Seorang wanita bernama Audi Townsend menyukai seorang laki- laki bernama Arshel Simpson, Audi semakin jatuh dalam pesona Arshel saat dia berkerja di restoran milik Arshel.
Audi merasa bahagia karena setiap hari bertemu dengan Arshel, tapi rasa itu menjadi menyiksa saat Audi tahu bahwa Arshel menyukai wanita lain yang tak bukan dosen tempat mereka kuliah.
Apalagi dia tahu bahwa wanita itu adalah kekasih kakaknya James Townsend.
"aku rasa Audi menyukaimu"
"aku tahu"
" jadi mengapa kamu meminta dia untuk memberikan bunga itu pada Ms. Laura?"
"Apa kamu sengaja? Itu akan menyakitkan bagi Audi"
"Iya aku memang sengaja melakukan itu, aku ingin Ms.Laura berpisah dengan kekasihnya lalu kenapa? Aku juga tidak cinta Audi jadi untuk apa aku memikirkan perasaannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Arshel bangun dari tidur nya yang tidak nyenyak sama sekali, semalam dia tidak bisa tidur setelah pulang dari bioskop, saat akan tidur dia tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya hanya memutar tentang Audi yang pulang bersama Simon, dia kesal semalam bahkan sekarang pun perasaan kesal itu belum hilang
Arshel berdiri didepan cermin menatap pantulan dirinya disana, rasanya dia ingin menghancurkan cermin itu, kesalnya tidak berkurang sama sekali membayangkan Audi memeluk Simon di atas motor tadi malam, dia masuk kekamar mandi dan menutup pintu kamar mandi tersebut dengan keras
**
" pagi kak Arshel!!" suara keras itu berasal dari adiknya yang manja bernama Lily, gadis berusia 17 tahun itu setiap pagi selalu saja berteriak, membuat Kesal Arshel malah bertambah, Arshel tidak menjawab adiknya tersebut dan langsung duduk dikursi nya
" ada apa kak? Apa kakak punya masalah ? biasanya kakak akan membalas ucapan selamat pagi ku?"
Arshel masih tidak menjawabnya, Arshel memasukkan sosis ke mulutnya dengan malas
" Mama, coba lihat kakak sepertinya dia ada masalah?" adu Lily pada ibunya
" benarkah? Ada apa Arshel? apa ada masalah di restoran mu?"
Arshel yang mendengar ibunya bicara melihat kearah wanita yang dia sayangi tersebut
" tidak Mama, aku baik- baik saja"
" kalau kamu ada masalah tentang restoran mu Papa bisa membantu, Kenapa kamu malah mau bersusah payah mengurusnya" kata ayahnya kepada Arshel
" sayang, jangan bicara seperti itu, Arshel sudah berusaha untuk dirinya sendiri " Kata Margarete istrinya
" bukan begitu maksud ku, aku hanya ingin dia menggantikan aku nantinya jadi untuk apa dia bekerja, dia hanya perlu cepat lulus kuliah agar bisa cepat mengambil posisi direktur" Sambung Harry
" Mama sama Papa jangan khawatir, restoran ku berjalan baik, tidak ada masalah di sana dan kuliahku juga baik - baik saja"
" kalau bukan masalah pekerjaan dan kuliah apa masalah wanita?"
Kata Lily tersenyum jahil dan langsung mendapat tatapan tajam dari Arshel, Lily yang melihat tatapan itu langsung mengalihkan matanya
" aku sudah selesai , aku akan berangkat lebih dahulu"
Arshel sudah akan berdiri tapi suara Lily menghentikann
" kakak, tolong antarkan aku sekolah ya" katanya dengan mata memelas
" kenapa ? Biasanya juga dengan Papa"
" issshh..... Aku kan ingin dengan kakak"
" ya baiklah cepat"
Lily menghabiskan makannya dengan cepat, dia mencium ayah dan ibunya setelah itu berlari mengejar kakaknya yang sudah duluan keluar
***
" kakak"
" apa?"
" kenapa sampai sekarang kamu tidak punya kekasih?"
