukan akhirnya mereka memasak bersama. Leo yang melihat Rara kesulitan karena rambutnya terurai berinisiatif mengikat rambut Rara.
"Kalau masak rambut nggak boleh terurai selain mengganggu nanti rambut bisa jatuh di makanan." kata Leo dengan tangan yang sibuk mengikat rambut Rara
"Terima kasih mas," sahut Rara.
Mereka kini asik masak berdua setelahnya mereka makan berdua dengan saling suap.
Seperti judul lagi, makan sepiring berdua.
Tidak terasa hari sudah gelap, Rara dan Leo siap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Ilham dan Vera menunggu Rara di ruang tamu, saat Rara datang Ilham terlihat sangat marah.
Rara tidak berkata apa-apa sehingga Ilham yang sudah marah menarik tangan Rara dengan kuat.
"Kamu bertemu Leo lagi?" tanya Ilham dengan Rahang yang sudah mengeras
"Kenapa sih mas, kamu tiap hari bertemu Vera aku juga nggak melarang," kata Rara dengan menatap Leo dengan tajam
"Kamu harus bisa membedakan Vera siapa dan Leo siapa, kamu ini istriku Ra!" seru Ilham yang semakin membuat Rara tertawa
"Iya benar Vera istrimu mas, salahnya dia adalah kenapa mau menjadi istrimu, sedangkan dia tau kalau kamu sudah menikah," sahut Rara
"Tapi kan seorang pria boleh menikahi lebih dari satu wanita sedangkan wanita mana boleh," imbuh Vera
"Memang betul, kalau si pria adil dalam hal nafkah lahir dan batin sedangkan kamu bagaimana?" teriak Rara
Plak
Lagi-lagi Ilham menampar Rara,
Kali ini Rara tidak menangis dia pun menampar balik Ilham.
"Istri durhaka kamu Ra," kata Ilham geram karena Rara menamparnya.
"Kamu suami durhaka", sahut Rara kesal
"Aku nggak akan gini kalau kamu nggak memulai mas, aku selama ini cukup sabar akan sikapmu yang semena-mena padaku, aku yakin kamu paham hal itu, yang namanya berlaku adil tu sehari tidur dengan Vera sehari tidur denganku, uang juga di bagi dengan adil tapi kenyataanya apa? aku di sini cuma objek untuk kalian sakiti jadi jangan salahkan aku jika aku mencari kesenangan di luar," kata Rara panjang kali lebar
"Setiap perbuatan pasti ada karmanya, setiap perbuatan juga ada sebab muasal nya, jadi apa yang aku lakukan berasal juga dari kamu mas," imbuh Rara
Mendengar kata-kata Rara bukanya membuat Ilham menyadari kesalahannya dia malah melempar Rara di sofa.
"Wanita tak tau terima kasih, lihatlah dulu kamu tidak punya apa-apa saat menikah denganku, orang tuamu aku yang membiayai pengobatannya dan sekarang ini balasan mu atas semua yang telah aku lakukan padamu!" seru Ilham
Hati Rara seakan berdarah saat Ilham mengungkit semua masa lalu Rara bahkan biaya orang tuanya pun dia ungkit.
"Baiklah, hitung biaya orang tuaku aku akan membayarnya sekarang, tapi setelah ini aku ingin kita pisah, jadi lepaskan aku," pinta Rara
Ilham menyesal karena telah mengungkit semua, kini dia terduduk lemas di sofa.
Vera yang melihatnya mendekati Ilham dan menasehatinya
"Lepaskan saja Rara, dia sangat ingin berpisah darimu mas, untuk apa kamu mempertahankan Rara. Bukan kamu yang dicintai Rara sekarang melainkan Leo," kata Vera
"Tidak, aku sangat mencintainya Vera. Aku tidak ikhlas jika Leo memilikinya," sahut Ilham lalu pergi menyusul Rara.
Di kamar Rara menangis lagi entah ke berapa kali dia menangis. Kenangan masa lalunya dengan Ilham hadir dalam pikirannya. Memang Ilham lah yang mengangkat derajat Rara, Ilham juga yang membantu pengobatan Orang tuanya. Oleh sebab itu dia berjanji akan selalu di samping Ilham apapun yang terjadi.
Saat membuka pintu dia melihat Rara menangis lalu dia mendekat dan memeluk istrinya tersebut.
" Maafkan aku Ra, karena aku telah menyakiti kamu, namun aku sangat mencintaimu aku tak ingin pisah darimu Ra, orang tua kita pasti sedih jika tau kita berpisah," bujuk Ilham.
Rara menatap Ilham, "orang tuaku pasti akan lebih marah jika tau aku masih bertahan denganmu mas, pernikahan kita sudah tidak sehat mas. Sudah tidak ada keharmonisan di dalamnya, yang ada hanya ribut, ribut dan ribut," ungkap Rara dengan menghapus air matanya.
"Tapi kita bisa perbaiki dari awal Ra," sahut Ilham
Rara pun tertawa mendengar kata-kata Ilham.
Jadikn masalalumu pelajaran Ra ojok karepe dewe