" memangnya kenapa ?"
" kakak kan tampan tidak mungkin tidak ada yang mau"
" lebih baik kamu diam saja, kenapa kamu malah mengurusi urusan percintaan kakak"
" issshhh..... Kakak selalu seperti itu, cepat nanti aku terlambat " kata Lily dengan kesal
" ya, pegangan yang kuat" setelah itu Arshel menaikkan laju motornya
***
" terima kasih kakak ku tersayang" kata Lily sambil melambaikan tangannya pada Arshel dan dibalas oleh Arshel
Arshel kembali melaju kan motornya di jalan raya, saat dijalan dia melihat sepasang kekasih yang berpelukkan di atas motor dan itu mengingatkannya pada Audi dan Simon tadi malam, Perasaan kesal itu kembali, dia marah dan melajukan motornya dengan sangat kencang
Setelah sampai diparkiran kampus dia turun dari motornya berjalan memasuki Universitas, di lorong kampus dia melihat kedua temannya
" Arshel" kata Sony memanggilnya dan Arshel datang mendekat, dia menatap Simon disana dengan tatapan dingin
" Arshel apa kamu sakit? kenapa wajahmu terlihat berbeda?" Tanya Sony saat melihat Arshel tampak berbeda
" tidak"
Simon melihat Arshel, dia meneliti wajah Arshel, Simon berpikir dengan keras kenapa Arshel menatap dingin padanya, Setelah dia dapat jawabannya sebuah senyum terbit di bibirnya
" Arshel, apa kamu tahu ternyata rumah Audi itu besar?"
Kata Simon masih dengan senyum itu, Arshel sebenarnya malas berbicara pada Simon tapi setelah mendengar perkataan Simon dia kesal, terkesan bahwa Simon lebih tahu lebih tentang Audi dari pada nya
" aku tahu, aku juga pernah mengantarnya sampai rumah" jawab Arshel dengan dingin, Simon hanya mengangguk dengan senyuman dibibirnya
"kena kamu Arshel"
kata simon dalam hati,
Sedangkan Sony yang tidak mengetahui pokok permaslahannya hanya menatap mereka berdua bingung
" ada apa? Kenapa kalian membawa- bawa nama Audi?" tanya Sony
" kemarin malam aku mengantar Audi pulang" jawab Simon dengan santai matanya melirik pada Arshel yang juga melirinya dengan kesal
" wah....Simon, kamu ternyata hebat juga, kami akan mendukung mu bersama Audi iya kan Arshel?" kata Sony dengan menatap Arshel, disana Arshel menatapnya dengan kesal, Sony terdiam saat Arshel menatap dirinya kesal
" aku akan masuk lebih dulu" kata Arshel dan langsung pergi dari sana meninggalkan Sony yang bingung dengan sikap Arshel, sedangkan Simon masih tersenyum
" Dia cemburu padaku"
***
Audi masuk kerestoran, disana hanya ada Arshel sendirin tanpa yang lainnya dia datang pada Arshel dan bertannya
" kemana yang lain? " Arshel yang dari awal kedatangan Audi sudah kesal tambah kesal dengan pertanyaan Audi
" kenapa memangnya ? Simon sibuk jadi dia tidak bisa datang kesini " jawab Arshel ketus, Sumpah Audi bingung dengan sikap Arshel apa dia melakukan kesalahan hingga Arshel bersikap seperti itu?
" emm.. Baiklah aku akan kebelakang " kata Audi pergi dari sana masih dengan kebingungannya
" kenapa dia? baru saja datang sudah bertanya tentang Simon, merusak suasana saja" kata Arshel dengan geram, dia berdiri dan membuka lemari pendingin dan mengambil minuman paling dingin dan meminum air nya dengan kesal, setelah itu dia kembali ketempat duduknya, dia melihat kearah dapur sebenarnya dia ingin ke sana hanya saja dia masih marah pada Audi
Pelanggan sudah pada berdatangan, dan Arshel melayani mereka dengan ogah- ogahan dan dilihat oleh Audi jadi dia datang mendekat
" biar aku saja, lebih baik kamu duduk saja, sepertinya kamu lagi tidak dalam suasana hati yang baik" kata Audi
Arshel yang mendengarnya langsung pergi dari sana
" ini semua karena kamu, dasar tidak peka" kata Arshel dalam hati setelah itu dia duduk dan hanya memperhatikan Audi yang melayani pelanggan
Hari sudah mulai malam dan Audi sedang di dapur untuk membereskan peralatan dapur, tapi kelihatan lampu disana sedang tidak bagus karena mati hidup mati hidup, Audi keluar dan mendekati Arshel yang sedang sibuk dengan ponselnya
" Arshel"
Arshel yang tadi sibuk dengan ponselnya dengan cepat melihat ke sumber suara
" ya ada apa?" suaranya masih dengan nada ketus, bahkan setelah seharian ini
" Itu bisa kamu lihatkan lampu di dapur kelihatan ada masaslah"
" memangnya ada apa dengan lampu itu?" kata Arshel dengan nada tidak perduli
" lampu nya hidup mati"
" aku akan melihatnya" Arshel berdiri dari kursi dan berjalan kebelakang dan di ikuti Audi
Arshel melihat lampu itu benar mati hidup sepertinya lampu itu harus di perbaiki
" bisa kamu ambilkan tangga disana itu" kata Arshel dengan menunjuk arah tangga tersebut
" baikalah"
Arshel masih menunggu Audi mengambil tangga itu tapi Audi kenapa lama sekali pikir Arshel jadi dia pergi untuk menyusul Audi, disana dia melihat Audi yang kesulitan membawa tangga yang cukup besar tersebut
" kenapa kamu tidak bilang kalau kamu kesulitan membawanya"
" tidak, aku bisa" kata Audi dengan masih berusaha membawa tangga tersebut, Arshel langsung membawa tangga itu sendiri dan membuat Audi terkejut
Arshel sudah selesai dengan tangganya dia sudah ingin naik tapi tidak jadi karena di tahan oleh Audi
" tunggu, coba kamu lihat tangga ini sudah rusak, pengaitnya sudah ada yang lepas, nanti kamu jatuh"
Arshel yang mendengarnya senang karena Audi khawatir padanya, tapi dia kembali kesal kalau mengingat kembali kenapa dia marah pada Audi
" lalu bagaimana?" kata Arshel dengan nada datar
"bagaimana kalau aku saja yang naik?"
" apa kamu nyakin?"
" ya, aku kan tidak terlalu berat jadi kemungkinan tangga ini bisa menahan berat badanku"
" baiklah, aku akan memegangkan tangga ini agar tidak jatuh" Kata Arshel
Audi sudah mulai naik tangga itu satu persatu dan dia sampai disana, dia memegang lampu yang sudah di matikan aliran listriknya dan mengganti bohlam lampu itu dengan yang baru, setelah mengganti itu Arshel bergerak dan menekan saklar lampu dan lampu itu menyala dengan normal kembali
" sudah menyala....akhirnya" kata Audi dengan senang , dia sudah akan turun tapi tangga itu mulai bergoyang, tubuh Audi pun hampir kehilangan keseimbangan dan Arshel yang melihat itu dia dengan buru- buru berlari untuk menyelamatkan Audi
" Audi ayo turun, aku sudah memegangkan tangga ini"
" tidak, aku tidak berani"
" ayo cepat turun"
" Arshel tolong"
" iya makanya cepat turun"
Audi masih tidak juga turun membuat Arshel kesal
" baiklah kamu lompat saja dan aku akan menangkap mu, Ok"
" aku tidak berani"
" tenang saja, semua akan baik- baik saja, ayo cepat lompat"
Audi melihat kearah Arshel dengan mempertimbangkan saran tersebut
" baiklah, setelah aku hitung satu sampai tiga kamu langsung lompat ya" Kata Arshel
" Iya"
" baiklah, satu....dua.....tiga ...."
Audi melompat dengan memejamkan matanya, Arshel yang juga gugup menjadi belum siap sedangkan Audi sudah melompat jadi dia dengan cepat menangkap tubuh Audi tapi karena dia belum siap setelah menangkap Audi dia juga kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh dengan Audi yang berada di atasnya, tapi tunggu.... Apa ini ...Arshel merasakan sesuatu yang kenyal dan basah menyentuh bibirnya saat dia membuka mata, matanya bertemu dengan Audi meraka terdiam cukup lama sampai Audi teriak dan berdiri dari pelukkan Arshel
Audi membalikkan tubuhnya tidak mau melihat Arshel dia malu, sedangkan Arshel masih terbaring dilantai dengan jantung yang berdetak dengan cepat
Dia melihat Audi yang membelakanginya, dia juga bangkit berdiri dan berjalan keluar dari dapur dengan kedua matanya yang berulang kali berkedip cepat, dia masih belum sadar sepenuhnya
Arshel duduk di kursi sambil memegangi bibirnya, otaknya memutar kembali apa yang terjadi dan itu membuat jantungnya tidak berhenti berdetak dengan cepat
" apa kami baru saja berciuman" kata Arshel dengan senyum di bibirnya
**
Jarum jam sudah jam 8 lewat mereka masih di tempat mereka, Audi masih didapaur dan Arshel di luar, Audi keluar terlebih dahulu setelah dengan susah payah menormalkan detak jantungnya
" Arshel aku pulang dulu ya" Audi kesal kenapa suaranya terdengar gugup
Arshel sebenarnya tahu Audi keluar dari dapur hanya saja dia tidak berani untuk menatap Audi jadi dia sengaja menunggu Audi untuk berbicara padanya, dasar kamu pengecut Arshel, kata kata itu berulang kali di ucapkannya dalam hati supaya dia berani untuk menghadapi Audi tapi kelihatannya itu tidak membantu
" i..iya.. Ada apa?"
"Sial kenapa aku harus gugup" Kata Arshel dalam hati
"Aku akan pulang lebih dulu" sumpah Audi malu sekali sekarang
" ya baiklah" Arshel sudah dapat menormalkan suaranya, dia bingung apa dia harus membicarakan ciuman tadi atau mungkin hanya sebuah ketidak sengajaan saja atau pura- pura untuk menganggap tidak terjadi apa- apa
Audi keluar dari restoran, masih dengan gugup dia ingin cepat pergi dari sana apalagi kalau melihat wajah Arshel dia malu
Audi sudah didalam bis dia menyentuh bibirnya pikirannya kembali dimana saat dia membuka mata dan melihat Arshel dibawahnya yang masih memejamkan mata dengan bibir mereka yang menyatu
Dia awalnya syok tapi saat Arshel juga membuka mata dia seperti terhipnotis tidak bisa bergerak dan tidak berpikir dengan lurus saat itu, sampai akhirnya Audi berteriak dan berdiri
Audi menutup wajahnya dengan kedua tangannya dia malu mengingat hal tersebut, sangat terkesan sekali kalau dia tidak pernah berciuman meskipun itu mungkin sebuah kecelakaan
**
Arshel yang masih didalam restoran, setelah kepergian Audi dia masih memikirkan ciuman tadi, dia masih bisa merasakan bibir Audi di bibirnya dan entah kenapa membuat hatinya senang, dia sudah dapat menebak bahwa Audi belum pernah berciuman saat melihat reaksi Audi tadi
" apa aku laki- laki pertama baginya?" kata Arshel dengan senyum yang aneh, Apa dia bahagia karena menjadi orang pertama yang mengambil ciuman Audi?
Arshel juga belum pernah sama sekali berciuman tidak pernah terlintas dipikiran nya ingin melakukan itu tapi setelah dia dan Audi melakukan itu dia berpikir apa seperti ini rasanya berciuman, hatinya seperti akan meledak karena itu.
👍👍👌🌺
Rasanya pingin lanjut trs😍
bagus sekali suka.ceritanya
lanjut cerita yg makin bagus
semangat
💪💪💪💪👍👌👌🌺🌹
Good job
👍
Good job, author nya!!
apa udah di kembalikAn?